Senin, 21 Februari 2011

Bidikan Kamera

inta bikin sengsara??? Apa bener? Bukankah cinta itu istemewa? Semua ini akan terjawab dengan kisah cinta Alena yang berikut ini.

Setiap akhir tahun di sekolah Alena selalu menyelenggarakan kegiatan tahunan yaitu perkemahan. Perkemahan tersebut diikuti oleh siswa baru kelas 1 SMA. Perkemahan itulah yang mengawali kisah cinta Alena, dengan lelaki itu. Pertemuan mereka terjadi saat Alena menemui Diska yang tendanya bersebelahan dengan lelaki itu. Lelaki itu adalah Rado, kebetulan Rado juga mengenal Diska, karena mereka sudah berteman sejak duduk dibangku SMP. Lalu Rado pun bertanya kepada Diska, “ Ka, cewek yang menemui kamu tadi siapa?”. Diska pun menjawabnya,”oh...... cewek itu, dia itu Alena temanku satu kelas”. Diska bertanya pada Rado,”kenapa kamu menanyakan dia? Kamu pengen kenalan dengannya kah?”. “ iya, kalau Alenanya mau”. Jawab Rado dengan malu-malu. Diska tertawa mendengar jawaban Rado. “kenapa Alena tidak mau? Dia itu tidak pernah pilih-pilih jika mencari teman. Anaknya baik dan aktif dalam kegiatan yang ada di sekolah”. Jawab Alika.
*

Akhirnya setelah beberapa menit bercakap-cakap, tiba-tiba Alena datang, dan dari situlah akhirnya mereka berkenalan juga. Tatapan mata Rado saat menatap Alena membuat Diska berfikir kelihatannya Rado suka kepada Alena. Hal itu, kemudian disampaikan Diska kepada Alena tentang firasatnya terhadap Rado. Tapi Alena tidak menggubris apa yang dikatakan Diska. Dia hanya tersenyum sendu, mendengar ucapannya Diska, “ ya tak mungkin lah, baru kenal kok bisa suka, itu kan tidak mungkin sekali”. Jawab Alena dengan wajah tersenyum. Lalu Diska menjawab. “ iya siapa tau Rado jatuh cinta pada pandangan pertama kan”. Ujar Diska untuk meyakinkan Alena. Tapi dengan semua kata-kata yang diucapkan Diska hanya angin berlalu, Alena tidak berfikir sampai sejauh itu. Alena hanya menganggap Rado sebagai teman. Alena memang orangnya cantik, baik dan selalu memiliki kegiatan yang cukup padat di sekolah. Jadi, perkenalannya dengan Rado hanya dianggap sebatas teman, karena Alena juga memiliki banyak teman laki-laki.
**

Pertemuan keduanya hanya terjadi saat diperkemahan saja. Setelah selesai perkemahan pun, di sekolah mereka juga jarang bertemu karena memang jarak kelas antara Rado dan Alena cukup jauh. Di sekolah mereka sempat bertemu tapi, itupun tidak digubris Alena karena dia juga sedikit pelupa dengan perkenalannya dengan Rado di perkemahan itu.
***

Hari ini waktunya Alena mengikuti les tari. Dia memang suka sekali dengan menari. Sejak kecil impiannya ingin menjadi seorang penari terkenal. Saat Alena duduk di depan kelas, karena menunggu pelatihnya yang belum datang, tiba-tiba Diska yang juga ikut les tari dengan Alena mengajak Alena pergi keruang studio musik milik sekolah. “ Len, ayo kita lihat anak-anak main musik, mau tidak??” tanya Diska. “mau ngapain kita kesitu? Ini kan sudah akan dimulai tarinya?”. Jawab Alena dengan ragu-ragu. “sudah......tidak apa-apa. Pelatihnya kan juga belum datang kan?”. Jawab Diska untuk meyakinkan Alena. Alena pun tetap tidak mau diajak Diska ke studio. Dengan terpaksa, tiba-tiba Diska menarik dengan kuat tangan Alena supaya dia mau ikut dengan Diska. Akhirnya, Alena mendengar suara gebukan drum yang begitu indah, dan saat itu juga Alena menjadi teringat akan sesosok Rado yang ia kenal saat perkemahan dahulu. “ dooorrrr.......... kok ngelamun saja sih, ayo cepat masuk keburu lagunya nanti selesai”. Teriak Diska yang dengan sengaja menepuk bahu Alena karena ia terlihat melamun. Pada saat masuk ke dalam studio, Alena pun kaget bukan main.Dia tidak menyangka dengan kedatangannya ke studio musik itu, ternyata dia bertemu dengan Rado, laki-laki yang ia kenal di perkemahan itu. Benih-benih cinta dihati Alena pun tumbuh saat ia melihat batapa sungguh gagahnya seorang Rado memainkan drum tersebut. Dan ternyata saat-saat itu, dimanfaatkan Diska untuk merekam aksi rado yang begitu prawai memainkan drum. Rado pun mengetahuinya, tetapi dia hanya tersenyum. Tatapan mata Rado terhadap Alena menjadikan benih-benih cinta itu tumbuh dihati keduanya. Seolah tak mau berkedip saat mereka saling menatap. Dan saat Alena menatap mata Rado, Rado pun juga tersenyum dengan manisnya. Tetapi, saat asyik-asyiknya melihat Rado bermain drum, tiba-tiba guru tarinya pun datang, jadi dengan terpaksa Alena keluar dari studio musik itu, meskipun dia masih ingin melihat Rado.
Setelah beberapa jam Alena menari, dia beristirahat dan pergi kekantin bersama Diska. Setibanya dikantin, tiba-tiba Alena terkejut karena melihat Rado bersama seorang wanita. Namanya Ratih ternyata dia pacar baru Rado. Setelah putus dari Risa, wanita yang dipacarinya sejak SMP itu. Alena pun sedikit cemburu, ia tidak meyangka bahwa dia harus terluka karena dia mengetahui bahwa Rado telah memiliki seorang kekasih. Dengan berjalannya waktu, Alena pun mencoba menutup hatinya yang tidak akan mungkin diisi oleh seorang kekasih.
****
Seiring berjalannya waktu Alena pun sudah tidak mengingat lagi akan sosok Rado. Dia seolah ingin melupakan semuanya. Tapi waktu berkata lain, dengan semakin dia ingin melupakan Rado, Alena mendapat informasi bahwa Rado putus dengan Ratih, karena Ratih pindah sekolah. Hal ini membuat Alena menjadi sulit untuk melupakan Rado. Hati Alenapun seolah kembali terbuka untuk Rado, karena dia masih berharap bahwa Rado bisa mengisi kekosongan hati Alena. Dn saat Alena memberitahukan semua ini kepada Diska, tiba-tiba Rara datang memotong pembicaraan mereka. “ maaf, aku memotong pembicaraan kalian”. Ucap Rara. “ memang kenapa Ra?” tanya Alena. “ Alena, kamu itu sebenarnya cewek yang baik dan cantik. Aku hanya ingin mengatakan kepadamu bahwa sebenarnya Rado itu tidak seperti yang kamu lihat. Dia itu seorang laki-laki playboy yang suka mempermainkan hati seorang wanita”. Jawab Rara. Diaska pun sedikit tersinggung mendengar perkataan Rara, yang menjelek-jelekkan Rado. “ Rara kamu itu kalau bicara jangan sembrangan bisa jadi fitnah nanti”. Rara pun mengelak “ aku itu tidak menuduh Diska, tapi itu memang kenyataan karena aku tetanggaan dengan Rado”.
Mendengar ucapan Rara, Alena pun masih belum bisa mempercayai sepenuhnya akan tingkah laku Rado yang sebenarnya. Disamping itu pasca putus dari Ratih, Rado pun semakin giat mendekati Alena, dan tidak menunjukkan sifat buruknya seperti apa yang dikatakan Rara. Hal itu memperkecil prasangka buruk Alena terhadap Rado. Padahal, teman-teman Alena sudah banyak yang menasehati bahwa Rado itu orangnya tidak baik. Tapi Alena juga tetap saja tidak percaya kepada mereka. Alena tetap saja yakin bahwa Rado itu orangnya memang baik dan bertanggung jawab. “ aku percaya kalau Rado itu orangnya memang baik. Mungkin teman-teman berkata kalau dia itu tidak baik karena mereka belum tahu sifatnya Rado”. Ucap Alena dengan percaya diri bahwa Rado itu laki-laki baik versi hatinya.

