Senin, 21 Februari 2011

API MEMBAKAR NURANI


Seorang anak kelas 1 SMP bernama Amanda. Dia seorang anak yang pandai, lugu dan baik. Dia juga dikenal sebagai anak yang pendiam.
“ Treeettttt. . . . .teeett. . .”
Bel tanda masuk berbunyi. Semua siswa SMP 1 masuk kelasnya masing-masing. Amanda dan teman-temannya masuk ke kelas 1a. hari ini pelajaran IPS. Namun, Pak guru IPS berhalangan hadir. Semua siswa kelas 1a sangat ramai dan tak terkendali. Sebagian anak bercanda ria di bangku paling belakang, tapatnya dibelakang bangku Amanda. Tiba-tiba Andra dating dan memberi amplop pada Amanda.
“Nich apaan, Ndra ? ????” Tanya Amanda dengan penuh penasaran.
“Tau, buka aja . . . Donna tadi yang ngasih…” jawab Andra.
“Ah, tuh paling surat labrakan . . . Kan cowoknya Donna loe ambil ..!” sahut Aldo dengan nada khasnya.
“ Sok tau loch !!!” tukas Amanda
“ Ya emang gue tau, Aris kan tetangga gue. .” balas Aldo.
“ Buka aja napa ?? Nggak usah banyak omong !! ”. kata Andra.
Amanda membuka amplop itu. Alangkah terkejutnya dia setelah membaca surat didalamnya. Ternyata donna selama ini ngira kalau cowoknya jaga pacaran sama Amanda. Padaha kenyataannya nggak seperti itu. Amanda gak pernah trima cinta Aris (cowok Donna).
“Hemmm. .. Tuch kan bener. . . .” kata Aldo.
“ Udahlah Nda …..loe kan gak salah. Nggak usah di pikir dech. . .!” ucap Riana dengan penuh perhatian.
“ Tapi Ri. ..? Gue kan juga risi … semua orang anggap gue salah melulu….. Balas Amanda.
“Ya emang, loe gak pernah ada benarnya kan, Nda.?? Buktinya kakak loe ja kabur dari rumah, yak an…?? “ ejek Aldo.
Tiba-tiba tangan Amanda melayang ke wajah Aldo.
“Plakk…”
“Enak kan rasanya...? makanya dikasih mulut buat di jaga. .!!! Jangan asal nyeplos aja, mau ngomong dipikir dulu donk …!!” kata Amanda yang sangat kesal.
Anak sekelas yang semula ramai tiba-tiba diam seribu bahasa. Mereka semua terkejut melihat sikap Amanda yang berubah drastic. Seorang anak yang awalnya pendiam kini menjadi liar dan berani.
Mulai saat itu sikap Amanda berubah. Dan anehnya hanya berawal dari kata-kata seorng cowok yang nggak penting. Kini Amanda sering bergaul dengan laki- laki bahkan anti banget bermain dengan anak perempuan. Hal ini juga mempengaruhi prestasi Amanda, yang smakin hari semakin menurun.
Sesaat ketika dia merenungi hidupnya yang hancur dan semakin memburuk. Pikiran Amanda tiba-tiba tertuju pada peristiwa dimana Aldo mengejeknya. Rasa dendamtak biasa di elaknya. Dia berfikir semua perubahannya berawal dari sakit hatinya terhadap Aldo.
Setelah 1 tahun kemudian. Ketika pertama masuk kelas 3. Amanda melihat papan pembagian kelas. Betapa terkejutnya dia ketika melihat bahwa dia satu kelas dengan Aldo seorang yang sangat di bencinya sejak kelas 1 dulu. Nmun, selain itu juga ada hal yang baik kala Diandra ,sahabatnya sejak kelas 1 kini masih bersama dengannya.
Mulai masuk kelas 3. Amanda dan Diandra selalu bersama dimana pun mereka berada. Didalam kelas mereka pun duduk bersebelahan. Keakraban mereka sudah melebihi saudara, selalu berbagi dalam suka maupun duka. Suatu hari Amanda mengajak Diandra duduk dibawah pohon dekat labolatoriu IPA, mereka berbincang – bincang tentang masalah hidupnya. Amanda bercerita tentang dendam yang dipeliharanya sejak kelas satu dulu.
Aldo sebagai topic pembicaraannya selalu dicari keburukan atas dirinya. Diandra yang begitu sportif memberikan suatu ide yang meakjubkan,untuk membalas dendam Amanda.
Dua minggu kemudian Diandra dan Amanda menjalankan misinya. Diandra mulai dekat dengan Aldo mereka seolah – olah menjadi sahabat terbaik. Dengan berlalunya waktu Aldo menyimpan rasa pada Diandra. Amanda yang mengetahui hal itu sangat senag karena apa yang direncanakan slama ini berjalan dengan lancar. Amanda menyuruh Diandra untuk memanfaatkan keadaan tersebut, dengan menanggapi perasaan Aldo padanya. Namun tidak untuk dijadikan cowoknya melainkan untuk menggantung perasaan Aldo. Diandra juga setuju dengan saran Amanda.
Tiba disaat Aldo menyampaikan perasaannya pada Diandra, dia menganggap bahwa itu adalah awal yang baik bagi misinya. Diandra tidak menolak cinta Aldo tetapi dia menggantung statusnya hingga beberapa bulan. Namun, pada suatu hari ada hal buruk yang terjadi. Amanda mendengar gossip bahwa Diandra sudah jadian . Kemudian dia ceritain gossip itu pada Diandra.” Wah, da yang gak bener nich,” sahut Diandra. Mereka berdua menyelidiki gossip itu dan ternyata Aldolah yang mengarang gossip tentang dirinya dan Diandra. Setelah tau seperti itu kenyataannya Diandra marah dan sikapnya yang semula sok baik sama Aldo kini berubah. Kali ini dia benar- benar tau kebusukan Aldo. Semangat baklas dendamnya berkobar lagi. Kemudian dia dan Amandamenyusun strategi lagi.
Langkah awalnya Diandra caper pada Aldo. Kemudian Amanda seolah –olah memberi dukungan pada Aldo untuk mendekati Diandra. Satu minggu kemudian, Aldo semakin jatuh cinta pada Diandra, dan dia juga mengungkapkan perasaannya kembali. Waktu yang tepat bagi Diandra untuk mempermainkan perasaan Aldo. Karena ujian akhir nasional sudah dekat, dia menggantug status Aldo untuk kedua kalinya. Namun, Amanda yang kurang paham dengan sikap Diandra tiba-tiba marah. Dia mengira kalau Diandra benar-benar suka sama Aldo. Diandra kemudian menjelaskan pada Amanda kalau dia Cuma manfaatin Aldo untuk mencarikan kunci jawaban UN dari anak SMP favorit. Penjelasan Diandra membuat Amanda lega.
Tiba saat UN berlangsung. Diandra selalu meminta kunci jawaban pada Aldo melalui sms. Hal tersebut dilakukannya sampai ujian berakhir. Namun, untungnya Aldo tidak tahu bahwa ada yang memanfaatkan kebodohannya.
Setelah hasil ujian keluar . Aldo menanyakan jawaban terhadap Diandra atas cintanya. Namun, Diandra menolaknya karena tak pernah suka sama Aldo. Penolakan Diandra membuat Aldo frustasi. Amanda dan Diandra yang telah merencanakan permainan itu sangat senang. Diandra malah jadian dengan cowok lain yang begitu dia cintai.
Kini saat belajar di SMP berakhir. Diandra dan Amanda melanjutkan sekolah di tempat yang sama. Mereka berdua sangat senang karena dihari – hari sekolahnya tdak melihat wajah Aldo yang nyebelin.
Hal yang tidak terduga tiba-tiba datang. Saat pulang sekolah Aldo yang saat ini sekolah di SMA lain tiba-tiba ada di depan sekolah Amanda dan Diandra . Mereka berdua terkejut. Saat pulang sekolah Aldo kemudian menghalangi jalan Diandra. Merekapun berbincang –bincang. Aldo kemudian memfitnah cowok Diandra untuk mendapat perhatian darinya. Karena Diandra sudah tahu sifat Aldo dia tidak mempercayai kata-katanya. Namun, otak licik Diandra keluar dia alah mengatakan fitnah itu pada cowoknya. Akhirnya, cowok Diandra marah dan memusuhi Aldo. Dan pristiwa itu membuat Aldo terpukul. Dia berusaha untuk mengerti kenyataan itu tapi hatinya belum bisa menerimanya. Dia putus asa bahkan kehidupannya pun berubah. Hari-harinya hanya dipenuhi rasa sakit dan terpuruk.
Diandra dan Amanda sangat senang melihat keadaan itu. Misi balas dendamnya berhasil. Aldo yang slama ini dia benci telah merasa sakit hati yang mendalam.

.: LINANGAN AIR MATA DI SAAT KEPERGIANNYA :.

Waktu telah berjalan dengan sendirinya, haripun berganti, siang tak ubahlah nenjadi malam, dan malampun menjelma kenangan dan begitulah seterusnya. Tak terasa 8 tahun silam telah usai di lakukan, kini hanya tinggal berkas-berkas kenangan yang terpecah yang berceceran dimana-mana, kini tinggal mengingat satu persatu-satu, kenangan yang telah hancur diterpa sang pemilik kehendak.
Ketika itu aku diajak oleh ibundaku kerumah sakit untuk menjenguk ayah, aku hanya bisa terdiam dan meneteskan air mata. Kulihat dia dari luar pintu kamar dengan binar wajah yang begitu mengasihi, seakan hati ini ikut merasakan apa yang dirasa olehnya, terlihat begitu sakit menahan perih dan pilu, tak kuasa hati ini untuk melihatnya.
“Ayahandaku tersayang aku ingin disampingmu, aku ingin didekatmu “, tapi semua itu hanya jeritan dihatiku.
Aku melihat dia terbaring disuatu kamar, yang tak lain itu adalah rumah sakit, aku hanya bisa menjangkaunya di depan pintu saja, karena aku dilarang masuk oleh ibuku karena ayah berada diruang UGD. Aku menunggu diluar dengan kakek dan nenekku, yang selalu menemaniku dimanapun aku berada . Dan semenjak ayah sakit aku diurus oleh kakek dan nenekku, karena ibuku selalu menemani ayah yang sedang sakit.
Suatu pagi aku akan pergi kesekolah, aku teringat ayah yang biasannya mengantar aku kesekolah, tapi pagi itu lain, aku diantar oleh kakekku, walaupun yang mengantar bukan ayah aku tetap mau berangkat ke sekolah, aku mengerti, karena aku tahu ayah masih dirawat dirumah sakit. Setiap malam aku pasti memikirkan keadaan, dan aku selalu berdoa untuk kesembuhan ayah, dan ibundaku semoga tetap bisa tegar untuk menjalani semuanya, bisa tetap sabar dalam menunggu ayah, karena aku tidak bisa melakukan apa-apa, kecuali hanya aku berdoa memohon kepada Allah.
Semua keluargaku bergantian datang kerumah sakit untuk menjenguk ayah, juga untuk menggantikan menjaga ayah kalau ditinggal ibuku istirahat sejenak, aku kerumah sakit kalau libur saja atau hari minggu, karena aku sudah kelas 5 SD kalau sering tidak masuk sekolah maka aku akan ketinggalan pelajaran, karena aku pernah dipesan oleh ayahku katanya “ Sekolah yang pintar ya nak…, yang rajin, nanti biar bisa membahagiakan ayah dan ibumu..”, pesan itulah yang sering diberikan oleh ayahku. Jadi walaupun keadaanya seperti itu aku tetap rajin masuk sekolah dan tetap rajin belajar, itu aku lakukan demi ayahandaku tersayang.
Inilah doa yang aku panjatkan dimalam terakhir kepergian ayahku. Malam itu aku memikirkan ayah, tak terasa ayah sudah dua minggu dirumah sakit, tapi keadaannya masih saja belum membaik. Aku terus berdoa kepada Allah agar ayah bisa diberi kesembuhan, dan kami bisa berkumpul lagi seperti dulu, aku berharap Tuhan bisa mendengar doaku ini, aku sayang mereka, aku sudah rindu akan kasih sayang mereka. Malam itu sudah terlalu larut aku bersiap untuk tidur meskipun mata ini sulit untuk dipejamkan, tapi aku paksa karena aku besuk harus bangun pagi dan bersiap kesekolah, dan semoga pagi menyambutku dengan penuh keajaiban. Malam itu juga aku bangun tengah malam untuk melaksanakan Sholat malam, malam itu semua doa aku panjatkan untuk kesembuhan ayah, air mata ini seakan terkuras habis jatuh deras membasahi seluruh wajahku. Aku memohon kepada Allah “ Yaa Allah berikanlah kesembuhan kepada ayahku, lewatkanlah masa kritisnya, dan semoga ibuku tetap bisa menjaga ayah dan sabar menerima cobaan dari-Mu “.
Pagipun telah membangunkanku, pagi itu terasa beda dari pagi-pagi sebelumnya, nggak tahu kenapa perasaanku tidak enak, tapi mungkin itu hanya pikiranku saja yang sejak malam terasa gelisah. Seperti biasa selesai sarapan aku langsung pergi kesekolah diantar oleh kakekku, tapi ketika kakekku mengambil motor, telpon dirumah berbunyi, karena nenenk sibuk didapur, maka yang angkat telpon kakekku. Kakekku juga langsung masuk kedalam rumah untuk menerima telpon, karena tak biasanya ada telpon sepagi itu. Setelah terima telpon wajah kakek berubah drastis, nggak tahu kenapa aku langsung disuruh ganti pakaian, tak ada sepatah katapun yang dikatakan kakek kecuali aku disuruh untuk ganti pakaian, dengan wajah kakek seperti itu akupun langsung kedalam rumah untuk ganti pakaian. Setelah selesai, kakek dan nenek mengajakku naik motor dan pergi begitu saja.
Diperjalanan nenek dengan menangis teredu berbisik kepadaku “ Nak…yang sabar ya…ayahmu sekarang sudah istirahat tenang dipangkuan sang pencipta, ayah sudah tenang disanan “. Ucapan nenek ini membuat diri ini pada awalnya tak mengerti tapi lama-lama aku berpikir bahwa ayah telah tiada. Air mataku dengan sendirinya langsung membasahi semakin deras seluruh wajahku, hati ini rasanya pecah berkeping-keping akupun harus melakukan apa.
Tiba dirumah sakit ibuku terlihat tak berdaya lagi disudut kamar, aku langsung menghampiri ibuku dan ibuku langsung mendekapku dengan sangat erat, tangiskupun semakin menjadi-jadi, aku menjerit dalam hati “ Yaa Allah…mengapa engkau ambil ayahku, aku masih inginkan kasih sayang darinya, aku tak kuasa tuk bisa menerima semua ini ”. tapi dihari itu aku mencoba bisa menahan semuanya, aku kasihan ibuku kalau aku terlihat begitu sedih jadi aku harus bisa menahan rasa sedih itu walaupun terasa sakit.
Tak lama kemudian ayahku dibawa ke ruang lain untuk disiapkan dipulangkan, terlintas di sampingku wajah yang terhiasi dengan senyuman kecil, tidurnya yang lelap terlihat memberikan senyuman terakhir padaku, aku pun tak bisa membendung lagi air mata ini.
Setelah ayah sampai dirumah dan telah selesai dimakamkan, kami pulang, dirumah ibuku berbisik lirih kepadaku “ Nak…kita yang sabar ya…kita doakan ayah disana bisa tenang, dan kita semoga bisa diberi kekuatan untuk menerima cobaan ini, dan pasti ayahmu bangga mempunyai anak sepertimu “, kata ibu sambil memeluk erat diriku. Aku mencoba untuk bisa menerima semua ini , tapi begitu berat rasanya aku harus bisa melepas ayah begitu saja. Sekarang yang bisa aku lakukan ingat pesan ayah, aku harus belajar rajin agar nanti menjadi orang yang sukses dan bisa membahagiakan ayah dan ibuku meskipun ayah sudat tiada. Aku akan berusaha semampuku agar bisa mencapai semua itu, dan aku akan tetap semangan menjalani kehidupan ini bersama ibundaku tercinta.


