Senin, 21 Februari 2011

Buletin J urnalisTIK

Buletin JurnalistiK
SMA N 1 SAMBIT 2011









                •   
26. Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)[1034].

SUSUNAN PENGURUS HARIAN
MAJALAH DINDING JURNALISTIK
SMAN 1 SAMBIT PONOROGO
Penanggung jawab : Drs. Djamil Effendi
Pembina Jurnalistik : Sugiman Rustan, S.Pd
: Sentot Dwi Basuki, S.Pd
: Candra Bayu, S.Pd.
: Yunus, S.Pd.
Ketua : Diyah Puntiana Siwi
Wakil Ketua : Satrio Dwi Cahyono
Bendahara I : Setia Karnia Watik
II : Aris Wicaksono
Sekretaris I : Ulfayatul Hidayah
II : Ninis Sri Wulandari
Humas : Amin Hidayati
Konsumsi : Ariffudin
Dokumentasi : Yeni Rahmawati
Seksi-seksi:
1. Koordinator Cerpen : Rinda Setia Indriati
Koordinator Puisi : Dwi Zahrotus Za’adah
Koordinator Pitutur Luhur : Vathoni, Hasan Saiful Islam
Koordinator Karikatur : Rahayu Haruming Pangastuti
Koordinator Artikel : Fera Mega Fitria
Koordinator Infokom : Eko Sarwanto
: Aris Wicaksono
: Septy Retnandani
Sektretaris , 31 Januari 2011
Ketua Jurnalistik
Diyah Puntiana Siwi Mengetahui, Ulfayatul Hidayah
Pembina Jurnalistik

Sugiman Rustan,S.Pd
NIP. 1969 0505 200701 1 041



PITUTUR LUHUR EDISI 2010 (1)




SORGA ITU MERINDUKAN 4 GOLONGAN
1. Mereka yang rajin membaca Al-Qur’an
2. Yang menjaga Lisanya
3. Yang mau memberi makan Berbuka Orang yang berpuasa
4. Mereka yang mau Berpuasa Ramadhan.
Ketika kita tidur Setan itu membuat 3 Ikatan pada Ubun-ubun kita. Maka untuk melepaskannya Kita harus;
1. Membaca Kalimat Atas nama Tuhan, ketika kita terbangun
2. Mengambil air Wudhu, kemudian
3. Melaksanakan Sholat.
4.



YANG PALING DEKAT DENGAN KITA
Yang paling dekat dengan kita adalah Mati, Sebab itu janji ALLAH Bahwa setiap yang bernyawa Pasti akan Mati.(Ali Imran:185)
1. Yang paling jauh dari kita didunia ini adalah Masa Lalu
2. Yang paling besar didunia ini adalah Hawa Nafsu
3. Yang paling berat didunia ini adalah Memegang Amanah
4. Yang paling ringan didunia ini adalah Meninggalkan Sholat
5. Yang paling tajam Lidah Manusia


EDISI PONORAGAN
Puji syukur katur marang ngarsane GUSTI Kang Moho Kuaos, kang wis paring berkah lan kamurahane, sehinggo kito saget pinangihan malih kalian kalawarti boso Jawi wonten ing Tlatah Sambit Ponorogo. Mugi-mugi kalawarti Pitutur Luhur meniko saget leladi marang bebrayan agung, sih isih kepingin nyumurupi mekar ngrembakane Boso Jawi. Biyuuh ora dlomok ake.
Sampurnaneng Tobat itu wonten wolong perkawis
1. Nyesali doso ingkan sampun katindakake
2. Nglaksanakake sedoyo kewajiban
3. Mangsulaken hak tiang sanes menawi kacampuran
4. Nyuwun Halalipun dumateng tiang sanes
5. Angadahi niat mboten mangsuli maleh tumindak engkang kirang sae
6. Anglatih setia marang Allah Taala
7. Paring kesaenan tumrap tiang sanes
8. Ndandosi ugi nitik lan angyakinaken bilih engkang kito tedi meniko Halal.