Seiring berjalannya waktu dan pendekataan yang relatif singkat, akhirnya mereka berdua resmi berpacaran, tepat di hari ulang tahun Alena. Suatu kabar buruk untuk teman-teman Alena, karena dia berpacaran dengan Rado, cowok yang suka melukai hati wanita. Tapi dengan keyakinannya yang bulat, Alena tetap yakin bahwa Rado itu laki-laki berhati baik. di awal-awal mereka pacaran, bunga-bunga cinta itu terlihat dikeduanya, dengan begitu setianya Rado selalu mengantarkan pulang Alena, dan menjemputnya sewaktu dia mau berangkat.
Tapi lambat laun, mulai timbul percecokkan di keduanya, apalagi ditambah dengan cerita dari teman-teman Alena yang begitu meyakinkan Alena akan watak Rado sebenarnya. Hatinya mulai bimbang, apalagi Rado sekarang mulai menunjukkan sifat buruknya seperti apa yang dikatakan temannya. Alena pun menjadi bimbang dengan hubungannya itu. Hingga saat mereka berdua pergi kekantin, Hpnya Rado tertinggal di meja kantin. Rado pun keburu pergi, hingga Alena ingin mengembalikan pada Rado. Tapi Alena pun sempat membaca isi pesan di HP itu. Dan saat itu juga misteri akan keburukan Rado mulai terungkap. Rado di belakang Alena menjalin hubungan lagi dengan kekasih yang dipacarinya sewaktu SMP itu. Ternyata Alena hanya dijadikan pelampiasan Rado pasca putus dari Ratih. Hancurlah sudah hati Alena serasa diiris dengan pisau yang begitu tajamnya sewaktu mengetahui hal ini. Dia tidak mengira bahwa ucapan semua temannya itu benar.
*****
Hingga akhirnya Alena pun memutuskan hubungannya dengan Rdo. Tapi alhasil ternyata Rado tidak mau untuk mengakhiri semuanya, dia masih sangat menyanyangi Alena. Tetapi semua ucapan Rado tidak menggoyahkan hati bAlena untuk segera mengakhiri kisah cintanya dengan Rado. Dan saat itu juga tepat di tanggal mereka jadian, Alena dan Rado dinyatakan putus. Rado pun menjadi membenci Alena karena dianggapnya Alena hanya mempermainkan hati Rado. Saat bertemu disekolah pun keduanya menjadi bermusuhan, seakan-akan cinta yang dulu mereka agung-agung kan sudah tak membekas dihati keduanya. “ ternyata apa yang dikatakan mereka semua adalah benar, bahwa Rado itu memang laki-laki tidak baik”. ucap Alena dengan sedikit menyesal. Tapi hal itu tidak perlu ditangisi, tetapi justru menjadi sebuah pengalaman yang membuat kita untuk berhati-hati dengan memilih pasangan untuk suatu hubungan.
Melihat dengan semua yang dialami Alena selama ini tent u membuatnya sedih, sahabatnya Diska pun mencoba menegarkan hati Alena yang dianggapnya terpukul berat dengan semua kisah cinta yang dialami Alena. Padahal Alena tidak terlarut dalam kesedihan itun sama sekali. “ Alena, kamu tidak boleh menangis, dan kamu tidak usah menyesali semua ini”. Ucap Diska. “ kenapa juga aku harus menangis, aku tidak akn pernah menangisi semua ini. Lebih baik aku sekolah dulu dan tidak untuk pacaran”. Jawab Alena., Diska pun terkejut “ loh....kenapa bisa begitu Al?” tanya Diska. “ karena cinta itu bikin sengsara”. Diska pun tertawa mendengar ucapan Alena.
******
Sungguh miris sekali apa yang dialami Alena, dia tidak menyangka bahwa drama cintanya harus seperti ini. Tekad dan keyakinan hati yang bulat kepada Rado harus dilukai oleh orang yang ia cintai sendiri. Tapi Alena memang sungguh wanita yang luar biasa. Dia tidak menaruh dendam atau benci pada Rado. Justru dia ingin menjadikan Rado seorang sahabat yang baik dan bisa merubah sifat buruknya itu. Meskipun itu sangat sulit dilakukan, tapi dia cukup senang, karena setelah beberapa bulan bertengkar dan bermusuhan, Alena pun berdamai dan bisa menjadi seorang sahabat untuk seamanya, bagi Rado si cowok playboy itu.