Nama / Absen : Lora Sukmaning Widhi / 11
Kelas : X C
SETANGKAI BUNGA YANG GUGUR
Lolita dan Lenita adalah saudara kembar ia sekarang duduk dibangku SMA HARAPAN INDAH. Mereka berasal dari keluarga yang sangat kaya,Ibu seorang bisnis kantoran ayahnya pun juga seorang direktur sebuah perusahaan dikotanya,Walaupun Lolita dan Lenita saudara kembar tapi tingkah lakunya sangatlah berbeda. Lolita seorang anak yang nakal dan tomboy sedangkan Lenita seorang anak yang baik. Waktu itu mereka mulai masuk sekolah dan mengikuti kegiatan MOS disekolahnya. Saat hari pertama masuk sekitar pukul 04.00 pagi,Lenita bangun dan segera ia bersih-bersih rumah dan menyiapkan sarapan untuk dimakan Lolita dan Lenita karena kedua orang tua mereka kurang memperhatikan mereka dan kedua orang tuanya hanya memikirkan pekerjaan mereka masing-masing. Sekitar pukul 06.00 Lenita siap-siap untuk berangkat sekolah. Sedangkan Lolita baru bangun tidur dan Lolita marah-marah kepada lenita karena tidak segera dibangunkan. Lenita pun banyak mengalah dengan Lolita dan mereka pun berangkat sekolah dengan tergesa-gesa. Mereka berangkat sekolah sekitar pukul 06.45, Padahal hari itu adalah hari pertama mereka masuk sekolah. Untungnya mereka sampai disekolah tidak terlambat. MOS selama 3 hari pun selesai dan masuk dengan rutinitas pelajaran pun dimulai Lolita dan Lenita tidak satu kelas. Semenjak Lolita dibangku SMA ini,ia semakin nakal saja kelakuannya. Dia sering pulang pagi,dia selalu bermaindengan teman-temannya. Salah satu tempat nongkrongnya adalah DiJalan Merpati, tempat itu biasanya digunakan nongkrong oleh anak-anak nakal,biasanya anak-anak seumuran SMA.

Ditempat itu mereka berkumpul tidak hanya diam tetapi mereka mengadakan pesta miras dan pesta narkoba disitu. Kedua orang tua Lolita belum tahu akan kejadian itu. Malam itu Lolita dengan teman-temannya mengadakan pesta miras,kemudian Lolita pun diajak minum-minum sampai hilang kesadarannya. Mereka pesta disitu sampai larut malam. Seorang berbaju hitam,dengan badannya yang kekar,dan tinggi itu pun menghampiri anak-anak remaja yang mengadakan pesta miras itu. Mereka semua tidak sadar kalau orang itu adalah seorang polisi. Akhirnya mereka anak-anak muda yang digrebek itu pun semua dibawa kekantor polisi termasuk Lolita dan para orang tuanya dipanggil untuk diberi penjelasan.orang tua Lolita meghampiri Lolita”Lolita,apa yang kamu lakukan sehingga kamu sampai disini?Lolita pun tampak acuh tak acuh dengan kedua orang tuanya. Ia juga tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Lolita pun dibawa pulang oleh kedua orang tuanya . Sesampainya dirumah Lolita pun langsung lari kekamar. Kedua orang tuanya pun saling menyalahkan dan terjadilah keributan kecil diantara kedua orang tuanya.Lenita menghampiri kedua orang tuanya dan memberikan penjelasan kepada orang tuanya bahwa mereka butuh kasih sayang dari kedua orang tuanya karena semenjak mereka mulai dewasa mereka tidak diperhatikan lagi oleh kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya pun diam dan mereka pun segera minta maf kepada Lolitadan Lenita. Lama-kelamaan pun kedua orang tuanya tetap saja kembali kepada kesibukan masing-masing.Lolita punsemakin lama semakin nakal saja. Ketika dijalan.
Sammy;”Lolita kesinilah kita pesta bareng-bareng disini”
Lolita pun menghampiri Sammy dan teman-temannya. Pesta miras itu pun dilakukan tetapi tidak ditempat biasanya. Tidak hanya pesta miras saja tetapi diikuti oleh pesta narkoba yang besar-besaran,Lolita pun menghabiskan beberapa gelas miras,tidak hanya Lolita saja tetapi teman-teman satu sekolahnya banyak yang mengikuti pesta miras itu. Pesta itu diadakan sampai larut malam. Paginya pun Lolita pulang dalam keadaan tidak sadar. Padahal Lenita dari tadi malam menunggu-nungu saudaranya itu karena sudah larut malam tidak juga pulang. Saat Lolita pulang Lenita pun terkejut”Lolita what happen with you?”Lolita tidak bicara apa-apa tetapi malah langsung berlari kekamarnya. Lenita pun segera mengejar Lolita kekamarnya,tetapi Lolita mengunci diri dikamarnya. Lenita pun mencoba untuk membujuk Lolita agar membukakan pintunya tetapi apalah mau diperbuat kekerasan hati Lolita tidak ada yang dapat membujuknya karena Lenita buru-buru untuk berabngkat kesekolah akhirnya Lenita punmeninggalkan Lolita. Ketika Lenita pulang dari sekolah, dia ditegur oleh seseorang yaitu pak Dodik wali kelas Lolita. Pak Dodik;”Lenita kemana saudaramu Lolita?”Lenita pun bingung mau menjawab apa”eemmm sasakit pak!
Pak Dodik;”oouya,memangnya dia sakit apa?”
Lenita;”badannya panas, Pak!”
Dengan berat hati Lolita berbohong kepada Pak Guru,segera ia pun pulang kerumah dan melihat Lolita dikamarnya. Lenita pun kebinggungan mencari saudaranya itu, ia mencari saudaranya itu kerumah teman-temannya sampai larut malam, tetapi tidak juga ditemukan. Waktu itu Lenita bertemu dengan salah satu teman dekat Lolita ia memberi tahu dimana Lolita berada. Lenita pun segera menemui dimana Lolita berada. Ternyata Lolita melakukan pesta miras lagi,Lenita pun meneteskan sedikit air mata kesedihan terhadap perilaku saudaranya itu. Ia mendekati Lolita, “Kak Lolita ayo kita pulang!”
Lolita;”Ngapain kamu kesini?”
Lenita;”Aku mencari kakak!”
Lolita;”Pulang sana aku ngak mau punya keluarga yang hanya memikirkan karir mereka masing-masing dan ngak pernah menganggap aku ada.”
Lenita;”Tapi mereka melakukan itu karena ingin membahagiakan kita kak?”
Lolita;”Aku ngak bahagia dirumah itu aku hanya merasa rumah itu bagaikan rumah mati, ngak ada canda kesederhanaan lagi,cepat sana pulang aku ngak butuh perhatian dari kamu!”
Lenita pun akhirnya pulang dengan kesedihan yang sangat mendalam,Sampai larut malam Lolita pun belum juga pulang. Dengan rasa kegelisahannya hati Lenita memikirkan saudaranya itu. Sambil menangis, Lenita berkata dalam hati,” Dimana kamu sekarang kak?”
Sekitar pukul 03.00 pagi Lolita menyusuri jalanan yang sepi dan langkahnya pun membawanya sampai pada sebuah tempat yang hanya ada batu nisan yang berjejeran. Lolita pun meneteskan air mata didepan batu nisan yang bertuliskan Ridwan. Sambil jongkok ia melihat batu nisan itu, lama kelamaan kelopak matanya menutup untuk selama-lamanya………

The end
ALAM SADARKU DI WARUNG
JAGUNG BAKAR

Disebuah rumah yang sangat mewah, penuh dengan keindahan, tinggalah sebuah keluarga yang sangat bahagia. Mereka dikaruniai seorang anak amat cantik. Yang bernama VITALYNA ENJEL PARAMYTA. Keduaorang tuanya sangat memanjakan ia. Hari demi hari gadis itu tumbuh menjadi anak yang pandai nan cantik. Sampai-sampai orang tuanya menuruti apa saja yang ia mau. Saat itu Vita sudah bersekolah di jenjang SMA. Ia sangat dikagumi teman-temannya terutama kaum cowok, namun ia tak peduli karena meraih cita-citalah yang nomor 1. Memang ia sangatlah pandai sampai-sampai dikala ada lomba MAPEL apa pun Bapak dan Ibu gurunya selalu mengikutkannya dan ia selalu juara 1 ditingkat Kabupaten maupun Provinsi. Sungguh mengagumkan bukan??. Ada hobi yang sangat ditekuninya, yaitu hobi dalam bernyanyi nan tari. Ia sangat menyukai itu, karena bagi dia hidup terasa hampa tanpa bernyanyi dan menari.

Pada suatu hari ketika Vita pulang dari sekolah, ia melihat kedua orang tuanya menangis di depan pintu. Lalu tanpa salam ia bertanya pada bundanya”Ada apa bun??kenapa bunda menangis??”bundanya tetap saja diam tak menjawab pertanyaan putrinya itu. Kemudian Vita semakin penasaran dan panic, ia pun bertanya kepada ayahandanya”Kenapa yah?jawab donx!!!”. Ayahnya pun diam seketika dan menjawab”Ayah bangkrut nak??semua perusahaan, perkebunan, bahkan rumah dan mobil kita akan hilang ludes semua”. Tanpa di duga Vita pun pingsan dan orang tuanya pun langsung membawanya ke kamar. Setelah beberapa jam ia pun sadar dan menangis dengan memeluk kedua orang tuanya”Ayah bunda kenapa semua ini terjadi pada keluarga kita.Kenapa??”. Orang tuanya pun menjawab”Sabar ya sayanx insyaallah besuk kita pindah kerumah kita yang baru”. Vita menjawab”Iya ayah!”.

Ke esokan harinya Vita dan keluarganya membereskan barang-barang untuk mereka pindah kerumah yang baru. Vita terasa berat banget meninggalkan rumah itu, karena rumah itu yang mengisi hari-harinya semenjak ia masih bayi. Detik demi detik perjalananpun kerumah yang baru tercapai juga, tapi tiba-tiba Vita bengong dan heran, ia sangat kaget karena rumahnya itu kecil dan sederhana banget. Vita jengkel dan bilang pada orang tuanya kalau dia g’mau tinggal di rumah itu, seiringan dengan itu orang tuanya menenangkan dia.Vita pun tetap saja g’rela, dan kamar yang ditujunya serta bernyanyilah yang menjadi teman curhatnya, sekaligus membuat Vita bisa tidur.