17 Rekaat Laksanakanlah.
17 Ramadhan Peringatilah.
17 Tahun HATI-HATILAH…!!!






Karya: Rinda S.I ( XD )


Senja memerah di ufuk barat, tersenyum padaku dalam gulita kelam hidupku. Angin mendesau, menerbangkan jilbab putihku yang menari di ruang aliran udara. Ya. Ditengah bunga-bunga menunduk malu pada senja, perdu-perdu indah diterpa kilau lampu taman, terpekiklah jerit-jerit hati manusia akan sakit yang kian merajai rasa.
“Rinda, hari telah senja benar. Baiklah kita masuk. Udara malam tentu tak baik bagi kesehatanmu.” Suster Martha. Lengkapnya Martha Josephine Christmas, seorang perawat yang merindukan pengabdian seumur hidup pada Gereja sebagai seorang biarawati. Dia penganut agama Katolik Ortodoks Roma yang taat, namun dia sangat lenbut dan memahami hati setiap pasiennya. Tanpa memandang agama sang pasien.
“Senja kali ini memukau. Seolah mega merah itu dapat berkata pada bunga-bunga dan manusia.” Ucapku sambil dibimbingnya langkahku menuju kamarku di lantai tiga.
Minggu yang cerah. Suster Martha membujukku untuk beristirahat, namun aku memohon. Ingin aku bermain bersama angina dan kupu-kupu yang melayang mengepak dicelah lazuardi.
“Boleh aku duduk disini?”
“Alferd?”
“Ya. Tak lupa ternyata kau pada teman sekolahmu yang selalu melukis di jam istirahatnya.” Aku tersenyum. Ya, aku ingat. Alferd adalah teman sekelasku semasa SMP. Dan aku tak pernah lagi mendengar kabarnya sejak kelulusan sampai sekarang dimana aku telah duduk di bangku kelas X.
“Aku tak mendengar kabarmu selama ini. Kemana?”
“Aku sakit. Orang tuaku mengirimku ke Singapura untuk berobat dan bersrkolah disana. Tapi aku pulang seminggu yang lalu.”
“Mengapa? Kau sembuh?”
“Tidak. Aku tak pernah sembuh. Aku pulang karena aku ingin menghabiskan sisa umurku untuk melukis dan membuat tanah airku tersenyum dengan lukisanku.”
“Apa maksudmu tak pernah sembuh?”
“Aku adalah mayat hidup. Tapi aku ingin berguna sebelum aku benar-benar menjadi mayat.”
Kini aku tahu. Dia menderita HIV akibat kecelakaan yang menimpanya tiga tahun lalu. Dia membutuhkan banyak darah dan semakin kritis tapi stok darah rumah sakit habis dan orangtuanya tak mempunyai golongan darah yang sama dengannya. Ada seorang wanita waktu itu yang mendonorkan darah padanya, tentu cepat-cepat dokter mentransfusikan darah itu tanpa mengetahui bahwa darah itu adalah darah HIV. Di sisa hidupmya dia melukis dan melelang lukisannya. Lukisannya indah dan inspiratif. Hasil lukisan Ia sumbangkan ke yayasan social. Dia memang tetap Alferd yang kukenal dulu. Tak berubah.
“Aku juga sama sepertimu. Mayat hidup. Tak lama lagi leukemia ini akan membunuhku. Karena sakit ini adalah kematian yang hidup bagiku.”
“Kau tak bisa seperti itu. Hiduplah dan buat dunia tersenyum. Hidup adalah memberi kebahagiaan untuk dunia, bukan melulu mengais-ngais bahagia dari dunia yang semakin berduka.” Aku bangkit. Entah. Kata-kata Alferd begitu sakti mendengung melecut semangat hidupku yang semula melayang di ujung udara.
“Bawalah ini dan jelajahi dunia dengan sayap yang kau miliki. Aku melukisnya dengan darahku sendiri.” Sebuah lukisan kecil berbingkai indah dimana sepasang merpati putih kecil terkepak di celah badai darah.
Aku bangkit dan bersekolah kenbali. Seolah lukisan dan perkataan alferd menghisap habis ketakutan yang mengendap di sudut hatiku.
“Rinda, kuatkan hatimu. Alferd telah berpulang kemarin karena tubuhnya tak mampu lagi menahan himpitan pneumonia yang bersarang di paru-parunya.” Melayang rasaku mendengar suara Suster Martha lewat telepon. Hilang, seakan sesuatu hilang dengan halus dan perlahan meninggalkan kehampaan pedih yang diam-diam menyusup koyakan hatiku.
Payah aku melangkah terduduk lemah di sissi pemakaman merah terlindung rindang kamboja merah. Lemah aku letakkan rangkaian mawar putih itu di peristirahatan terakhirnya.
“Alferd, apa yang kau lakukan? Kau pergi setelah menyuruhku hidup kembali. Tapi lihatlah! Lihatlah aku! Aku tidak menangis. Aku tegar bukan? Ya. Aku tidak menangis karena aku tahu bahwa sebentar lagi akupun akan menyusulmu. “ Sesak. Seakan batu menghimpit dadaku. Berat, memaksa nafas tersengal darah.
“Alferd, aku tak bisa melukis sepertimu. Aku hanya bisa merangkai kata dengan pena dan darahku berharap dunia kan tersenyum membaca cerita-ceritaku. Tidurlah Alferd, tidurlah dalam dekap kasih Tuhan. Kau orang baik, tentu Tuhan menyayangimu. Kelak, aku janjinakan membangunkanmu biar dapat kita melangkah bersama menuju keabadian. Tunggulah aku yang yang masih menanti malaikat Tuhan yang akan menjemputku dan membawaku kepadamu..”
Aku semakin pedih dan sakit. Tamparan halilintar merobek asa yang baru bersemburat dan menumbuh. Tapi aku harus menepati janjiku padanya. Aku akan tetap menulis sampai tanganku tak sanggup bergerak, sampai darahku habis sebagai tinta yang menggores cerita-ceritaku.
“Selamat tinggal Alferd, sampai jumpa. Kau harus berjanji bahwa kau akan menungguku di depan gerbang kematianku. Tak lama lagi.”
THE END