Nama : Yeni Rohmawati
Kelas : XB
No. : 21



Berawal dari pertemuan yang sangat singkat, seperti tak meninggalkan kesan dihati.
Tapi mereka dipertemukan kembali pada saat perasaan mereka sedang bergejolak, perhatian,percaya,saling memahami, dan saling memberi semangat. Menumbuhkan sebuah rasa persahabatan diantara mereka Erin, Wifa, dan Angga.
Sebuah persahabatan yang mendarah daging tanpa mereka sadari, berkorban untuk persahabatan……………..? apa harus ada…………….? tanpa mereka sadari, mereka telah membuktikan arti dari kristal persahabatan.
Pada perjalanan disuatu hari camping. Yang diadakan oleh suatu organisasi. Mereka menginjakan kakinya disuatu kerajaan camping itu . meskipun mereka datang bersama, tapi mereka tidak pada satu regu yang sama. Tapi mereka pada tiga regu yang berbeda dan ketiganya pun saling berlawana. Tapi mereka bisa membuktikan kalau bersaing tidak perlu permusuhan. Mereka bersaing secara sportif.
Camping pada saat itu juga di ikuti seorang cowok yang di sukai Erin dan Wifa, Reihan namanya. Disetiap selah-selah waktu istirahat mereka selalu bersama, sering bersama, wifa pun selalu bercerita tentang raihan cowok yang erin juga suka. Erin tak pernah mengakui apa perasaan yang sedang ia alami. Tiba-tiba erin merasa pusing, saat wifa dan angga membawa erin ke ruang kesehatan di seperempat perjalanan tiba-tiba erin pingsan. Dengan reflek angga mengangkat tubuh erin dan membawa keruang kesehatan. sesampai di ruang kesehatan mereka pun panic. Melihat erin terbaring lemah tak berdaya diatas tempat tidur. Angga langsung menyuruh wifa untuk mengambilkan tas erin siapa tahu ada obat untuknya. Kata angga, wifa pun langsung pergi ke tenda erin untuk mengambil tasnya. Berhubung jarak antar tendanya dan ruang kesehatan sangat jauh wifa pun berlari secepat-cepatnya hingga tak memikirkan apa yang ia injak hingga apa yang ia tendangnya. Sesampai di depan tenda wifa pun terjatuh karna tergelincir batu besar sebagai pembatas tenda erin dan wifa, sampai-sampai batu tersebut berpindah 10cm dari posisi semula. Lututnya pun luka tapi wifa tak memperdulikan itu semua. Diapun langsung mengambil tas erin, dan berlari pincang menuju ruang kesehatan. Sesampai diruang kesehatan Wifa pun melihat angga yang begitu perhatian dengan erin. Saat angga tau wifa sudah datang angga langsung marah-marah dia pun berkata “Ambil gitu aja lama banget sih ……” dengan membentak dan mencari obat dalam tas erin. Angga pun menemukan obatnya diapun mengambilnya tanpa sengaja angga menjatuhkan sebuah bukti milik erin, Angga pun tak memperdulikannya.
Buku itu jatuh ke lantai dengan perlahan angina pun bertiup semilir membuka lembar demi lembar buku tersebut. Dan berhenti di suatu halaman yang sekiranya baru saja erin tulis. Dengan perlahan wifa menundukkan badannya untuk mengambil buku tersebut tanpa sengaja ia membaca larik demi larik kata hati yang di tulis erin dalam buku tersebut, dengan meneteskan air mata dan seakan wifa tak percaya kalau erin juga menyukai rehan
Wifa langsung menutup buku itu dan memasukannya kedalam tas erin, wifa memandang erin dengan perasaan seakan langitpun menjadi gelap, suara-suara dilangitpun menggelegar kiranya hujan mau turun,sambil menaruh tas erin di kursi sebelah angga duduk. Angga tak memperhatikan wifa, dia hanya memperhatikan erin semata. Pada saat wifa akan meninggalkan mereka tanpa sengaja air mata wifa menetes di lengan angga. Saat angga menoleh kesamping wifa pun sudah pergi, angga pun tak mungkin meninggalkan erin tuk mengejar wifa. Wifa pergi dan menyendiri duduk di batu besar , angin bertiup semilir, dan sinaran matahari terbenam yang melengkapi kesedihanya wifa membayangkan betapa sakit hatinya erin saat dia bercerita tentang reihan. Rehan datang menghampiri wifa “napa kok sedih”Tanya reihan,wifa pun memandang mata reihan dengan mata yang berkaca-kaca wifa berkata “Bagaimana kalau orang yang kamu sayangi tersakiti gara-gara kamu”. “saya akan membuatnya dia bahagia tuk membalas semua sakit hatinya, ihklas dalam nglakuin hal dan semua perbuatan insyaallah tu semua enggak akan sia-sia” jawab rehan sambil mengobati luka kaki wifa, rehan pun tersenyum melihat wifa.setelah wifa mendengar penjelasan itu dia mulai membuang jauh-jauh perasaan pada rehan.
“kok tumben trio friends sendiri erin kemana” Tanya rehan
wifa menceritakan semua apa yang terjadi pada erin. Rehan langsung mengajak wifa untuk menjenguk erin, wifa baru saja sadar kalau rehan juga perhatian sama erin, wifa makin ngrasa bersalah, bagaikan duri yang menghalai jalan mereka. Sesampai wifa dan rehan sampai di ruang kesehatan,rehan langsung mengeser tempat angga duduk. Wifa pun mengajak angga pergi dari ruangan itu,ini semua adalah salah satu cara wifa untuk ndeketin rehan dan erin.
Erin sudah merasa baikan, rehan pun mengantar erin ke tendanya,kebetulan tenda erin dan wifa berhadapan, pada saat itu juga wifa berada didepan tendanya duduk bersama teman 1 regunya. Wifa pun melihat dengan mata kepalanya sendiri, sungguh hancur berkeping-keping hatinya.
Emang cih nglupain orang yang kita cayang nggak semudah membalikan telapak tangan…..? tapi dengan tersenyum wifa berkata “ eeehemm wah senengnya di anterin pangeranku…………” “Apaan cih wif”jawab erin.dengan lagak santai dan tak memperdulikan lalu wifa bercanda,ketawa-ketiwi dengan teman-temannya.
Malam harinya mereka semua dari beberapa regu melakukan debat permasalahan yang di presentasikan tiap regu. Pada saat wifa melakukan presentasi tak ada satun pun yang bertanya ,karena presentasi yang dibawakan wifa sangat jelas dan meyakinkan, maklum dia lahir tanggal 12 bulan 6 angka kelipatan menurut buku primbon cih perkataanya selalu meyakinkan ,…….?!
Erin pun melakukan presentasi diapun mengeluarkan beberapa pendapat, tapi selalu dipatahkan oleh wifa.sampai-sampai terpojok dengan mematahkan dan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan wifa.
Wifa tak memandang siapa erin, menurut wifa lawan adalah lawan dia tak mencampur adukkan luar dan dalam.dan akhirnya angga dan rehan pun membantu menjawab dan menjelaskan semua pertanyaan yang dilontarkan ke erin.
Setelah selesai debat wifa,erin,angga dan rehan dibawah lampu salah satu sisi lapangan mereka pun tukar pemikiran,ngobrol dan bercanda.
Beberapa teman mereka pun membuat lingkaran. Membuat suasana lebih menghangatkan.
Wifa pun menyadari bahwa cinta itu abstrak. Dalam hati wifa ia berkata“dari pada mencintai lebih baik dicintai, belajar mencintai orang yang mencintai itu lebih baik, dari pada mencintai tapi tersakiti.