Ke esokan harinya ia bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dalam hatinya kesal karena tak ada mobil yang mengantarkannya melainkan cuma sebuah angkutan umum yang bisa ia dapatkan, bahkan berangkatpun Vita tidak berpamitan kepada orang tuanya. Sesampai di sekolah malu dan ejekanpun ia trima dari teman-temannya. Vita pun semakin kesal dan seakan akan semua ini gara-gara ayah dan bundanya. Semenjak itu hari demi hari semua kegiatan ia lakukan dengan tidak ada niat. Vita pun benci denga kedua orang tuanya. Ia menjadi nakal dan tak menerima semua dengan ikhlas. Bundanya pun bingung kenapa anaknya menjadi gadis yang tak berbakti dan patah semangat dalam meraih cita-citanya. Setiap malam orang tua Vita berdoa dan berdoa untuk putri mereka tersayang. Sementara Vita tiap malam diem dan bernyanyi itu yang bisa ia lakukan di kehidupannya yang baru ini. Pagi itu ia dipanggil kepala sekolah , tak diduga uang bulanannya tertunda 3 bulan sementara semester minggu depan sudah berjalan. Vita pun pulang dan meminta uang dengan kasar kepada bundanya”Bunda uang bulanan aku nunda 3 bulan!masa bunda g’punya uang terus sih, biasanya kan uang bulanan aku g’sampek nunda bunda?aku malu bun ma temen-temen!!!”. Bundanya menjawab”Ya nak, tapi bunda belum punya uang, entar bunda ngomong sama ayah kamu”. Vita langsung lari ke kamar yang selalu ia jadikan tempat istimewa, bahkan ia kadang lupa makan karena selalu bersedih dan bersedih memikirkan nasibnya. Menjelang malam ayahandanya pulang bekerja, bunda Vita langsung membicarakan soal uang bulanan Vita diruang tamu”Yah, uang bulanan putri kita belum kita bayar, sedangkan sekolahannya sudah mau ujian sekolah yah???”. Suaminya pun menjawab”Bu, ayah juga g’tau harus gimana lagi, pekerjaan ayah cuma kuli bangunan, lagi pula ayah juga belum waktunya gajian bu??apa sebelum ujian di mulai kita cari sekolahan yang baru untuk Vita ya??”Istrinya menjawab”Kalau itu keputusan ayah ibu ngikut saja sama ayah”suaminya menjawab lagi”Ya sudah kita istirahat, sudah malam ayah capek bu??, besok kita bicarakan lagi dengan Vita. Mereka langsung menuju ke kamar dan istirahat.
ASAM MANISNYA CINTA

Lugu, polos, diam, dan tax tau apa-apa, itulah aku yang berusia 12 tahun. Masa kelas 1 SMP dimana aku mengenal dia. Dia adalah Trio, anak kelas C yang pertama bagiku dia sangat menyebalkan. Dia memanggil aku bukan nama asliku yaitu Lia, tapi julukan yang aneh yang kubenci. Hampir tiap hari aku dan Trio kejar-kejaran seperti anak TK. Pulang sekolah kami naik sepeda, berhubung arah rumah kita sama, jadi kita barengan pulang. Disepanjang perjalanan kami tak henti-hentinya bercanda bahkan sampai cubit-cubitan.

Waktu itu tanggal 13 Desember 2007, rumah aku ada hajatan pernikahan kakakku, aku bilang ke Trio bahwa besox tanggal 14 Desember aku tak bisa masuk sekolah, dia terlihat kecewa. Selang beberapa hari aku dekat dengan dia, rasa yang disebut cinta itu muncul. Yachhh,,,,,,,, itulah namanya cinta monyet. Akan tetapi dia berubah, dia menjadi jauh, dia membuat sakit hatiku. Dia berpacaran dengan wanita lain, sebut saja namanya Marta. Rasa benci dan tak rela muncul. Selama 5 bulan lamanya aku mencoba melupakan dia dan merelakan dia untuk Marta, akan tetapi aku tetap tidak bisa, sulit buat aku untuk melupakannya. Kelas 2 SMP aku sekelas dengan Trio. Senang sekali rasanya tapi benci melihatnya. Aku mencoba dekat dengan teman laki-lakiku nyang lain, aku sudah merasa senang, tetapi rasa saying dan suka ini tetap hanya untuk Trio.

Sampai akhirnya awal bulan November 2008, aku mendengar dia dengan Marta sedang ada konflik. Hati ini senang sekali rasanya, sejak itu Trio mendekatiku lagi. Tanggal 4 November malam dia sms aku, dia Tanya aku sekarang dengan siapa, dia juga bilang kalau dia masih saying sama aku. Harapan itupun muncul lagi, di kelas kita juga semakin dekat. Setiap hari kita smsan sampai tanggal 6 November dia bilang ingin menjadi pacarku. Sungguh hati ini tak bisa menolaknya walaupun dia masih berpacaran dengan Marta. Aku menerimanya, dan dia berjanji akan memutuskan Marta secepatnya. Kesalahan terbesarku, aku tak bermaksud merebut Trio dari Marta. Akhirnya Kamis, 6 November 2008 jam 10 kurang 15 menit aku peringati sebagai hari jadian aku bersama dirinya.

Jum’at siang Trio meminta izin padaku untuk bertemu dan menyelesaikan hubungannya dengan Marta. Aku pun mengizinkan, dan senang rasa hati ini. Semenjak itu kami secara resmi dan terbuka berpacaran dihadapan teman-teman yang lain. Berbulan-bulania menunjukkan rasa sayang dan perhatiannya padaku. Selama 8 bulan lamanya aku berbahagia sampai tanggal 13 Juli 2009 aku mempunyai konflik dengannya dan menyebabkan kita putus. Aku tidak terima, selama 3 hari mata ini selalu menteskan air mata. Aku berjuang untuk kembali padanya, tapi dia menolaknya. Semakin sakit ini mendengar kalau dia sedang dekat lagi dengan Marta. Tapi aku tak tinggal diam, hampir setiap hari selama 1 bulan lamanya aku mengajak dia untuk balikan, sampir akhirnya tanggal 23 Agustus 2009, waktu jalan-jalan pagi dia mengajakku bertemu, dia menerimaku kembali, dia ingin balikan denganku lagi. Sungguh rasa senang yang aku rasakan tak dapat terbendung lagi, aku bahagia. Sekarang kami berbeda sekolahan, dia memilih di SMK dan aku di SMA. Hubungan kita semakin erat, ia tak ingin kehilanganku lagi., dia menyesal dulu telah membuat luka di hatiku. Hingga akhirnya setelah hampir 2 tahun banyak sekali cobaan-cobaan yang kita alami.

Senin, pulang sekolah akupun naik bus, tak ku sangka aku bertemu dengan Doni. Doni adalah seseorang yang sudah menyukaiku sejak lama, dia mengutarakan perasaannya padaku, tapi aku menolaknya. Di dalam bus itu dia mengajakku bersalaman, deg-degan hati ini apalagi dalam bus itu tidak hanya ada aku dan Doni, tetapi juga anak-anak sekolah yang lain, temanku dan temannya. Tak tahu kenapa setelah kejadian itu aku menjadi kepikiran dia terus. Aku mencoba menghubungi dia dengan sms ke dia., namun sayang ternyata nomor dia dibawa oleh ceweknya. Ehm,,,,,,,,,,,kecewa banget aku. Akhirnya setelah 3 hari aku tak bertemu dengannya. Jum’at pagi nomor sms aku, dia Doni, aku berjingkrak senang. Setiap hari aku menjadi semakin dekat dengan Doni. Minggu dia mengutarakan perasaannya lagi yang kedua kalinya padaku. Aku menjadi bingung dan senang, kebingunganku karena aku sudah mempunyai Trio, tapi di lain sisi aku sudah mulai menyukai Doni itu. Akhirnya aku menerimanya. Hari-hari yang aku lalui bersama Doni tak kalah indahnya saat aku dengan Trio.

Setelah sekitaran 2 bulan lamanya aku menjalani hubungan dengan Doni, Trio pun mengetahuinya disaat Doni menjemputku sewaktu pulang sekolah dan kita bertengkar hebat di depan gerbang sekolahku. Trio meninggalkan aku begitu saja dan Doni pun marah sekali kepadaku, aku pulang dengan Doni, sampai didepan rumahku, kita bertiga bertemu dan Trio marah sekali dian menanyaiku sambil berteriak-teriak. Aku bingung mau bagaimana lagi. Aku harus memilih salah satu dari mereka, Trio yang selama 2 tahun lebih setia mendampingiku ataukah Doni yang sudah mulai kusayang dan kucinta. Akhirnya aku memilih Trio, rasa sayang dan cintaku ini sepenuhnya hanyalah untuk Trio. Trio memaafkan aku dan Doni membenciku. Hanyalah sebuah penyesalan bagiku yang telah menyakiti hati orang.

Sekarang hubunganku dengan Trio sudah selama 2 tahun 3 bulan lamanya, senang sekali selama 2 tahun lebih itu, aku aku tau apa arti mencintai, menyayangi, menghargai, mengerti, dan memahami. Aku belajar dari kesalahan-kesalahanku yang lalu yang membuat aku semakin dewasa, tangis dan tawa kita lalui bersama, senang dan duka kita jalani bersama, asam manisnya cinta begitu terasa, walaupun ini hanyalah yang disebut cinta monyet. Cinta bocah SMP-SMA. Aku ingin terus bersamanya terus, walaupun memang jodoh hanyalah ada ditangan Tuhan. Terima kasih Tuhan, engkau telah mengirimkan orang yang mencintai dan mengerti aku. Inilah asam manisnya cintaku.


Nama : Lia Wijayanti
Kelas : X C
No : 10









CINTA MONYET
Disaat Via menginjak kelas satu SMP dya sangat senang karena mendapatkan
teman-teman baru .Dia sangat bahagia menempuh hari-hari yang baru. Tapi tak dia kira disisi lain kakak kelasnya yang bernama Niko suka sama dia. Dia sangat kaget mendegar itu semua. Waktu itu dia belum berniat pacaran, karena dia juga tidak punya perasaan apa-apa sama Niko. Setiap berangkat atau pulang sekolah dia selalu menghampiri Via dikelas…
Suatu hari saat Via sedang pergi dengan kakaknya dia bertemu dengan Niko. Tanpa basa-basi dia langsung mengutarakan perasaanya kepada Via. Via bingung harus jawab apa. Dia minta ma Niko memberi waktu seminggu buat berfikir, tapi Niko hanya memberi waktyu 3 hari. Waktu itupun tiba, akupun langsung menemui Niko ditempat yang sudah ditentuin,,,,,,
Niko; “Gimana via? Apa kamu menerimaku buat jadi pacar kamu?”
Via; “Baiklah, kita jalani aja dulu hubungan ini”……….
Niko; “Berarti kamu menerima cintaku?”
Via; “Ya begitulah. Tapi aku ada syarat buat kamu, hubungan kita ini jangan sampai ada yang tahu”…..
Niko; “Tap kenapa? Tapi kalau itu mau kamu baiklah aku turutin”.
Via berfikir semua ini aku anggap sebatas cinta monyet tidak lebih. Via mendengar dari teman-teman bahwa Niko itu seorang playboy, tapi itu tidak ada masalah bagi Via karena hubunganya ma Niko hanya sebatas cinta kanak-kanak.
Hubungan Via ma Niko sudah berjalan 3 bulan .Via tidak pernah ketemu ma dia karena waktu itu bulan ramdhan, Via hanya bisa berkomunikasi lewat hp.
Pada suatu hari saat lebaran sekolah kami mengadakan silaturohmi kerumah guru-guru SMP. Selesai silaturohmi rombongan kami berhenti di Ponorogo buat jalan-jalan. Saat Via jalan-jalan sendirian dia bertemu dengan Doni teman dekatnya. Donipun menemani Via buat jalan-jalan. Dan tiba-tiba Niko menelvon Via, dia minta Via menemuinya di taman. Viapun meminta Doni buat nemenin dia ke taman. Via juga udah bilang ke Niko kalau dia ke taman dianterin temannya. Akhirnya Doni nganterin Via. Setelah sampai di taman cowokku malah menuduh aku selingkuh.
Niko; “Enakya ke taman gandengan tangan?”
Via; “Siapa yang gandengan tangan sech? Aku kan tadi udah bilang kalau aku kesini dianterin temanku tapi kenapa kamu malah nuduh aku yang nggak-nggak?”
Niko; “Halah ya udahlah serah kamu mau bilang apa, aku udah nggak percaya lagi sama kamu.”
Via; “Ya udah mending hubungan kita sampai sini saja.”
Akhirnya Niko pergi meninggalkan aku disitu. Donipun ngmng sama aku.
Doni; “Kenapa kamu nggak ngomong jujur saja ma aku, kalau kamu akan bertemu dengan cowok kamu?”
Via; “Maaf, aku takkutnya kamu tidak mau nganterin aku kalau aku ngomong sejujurnya….
Doni malah marah-marah sama Via, dia bingung kenapa Doni bisa bersikap kaya gitu, Doni sangat marah banget sama Via Ternyata dia marah-marah kaya gitu karena sebenarnya dia sayang dan suka sama Via, disitu dia ungkapin semua perasaanya didepan Via. Viapun ndak tahu harus jawab apa. Disitulah hubungan Via dengan Niko berakhir dan disitu juga rasa sayang dari orang lain bersemi kembali.
Suatu saat Doni kerumah Via dengan kakanya dia hanya diam, dia tidak mau sedikitpun berbicara dengan Via. Via sedih banget. Via sudah bingung harus minta maaf kaya gimana lagi. Dia bilang kepada kakaknya kalau Via itu pembohong. Viapun mencoba mendekatinya.
Via; “Kenapa sech kamu masih saja marah ma aku apa kesalahanku begitu besar sehingga kamu berat nuat maafin aku?”
Doni; “Emang ada yang ngelarang buat akku marah ma kamu? Kalau kamu nyadar salah, kenapa masih tanya?”
Via; “Tapi aku kan sudah minta maaf ma kamu berkali-kali?Apa kamu belum bisa maafin aku?”
Doni; “Tidak segampang itu karena kamu sudah menyakkiti dan tidak pernah mikirin perasaanku.”
Via; “Bagaimana aku bisa tahu perasaan kamu, kalau kamu tidak pernah ngomonng ma aku.”
Doni; “Tapi apa dengan kebaikan dan perhatianku selama ini ma kamu,kamu tidak tahu isi hatiku?”
Via; “Aku berfikir kamu kaya gini cuma sebatas sahabat.Ya udah, tolong maafin aku,mau kan kamu maafin aku?”
Doni; “Ya udah aku maafin kamu.”
Via; “Jadi sekarang kita bersahabat lagi?”
Doni; “Iya, kita jadi sahabat lagi.”
Waktu itu dia tidak marah-marah lagi ma Via, dia sudah maafin semua kesalahan Via.Merekapun sekarang sudah menjadi teman.
Viapun juga belum menerima cinta Doni karena Via tidfak mau menyakiti hati Doni yang kedua kalinya dan tidak ingin merusak persahabatanya Cuma gara-gara cinta.
Donipun bisa terima keputusan Via.Doni juga berharap persahabatanya tidak akan pernah hancur cuma gara-gara cinta.
Mereka berdua berjanji akan selalu menjaga persahabtanya sampai nanti.