Nama : Ulfayatul Hidayah
Kelas : X.A


“Garis Kerinduan Dalam Cinta”



Teman temanku bilang aku gila, ya memang aku gila tapi bukan berarti
tidak waras. Semua itu berawal setahun yang lalu saat ada ajang pencarian
bakat di TV. Aku tergakum kagum pada sosok seorang anak lelaki berusia 13 tahun, dia bernama Mario Stevano Aditya Haling. Saat pertama melihat dia di layar televise aku benar benar langsung jatuh hati padanya. Matanya yang indah dan sayu serta ketampanannya sukses membuatku terbius olehnya tetapi terlepas dari itu semua, suaranya yang lembut dan alunan gitanya yang merdu mampu membuat semua orang larut dalam setiap kata yang dinyanyikannya.

Aku selalu merelakan waktu akhir pekanku bersama teman teman hanya untuk melihat penampilan dia di salah satu panggung pencarian bakat di TV. Walau teman temanku sering jengkel dengan tingkahku tapi aku tidak perduli. Suatu hari aku ditawari salah satu temanku untuk masuk sebuah komunitas yang mereka beri nama RISE, isinya adalah para remaja yang memilii idola yang yang sama yaitu Mario, aku pun dengan senang hati menerima tawaran itu. Selama menjadi anggota aku mendapat banyak pengalaman dan teman yang banyak dari berbagai daerah di nusantara dari mulai pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi sampai daratan Flores. Kami bisa saling berbagi informasi dan saling curhat curhatan tapi nggak sampai curhat masalah pribadi lho, hehe . Ya walaupun aku tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan mereka tapi aku merasa nyaman bisa kenal dan berteman dengan mereka. Itu mungkin karena kami memiliki satu tujuan yang sama.