By : erma dwi fatmasari
Class: xb
Nama :Yuliana Candra ayu sari
Nomer :24
Kelas :xD




RAHASIA DIBALIK RAHASIA




Hari masih teramat pagi.Tanah masih begitu basah.Udara sangat dingin,membuat Yulia enggan beranjak dari tempat tidurnya.Dia memilih bangun agak lambat,karena semalaman dia tidak bisa tidur memikirkan apa yang dikatakan gurunya.Pagi yang cerah memberikan senyuman terindah dengan cantiknya.Burung-burung pun seolah-olah bernyanyi dengan riangnya.Dan mentari bersinar lembut dan hangat.Tubuhnya terasa hangat ketika terkena pancarannya.Udara segar yang dia hirup masuk kedalam pori-pori tubuh.Yulia menyegerakan untuk mandi dan pergi kesekolah.Diluar sana sudah banyak orang berlalu-lalang.
Sesampainya disekolah,bel tanda masuk pun berbunyi.Anak-anak segera masuk kedalam kelas.Mereka segera menyipkan buku pelajaran untuk belajar pagi ini.Pak guru pun telah masuk kedalam kela dan sudah siap untuk menyampaikan materinya.Perasaan itu datang lagi.Yulia mulai berpikir kembali.
“Rahasia apa lagi yang ingin beliau katakan kepadaku?”kata Yulia dalam hati.Pelajaran pun berlangsung dimula.Beliau menyampaikan materinya dengan penuh teka-teki.Hingga ada salah satu teman sigadis pemikir itu berteriak dan berkata,“Memang,dia guru pencari fakta”.Murid-murid pun tertawa mendengar ocehan itu.Pak guru hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Apakah yang bapak punya anak-anakku?Selain buku-buku dan sedikit ilmu”
sahut pak guru.
“Maksut bapak?”tanya Yulia sambil mengangkat tangannya.
“Ini adalah sebagai sumber pengabdian bapak kepada
kalian”jawabnya.Anak-anak pun diam termenung memikirkan perkataan
itu.Dengan hati yang penuh tanda tanya Yulia pun memberanikan diri
untuk bertanya kepada pak guru.
“Lalu apa maksud kata-kata bapak kemarin TIGA LINGKARAN SUKSES?”
tanya Yulia.
“Itu adalah cara menuju keberhasilan nak,yaitu melalu
karier,perkembangan pribadi dan hubungan baik dengan lingkungan”kata
pak guru.Gadis pemikir ini semakin bingung dengan penjelasan guru pembibingnya itu.Hingga pak guru menjelaskan kepada murid-muridnya langkah menuju kesuksesan.Langkah menuju sukses ini mencakup empat langkah.
Langkah pertama mengenali diri sendiri,membangun kesuksesan dengan memahami diri sendiri,mengatasi rintangan dan berpikir positif.
Langkah kedua memiliki visi hidup,memutuskan arah,emanfaatkan imajinasi dan menentukan sosok panutan yang patut di teladani.





Langkah ketiga maju selangkah demi selangkah untuk meningkatkan keterampian dan mengatur waktu.
Langkah keempatnya adalah,kuasai perjalananmu!
“Dalam hal ini sosok remaja seperti kalian diharapkan tahan banting
menghadapi ujian yang menghadang”kata pak guru.Garis pemikir ini semakin mengerti apa gunanya kita sebagai pemuda penerus bangsa bersekolah dan menuntut ilmu.Waktu 2 jam itu sudah usai.Dan bel istirahat pun berbunyi.Ada anak yang pergi ke kantin,ke perpustakaan dan ada yang berbincang-bincang di taman sekolah.Yulia dan 2 temannya,Anisa,Winda memutuskan untuk pergi ke taman saja.Mereka berbincang-bincang dengan asyiknya.Hingga Anisa bertanya kepada Yulia.
“Yulia apakh kamu sudah mengerti rahasia apa yangdikatakan pak guru kita
selama ini?”.Tanya anisa.
“Ya rahasia dibalik rahasia?”sahut winda.
“Tidak memangnya kamu tau?”jawab yulia.
“Ya coba kamu pikirkan.Seandainya kita mengunjungi rumah beliau.Disini
ada kursi-kursi tua.,meja tulis yang sederhana dan jendela-jendela yang
tak pernah diganti kainnya.Itu sesuai yang akan bercerita kepada
kita”.ucap anisa.
“Aku semakin tidak mengerti apa maksut itu semua”.Kata Yulia.
“Ya ni gmna sih nis?”cahut wimda kebinguan.
“Begini teman-teman,apakah pak guru pernah bercerita tentang rumah
tangganya . . . ?enggak kan . . . ?”
“Ya iyalah gak pernah buat apa coba?”ucap winda keheranan.
“Eiiits,udah masuk tuch!”kata yulia.
Mereka bertiga segera masuk kekelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.Namun,gadis pemikir itu masih memikirkan apa yang dikatkan anisa temannya itu tentang kursi-kursi tua,meja tulis yang sederhana dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya.Hingga dia tidak bias kosentrasi dengan pelajaran yang sedang berlangsung.
Hingga guru yang mengjar pada waktu itu mengetahui bahwa yulia tidak memperhatikan materi yang disampaikan.Beliau langsung menegurnya.Si gadis pemikir ini terhentak kaget karena gurunya menghampiri dia.Dia sadar bahwa dia tadi hanya melamun.Beruntung bel pulang berbunyi.Jadi dia terhindar dari hukuman.Dia pulang dengan Anisa dan Winda dua sahabat baiknya.Yulia pun kembali bertanya kepada anisa apa maksud dari semua ini.
“Eh temen-temen gimana tentang rahasia tadi . . .?”
“Begini lho Yulia seorang guru takkan menceritakan itu didepan
kelas.Beliau pasti berpikir kita terlalu muda untuk mengetahui itu
semua.”Jelas Anisa.
“Tetapi kita juga pengen sukses!”ucap yulia.
“Ya mana aku tahu.Lagi pula tadi pak guru sudah menyampaikan poin-poin
penting untuk menuju sukses.”jawab anisa.
Sampai pertigaan mereka pun berpisah Anisa dan Winda berbelok ke kiri dan Yulia ke kanan untuk pulang kerumah masing-masing.Sampai dirumah Yulia pun langsung istirahat.”Aku lelah sekali”,gumam yulia.Yulia yang sebagai gadis pemikir ini,rela bersusah payah untuk mencapai keberasilannya.Tanpa usaha yang keras,niscaya tak akan mendapatkan hasil yang maksimal.Hingga malam pun tiba,Yulia memikirkan perkataan gurunya itu.Dengan sigap dia menyusun dan membuat rencana apa yang dilakukan esok hari.
Pagi pun tiba.Yulia menyegerakan untuk pergi kesekolah.Dia mencoba merubah pola hidupnya menurut rencana yang dibuat semalam.Diperjalanan Anisa dan Winda bertanya-tanya dari tadi mereka tidah melihat Yulia.Sampai sekolah mereka kaget meliat Yulia yang sudah datang,yang biasanya selalu terlambat.Anisa bertanya kepada Yulia.
“Tumben amu sudah dating . . . ?” Tanya Anisa.
“Pengen tahu rahasianya . . . ?”jawabnya.
“Rahasianya adalah mulai tadi malam dan selanjutnya aku selalu
menyiapkan dan menyusun rencana setiap hri yang aku lakukan hari
esok.Dengan begitu aku tidak lagi tergesa-gesa untuk berangkat
sekolah.Dan semua pekerjaan jadi mudah dan lncar”.kata Yulia menjelaskan.Mendengar penjelasan yulia,Anisa dan Winda kagum.Mereka sepakat untuk meniru sikap Yulia.Dan hidup mereka yang sebelumnya dikejar waktu pun berubah.Hidup mereka menjsdi berubah dan teratur.
Pada akirinya,bahwa yang menunjukkan sikap diri kita bukanlah kemampuan yang kita miliki,mulaikan pilihan hidup dan prinsip yang kita pegang erat.Itulah teka-teki menuju keberasilan.