Nama : Ulfayatul Hidayah (22)
Kelas : X.A
“Akhir Sebuah Kisah”
Hai, perkenalkan namaku Nadia Almira, aku adalah gadis yang sangat sangat pendiam dan pemalu. Aku sendiri tidak tahu mengapa diriku menjadi seperti ini padahal dulunya aku adalah gadis yang sangat periang dan memiliki banyak teman.
Hari ini adalah hari pertamaku masuk di sekolah baruku, sebenarnya aku agak sedikit canggung dan ragu saat pertama kali menginjakan kaki di sekolah ini. Tapi semua keraguanku itu kubendung dalam hatiku, aku tak ingin membuat orang tuaku kecewa. Saat berjalan tiba-tiba ibu menghentikan langkahnya tepat di depan gerbang sekolah.

“Ibu mengantar sampai di sini saja ya nak, tidak apa-apa kan?”

“Iya bu, tidak apa-apa ko”

Rasanya tak ingin aku melepaskan genggaman tangan ibuku, aku tak sanggup jika harus berjalan sendiri di sini. Tapi aku berusaha mengubur perasaan maluku dalam-dalam dan mulai memberanikan diri berjalan di tengah kerumunan siswa siswi yang tengah menunggu bel masuk kelas.
Ketika bel berbunyi siswa siswi pun segera memasuki kelasnya masing-masing tidak terkecuali diriku. Tiba-tiba rasa tidak percaya diriku muncul ketika bu guru mempersilahkan ku untuk memperkenalkan diri di depan kelas. Dengan agak terbata-bata aku berusaha untuk memperkenalkan diri di depan kelas
“Pe.. perkenalkan nama sa.. saya Nadia Al.. almira, sa.. saya pindahan dari SMA Pertiwi Surabaya, alamat saya ja.. jalan Dipenogoro no.15, terima kasih.. “ jelasku.

Selesai perkenalan, dengan wajah menunduk aku kembali ke tempat dudukku dan bu guru pun memulai pelajarannya.
Lima jam pelajaran berlalu, bel istirahat pun berbunyi. Semua siswa langsung behamburan keluar kelas. Tetapi tidak untukku, selama istirahat aku hanya duduk di dalam kelas sembari membaca novel kesyanganku. Tiba-tiba seseorang menyapaku dari belakang sambil mengulurkan tangannya. Aku kaget dan langsung membalikkan badan.

“Hai nadia, namaku Reno!”

“Aku Nadia. . . . “ jawabku dengan pelan.

“Oh ya’ aku ketua kelas di sini jadi kalau ada perlu temui saja aku. Aku selalu ada bagi yang membutuhkan “ jelasnya.

“. . . . . . . . . . “ aku hanya membalas dengan senyuman.

“kenapa tidak ke luar kelas? Emang nggak bosen ya di kelas terus, sendirian lagi”

“tidak apa-apa, aku cuma ingin sendiri saja” jawabku singkat.

Selama jam istirahat Reno terus mengajakku mengobrol dan menceritakan seluk beluk sekolah ini, tapi sebaliknya aku hanya menjawab dengan singkat dan pelan di tambah dengan senyuman, saat bel masuk berbunyi dengan cepat Reno berlari menuju kursinya, mungkin dia takut teman-temannya tahu kalau selama istirahat ini dia bersamaku.
Saat pulang sekolah tiba-tiba Reno menepuk pundakku.

“Nad pulang bareng yu’ kita kan searah pulangnya??” tawar Reno.

“Tidak, terima kasih aku sudah di jemput, aku duluan ya ren.” tolakku.

“Ya sudah deh. . . dengan tersenyum Reno meninggalkanku.

Ketika sampai di rumah aku langsung di sambut dengan senyum manis ibuku.

“Bagaimana sekolah barunya sayang??” Tanya ibu.

“Seperti biasa bu, aku tetap saja seperti dulu tidak berubah.” jawabku.

“Sabar ya sayang, ibu ngerti apa yang kamu rasakan sekarang.”

Ibu seolah mengerti isi hatiku sebenarnya. Senangnya bisa bersandar di pelukan ibu, memang benar pelukan seorang ibu bagaikan obat penenang. Begitu damai hati ini rasanya.
Tidak terasa hari berganti hari bulan berganti bulan, aku sudah mulai bisa beradaptasi di sekolah baruku, sedikit demi sedikit rasa tidak percaya diri dan kecanggunganku hilang. Itu semua berkat Reno, dia selalu men-support aku dalam segala hal termasuk dalam mencari teman dan cara beradaptasi di sekolah ini. Aku bersyukur bisa berteman dengan Reno. Sekarang aku bisa berubah, Nadia yang sekarang bukan Nadia yang pendiam dan pemalu melainkan Nadia yang periang dan percaya diri.
Tetapi perlahan rasa sayangku sebagai teman pada Reno berubah menjadi rasa cinta yang begitu dalam. Aku sempat tidak percaya mengapa aku bisa menyukai Reno tapi itulah kenyataanya. Hatiku selalu deg-degan saat bertemu dengannya. Selama berhari hari aku menyembunyikan perasaanku. Tanpa aku sangka sebelumnya tiba-tiba Reno mengajakku ke taman sekolah dan mengatakan kalau dia sangat mencintaiku dan ingin menjalin sebuah kisah cinta denganku. Aku sebenarnya tidak ingin itu semua terjadi tetapi tanpa kusadari mulutku berkata “ ya. . aku juga mencintaimu Reno. . .”.
Tepat pada saat hari jadianku yang ke 3 bulan aku memutuskan hubungan cintaku dengan, tidak hanya hubungan cintaku tetapi pertemananku dengan Reno aku sangat kecewa pada padanya. Tanpa sengaja aku mendengar perbincangan Reno dengan teman-temannya. Jadi selama ini dia hanya mempermainkanku dia membohongiku, aku benar-benar marah dan kecewa padanya. Rasa cinta dan sayangku padanya selama ini hanya sia-sia, dia tidak benar-benar mencintaiku, dia hanya menjadikan diriku sebagai korban taruhannya.

---TAMAT---
Dibalik Hati Sang Playboy
By: Hidayatul Fitria
Xa


Suatu hari tepatnya hari selasa waktu itu hujan turun sangat deras. Waktu itu aku lagi duduk diruang tamu, tiba-tiba hpku berbunyi, walaupun yang telefon bukan nomor yang ku kenal tapi tetap ku angkat karena mungkin itu ada hal yang penting. Ternyata dia adalah cowok yang ngajak aku kenalan setelah beberapa lama kita mengobrol akhirnya aku tahu dia adalah anak SMA SAMBIT. Dari gaya bicaranya dia lucu,gokil,dan baik, tiap hari kita smsan. Setilah beberapa lama kita smsan aku dengar-dengar dia itu seorang playboy. Aku pun sempat tidak percaya karena dia sangat baik sama aku. Tapi ya tidak apa-apa yang penting aku Cuma berteman sama dia.
Setelah beberapa minggu smsan akhirnya aku terpengaruh oleh rayuanya, aku pun pacaran sama dia. Setelah satu bulan pacaran sama aku ternyata benar dia adalah seorang playboy, buktinya dia tidak hanya pacaran sama aku saja tapi juga sama dua cewek lainya. Setelah itu saya tidak percaya lagi sama dia, kita pun tidak berhubungan lagi sakit banget rasanya, aku juga benci banget sama dia. Memang dia itu tidak pernah mikirin cewek yang disakitin yang difikirin hanya kesenangan dia tidak hanya aku saja yang jadi korbanya tapi juga beberapa cewek lainya.
Beberapa bulan kemudian dia menghubungi aku lagi untuk meminta maaf atas kesalahan dan kekhilafan yang pernah dia lakukan dulu. Aku pun masih belum percaya dan masih sakit hati. Tapi dia bener-bener mau berubah demi aku dan mau melakukan apa saja demi aku. Setelah aku fikir-fikir mungkin dia memeng bener-bener mau berubah demi aku. Akhirnya kita pun pecaran lagi , setelah beberapa lama pecaran ternyata sifatnya belum berubah dia selingkuh lagi dengan beberapa cewek. Kita pun putus lagi dengan dia, aku bener-bener benci dengan dia. Tapi entah mengapa paristiwa itu terjadi lagi dia merayu aku lagi dan anehnya aku pun masih bisa terpengaruh olehnya. Pada saat dia merayu aku yang keempat kalinya aku sudah bener-bener tidak bisa memaafkan dia.
Pada suatu hari dia kerumah aku untuk meminta maaf sulit bagiku untuk memaafkan dia karena dia sudah mempermaikan perasaaku sampai tiga kali. Tapi kali ini dia bener-bener mau berbah dan mau melakukan apa saja demi aku. Akhirnya aku jadian lagi dengan dia, memeng benar ternyata dia memang sudah berubah. Ditengah-tengah perjalanan cinta kita gantian aku yang khilaf aku menduakan dia dengan cowok lain.
Rahisiaku pun terbongkar, aku pun memilih dia dari pada cowok yang satunya karena dia rela berkorban apa saja demi aku. Dia pun dengan senang hati memafkan aku karena dia merasa apa yang aku rasain dulu karena perbuatan yang telah dia lakuin ke aku. Ternyata walaupun dia dulu adalah seorang playboy tapi tenyata hatinya baik banget dan dia bisa menyayangi orang apa adanya.
Akhirnya kita sama-sama ngrasain gimana rasanya selingkuh dan di sulingkuhin. Kita pun tidak saling mempermainkan perasaan lagi karena rasanya orang dihianatin itu sangat menyakitkan hati. Setiap sholat aku pun tidak pernah lupa berdo’a agar kejadian yang telah aku alami dulu tidak terulang lagi. Akhirnya aku pun pacaran lagi dengan dia sampai sekarang dan semoga sampai nanti.