Kini tak ada lagi syair syair indah yang menghiasi hidupku. Aku selalu berharap semoga dia bisa muncul kembali di layar kaca televise. Aku sangat rindu padanya, aku ingin mendengar kembali suara suara lembutnya. Terkadang terbesit dalam khayalanku untuk bisa memilikinya tapi aku sadar itu takkan mungkin terjadi, aku dan dia sangatlah berbeda dan terpaut jarak yang sangat jauh kita takkan mungkin bersatu. Selama ini aku hanya bisa berharap dan berharap untuk bisa bertemu dengan dirinya. Mungkin bertemu dengannya adalah bunga tidur semata bagiku. Tapi tak ada salahnya ku berharap sesuatu yang tak mungkin kudapatkan saat ini. Karena kata orang cinta itu tak harus memiliki .

Walaupun dia tidak pernah bertemu denganku bahkan mengenalku sedikit pun aku akan selalu mengidolakannya karena dia memberikan banyak sekali inspirasi untukku dan membuatku percaya tak ada yang tak mungkin di dunia ini jika kita terus belajar dan berusaha. Aku akan belajar mengikis satu persatu harapan harapan dan menjadikan harapan itu menjadi indah pada waktunya.


--Tamat--










Waktu itu tepatnya tanggal 29 Oktober 2010, disekolah ku mengadakan Perjusami yang dilaksanakan di SMA N 1 SAMBIT. Yang diselenggarakan oleh Dewan Ambalan Pattimura-Kartini dalam rangka Penerimaan Tamu Ambalan yang seluruh pesertanya adalah siswa kelas X. Namun turut hadir pula bapak dan ibu guru serta kakak kelas XI dan XII selaku Pembina.
Pada Jum’at tersebut, kami berangkat dari rumah kami masing-masing dengan membawa berbagai perlengkapan yang amat sangat banyak, mulai dari perlengkapan individu sampai kelompok. Kami diharuskan tiba di sekolah pukul 06:00 , Karena akan segera di laksanakan upacara pembukaan PTA, dan kebetulan saya menjadi salah satu petugasnya. Yang pada hari-hari sebelumnya, kami para petugas upacara telah dilatih oleh kakak-kakak Pembina kami. Dan Alhamdulillah upacara berlangsung khidmat dan lancer.
Upacara selesai. . .
Waktunya pendirian tenda, waktu itu saya bersama teman-teman tergabung di SANGGA XII PI yang beranggotakan 12 anak. Kami langsung berganti pakaian olahraga. Kami mendapat tempat di kapling 6 untuk mendirikan tenda. Dengan penuh antusias kami bekerjasama mendirikan tenda dan membersihkan tempat yang ditumbuhi oleh rerumputan. Dan akhirnya tenda kami berdiri juga .
Hemmm … ternyata setelah selesai mendirikan tenda , perut kami pun tersa keroncongan. Tapi untung saja kami telah membagi tugas bagi yang memasak, jadi kami bisa langsung menyantap hidangan tersebut bersama layaknya sebuah keluarga ^.^ .