Ada seorang gadis yang mempunyai belahan jiwanya. Gadis itu bernama Cinthya. Dan belahan jiwanya itu bernama Nirwan. Mereka itu saling menyayangi satu sama lain. Mereka telah menjalani hubungan itu selama 1 tahun lebih. Sebenarnya Cinthya masih belum di izinkan berpacaran oleh kedua orang tuanya. Karena ayahnya ingin Cinthya menyelesaikan kuliahnya terlebih dulu. Yang sebentar lagi kuliahnya juga akan selesai. Tapi, sekarang bukan zamannya Siti Nurbayalagi, yang tidak di izinkan untuk berpacaran. Akhirnya Cinthya melanggar apa yang dilarang oleh kedua orang tuanya.
Sementara itu, beda dengan Nirwan, dia tidak kuliah dan seorang pengangguran. Nirwan hanya menunggu Cinthya sampai dia selesai kuliahnya. Karena Nirwan ingin menikahi Cinthya. Menurut Nirwan, Cinthya itu sangat sempurna buatnya. Dia cantik, berkulit putih, tinggi, dan berambut panjang lurus. Tetapi, Nirwan pun harus bersabar sedikit jika ingin menikahi sang pujaan hatinya. Nirwan harus menunggu Cinthya sampai lulus kuliah. Begitu sebaliknya Cinthya juga sangat mencintai Nirwan. Tapi ada juga sifat Nirwan yang tidak disukai oleh Cinthya. Nirwan begitu emosian dan sering bersikap kasar kepada dirinya. Sekecil apapun itu masalahnya pasti di ributkan oleh Nirwan. Nirwan kadang juga suka bermabuk-mabukkan. Cinthya sudah melarangnya, tapi tidak digubris sama sekali oleh Nirwan. Cinthya hanya ingin Nirwan menjadi laki-laki yang baik dan bisa memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya kelak.
Cinthya itu berasal dari kalangan orang terpandang. Sedangkan Nirwan berasal dari kalangan orang biasa. Kedua orang tua Cinthya menyuruh dirinya mencari pasangan hidup yang sederajat dengannya. Cinthya pun mulai takut kalau nanti dia memperkenalkan Nirwan, orang tuanya tidak akan merestui hubungannya. Dan keadaan Nirwan juga seperti itu, setiap hari di rumah duduk sambil merokok. Sebenarnya Nirwan sudah berusaha mencari pekerjaan, tetapi tak kunjung mendapatkannya juga.
Hari ini, Cinthya mendatangi rumah Nirwan. Dia akan membicarakan sesuatu kepada Nirwan.
“Assalamu’alaikum. . .” Cinthya mengucapkan salam.
“Wangalaikumsalam.” Ibu Nirwan menjawab salamnya.
“Ibu . . .Nirwannya ada dirumah?” Tanya Cinthya.
“Iya Cin, Nirwan ada. Kamu masuk saja.” Jawab Nirwan.
“Iya Ibu.” Jawab Cinthya.
Akhirnya Cinthya langsung menemui Nirwan yang sedang duduk santai di kursi.
“Mas Nirwan, kamu itu ya . .bukannya mencari pekerjaan, tapi malah duduk santai saja dirumah. Kamu itu berubah donk mas. Jangan seperti ini terus.” Harap Cinthya.
“Apa sih kamu itu, datang-datang sudah ngomel-ngomel. Aku sudah cari pekerjaan Cin. Tapi belum dapat juga. Aku sudah berusaha.”Jawab Nirwan.
“Iya sudah, yang penting kamu mau berusaha mas.” Ucap Cinthya.
Mereka pun akhirnya berbincang-bincang disitu. Sekaligus melepas rasa rindu antara mereka berdua.
Tak berapa lama, Cinthya pun pulang kerumah. Karena hari ini Cinthya masuk kuliah. Cinthya pun berpamitan kepada kedua orang tua Nirwan, dan segera pulang.
Setelah sampai dirumah, Cinthya langsung mandi dan bergegas kuliah. Di sana dia mengikuti aktivitas seperti biasanya. Setelah jam kuliahnya habis, Cinthya menemui temannya yang bernama Riska. Riska adalah teman curhat Cinthya. Jika ada masalah Cinthya pasti curhat kepada Riska.
“Hai Ris, Aku pusing nih dengan Nirwan.” Rintih Cinthya.
“Aduh Cin. . . kenapa lagi sih. Ada masalah apalagi kamu dengan Nirwan?” Tanya Riska.
“Hmmmm. . . aku pusing dengan sikapnya Nirwan. Dia itu tetap saja tak mau berubah. Dia malas sekali kalau disuruh cari pekerjaan. Nanti mau jadi apa dia, kalau terus-terusan seperti itu. Bisa-bisa hubungan kami tidak akan direstui oleh kedua orang tuaku. Orang tuaku mana mau kalau nanti pasanganku tidak punya pekerjaan. “ Jawab Cinthya.
“Ya sabar aja deh Cin. Mungkin memang belum rezeki kalau si Nirwan belum mendapatkan pekerjaan juga. Sabar ya Cin, aku yakin kok, suatu saat Nirwan pasti dapat pekerjaan juga kok. Kalau memang dia serius mau mencari pekerjaan.” Ucap Riska.
“Iya deh Ris, mungkin memang gitu. Aku bisa memakluminya, zaman sekarang memang susah untuk mencari pekerjaan.” Ucap Cinthya.
Mereka pun berbincang-bincang sampai sore. Setelah sekitar jam setengah 6, Cinthya pulang kerumah. Dan langsung mandi, makan, dan mengerjakan sholat maghrib. Kemudian Cinthya menemui kedua orang tuanya. Cinthya ingin menanyakan sesuatu kepada orang tuanya.
“Ayah, Ibu. Aku mau tanya sesuatu,” Ucap Cinthya.
“Kamu mau tanya apa Cin?” Jawab Ayah Cinthya.
“Aku mau tanya ayah, ibu. Kalian itu menginginkan pasanganku nanti seperti apa?” Tanya Cinthya.
“Yaaaa, kalau ayah sih pengennya nanti jodoh kamu itu yang sederajat dengan kita. Atau kalau bisa yang lebih tinggi lagi dari keluarga kita. Pokoknya yang sudah mapan pekerjaannya. Biar nanti hidup kamu itu bisa tercukupi dan bisa membahagiakan kamu dan anak-anak kamu nanti. Jangan sampai kamu mendapatkan laki-laki yang malah kondisinya lebih rendah dari keluarga kita. Nantinya kamu pasti malah akan menderita. Ayah sih pengennya seperti itu.” Jawab Ayah Cinthya.
“Kalau ibu sih pengennya laki-laki yang bisa mencintai kamu setulus hati. Yang penting kamu bisa bahagia. Itu saja ibu sudah kok.”Ucap ibu Cinthya.
“Halahh ibu ini. Mana mungkin Cinthya bahagia, kalau menikah cuma berdasarkan cinta. Materi juga harus diperhitungkan donk bu. Cinthya tidak akan bahagia kalau nanti mendapatkan seorang laki-laki yang lebih rendah derajatnya dari kita.” Sahut Ayah Cinthya.