Siang ini terasa begitu panas. Ku melangkah ke luar kelas seusai bel tanda pulang berbunyi. Dengan santai aku dan dua temanku menjajaki jalan yang penuh dedaunan yang gugur terhempas angin. Sepanjang jalan kami hiasi dengan tawa dan senda gurau.
Sekian menit kami menanti sebuah bus, akhirnya di kejauhan tampak kendaraan beroda empat itu. “ Eh, itu busnya. Akhirnya datang juga. Aku sudah tak sabar ingin cepat pulang “, terdengar suara temanku yang duduk di sampingku sembari menepuk bahuku.
Dengan riang, aku dan teman-teman melangkah menuju bus yang telah berhenti di hadapan kami. Tampak sebuah kursi yang masih kosong, yang kemudian ku duduk disana. Tanpa sengaja ku menengok ke seberang jalan. Tampak disana sebuah bus dari arah berlawanan juga berhenti di depan SMAku. Tiba-tiba pandanganku terpaut pada sosok dalam bus itu yang tak asing bagiku. Dia adalah teman SMPku yang sejak beberapa bulan lalu berpisah sekolah denganku.
Kami saling menatap. Tampak dari kaca bus di seberang sana, dia tak segera melepas pandangan terhadapku. Aku dikagetkan seorang temanku yang kemudian mengajakku mengobrol. Seketika ku alihkan pandang pada temanku. Dengan sedikit melirik ke arah semula, dia masih tetap memandang ke arahku berada.
Akhirnya bus yang ku tumpangi melanjutkan perjalanan. Tak lain halnya dengan bus di seberang sana yang juga mengakhiri pemberhentiannya. Sepanjang perjalanan raut wajahnya masih terbayang di ruang mataku. Anganku terbang menuju kenangan masa lalu.
Saat itu usiaku 14 tahun dan baru beberapa hari duduk di bangku kelas 2 SMP. Kelas baru, suasana baru, dan tak ketinggalan teman baru yang sebagian besar belum ku kenal. Memang sudah lebih dari setahun ku menjadi siswi di kampus putih biru ini, tetapi tak membuatku bisa mengenal semua teman di sekolah.
Hari itu, 30 Agustus 2008. seusai pulang dari kediaman seorang guru TIK di SMP yang berjarak tak jauh dari rumahku, ku berjalan hanya berdua dengan seorang teman cowok di kelas baruku. Sembari merekahkan senyuman manis di bibirnya, dengan ramah dia bertanya padaku, “ Riz, dimana rumahmu ? “. Tak berapa lama setelahnya, ku jawab pertanyaannya dengan jujur, “Oh…tidak jauh, hanya beberapa meter dari sini “. Percakapan singkat kami hanya sebatas demikian di siang yang terik itu.
Akhirnya sampai di halaman rumahku, ku lihat dia yang jauh disana masih memperhatikan ke arahku. Aku segera masuk saat Ibu terdengar memanggilku. Melalui kaca bening yang terpasang di samping pintu, ku mengintipnya masih bertahan di bawah rindang pohon beringin di tepian jalan raya. Kemudian dia berlalu saat sebuah bus berhenti di hadapannya.
Senja berganti malam. Di malam yang kelam ini kedua mataku begitu sulit ku pejamkan. Pikiranku melayang pada kejadian siang tadi. Wajah dan senyumnya sulit ku benamkan dari ingatan. Semua terbayang begitu jelas. “ Ah…apa yang ku pikirkan ? “, lirih suaraku memecah angan-anganku. Segera ku tarik selimut coklat milikku hingga menutupi sebatas leher dan memaksa memejamkan kedua kelopak mataku.
Pagi segera menjelang. Suara alarm handphoneku membangunkanku. Dengan malas ku beranjak dari tempat tidur. Tiba-tiba bayangan si dia muncul dalam benakku dan mengingatkanku hari ini akan bertemu dengannya lagi. Aku tak berani menatapnya. Setiap pertemuan kami hanya terisi dengan kebisuan. Namun di sudut hati tersimpan rindu yang mendalam. Mungkinkah cinta ?. Secepat itukah rasa itu bersemi ?. Dengan ragu pertanyaan itu muncul dalam sanubari. Namun aku hanyalah seorang gadis belia yang belum mengerti apa arti sebuah kata “ CINTA “ yang sesungguhnya. Sebuah kata beraneka makna. Sebuah rasa yang tulus tumbuh dalam jiwa setiap insan.
Berawal dari semua itu, jantungku selalu bergemuruh tiap jumpa. Aku hanya bisa menyembunyikan segala rasa dalam diam. Tak ada seorang pun yang tahu atas apa yang kini ku alami. Hingga suatu saat, sikap anehku terbaca oleh sahabat dekatku. Dia yang diselimuti penasaran kemudian menghujaniku dengan pertanyaan yang akhirnya tak bisa ku hindari dan memaksaku mengatakan sejujurnya.
Bel tanda masuk berbunyi, menghentikan percakapanku dengan sahabatku tadi. Selama pelajaran berlangsung, aku tak bisa berkonsentrasi karena pandanganku terpaut pada cowok yang duduk di bangku ke dua dari belakang seberang sana, yang sedari tadi mengusik kesadaranku. “ Hei…cepat kerjakan tugas dari Pak Rahmadi ! “, bisikan temanku langsung menyadarkanku. “ Eh…iya “, dengan gugup ku katakan padanya. “ Hayo…melamun kan ? “, katanya sembari menyudutkanku. “Ah…nggak “, jawabku dengan wajah memerah menekan rasa malu.
Kini dalam hari-hariku, dia tak pernah tertinggal untuk ku pikirkan. Entah bagaimana cara menghapusnya yang memenuhi ruang pikirku. Kian hari asa-asa itu kian membukit. Perasaan yang semakin menyala-nyala dan sulit dipadamkan.
Satu tahun berlalu dengan cepatnya. Kini aku dan dia tak lagi dalam ruang kelas yang sama, tetapi tetap saja tak membuatku bisa melupakannya. Bukan berarti aku tak berusaha menghapusnya. Semenjak perpisahan itu, selalu ku coba menghilangkan segala rasa.
Bulan demi bulan telah terlalui, dan kini tiba di ambang perpisahan. Setelah pengumuman kelulusan, kami akan menentukan jalan masing-masing. Titik-titik air mata mulai berjatuhan yang sedari tadi menggenang di kelopak mata. Ku sandarkan punggungku di pintu kamarku yang telah ku kunci rapat. Ku sudah tak mampu bertahan dalam rasa sakit. Mungkin memang saatnya ku melepas semua rasa yang telah lama tertahan. Sudah cukup waktu 2 tahun untuk menantinya. Namun sedikit pun tak terlintas penyesalan atas kehadirannya dalam hati. Semua adalah takdir. Dan satu yang harus ku yakini, Tuhan kan memberikan kisah yang indah untukku suatu masa nanti. Kini rasa itu hanyalah sebatas sayang kepada seorang teman.
Perkenalan dengannya hanya terkenang dalam buku diary berwarna kuning milikku yang telah penuh dengan ukiran tinta bertuliskan kata-kata cinta untuknya yang telah ku tulis semenjak mengenalnya. Juga sepucuk surat cinta yang tak kan pernah tersampaikan padanya. Semua meninggalkan beribu makna, walau dia tak pernah tahu akan sebuah hati yang pernah ku simpan rapi untuknya. Cinta kedua. Mungkinkah kan terus membekas dalam kalbu ?
“ Hei Riz…kamu tak mendengar apa yang ku ucapkan ? Dari tadi hanya diam saja “, suara temanku membuyarkan lamunanku. Astaghfirullah…ternyata sedari tadi aku berada dalam khayalan masa lalu dan sekarang sudah sampai di tujuan, segera aku turun dari bus dan melangkah menuju rumahku yang bercat hijau di seberang jalan sana.

NASIB PENJUAL KASUR

Dengan sabar, Rusli dan umi istrinya tetap setia menunggu pembeli kasur di tokonya, di samping warung nasi, walaupun dalam seminggu jarang ada yang membeli yang membeli kasur,Rusli tetap yakin bahwa rizki itu datangnya dari tuhan.Sudah hampir tiga tahun ia menyewa tanah untuk berjualan kasur sekaligus tempat tinggal bagi keluarganya dan sambilwaspada terhadap bahaya apiyang mungkin saja bisa melalap habis daganganya yang mudah terbakar.

Sebagai orang yang selalu bersyukur,Rusli tak bwerniat untuk mengganti usahanya. Mungkin ia sadar, betapa ayahnya dulu membnting tulang dengan menjual kasur keliling untuk membiayai sekolah Rusli sampai lulus SMA. Kualat rasanya kalau ia ikut-ikutan tergiur untuk berjualan nasi seperti yang dilakukan tetangganya disamping tokonya diakuinya memang, seperti yang selalu dikatakan istrinya bahwa warung nasi tetangganya yaitu Hedi makin lama makin aris saja.

Kelihatanya warung nasi milik Hedi menjadi semakin sesak saja saat jam makan siang tiba. Terutama orang-orang kantoran dan para mahasiswa,selain itu sopir-sopir bus yang sudah berlangganan di warung nasi Hedi. Barang kali itulah yang menyebabkan almari untuk menjual rokok bagi orang-orang yang selesai makan di warung dipindahkan keluar agar tempat itu bisa diisi denganmeja lagi. Lemari rokok yang biasanya ditunggui oleh anaknya Hedi itu pun kini ditempatkan di balik dinding kaca warung itu, tepatnya disamping pajangan bantal dan guling. Jadi kalau orang-orang selesai membayar makanan ingin merokok,ia harus berdiri dekat gantungan bantal dan guling yang dipajang Rusli yang bersebelahan dengan warung nasinya Hedi. Disitulah istri Rusli yang perawakanya kerempeng itu sering memberengut.

Soalnya, orang-orang kantoran dan para sopir yang suka membeli rokok batangan itu, selalu menghidupkan rokok batangan itu di dekat kotak rokok setelah membayar, lalu putungan rokok yang masih menyala itu sering di buang di situ. Istri Rusli yang selalu duduk di situ menunggu pembeli sambil menunggu suaminya pulang sering berbantahan dengan anaknya Hedi Itu.

“He Rustanto enak-anaknya saja ya kamu membiarkan orang-orang membuang putungan rokok yang masih menyala ke dekat kasur saya. Kalau terjadi kebakaran bagaimana?” Kata istri Rusli kepada anaknya Hedi”.
“ Nyatanya? Sudah dua bulan lebih saya pindah berjualan rokok di luar warung toh belum terjadi apa-apa kan? “jawab Rustanto”
“waduh kamu sudah mulai sombong ya? mentang-mentang rokokmu laris.
“saya tidak sombong kok. Kalau dagangan rokok saya laris, itu masuk akal.sebab kebanyakan orang selesai makan selalu kepingin merokok. Nah kalau kasur? Sudah beli kasur sekali, bertahun-tahun baru beli kasur lagi. Ya kan?

“he makin menjadi-jadi kamu.rasain, kalau rokokmu gak laku-laku ,”kata istri rustanto sambil masuk kedalam tokonya dengan perasaan kesal.

Jam 05.00 sore suaminya sudah pulang bekerja, Umi istrinya kemudian membuatkan kopi dengan muka yang muram, Rusli kemudian bertanya kepada istrinya, ” he kenapa kamu wajhmu begitu muram apakah ada sesuatu yang membuatmu seperti itu? “
“bagaimana tidak kesal?” jawab umi.
“kesal kenapa? Kata Rusli.
Bapak mau tahu? Tadi siang toko kita di hina oleh Rustanto, anaknya Hedi itu lho.
“ya salah kamu sendiri Bu kenapa jamu tanggapi Rustanto kamu kan tahu sendiri menghina orang sudah merupakan kebiasaanya sehari-hari.
“yak an ibu kesal pak”.
Keesokan harinya setelah bangun tidur Rusli mendapati istrinya jatuh sakit, ia menjadi merasa cemas. Kemudian ia segera pergi ke apotik untuk membeli obat. Setelah membeli obat untuk istrinya dengan perasaan cemas ia cepat-cepat naik ke taksi agar cepat sampai rumah. Tapi sampai di depan tokonya tak di duga-duga dengan cepat api berkobar melalap kasur-kasur dan bantal-bantal barang dagangannya. Sudah banyak warga yang membantu memadamkan api.

Rusli sangat terkejut, obat untuk sang istri pun terjatuh. Sambil menangis ia berusaha masuk kedalam toko untuk mencari istrinya tapi dia di cegah oleh warga.” Kenapa kalian menghalang –halangik, aku mau mencari istriku minggir kalian “ kata Rusli
“ he Rusli jangan gegabah kamu, istrimu sudah kami selamatkan”kata salah seorang warga.
lantas dimana istriku sekarang?
Istrimu ada di rumah sakit, dia ada di rumah sakit setia abadi, dia kena luka bakar, cepatlah kamu pergi kesana istrimu membutuhkanmu.
Rusli kemudian pergi ke rumah sakit dengan taksi. Sesampai di rumah sakit dia mencari sang istri dia bertanya kepada salah seorang suster . setelah mengetahui ruangan sang istri dia cepat-cepat masuk keruangan itu , dia merasa sedih meliha tsang istri yang tergulai lemas dengan luka bakar yang cukup parah itu dan tak sadarkan diri. Buk-buk bangun buk berkali-kali dia nmencoba menyadarkan istrinya, tetapi sang istri tak kunjung sadar. Rusli sambil menunggui istrinya sadar sambil merenungi apa yang telah terjadi, tapi dengan perasaan emosi dia menuduh Rustanto yang menyebabkan kebakaran itu. Kemudian keesokan harinya ia pergi kerumah Rustanto untuk membuat perhitugan.” He Rustano keluar kamu cepat keluar” Rusli berteriak .
“he Rusli kenapa kamu berteriak-teriak di depan tokoku. Apa kamu mau mengusir langgananku? “ kata hedi”.
Gara-gara anakmu istriku sekarang tidak sadarkan diri kemana anakmu yang kutu kupret itu?
Memang apa yang telah di lakukan anakku, sehingga kamu sampai berteriak-teriak di depan tokoku ?
Anakmu kan yang menyebabkan kebakaran di tokoku. Jadi anakmu harus bertanggung jawab
Tanggung jawab apa? Enak saja kamu menuduh anakku yang bukan-bukan , apa kamu punya buktinya?
Tapi hanya anakmu yang berjualan rokok di depan tokoku. Jadi pasti dialah penyebab kebakaran itu
Rustanto sudah beberapa hari ini tidak di rumah jadi kamu jangan menuduh bukan-bukan
Baiklah akan ku buktikan.kalau Rusanto memang salah.
Dengan perasaan dendam dia pergi menjenguk sang istri.tapi sang istri, tapi sang istri belum juga sadar.



Nama: Yeni yuliana
Kls: XD
No.