Hari pertama Perjusami ini dipenuhi oleh serangkaian kegiatan yang cukup menguras otak dan tenaga. Selanjutnya kegiatan kami adalah mencari ID Card kami masing-masing yang telah disebar di hamparan rumput lapangan belakang. Tapi sebelumnya dilaksanakan operasi sepatu hitam, dan saya pun kena, karena ada sedikit garis biru di sepatu saya. Dan saya pun menghadap Kak Rudi. Bukan hanya saya tapi semua yang merasa melanggar peraturan tersebut. Kami di beri hukuman push up sebanyak 32x (kalo gag salah sih, tapi yang pasti di atas 30x hikz  ). Setelah itu satu persatu dari kami ditanya tentang kesalahan kami. Salah satu teman saya mengaku karena sepatunya terdapat garis putih, dan mujurnya, dia disuruh kembali ke barisan. Sedangkan bagian saya, hanya terdapat sedikit garis warna biru, dan sialnya Kak Rudi memanggil Kak Doni untuk mengecat sepatu saya itu dengan cat warna hitam. (padahal warna putih denga warna biru yang lebih mendekati hitam bukannya biru??) . push up 32x bonus ngecat sepatu gratis… hmmm, mengenaskan -_- .
Selanjutnya, dilanjutkan oleh pencarian ID Card. Dalam pencarian ini kami di beri waktu hitungan 15 mundur. Dan sialnya lagi, saya tidak menemukan ID Card saya di ronde pertama. Dan bagi yang belum menemukan diminta untuk menemui Kak Rudi, dan yang pasti ,”turun 20x dikali 2!!” memang hari itu aku kurang beruntung, push up 32x + cat sepatu gratis + push up 20x2 = pegel semua badan saya …. Hhiikkkzzz T.T
Acranya selanjutnya adalah yel-yel, dan parahnya pada saat itu ketua sangga kami jatuh pingsan, dan teman-teman saya yang lain belum terlalu hafal dengan yel-yel kami. Huh benar-benar mengenaskan tapi juga menyenagkan, karena di acara ye;-yel ini Kak Shintya mengajak kami bernyanyi bersama. Selesai yel-yel acara dilanjutkan dengan serangkaian lomba seperti PBB, Pionering, dan hasta karya, dan Alhamdulillah teman kami Lina sudah siuman.
Waktu telah menunjukan puluk 16:30. Ini waktunya kami untuk ISOMA dan di lanjutkan dengan acara lomba pidato dan cerdas cermat, serta debat masalah Teknologi Internet. Acara pun selesai sekitar pukul 22:00.
Kami segera menuju tenda kami masing-masing untuk beristirahat, karena besok masih banyak hal seru lainnya yang lebih menantang yaitu penjelajahan. Malam itu hujan turun , tapi tenang.. tenda kami aman dan bebas dari hujan, jadi kami bias tidur pulas dan menyambut mentari esok dengan ceria .
Keesokan paginya…
Huuuammmmbb…. Pagi-pagi buta Kak Giman sudah membangunkan kami lewat speker kesekertariatan untuk segara melaksanakan solat subuh berjamaah. Hemmm…. Dinginnya pagi itu merasuk sampai tulang karena tetesan hujan semalam masih tersisa di pagi ini. Kami tunggu antean panjang di tempat wudhu bak antrean di loket pembayaran bioskop hahahaha :D
Pukul 05:30 kami mempersiapkan diri untuk senam pagi dan jogging di sekitar sekolah yang di pandu oleh Kak Doni dan Kak Hilal. Walaupun hanya lari-lari kecil saja tapi lumayan juga untuk membakar lemak.