“Tapi ayah, semuanya itu sama saja. Ayah ini jangan memandang jelek derajat orang yang lebih rendah. Tidak baik tau yah.” Ucap Ibu Cinthya.
“Sudahlah bu. Yang penting ikuti saja apa kata ayah ini. Nanti pasti hidup Cinthya lebih bahagia.” Ucap Ayah Cinthya.
“Sudah donk yah, bu. Kok jadi bertengkar gitu. Tapi, yah. Kalau Cinthya mendapatkan seseorang yang tidak sesuai dengan keinginan ayah bagaimana? Apa ayah tetap tidak menyetujuinya?” Tanya Cinthya.
“Yaa tentu saja ayah pasti akan tidak menyetujuinya. Bagaimana dengan nasibmu nanti, kalau kamu mendapatkan laki-laki dari kalangan bawah kita. Apa kamu bakalan bahagia? Tidak kan. Kamu pasti malah sengsara dan tidak bahagia. Mengerti kan apa kata ayah?” Jawab Ayah Cinthya.
“Iya ayah, Cinthya mengerti.” Ucap Cinthya.
“Ayah seperti itu hanya menginginkan yang terbaik buat masa depan kamu Cin. Tidak lebih dari itu. Memangnya kenapa kamu tanya seperti itu? Apa kamu sudah punya calonnya?” Ucap Ayah Cinthya.
“Tidak kenapa-kenapa ayah. Cinthya hanya ingin tau saja.” Ucap Cinthya.
Setelah selesai berbincang-bincang, Cinthya pun langsung masuk ke kamarnya. Cinthya semakin takut kalau nanti hubungannya tidak akan di restui oleh orang tuanya. Cinthya pun sampai menangis karena ketakutan akan hal itu. Malam pun semakin larut dalam kegelapan. Akhirnya Cinthya pun tidur. Waktu tidur Cinthya bermimpi buruk. Kalau ayahnya melarang dia berhubungan dengan Nirwan. Sampai-sampai terjadi pertengkaran yang hebat antara Cinthya dengan Ayahnya.
Setelah paginya, Cinthya bangun dari tidurnya. Hati Cinthya makin gelisah ketika ia bermimpi seperti itu. Ia langsung melupakan mimpi buruknya itu. Dan dia hanya berharap agar mimpi buruknya itu tidak akan pernah terjadi. Cinthya pun mandi dan langsung sarapan pagi. Kemudian setelah selesai Cinthya langsung berangkat kuliah.
Sementara itu, Nirwan hanya duduk santai di teras depan rumahnya. Sambil merokok dan minum kopi. Dia hanya bersantai-santai saja di rumah dan juga tidak berusaha untuk mencari pekerjaan. Setelah selesai merokok Nirwan langsung berkumpul dengan teman-temannya. Nirwan bagaikan pengangguran kelas berat, yang kerjaannya setiap harihanya merokok dan bermain-main ngumpul dengan teman-temannya yang juga sama-sama pengangguran.
Setelah selesai kuliah, Cinthya pun langsung pulang ke rumah. Tapi, dalam perjalanan pulang Cinthya melihat Nirwan bersantai-santai di warung bersama teman-temannya. Cinthya mengajak pulang Nirwan. Nirwan pun langsung pulang bersama Cinthya.
Setelah sampai dirumah Nirwan, Cinthya langsung menangis melihat Nirwan yang tak kunjung berubah juga. Di hadapan Nirwan, Cinthya memohon kepada Nirwan agar dia berubah. Cinthya sampai bersujud-sujud kepada Nirwan. Hati Nirwan pun luluh karena permohonan Cinthya. Nirwan pun berjanji akan segera berubah dan mencari pekerjaan secepatnya. Setelah Nirwan mengucapkan janji itu, Cinthya langsung pulang dan menyuruh Nirwan agar segera mencari pekerjaan. Dari siang sampai sore mencari pekerjaan, Nirwan tak kunjung mendapat pekerjaan juga. Nirwan pulang ke rumah dengan sia-sia, padahal Nirwan sudah berusaha keras untuk mencari pekerjaan. Tetapi tetap saja tidak memperolehnya.
Sebentar lagi Cinthya akan melakukan wisuda. Karena kuliahnya telah selesai dan dia juga lulus serta mendapatkan prestasi yang sangat memuaskan. Kedua orang tua Cinthya pun sangat bangga sekali dengan prestasi yang di raih oleh anak satu-satunya itu. Acara wisudanya itu akan dilaksanakan dua hari lagi. Nirwan pun juga ikut bangga dengan keberhasilan Cinthya.
Dua hari kemudian, akhirnya pelaksanaan wisuda di laksanakan. Dengan di temani kedua orang tuanya, mereka datang ke tempat tujuan. Cinthya sangat bahagia atas keberhasilannya itu. Akhirnya setelah acara tersebut selesai Cinthya dan kedua orang tuanya kembali pulang. Dari sinilah Cinthya mulai berfikiran akan mengenalkan kekasihnya itu kepada kedua orang tuanya.
Malam harinya, Cinthya langsung menemui kedua orang tuanya yang sedang asyik nonton tv bersama.
“Ayah sibuk ya?” Tanya Cinthya.
“Tidak, kenapa Cin.” Jawab Ayahnya.
“Ayah, apa aku boleh memperkenalkan seorang laki-laki kepada ayah?” Tanya Cinthya.
“Iya, tentu saja boleh. Kenapa tidak boleh.” Ucap Ayah Cinthya.
“Baiklah yah, kalau gitu kita undang saja mereka besok malam. Kita makan malam bersama yah.” Ucap Cinthya.
“Iya boleh saja seperti itu.” Ucap Ayahnya.
Setelah berbincang-bincang sebentar, Cinthya langsung masuk ke kamar dan memikirkan tentang acaranya tersebut.
Keesokan harinya Cinthya pergi ke rumah Nirwan. Dia menemui Nirwan dan membicarakan tentang rencana Cinthya itu. Nirwan juga setuju saja tentang rencana Cinthya itu. Karena Nirwan juga ingin segera menikahi Cinthya.
Malamnya, tiba waktunya untuk memperkenalkan Nirwan kepada kedua orang tuanya dengan mengajak Nirwan bersama keluarganya makan malam bersama di rumah Cinthya. Cinthya yang sedang sibuk mempersiapkan semua itu di bantu oleh ibunya. Hati Cinthya pada malam itu sangat bahagia bercampur gelisah. Bahagianya Cinthya akhirnya bisa memperkenalkan Nirwan, setelah 1 tahun lebih menjalin hubungan. Gelisahnya, Cinthya takut kalau ayahnya tidak merestui hubungannya dengan Nirwan. Karena mengetahui keluarga Nirwan berasal dari kalangan biasa.
Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 wib. Nirwan dan kedua orang tuanya tiba di rumah Cinthya. Cinthya pun mempersilahkan mereka untuk masuk ke rumah dan segera menuju ke tempat makan. Di situ mereka saling berkenalan antara keluarga Cinthya dengan keluarga Niirwan.