Sinar pagi yang menyinari jendela mengawali senyuman tiga persahabatan antara Wifa,Veta, and Ira. Pagi itu mereka bertiga bangun tidur dalam keadaan bahagia. Dalam ruangan sempit, kecil, berantakan.....?! Yach.....hampir mirip kapal pecah.....?! huft…..?! maklum Wifa tu anak kost, emang cih …..anaknya nggak begitu rapi tapi simple, dia orangnya baik, dan juga ia pengertian bangetttt….. tadi malem mereka bertiga habis ngrayain kesuksesan mereka, mendapatkan juara 1,2,3 mereka mengubah kamar kost menjadi istana kecil yang megah yach….. bias ide konyol Veta…..? dia emang nak orang kaya….. anaknya cih agak sedikit sombong, keras kepala, manja yach….. tipe nak orang kaya, tapi sebenarnya dia tu baik…..! kalau Ira tu anaknya sulit ditebak, kadang ia jadi ustadzah, tapi kadang ia juga jadi preman pasar juga…..! yach….. mereka pahamlah sifat sahabatnya apa lagi Wifa ama Ira, mereka tu sahabatan sejak mereka kecil soalnya rumah mereka tetanggaan. Kalau mereka bertiga bersahabat tu sejak mereka duduk di bangku SD akhir. Lucu loh….. pembentukan persahabatan mereka….. berawal dari persaingan perebutan peringkat terbaik nilai UAN. Mulai dari itu Veta ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang Ira, saat itu juara pertama Ira, kedua Wifa dan disusul Veta. Yach….. dari SMP sampai sekarang SMAnya 1 sekolah. Apalagi SMA ini mereka satu kelas makin ketat aja persaingan mereka. Eitz…..! tunggu ….napa Wifa nek rumah kost ya…..? Ira aja enggak ngekost, rumah merekakan dekat….?! BECAUSE. Wifa tidak tahan tinggal dirumahnya karena dia termasuk anak gejala broken home menurut dia rumahnya adalah nerakanya dimana ia harus menyaksikan kedua orang tuanya saling menyalahkan, memikirkan dri sendiri tanpa menganggap seorang anak yang paling tersiksa diantara mereka. Mangkanya Wifa memilih tinggal di rumah kost dan disana ia mempunyai keluarga yaitu sahabat-sahabatnya. Sebenarnya mereka mempunyai kesamaan nasib. Veta pun demikian dia anak orang kaya menurut orang tuanya semuanya tu bisa dibeli dengan uang, yach jadilah nak semanja Veta. Veta enggak pernah ketemu orang tuanya sebenarnya mereka tinggal satu rumah. Pagi-pagi sekali orang tuanya sudah berangkat karena jarak rumah dan tempat kerja orang tua Veta sangat jauh, pulangnya selalu malam-malam Veta sudah terlelap tidur, tapi kadang mereka juga tidak sempat pulang, yach…..! rumah gedung hanya dihuni 4 ekor manusia, Veta, pembantu, dua supir pribadi Veta, hari dimana Veta punya sosok keluarga adalah pada saat weekend karena dimana kedua orang tuanya selalu dirumah dan kadang mengajak Veta liburan, pada saat-saat itulah Veta merasakan kehangatan keluarga, dia pun bertingkah selayaknya anak manja, sebenarnya sih ugak beda jauh sama ira, bedanya orangtua ira yang sibuk hanya ayahnya saja jadi dia masih mendapatkan kasih sayang BUNDA.
Pagi itu weekend wifa beres-beres untuk pulang kerumah karna ia kangen banget ama keluarganya. Emang wekkend adalah hari bahagia mereka bertiga karena mereka bisa berkumpul dengan keluarga. Wifa pulang kerumahnya, veta jalan-jalan dan kedua orang tuanya. Ira bahagia karena pulang dan kumpul bersamanya tapi kayaknya itu bukan hari bahagia tuk wifa, sakit wifa sampai di depan pintu rumahnya dia melihat dengan mata kepalanya sendiri pertengkaran kedua orang tuanya sampai-sampai orangtuanya tak sadar kalau wifa pulang kerumah. Wifa langsung masuk ke kamarnya justru pembantunya wifa yang menanyakan kabar dan keadaan wifa sekarang ini. “bik mama sama papa tiap hari masih kayak gituya?” Tanya wifa : “nggak non mereka tu hari ini lagi banyak masalah non, mama sama papa non tu sayang banget ama non, non nggak boleh benci ama orangtua non” jawab pembantu wifa sambil memeluknya “ napa aku harus punya orangtua kayak mereka, mereka tu cuma gila harta ….. !dari dulu mereka terus begini bik….. nggak pernah ada bahagianya, apa mereka tau bagaimana kesehatanku,prestasiku, kabar aku sampai keadaanku hari ini. Setiap kita semua bersama hanya kata cerai,” curhatan wifa pada pembantunya sampai-sampai air mata wifa menganak sungai di pundak pembantunya.
Malam pun tiba,saat itu wifa sudah duduk manis di ruang makan , sambil tersenyum gembira , orang tuanya baru mengetahu kalau wifa ada dirumah. Mereka pun minta maaf dengan wifa kalau selama ini mereka kurang perhatian dengan wifa, mereka ngobrol bercanda dengan gembira, wifa merasakan kalau mempunyai sebuah keluarga yang utuh yang selama ini ia impikan tapi perbincangan mereka lama-lama seperti perdebatan yang memicu pertengkaran mereka kembali, yang tadinya purnama menjadi gerhana, wifa sangat menginginkan malam itu cepat berakhir, tapi itu tidak diinginkan oleh kedua sahabatnya, justru veta dan ira tak mengharapkan malam ini tuk berakhir.
Pagi-pagi sekali wifa sudah berkemas untuk berangkat kembali ke kost, supaya ia bisa berpamitan dengan orang tuanya, tapi sayang orang tuanya sudah berangkat semua. Akhirnya ia berangkat dengan perasaan kecewa. Setelah wifa sampai disekolah dia hanya tersenyum merana saat veta dan ira menceritakan tentang liburannya…..?!
Sepulang sekolah mereka bertiga tidak pulang bersama, veta pulang sama yohan, ira pulang bersama okky, nd wifa pulng sama rehan.
They who…..?
Who is Rehan…..?
Who is Okky…..?
Who is Yohan…..?
They all is worship heart three friend girl…..
Diselah-selah perjalanan pulang mereka berbagi tangis, canda dan tawa dengan pangerannya masing-masing. Yach agar beban pikiran mereka berkurang, terutama wifa setiap dia curhat sama rehan pasti topic pembicaraan selalu itu-itu saja, sampai-sampai pendengarnya itu lumutan …..!!!! tapi sebagai pacar wifa, rehan harus selalu ada untuk wifa. Kadang veta dan ira ngrasa bosen dengerin curhatan wifa, veta dan ira hanya berusaha untuk besarin hati wifa doank…..! ini pun sudah berjalan lama hingga sekarang ini.
Hari-hari itu adalah hari yang di tunggu-tunggu veta yaitu 24 juni veta berulang tahun, seperti tahun-tahun yang lalu biasanya dia mendapat pesta kejutan yang mewah dari orang tuanya, mangkanya pagi ini veta pengen cepat-cepat pulang, untuk ngrayain hari jadinya itu.
Dilain tempat pesta kejutan untuk veta pun disiapkan oleh wifa, ira, rehan, okky and sang pacar yohan. Sesampai veta dirumah dia sok….. dia menjatuhkan tasnya….. dan di bertekuk lutut, dia tidak menyangka kalau ini semua terjadi padanya…..surat gugatan cerai mama yang sudah di tanda tangani oleh papa jatuh melayang di hadapannya, yang menjadi kado ulang tahunnya yang ke 17. dihari itu dia tak menyangka akan mendapatkan kado ultah terpahit dalam hidupnya, saat itu juga kedua orang tuanya meninggalkan rumah, veta pun berusaha mencegahnya, dia terseret hingga teras rumahnya karena dia memegangi kaki kedua orang tuanya. “sayang kamu harus terima ini semua, ini semua adalah jalan hidup yang harus kita lalui“ kata mama veta sambil berusaha melepas tangan veta dari kakinya, veta menjawab “tapi mam…. pap… apa ini semua tidak bisa di omongin secara baik-baik…..! kalian semua tak memkirkan aku…..? disini aku yang jadi korban dari keegoisan kalian…..! kalau kalian berpisah gimana dengan aku”. Sambil meneteskan air mata kesedihan,” sayang kamu masih punya kami…. Kami akan selalu ada untuk kamu, tapi maaf jalan ini telah kami ambil untuk kebaikan kita semua, kamu pasti akan menjalani hari-harimu seperti biasanya, rumah, vila, perusahaan semua harta yang selama ini mama sama papa cari semua itu untuk kamu,seteah kami cerai, kami akan menjalani kehidupan mulai dari nol lagi”, jawab ayahnya yang sudah berhasil melepaskan kakinya dari pegangan veta. Setelah mereka berhasil melepaskan kakinya pelukan veta, mereka langsung bergegas masuk kemobilnya masing-masing, veta berteriak “aku nggak butuh harta kalian”. Dia mengambil vas bunga yang ada di atas meja dan melemparkannya kemobil papanya karena yang dihadapannya tinggal mobil papanya saja, dan vas itu mengenai bagasi belakang mobil papanya, tapi papanya tak menghiraukannya. Lalu veta masuk ke dalam rumah dan berjalan ke kamarnya dengan jalannya seakan-akan memikul berat 100 ton, sesampainya dia dikamar, dia menuangkan semua kemarahannya dengan mengobrak–abrik seluruh isi kamarnya, dan menghancurkan kaca serta hiasan dinding yang menghiasi kamarnya, hingga beberapa benda keras keluar dari pintu kamar veta, pembantu veta tak berani masuk kedalam kamar veta, dia panik sambil mencari no telfon sahabat-sahabatnya veta, dan pembantunya veta menemukan no telfon ira, pembantu veta langsung menghubungi ira yang lagi sibuk menyiapkan pesta kejutan untuk veta.
Setelah ira mengetahui kalau veta sedang bermasalah, ira bergegas untuk kerumah veta, tapi dia bingung bagaimana caranya da memberi tahu wifa, rehan, dan yohan, mereka sedang membeli kue, dan bunga sedangkan hp ira dan okky sedang low batteray Ira mempunyai ide untuk menulis pesan diselebaran dan ditempel di depan pintu kost Wifa,
Ira dan Okky bergegas pergi kerumah Veta, pada saat itu Ira dan Okky sudah berada di perjalanan,Wifa dan Rehan baru sampai di kost, mereka melihat pesan yang di tempel di depan pintu, saat itu Wifa dan rehan memutuskan tidak akan pergi sebelum Yohan datang, karena mereka yakin kalau Yohan belum mengetahui ini semua, beberapa menit kemudian Yohan datang, dia panik setelah membaca pesan dari Ira dan Okky, mereka bertiga segera menuju rumah Veta,