Sesampainya di tenda , yuhuuu….. sarapan sudah siap, walaupun hanya dengan mie instant saja tapi terasa nikmat karena dimakan bersama. Selesai sarapan kami siap untuk penjelajahan!! ;)
Sebelum berangkat Kak Putri menampilkan semaphore dimana yang isinya adalah memberi petunjuk arah kepada kami. Kami harus pergi kearah matahari terbenam dan mengikuti tanda panah berwarna biru laut dan kuning emas. Sangga kami adalah sangga ketiga yang berangkat lebih awal. Sebelum berangkat kami pun berdo’a agar kami bisa selamat sampai tujuan.
Jarak yang cukup jauh antara pos pemberangkatan untuk sampai ke pos I. setibanya di pos I kami di beri tugas untuk mencari sesuatu yang menjadi cirri khas sangga kami (bisa dari ranting, daun kering dll) . dan wajah kami pun juga di coret-coret dengan arang, jadi waaahh… kami serasa sekelas cantiknya dengan para badut ancol. Hahaha….
Tapi yang lebih seru lagi saat kami berada di Pos III. Kami diberi instruksi untuk memberikan permen dari satu ke yang lain menggunakan mulut. Awalnya jijik, tapi mengingat ini Pramuka, jadi yaaa seru-seru saja. Selanjutnya kami di suruh merangkak di antara kawat-kawat yang telah dirangkai sedemikain rupa sehingga membentuk terowongan sempit tanpa boleh menyenggolnya. Kaos olahraga saya sampai bolong saat melewati rintangan itu. Selesai merangkak wajah kami di coret-coret oleh arang lagi. Kali ini Kak Chintya pelakunya. Hahaha
Namun di balik keseruan kami ternyata kakak Pembina kami ada yang terkena musibah, ya lagi-lagi Kak Rudi tokohnya , ckckck . Dia jatuh dari sepeda motor saat mendampingi kami penjelajahan. Ehhmmm walaupun agak sedikit menyebalkan, tapi saya juga tidak tega mendengarnya (bukan melihat karena pada saat kejadian saya tidak berada di TKP ).
Kembali ke perjalanan kami. Saat menuju post terakhir tiba-tiba kaki saya kram dan telapak kaki saya melepuh, sangat saya sayangkan karena tinggal beberapa meter lagi kami tiba di garis akhir. Akhirnya Kak Engga mengatar saya kembali ke Buper (Bumi perkemahan) dan memberikan P3K.
Setelah sedikit membaik saya pun meminta izin untuk kembali ke tenda, menyusul teman saya yang sukses sampai ke garis finish. Saya meminta maaf kepada mereka karena tidak bisa bersama mereka sampai kembali ke Buper.
Sore harinya setelah mandi saya sempat demam. Badan saya terasa menggigil, namun suhu tubuh saya tinggi. Padahal nanti malam di acara api unggun saya harus mewakili sangga untuk Pensi. Akhirnya Kak Eka membujuk ku untuk istirahat di ruang P3K. sungguh aku tidak ingin mengecewakan teman-teman ku.
Pada saat upacara pembukaan api unggun aku tidak di perbolehkan untuk ikut. Tapi aku meminta izin agar diperbolehkan tampil di acara pensi nanti. Akhirnya aku pun diperbolehkan. Berusaha kututupi semua ini, walaupun kenyataannya tubuhku masih tersa lemas. Dan alhamdulillah kami bisa tampil walu tidak begitu maksimal. Aku berusaha menyehat-nyehatkan badan ku karena ini malam terakhir ku di Bumi Perkemahan. Walau hujan mengguyur bukan alsan bagi kami untuk tidak besenang-senang. Sungguh seharin itu banyak sekali hal menarik dan menesankan yang ku dapat.
Keesokan harinya, saat-saat menyedihkan dengan serangkaian uoacara penutupan. Dan saat diumumkan peserta terbaik, ternyata sangga kami memperoleh juara I. sungguh kami tidak menyangka, ntah darimana mereka menilainya sehingga kami menjadi juara. Padahal sedikit pun kami tidak merasa akn menjadi pemenangnya.
Asam manis yang kurasa 3 hari itu tidak akan pernah kulupakan. Mulai dari hukuman-hukuman yang saya dapat, seru-seruan saat penjelajahan, sampai menjadi sangga terbaik. Sungguh pengalaman yang berkesan dalam hidup ku. Hidup DA PATTIMURA-KARTINI ku :”).