“Perkenalkan saya Wijaya, ayahnya Cinthya.” Ucap ayah Cinthya.
“Dan saya Aini, Ibunya Cinthya.” Ucap ibunya.
“Saya Wisnu ayahnya Nirwan dan ini istri saya, Ranti Ibunya Nirwan. Dan itu anak saya Nirwan.” Ucap pak Wisnu.
Mereka pun berbincang-bincang panjang lebar. Sampai akhirnya menanyakan pekerjaan Nirwan dan orang tuanya.
“Oh. . .iya wan, ngomong-ngomong kamu kerja di mana? Terus kerja apa?” Tanya ayah Cinthya.
“Saya masih nganggur pak, masih nyari pekerjaan.” Jawab Nirwan.
“Memangnya sudah berapa lama kamu nganggur?” Tanya ayah Cinthya dengan sinis.
“Sudah sekitar 2 tahun pak. Dulu sudah pernah kerja jadi karyawan pak. Tapi karena perusahaannya bangkrut, dan harus menurangi karyawan, jadi saya terpaksa di hentikan pak dari kantor.” Jawab Nirwan.
“Oh . .Jadi masih nganggur. Kalau Bapak dan ibu pekerjaannya apa?” Tanya ayah Cinthya.
“Saya kerja sambilan saja pak kalau istri saya di rumah saja.” Jawab Pak Wisnu.
Ayah Cinthya pun mulai tidak suka dengan Nirwan dan keluarganya. Karena sudah kelihatan kalau mereka itu dari keluarga biasa. Apalagi Nirwan seorang pengangguran.
Setelah selesai makan-makan dan berbincang-bincang, akhirnya Nirwan dan keluarganya berpamitan pulang. Di perjalanan Bapaknya Nirwan sudah mempunyai firasat kalau nantinya orang tua Cinthya tidak merestui hubungan mereka. Tapi, Nirwan sudah terlanjur cinta. jadi tekadnya sudah bulat untuk menikah dengan Cinthya.
Sementara itu, di rumah Cinthya langsung terlihat suasana yang menegangkan. Ayahnya marah-marah kepada Cinthya karena telah memilih laki-laki seperti itu. Ayahnya langsung tidak menyetujui hubungannya dengan Nirwan lagi. Cinthya menangis karena ayahnya tidak menyetujuinya. Ibunya langsung menenangkan hati Cinthya yang sedang sedih dan menangis di kamarnya itu.
Sejak itu, ayahnya melarang Cinthya berhubungan dengan Nirwan. Cinthya pun juga sudah memohon-mohon kepada ayahnya agar merestui hubungannya.Cinthya juga sudah bilang kepada ayahnya kalau mereka sudah pacaran 1 tahun lebih dan juga saling mencintai. Tapi keputusan ayahnya tetap tidak bisa di ganggu gugat.
Semenjak itu hari-hari Cinthya di jalani dengan hati yang tak karuan. Dan Cinthya pun kalau keluar rumah harus di awasi. Hubungan Cinthya dengan Nirwan pun sekarang jadi tak karuan. Cinthya tak kuasa menahan rasa sedih yang di deritanya ini. Begitu pun dengan Nirwan, setelah dia mengetahui kalau hubungannya tidak di restui, Nirwan menjadi gampang putus asa dan bersikap seperti orang gila.
Malam ini, dengan diam-diam Cinthya keluar dari rumah lewat jendela kamarnya. Dia pergi ke rumah Nirwan dan menemuinya. Di rumah Nirwan, Cinthya menangis dan berbicara tak sanggup lagi menghadapi kerasnya hati ayah Cinthya itu. Berbagai cara telah di lakukan oleh Cinthya dan Nirwan agar mendapat restu. Tapi hati ayah Cinthya seperti terbuat dari batu yang begitu keras dan tak akan mungkin bisa menjadi lunak.
Akhirnya timbullah di pikiran Nirwan untuk mengajak Cinthya kabur dari rumah. Cinthya pun menerima ajakan Nirwan. Karena Cinthya sudah tidak sanggup lagi menghadapi ayahnya. Nirwan pun membawa Cinthya ke sebuah Stasiun di kotanya. Mereka di situ duduk berdua dengan hati yang kacau. Cinthya pun berkata ingin bunuh diri saja kalau ayahnya tetap bersikeras tidak menyetujui hubungannya. Nirwan pun juga berpikiran akan bunuh diri.
Malam itu terdengar suara kereta yang akan lewat. Cinthya pun akhirnya mengajak Nirwan untuk bunuh diri saja. Dengan menabrakkan diri ke kereta. Keretanya pun semakin dekat, Cinthya dan Nirwan segera menuju ke real kereta api dan berdiri di situ dengan posisi berpelukan dan bergenggaman tangan dengan begitu eratnya.
Hanya dengan hitungan tak kurang dari 10 detik, akhirnya kereta itu langsung menghantam tubuh mereka berdua, hingga mereka terseret sekitar 6-7 km jauhnya. Mereka berdua langsung mati di tempat itu juga. Anehnya, meskipun mereka telah terseret jauh, tetapi posisi badan mereka masih saja berpelukan dan bergenggaman tangan. Tubuh mereka bersimbah darah dan kulit mereka sudah rusak dan terkelupas karena terseret kereta tersebut. Tapi posisi mereka tetap sama. Sungguh kematian yang sangat tragis antara mereka berdua.
Paginya, mayat mereka di temukan oleh seorang pemulung. Pagi itu pun langsung geger karena ada dua mayat seorang laki-laki dan wanita dengan posisi berpelukan yang sudah tewas mengenaskan. Orang-orang di situ sudah pada mengira kalau mereka berdua itu bunuh diri dengan menabrakkan diri ke kereta api. Orang-orang di sekitar itu langsung mengabari keluarga masing-masing, yang di ketahui alamatnya dari KTP mmereka berdua. Orang tua Nirwan pun kaget mendengar kabar itu dan langsung histeris ketika melihat jenazah putranya mati tertabrak kereta.
Orang tua dari Cinthya pun juga begitu, mereka sangat sedih ketika melihat Cinthya, anak satu-satunya itu telah tewas. Berkali-kali ibu Cinthya jatuh pingsan tak kuat menerima kenyataan bahwa anaknya telah meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya. Penyesalan pun amat di rasakan oleh Ayah Cinthya. Anak kebanggaannya kini telah menutup matanya untuk selamanya.
Akhirnya kedua orang tua Cinthya dan kedua orang tua Nirwan sepakat untuk menguburkan jenazah mereka 1 kuburan. Karena ayahnya yakin dengan mereka di kubur bersama dalam 1 kuburan, mereka pasti akan bahagia di alamnya sendiri.