Sesanpai Ira dan Okky dirumah Veta, mereka sudah melihat kamar Veta yang sudah penuh dengan asap, Ira berlari masuk kedalam kamar Veta dan segera menarik Veta keluar dari kamarnya, setelah Okky mengetahui Ira dan Veta baik-baik aja,dia berusaha memadamkan api yang ada dikamar Veta, saat itu Veta sudah dalam keadaan setengah sadar, karena dia mabuk.”oh………ini yang dilakukan anak manja kalau sedang ada masalah, apa dengan kamu mabuk, semua masalah akan selesai……??!!”kata Ira,sambil menarik botol minuman dari genggaman Veta,tapi Veta berusaha untuk tetap menggenggamnya, mereka berebut hingga veta terjatuh kelantai dan botol minuman pun pecah.
”hidup ku sudah berakhir, sama hal nya botol ini , tuk apa lagi aku hidup…..”kata Veta.
“oh…..begitu,mau akhirin hidup…..?goresin aja tu pecahan botol ke urat nadi mu…..” jawab Ira. Sebenarnya tujuan Ira hanya Menggertak Veta, tetapi Veta benar-benar akan melakukannya, karena dia berada dialam bawah sadarnya, untungnya Yohan Wifa dan Rehan datang, yohan berusaha melepas pecahan botol itu dari tangan Veta, dan membawanya keruang keluarga karena menurut Yohan disana tidak ada barang-barang yang membahayakan Veta.
Setelah Yohan membawa Veta pergi dari hadapan Wifa dan Ira, tiba-tiba Wifa menampar Ira “Wif…..??” teriakan Ira sambil memegang pipinya. “Bodoh kamu ra…..? Dimana otak kamu, Veta tu selama ini enggak pernah sedih, wajar kalau dia sedih melakukan hal-hal yang nekat…..!!!!” jawab Wifa,” tapi Wif…..!Veta itu kan mabuk…..! kamu tau akidah islamkan, bagaimana hukum orang yang mendekati barang haram…..apa lagi meminum minuman haram…..kamu tau itukan”” Tanya Ira, “ra ….ku tau semua itu,malah aku lebih faham itu semua dari kamu,tapi apa perlu kamu ngasih saran tuk mengakhiri hidupnya.” Balas Wifa.
Setelah itu Wifa menyusul Veta, Yohan dan Rehan, sementara Okky masih berusaha memadamkan api dikamar Veta, setelah mereka semua berkumpul, Veta menceritakan semuanya yang terjadi hingga badannya menggigil dan keluar darah dari hidungnya dan dia ketakutan layaknya orang gila. Dan akhirnya mereka semua memutuskan untuk membawa Ira kerumah sakit. Kira-kira 30 menit Veta masuk UGD.setelah itu Veta dipindah keruang rawat, karena Veta perlu dirawat 2 hingga 3 hari lagi. “ sebaiknya kalian semua pulang. Biarkan saya yang nemenin Veta disini. “kata Wifa “enggak …..apa hak low nglarang gue disini,gue pacarnya Veta apapun yang terjadi dengan Veta gue harus tau……!”Jawab Yohan,” iya……aku juga disini “ sambung Ira,” sebaiknya kamu pulang aja ra……apa kamu nggak kasihan sama bunda kamu, beliau dirumah sendirian, sedangkan Veta disini sudah ada aku dan Yohan “ balas Wifa, “ iya kamu pulang aja, gue nggak ngizinin low jagain Veta” bantahan Yohan.
Ira pun pergi berlari meninggalkan ruangan itu dengan perasaan sangat sedih, dalam hati Yohan berkata “ sebenernya diriku tak ingin melihat mu sedih, tapi ku lebih tak ingin melihat bundamu bersedih”(sambil melihat jalan Ira keluar dari ruangan itu). “ra……….. tunggu……!!!!” panggil Okky sambil mengejar Ira,” han…….gue titip Ira ya pastikan dia sampai kerumah kalau ada apa-apa segera hubungi gue ”kata Yohan,” okey…….sob.!tolong low juga jagain wifa buat gue” jawab Rehan, dalam hati wifa pun bertanya-tanya ada hubungan apa antara Ira dan Yohan, tapi itu tak jadi pikiran wifa,.Sesampai Ira di rumahnya dia melihat kamar bundanya yang masih berpijar terang, menandakan bahwa bunda belum tidur, belum sempat ira mengetuk pintu dia mendengar “supaya Ira tidak salah faham lebih jauh lagi, apa lagi sampai dia berfikir kalau dia anak haram ….!”Kata seorang yang dihubungi bundanya, tak berfikir panjang lagi Ira segera masuk kamar bunda dan mengambil HP yang digenggam bundanya dan berbicara dengan orang yang baru saja berbicara dengan bunda “Hei……….!!!!!!”saya Ira siapapun anda jangan ngomong sembarangan tentang keluarga saya, ayah dan bunda adalah kedua orangtua saya” jawab Ira,kemudian menonaktifkan HP itu.
“Bunda ………..!!!!!”kata Ira dengan tampang penuh kecewa,”iya sayang…..”jawab bunda. “Bunda Seorang ustadzah,ngerti akidah dan syariah.lulusan universitas islam ternama, bunda juga pemilik pondok pesantren, sekaligus pemilik panti asuhan terbesar dikota ini, tapi kenapa Bunda bisa melakukan ini semua …….!!!!!”Tanya Ira”Bunda…….” sebelum bunda menjelaskan semuanya,Ira sudah memotong perkataan bundanya” apa ini jawaban pertanyaanku selama ini Bund……..? napa ada jarak diantara ayah dan bunda, enggak selayaknya keluarga, ayah juga nggak pernah ada dirumah,apa bunda istri simpanan ayah……..”Jawab Ira sambil membentak bundanya “ plaaaaaak…….!!!!”(suara tamparan)’jaga mulut kamu, pandang bunda ……kamu saat ini sedang berbicara dengan siapa ……”jawab bunda setelah menampar Ira.Ira pun melempar HP yang digenggamnya, dan dia lari keluar rumah entah kemana, bunda saat itu sangat panik dan dia segera menghubungi Wifa, kalau Ira pergi dari rumah dalam keadaan marah. Saat itu juga Wifa memberitahuYohan,Okky, dan Rehan, mereka bertiga segera mencari Ira, sebenarnya Wifa sangat ingit ikut mencari Ira,tapi Wifa juga tidak bisa meninggalkan Veta sendirian.
Saat itu menunjukan pukul 23.30 dan kelihatannya diluar akan turun hujan, dan sampai saat itu juga Wifa belum mendapatkan kabar tentang Ira,tiba-tiba Veta sadar, “Wif……apa itu kamu…..????” Tanya Veta,” Veta kamu sudah sadar …….??, bagaimana keadaanmu…….???”jawab Wifa .” Alhamdulillah sudah baikan, besok aku sudah boleh pulangkan, aku pengen menyaksikan sidang perceraian mereka “balas Veta,”Kamu harus tau, sepanjang-panjangnya jalan pasti ada tikungan” jawab Wifa,
“tok…..tok….tok…!( terdengar seseorang mengetuk pintu )
“siapa……? masuk tidak dikunci kok……….?!” Tanya Wifa.”
Yohan ………..bukakin donk enggak bisa bukak nih…….”jawab Yohan,Wifa membukakan pintunya dan melihat Yohan menggendong Ira dalam keadaan basah kuyup dan kelihatanya Ira pingsan, “bawa aja sini sebelah ku …..”sautan Veta dan Yohan menidurkan Ira disebelah Veta “sebaiknya kalian bertiga keluar Ira dan Veta sudah jadi urusan saya,terserah kalian mau kemana yang jelas kita bukan muhrim, enggak baik kalau kalian ada dalam satu ruangan ini. “jawab Wifa . setelah itu Wifa mengganti baju basah Ira dengan baju pasien rumah sakit itu yang disediakan untukuntuk baju ganti Veta, mereka berdua tidur dalam satu ranjang dan Wifa duduk disebelahnya ,.
Pagi-pagi sekali Wifa sudah selesai mandi,dia membangunkan Veta dan Ira,dan saat Wifa membuka pintu dia melihat tiga pangeran penjaga pintu, Wifa pun membangunkannya dan mereka semua bergegas pulang menuju istananya, Wifa,Veta dan Ira berada dirumah Veta, kalau pangeran-pangerannya kelihatanya menuju istananya masing-masing…….???! Sesampai mereka bertiga dirumah Veta, mereka langsung menuju meja makan karena selama perjalanan pulang yang mereka dengar hanyalah micik rock dari perut Wifa, dimeja makan pun sudah disiapin sarapan oleh pembantu Veta, merekapun segera sarapan……!!sambil sarapan mereka ngobrol, “ra……..kamu tadi malam napa cih………????!!!!” Tanya Wifa “ Enggak ada………Apa-apa….!” Jawab Ira” mungkin kamu membenci sesuatu padahal baik bagimu, dan mungkin kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu” balas Veta “semoga begitu’ jawab Ira, “lebih baik sepotong roti disertai ketentraman dari pada segudang makanan lezat penuh pertikaian” kata-kata yang tiba-tiba keluar dari mulut Wifa, “maksud low Wif……”jawab Veta dan Ira secara bersamaan, “enggak…….ini low rotinya enak” jawab Wifa.
Setelah mereka selesai sarapan mereka bertiga segera pergi kepersidangan perceraian antara kedua orangtua Veta, dan hasilnya hakim sudah memutuskan mereka berdua resmi bercerai. Veta pun sudah bisa menerimanya karma di ingat perkataan bunda, “ ALLAH TIDAK AKAN MENGUJI HAMBANYA MELAINKAN SESUAI DENGAN KESANGGUPAN HAMBANYA”
Setelah itu Veta meminta Wifa untuk pindah kerumahnya karena dia merasa kesepian dirumah gedung sendirian, Veta sudah menganggap Wifa adalah saudara perempuannya, Selain tinggal bersama, Veta juga memintanya untuk membantu menjalankan perusahaan Veta, Wifa pun enggak mau jadi benalu disana, dia pemegang 1/12 dari saham perusahaan Veta, meskipun itu sangat kecil tapi menurut Wifa yang penting dia tidak jadi PARASIT. Veta pun tidak tanggung-tanggung menempatkan Wifa, dia ditempatkan bagian inti perusahaan ternama itu, dan mereka menjadi pengusaha TERMUDA dikota itu.
Tqk terasa liburan sekolah mereka, tinggal satu hari lagi,banyak kejadian-kejadian yang tak mereka duga-duga telah mereka alami, malam liburan terakhir ini mereka semua mendapat undangan makan malam dirumah Ira,
Suasana makan malam itu sangat dingin sekali, dan tak mereka duga Yohan datang bersama ibunya “tante……?!” kata Veta dan Wifa, ibu Yohan hanya membalasnya dengan menganggukkan kepala dan tersenyum pada mereka. Ternyata malam itu adalah malam penjelasan rahasia besar yang selama ini tak mereka ketahui.
“Haaaaaaaaaaa’h …………..!!!!!jadi Ira dan Yohan adik dan kakak ………..????” Tanya Wifa,Veta,Rehan, dan Okky secara bersamaan dengan expresi wajah kaget dan tak percaya. “ bunda ngerti kalian tak menyangka, dan kalian juga bertanya-tanya kok bisa ……???? “jawab bunda, “ iya bund…… aku beneran bingung banget …….” Tanya Wifa, Bunda pun Bercerita tentang dirinya dimasa lalu,:”” kalau bunda dijodohkan oleh kedua orang tuanya, dan saat itu orang yang mau dijodohkan pada bunda itu sudah memiliki seorang istri, tapi tidak disetujui kedua orang tuanya, dan saat itu bunda juga tidak bisa menolak permintaan kedua orangtua bunda, karena beliau menderita penyakit jantung, dan bunda tidak mau merebut suami orang, bunda melakukannyasemata-mata karena ibadah dan sunnah rosul, jadi bunda menjalani hidup bunda dengan mudah, karena semua dilakukan semata-mata hanya untuk beribadah kepada ALLAH.””
“ WaWWWW……………salut ku ama bunda meskipun bunda bukan orang yang nglahirin aku ke dunia ini tapi bunda adalah orang yang paling aku kagumi” kata Wifa, “ kaliankan sebentarlagi kuliah. Bunda yakin kalian bisa berfikir dewasa, kehidupan itu indah tapi keindahan itu sendiri abstrak” jawab bunda, “kok bisa ya bunda,………??? Bundakan nggak pernah punya rasa iri, tapi kenapa Ira kok iri banget ya Bund,,,,,,,??? Tau nggak bund….kalau bunda meluk aku atau Veta pasti mukanya Ira tu pasti pedes” canda Wifa, “Masak…sih kayak cabe aja pedes” jawab Ira, suasana makan malam itu jadi penuh dengan canda dan tawa.
Setelah mereka semua selesai makan malam, Wifa,Veta,Ira,Rehan,Yohan dan Okky duduk- duduk di taman depan rumah Ira, yang biasanya buat untuk bermain anak-anak panti.’ Eh sob ………….dipikir piker kita tu satu keluarga ya ……..???!!!” kata Rehan “ maksud low Ree…………??!!! Tanya Okky “ iya ……..low ama gwekan sepupuan, terus Yohan kan kakaknya Ira, kalau kita semua nanti jadi keluarga, best friend for family” JAWAB Rehan ‘ iya terserah low……….yang jelas liburan kali ini kita anggap bagaikan tinta merah diatas lembaran putih ,” jawab Ira “ terucap bersama Oleh mereka “”TAK ADA GUNANYA MENGATASI AIR SUSU YANG SUDAH TUMPAH, LEBIH BAIK MENANGKAP KUPU-KUPU YANG MASIH TERBANG.”






By: Erma Dwi Fatmasari
Class: Xb
ANTARA CINTA DAN PERSAHABATAN

Masih teringat dalam benakku, kenanganku dimasa lalu. Saat-saat

Aku mengenalnya, Berawal dari pertemuan yang tidak kami sengaja. Suatu saat

Aku dan sahabatku pergi ke suatu tempat yaitu ke Ngebel. Kami kesana dengan

mengendari sepeda montor

Waktu kami berangkat ke Ngebel tiba-tiba kami sangat terkejut dan

kebingungan montor kami macet waktu masih di Jenangan. Kami lupa kalau kami

belum mengisi bensin sebelum berangkat. Kami sangat kebingungan, Disana jauh

dari tempat penjual bensin. Kami pun berhenti sebentar dipinggir jalan.

Tak lama kemudian ada seorang pemuda yang seumuran dengan kami,

Dia berhenti dan menyapa kami,

“ Mbak, Ada apa kok berhenti dipinggir jalan,???? Tanya laki-laki itu

“ Kami kehabisan bensin,’’ jawabku

“ Memang mau kemana,,??” Tanya laki-laki itu.

“ Kami mau ke Ngebel, Apa disekitar sini ada penjual bensin,??” Tanyaku lagi.

“ Wah disini jauh mbak kebetulan saja juga mau pergi ke Ngbel.

“ Apa enaknya kita kesana bareng-bareng aja yaahh,,???

“ Mbak tunggu sini, saya carikan bensin dulu, bagaimana,,???

Tanya laki-laki itu lagi.

“ Apa tidak merepotkan ?? Baiklah, tapi sebelumnya terima kasih, ” pinta ku

Akhirnya laki-laki itu pergi sebentar, Dan kembali beberapa menit

Kemudian. Ternyata laki-laki itu tidak membohongi kami, Dia benar-benar

Membantu kami dengan membawakan sebotol bensin .

Setelah botol bensin itu kami kembalikan, kami bertiga kembali

melanjutkan perjalanan ke Ngebel bersama-sama.

Beberapa lama kemudian, akhirnya kami sampai di telaga Ngebel
.
Suasana yang sejuk, membuat kami merasa lapar dan terlupakan akan masalah

yang tadi kami alami. Akhirnya kami menuju ke tempat orang menjual jagung

bakar. Sambil makan jagung bakar, kami juga ngobrol-ngobrol lumayan banyak

dan lama.

Disana yang awalnya hanya berencana berlibur dengan sahabatku, tapi

akhirnya malah kami tidak hanya berlibur berdua. Karena ada musibah kami jadi

berlibur bertiga. Aku, sahabatku, dan laki-laki itu.

Oh,,,,,iya aku lupa Tanya siapa nama laki-laki itu. Kami belum

kenalan, sungguh malu, sudah ngobrol begitu banyak dan cukup lama, tetapi kami

belum saling kenal. Aneh kan,,,????

Akhirnya tanpa saya minta berkenalan si laki-laki itu pun bicara

“Oh,,,, iya, kita sudah lama ngobrol tapi tidak saling kenal. Kenalkan aku Randy, ”

Kata laki-laki itu sambil malu-malu kucing …He….he..

“Aku Nayra dan ini sahabatku Tiya,” jawabku.

Setelah kami saling berkenalan, kami juga tukar nomor Hp,,, iya biar

makin akrab. Hari pun sudah semakin sore, kami semua memutuskan untuk

pulang, Kami pulang bersama-sama lagi. Kami juga melewati rumah laki-laki itu.

Kami juga ditawari untuk mampir, Namun hari sudah sore, Jadi kami langsung

pulang dan tidak mampir.

Sesampai dirumah aku dan sahabatku merasa capek banget, Jadi kami

langsung mandi dan beristirahat. Waktu aku istirahat tiba-tiba handphone aku

berbunyi, Kulihat ternyata ada pesan/sms dari Randy.

“ Hai,, udah sampai rumah apa belum,,???” sapa Randy dalam SMS itu .

“ Hai juga, sudah kok ,,,!!” Jawabku.