~@ SELESAI @~CINTA TAK DI RESTUI
BERUJUNG MAUT
By; Yeni Widhya R
XD
Dibalik Keunikan Sajadah

Sajadah. Barang berupa lembaran kain dengan berbagai motif dan bahan itu begitu menyita pikiranku. Terutama ketika hendak pergi tarawih. Bagi kebanyakan orang sajadah adalah sebuah kemestian ketika hendak melakukan sholat. Entahlah, rasanya kurang lengkap kalau sholat, apalagi di mushola tanpa menggunakan sajadah. Padahal sebagian mushola telah menyediakan karpet yang bagus. Tetapi karpet tersebut tidak mencukupi bagi sebagian jamaah yang datang. Memang sajadah ada kalanya sangat membantu ketika sholat. Namun kebiasaan baru teman aku sangat menjengkelkan sekali. Setiap pergi tarawih selalu saja bingung mau bawa sajadah atau tidak.
“Lisaa.aa! cepetan ntar telat lagi, lho.” Teriak aku dari luar rumah. Tak ada jawaban. Klek! Pintu rumah terbuka.
“lagi ngapain, sih. Cepet! Ntar nggak dapat tempat lagi baru tahu rasa” Lisa menoleh sekilas.
“bawa…. Enggak… bawa… enggak… bawa…” Lisa menghitung kancing bajunya dengan serius
“ kamu tuh mau tarawih apa enggak, sih? Atau mau berangkat sendiri?”
“sebentar dong lagi pusing, nih. Cerewet amat.”
“pusing kok dipiara.” Kata aku
Aku benar-benar nggak ngerti dengan sikap Lisa yang aneh itu. Padahal kalau di rumah nggak pernah mempermasalahkan sajadah, giliran ke mushola bikin pusing aja.
“ayo cepetan Lis, lama banget sih.!” Teriak aku
“ia kalau begitu.” Sahut Lisa dengan membawa sajadahnya.
“eh aku malu nih dengan membawa sajadah ini.” Kata Lisa
“emangnya kenapa? aku menggeleng cepat
“modelnya kan bagus.”
“atau lama nggak dicuci ia?” Tanya aku tanpa ekspresi
“nih, cium. Wangi, kan?” kata Lisa
“emh… bau banget, apek lagi.” Kata aku
“lho ia kan, aku balik aja deh.” Kata Lisa dengan jengkel
“jangan dong tujuan kita kan mau sholat tarawih di mushola, masa gara-gara bau sajadah mau pulang.” Tanya aku dengan menghiburnya.
“ya sudah kalau begitu, ayo kita terusin jalannya.” Lisa menyutujuinya.
awalnya Lisa begitu senang membawa sajadah itu, namun ia menjadi agak ragu karena bau sajadahnya yang sudah 2 minggu tidak dicuci. Ketika sampai di mushola ada ibu-ibu yang tidak membawa sajadah, lalu aku membagi sajadah dengannya.
“terimakasih, dek.. tadi saya buru-buru ke masjid.” Kata ibu tadi.
“iya bu sama-sama.” Sahut aku lalu Lisa berbisik kepadaku,
“eh, sebenarnya aku tadi ingin berbagi sajadah dengannya, tapi sajadah aku bau, ya nggak jadi.”
“nggak apa-apa yang penting kamu sudah punya niat bai1k.” Jawab aku.
Saat mulai sholat shof sholat tampak tidak rapat, padahal Umar Bin Khotob pernah merapikan shof dengan pedangnya karena begitu pentingnya shof yang rapat dan lurus agar tidak ada celah bagi syetan untuk mengganggu selama sholat. Aku menyakini bahwa penyebab utama dari fenomena yang ada didepan bisa jadi karena mereka tidak tahu betapa pentingnya shof sholat yang rapat dan rapi. Dan kondisi itu diperparah dengan sajadah. Para jamaah sholat lebih memilih posisi ditengah sajadah masing-masing. Mereka tidak peduli sisa tempat akibat sajadah yang mereka bawa. Bahkan ada orang yang meletakkan sajadah setengah dari sajadah lainnya.
Ketika itu Lisa mendapat masalah dengan seorang nenek tua. Waktu itu Lisa nggak sengaja merapatkan sajadah yang ada di sebelahnya agar shof sholat rapi. Yang ternyata sajadah tersebut miliknya nenek tadi.
“neng, kenapa sajadah saya dipakek?” kata nenek dengan marah.
“maaf, nek tadi teman saya hanya merapatkan sajadah agar shof sholat menjadi rapi.” Sahut aku dengan membela Lisa. Tetapi nenek tersebut tetap ngeyel saja sampai bikin rebut.
Kesesokan harinya aku dan Lisa kembali menjalankan sholat tarawih. Ketika akan berangkat sholat tarawih Lisa bingung lagi.
“sekarang aku bawa sajadah atau nggak ia?” Tanya Lisa dengan wajah bingung.
“aduh, sajadah lagi, tiap hari selalu saja bingung bawa sajadah atau nggak.”
“terserah kamu sajalah.” Sahut aku dengan pasrah.
“ ah, nggak bawa sajadah, nanti bermasalah lagi.” Kata Lisa.
Sampai dimushola suasana begitu lengang. Sholat isya’ telah dimulai. Aku dan Lisa segera mencari tempat. Tapi sayang, tidak ada tempat yang bisa dipakai dua orang sekaligus.
“sudah, kamu disini saja. Aku akan mencari tempat lain, nanti sholat isya’nya keburu abis lagi.” Kata Lisa.
“tapi kamu kan, nggak bawa sajadah.” Sahut aku
“nggak apa-apa.” Jawab Lisa. Lagian hari ini tidak hujan jadi lantainya nggak basah.
Akhirnya Lisa menemukan tempat disela-sela shof, dan dia terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang disebelahnya adalah nenek yang marah kepada Lisa kemarin. Lalu si nenek tersenyum dan membungkuk lalu mengambil sajadahnya. Betapa terkejutnya Lisa ketika mengetahui bahwa nenek berbagi sajadahnya dengan Lisa.
“lho, nek nggak usah.” Spontan Lisa berbicara dengan nenek
“nggak apa-apa. Maaf ya, soal kejadian kemarin.” Denagn santai nenek melanjutkan sholatnya.
Dengan kejadian tersebut aku nenyadari bahwa sajadah itu membawa keberuntungan. Bahkan bagi orang yang mau membaginya kepada orang lain yang tidak membawa sajadah akan mendapat pahala.





Nama: Sicilia Anggraeni R.
Kelas: X A
No : 19

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Merkur 37C Safety Razor Review – Merkur 37C
The Merkur 37c is an excellent short https://jancasino.com/review/merit-casino/ handled DE safety razor. It is more https://deccasino.com/review/merit-casino/ suitable 메이피로출장마사지 for both heavy and non-slip hands งานออนไลน์ and is therefore a herzamanindir.com/ great option for experienced

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3