Semenjak itu kami jadi sering smsan dan lama-lama aku merasa

senang dan nyaman smsan sama dia.

Suatu hari dia ngajak ketemuan sama aku. Dia pengen tahu rumah

Aku . ya udah aku izinkan aja dia ke rumah aku, Aku kasih alamat rumahku

padanya. Dan suatu hari dia benar-benar dating ke rumahku. Pertemuan kami

semakin lama akrab.

Suatu hari aku tak menduga, Dia menyatakan perasaannya kepadaku.

Dan bilang kalau dia sayang sama aku, Sejak pertama bertemu . Aku kaget sekali

begitu cepat dia mengungkapkan perasaannya padaku, tapi tak bisa kupungkiri,

Kalau sebenarnya aku juga mempunyai rasa padanya. Karna ternyata kami saling

suka, maka kami memutuskan untuk jadian. Aku bahagia sekali. . .!!!!

Tak lupa hal ini aku ceritakan pada sahabatku, Dia juga ikut

bahagia atas kebahagiaanku. Suatu hari aku sama Randy pergi jalan-jalan, Tapi

sayangnya tidak bersama Tiya. Memang rasanya menyenangkan bisa jalan-jalan,

Namun aku harus merelakan menghabiskan waktu main tanpa Tiya, ya meskipun

rasanya ada yang mengganjal.

Hubunganku dengan Randy baik-baik aja, tapi dengan sahabatku,

Tiya agak renggang . Apa ini salahku,,,????

Setelah dapat pacar sudah agak melupakan sahabat yang selalu ada untukku dan

selalu menemaniku saat sedih dan senang.

Setiap hari aku terus memikirkan hal ini, Aku tidak mau bila

persahabatan yang selama ini aku jalin selama bertahun-tahun rusak hanya karna

kesenanganku sendiri selama berpacaran . Aku sadar, memang selama aku pacaran

dengan Randy aku jadi agak jauh sama Tiya. Aku lama tidak menghabisan

waktuku dengan Tiya melainkan hanya dengan Randy.

Aku tidak mau menjadi sahabat yang jahat untuk Tiya, aku ingin

menjadi sahabat yang baik untuknya. Hingga suatu saat aku memutuskan untuk

lebih memilih persahabatanku dari pada pacarku, karena aku merasa sahabat adalah

Segalanya dan lebih berharga dari pacar. Jadi aku memilih putus dengan Randy

dan menjalin persahabatan yang baik lagi dengan Tiya. Yach meskipun

keputusanku dimata orang salah, namun bagiku ini merupakan keputusan yang

terbaik, lagian kalau aku meneruskan untuk tetap pacaran sama Randy, aku sudah

tidak terlalu nyaman sama dia, karena sifatnya yang egois dan pengen menang

sendiri.

Setelah kejadian itu, Aku jadi minta ma’af sama sahabatku Tiya,

karena aku merasa selama ini aku sudah mencampakkan, Dia pun mema’afkan aku

Dan akhirnya kita memulai persahabatan lagi yang dengan prinsip “ Bahwa

persahabatan lebih berharga dari pada pacar dan persahabatan kita tidak akan

terpisah hanya karena gara-gara pacar ”.


THE AND

GARA-GARA BENG-BENG
Pendaftaran disebuah sekolah SMA telah dibuka, banyak siswa yang mendaftar. Hingga pada akhirnya banyak pula yang tersingkirkan. Erina, yang saat itu sedang mencari kelas, tanpa sengaja bertemu dengan salah satu siswa baru. Siswa baru ini sikapnya aneh, bertingkah seolah seorang cowok,tomboy gitu lah….!Ternyata nama di dadanya menunjukkan nama Eritha Widya Siwi.
Suara bel berbunyi tanda masuk kelas tiba. Semua siswa baru telah masuk kelas masing-masing.Ini adalah hari pertama mereka masuk di Sekolah Menengah Atas. Seperti biasanya,yang sudah menjadi tradisi turun temurun yaitu “MOS” ,yang dilaksanakan hari ke 1 sampai hari ke 3.
Erina, masuk ke kelas Xb dan teryata di dalamnya sudah ada anak yang tadi ketemu yaitu Eritha, dia sudah duduk di banku no 2 dari belakang.Teryata banku yang yersisa hanya di samping Eritha. Jadi mau tidak mau Erinapun duduk disamping Eritha,”EeEeEeEMmMmMmHhHhHhHH……..Dunia ini begitu sempit” , kata Erina dalam hati.
Dari pintu sudah terlihat kakak senior yang akan mendampingi MOS. Itu tandanya MOS akan segera dimulai.
“Pagi semuanya……!”kata seorang senior mulai membuka acara.
“Pagi juga kak……!” jawab semua murid Xb.
“Perkenalkan nama saya kak Ririn, dan disebelah saya ini namanya kak Dito,Kami berdua disini akan membantu kalian,atau istilah lain mendampingi kalian dalam mengikuti kegiatan MOS kali ini, munkin cukup sekian perkenalan dari kami.mun kai ada pertanyaan…?”tanya kak Ririn
“Saya kak,nama saya Erina,saya mau Tanya sama kak Dito, kak Dito statusnya apa ya..?” Tanya Erina dengan gaya centilnya.
Seisi kelas langsung menyuraki dan rebut.
“Kalau itu masalah pribadi, jadi jangan di tanyakan disini..!”bentak kak Ririn.
Seisi kelaspun langsung diam,karna takut.
“Ox….sekarang silahkan pakai semua atribut yang telah ditintukan dan keluarkan semua barng-barang yang disusuh bawa” kata kak Dito untuk mengecek kelengkapan atribut para siswa baru.
Semua siswa mulai subuk mengeluarkan semua barang-barangnya.
“Gawat Tha……..gawat,gue lupa ga’ bawa beng-beng nich, aduch,gimana nich Tha?kata Eritha panik.
“Apa? Beng-beng kan?kebetulkan nie,gue bawa 2, 1 buat loe dech Na! kata Eritha,smbil mengasihkan beng-beng ke Erina.
“Wow…..thanks banget yach tha, loe emang baek dech”kata Erina,mengucapkan terima kasih pada Eritha.
Kakak senior sudah mulai berteriak-teriak pada salah satu siswa baru karna dia tidak memakai atribut yang teklah di tentukan.
“Tha…makasih banget ya,berkat pertolongan loe,gue jadi ga’ di hukum!”kata Erina saat mereka istirahat.
“Sama-sama brow, kita kan teman,ya ga’?jawab Eritha simbil cengegesan.
Tidak terasa ,jam sudah menunjukkan pukul 11.30, itu tandanya MOS pada hari pertama ini akan berakhir.
“Ok…,MOS pada hari ini sudah selesai,So silahkan catat apa saja yang harus dibawa buat MOS besok”KATA KAK Ririn dengan santai.
Kak Ririn mulai mendektekan, peralatan dan atribut apa saja buat besok,antara lain seperti, topi dari bola, tas dari kantong kresek, papan nama yang ukurannya 30 cm X30….Pokoknya banyajk sekali!
“Teng…teng…teng………!” bel menggema diseluruh area sekolah,tanda pulang.
Akhirnya kak Ririn dan Kak Dito menutup pertemuab kali ini.
“Huch…Akhirnya,pulang juga!”gumam Erina
“Iyach…..sumpah gue sebel banget sma senior kita yang cewek tuch,galak banget….!”sambung Eritha.
“Iya…..kayak nenek lampir tuch! Eh..gimana nie buet besok,bingung juga!banyak banget yang harus kita bawa” kata Erina.
“Tenang lah sob,kita prsiapin aja! Ngomong-ngomong,rumah loemana?tanya Eritha.
Rumah gue lebak bulus,kalau loe?”jawab Erina.
“Wah . . ! jadi, rumah kita deket nich…rumah gue juga lebak bulus!”kata Ertha.
“What…..? jadi kita tetanggaan nich? Kebetulan banget,kita pulangnya searah donk! “Jawab Erina.
“Iyalah,masak berlawanan…rumah kita kan sma-sama lebak bulus..! gimana sich loe?jawab Eritha cuek.
“Kebetulan banget nich,gue lagi ga’ bawa mobil.gue nebeng loe ya….!loe bawa mobil kan?”Tanya Erina sambil nyengir.
“Wah….payah loe! Baru aja kenal, loe udah minta dianterin! Tapi ga’ papa lah, gue kan orang baek, ga’ sombong, rajin menabung……! Jawab Eritha sambil ketawa-ketiwi.
“Idich……caps cus banget dech cint! Ga; di lenkapin sekalian tuch,suka menolong orang gitu!
“Hehehehehe….. Iya, ketinggalan tuch kalimat! Eh..udah yuk, cabut…! Gue ambil mobil dulu yeeee…..loe tunggu didepan gerbang aja! Jawab Eritha sambil berlari ke tempat parkir.
Di sepanjang perjalanan pulang, mereka bercerita banyak tentang kepribadian mereka,seperti hobby yang sama,kesukaan film yang sama,pokoknya banyak banget dech….! Dari situ lah, mulai tumbuh benih-benih persahabatan.
“Makasih ya Tha, Loe hati-hati dijalan!” Kata Erina, saat dia mau turun dari mobil.
“Ok dech…… Your welcome.. See yopu tomorrow!” Jawab Eritha dengan santai.
Erinapun memasuki rumah dengan berlari-lari kecil. Sesampainya didalam rumah ternyata tidak ada siapa-siapa, mamanya lagi pergi arisan, dan kakak semata wayangnya juga lagi masuk kuliah.
“Huch…..Akhirnya! Kata Erina,bernapas lega diatas tempat tidur.
Sedangkan di kamar Eritha malah bermain gitar dengan volume yang keras,sampai-sampai orang seisi rumah pada teriak-teriak,suruh kecilin volumenya karena membuat panas kuping.
Erina sibuk mempersiapkan atribut dan pralatan yang dibawa buat MOS besok. Tapi dia sangat bingung karena ada salah satu pralatan yanh dia tidak punya, yaitu “TEMPE BENGOK”(Bayangin dech bo’,di kota metropolitan gini,cari TEMPE BENGOK????? Mana ada….? Dasar para senior,bikin susah aja..!)
Erinapun brniat untuk sms Eritha,mau Tanya tentang TEMPE PENGUK, Eh…maksudnya TEMPE BENGUK.
“Tha…ini gue Erina,gimana nich,tempat gue ga’ ada namanya tempe bengok! Loe gimana,dpt loem?
Message sent…
Delivered ti Eritha…
Tidak lama kemudin,Handphone Erina brbunyi,bib….bib…bib! Tanda ada sms masuk.
“Tau dech Na…. tempat gue juga ga’ ada,biarlah dihukum.Emang ga’ ada kok!
“Mau cari mati loe tha, bias dihabisin sma si Ririn!”
“Ehm…. Abi mau gimana lagi na? Eh…coba gue suruh cariin mbok ijah dulu dech,siapa tau bias cariin!”
“Ok dech… Sekalian gue ya..hehehehe!”
“Ok2 browh! Ya dah,gue mau tidur dulu, see ypu tomorrow”
“See you tomorrow too!”

Mereka mengakhiri sms,dan mereka sudah mulai mengunjungi pulau kapuk.
Keesok harinya, bunyi alarm dri kamar Erina bordering keras, namun ntah mengapa dia tidak bangun. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Namun Erina tidak kunjung keluar kamar Erina. Ternyata badab Erina panas. Ibunya langsung telpon dokter,untuk memerisa keadaan Erina.
Di sekolah,anak-anak sudah mulai sibuk dengan kegiatan MOS. Tapi Eritha, Nampak tidak begitu memperhatikan. Ntah mengapa di otaknya hanyalah Erina, dia sangat khawatir dengan keadaan Erina. Padahal mereka baru saja kenal, tapi Eritha sudah merasa sanagat dekat dengan Erina.
Bel sekolah berbunyi, hingga membuyarkan lamunan Eriha. Akhirnta kakak senior menutup pertemuan hari ini dan menjelaskan tentang kegiatan pada hari ter akhir MOS yaitu besok.
Erithapun memutuskan setelah pulang sekoplah langsung ke rumah Erina. Setelah dia sampai dirumah Erina, oloh mamanya Erina langsung diantar ke kamar Erina.
“Na… Loe kenapa? Kok bias sakit sich?” Tanya Eritha sambil memegang tangan Erina.
“Ga’ apa-apa kok tha, kata dokter tadi gue Cuma kecapekan aja kok. Loe kok tiba-tiba muncul di sani sch?” Tanya Erina
“Ga’ tau juga na, dari tadi pagi setelah denger kalau loe sakit, gue jadi kefikiran loe terus na!” Jawab Eritha jujur.
“Hehehe….. Jadi ga’ enak ni gue tha! Udah, gue ga’ apa-apa kok tha…!” Jawab Erina kikuk.
“Ya udah, loe makan+minum obat yang teratur ya… Istirah yang cukup! Gue pulang dulu, banyak banget yang harus dibawa besok, jadi harus persiapin gitu….”Pamit Eritha.
“Ok dech… Thanks ya tha, loe udah kesini! Jawab Erina.
“Sip dech, cepat sembuh ya!” Kata Eritha sambil meninggalkan kamar Erina.
Sejak itulah mereka menjadi sabat, mereka kemana-keman selalu berdua, suka duka mereka lalui bersama, meskipun mereka sudah punya pacar sendiri-sendiri tapi mereka tidak pernh lupa akan persabatan mereka, Karena mereka tahu apa arti sahabat sesungguhnya, Mereka berprinsip bahwa friendship is number one.

Nama :Rosi Anindiastuti
Kelas :Xb
No Absen :18

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3