SE Nama : Irma kusumawati


Hari ini adalah hari bagiku untuk liburan sekolah serta hari untuk meredakan sejenak pikiranku setelah aku bersama teman – temanku menguras pikiranku setelah aku menghadapi ujian nasional.
Namun tak seperti biasanya meskipun hari ini adalah hari libur entah mengapa aku lebih awal membuka mataku untuk segera bangun bangun meninggalkan ranjang tempat tidurku dan bergegaslah aku untuk mengambil air wudlu untuk segera menjalankan sholat subsekaligus memenuhi perintah tuhan yang maha esa. Meskipun pagi itu setetesan ai yang aku gunakan berwudlu untuk mensucikan tubuhku dari hadas kecil yang membatalkanku masih begitu dingin menusuk tulang – tulang tubuhku namun tak mengurungkan niatku untuk seseger4a aku menjalankan ibadahku.
Memang pagi ini entah mengapa dari semenjak aku bangun tidur perasakanku tidaklah seperti hari – hari biasanya,perasaanku tidaklah nyaman,padahal hari ini adalah hari libur. Maka bergegaslah aku segera membuka pintu rumahku dan segeralah minginjakkan kakiku untuk keluar rumah. Saat itu hawa dingin masih menyelimuti udara yang ada di sekitar rumahku, karena malam hari pun masih malu – malu untuk menampakan dirinya, kabut – kabut tebal juga masih menghalangi jarak pandangku, kristalan embun pagi pun juga masih menempel pada dedaunan, serta kicauan burung – burung di angkasa yang merdupun masih ikut meramaikan dan menikmati suasana pagi ini membuat pikiran dan perasaanku menjadi lebih tenang dan nyaman lagi. Sebenarnya pagi ini yang ada dibenaku adalah bayangan – bayangan masa laluku yang pernah aku alami. Saat itupun aku merenungi masalah – masalah yang pernah aku terjadi dalam hidupku maupun keluargaku sambil menikmati keindahan alam pada pagi ini.
Salah satu pikiran yang menjadi masalahku adalah hasil ujiannasional yang kemarin telah aku tempuh dan kerjakan dengan sungguh – sungguh, dan teliti belum keluar. Bagaimana tidak membuat pikiranku menjadi was – was serta menambah kepalaku menjadi lebih pusing, karena selama aku belajar di SMP selama 3 tahun,hasilnya kelulusan hanya akan ditentukan oleh hasil ujian nasional saja, yang hanya dilaksanakan selama empat hari saja dan hanya dalam waktu 2 jam dalam satu mata pelajaran. Selain itu aku juga masih harus memikirkan kemana aku besok harus melanjutkan sekolahkuserta kelak aku esok ingin ingin menjadi orang seperti apa.
Akupun berkata “Aku benar – benar bingung”
Tiap tengah malampun aku terbangun dari ranjang tempat tidurku, bukan karna ingin menonton tv ataupun yang lainnya melainkan aku bangun dengan niat kuat srta niat yang aku jalankan dengan sungguh – sungguh ujntuk menjalankan sholat malam untuk memanjatkan permohonan kepada tuhan yang maha esa atas segala permasalahan dan permintaanku selama ini. Meskipun rasa ngantuk yang luar biasa pada diriku sehingga untuk membuka matapun terasa sangat berat namun semangat dan perjuanganpun tetap tinggi akupun tak menghiraukan sedikitpun rasa kantuk pada diriku saat itu. Akupun menangis serta semua curhatan yang ada pada diriku aku keluarkan semua kepada tuhan yang maha esa.
Dan kini stelah dua minggu berlalu akhirnya pengumuman kelulusan itupun terjadi. Perasaan was – was takut dan yang lainnya pun bercampur aduk menjadi satu. Aku memang benar – benar bingung tetapiibuu pun turut meredakan pikiranku agar aku bisa lebih tenang dan optimis untuk berfikir yang lebih positif;
Waktupun terus berjalan, menit demi menit, detik demi detikpun terus bergulir kini hasil pengumumanpun tiba juga. Dan apa yang akan terjadi dan apakah hasilnya?” akupun bertanya pada diriku sendiri. Akhirnya ternyata akupun dinyatakan LULUS dari ujian nasional. Rasa syukur, tangis haru, dan tawa yang senangpun saat itu menjadi satu. Sungguh itu merupakan anugrah tuhan yang sangat luar biasa buatku saat ini. Nazarpun yang pernah aku ucapkan kini harus aku tepati dan juga harus aku jalnkan.
Tetapi setelah pengumuman itu selesai, masalhkupun belum seratus persen bisa hilang kini juga masih ada beberapa masalah yang juga belumaku selesaikan, salah satunya mungkin aku juga belum mendapatkan sekolah yang tepat dan yang menurutku sekolahan itu terbaik buatku. Akupun terus berfikir dan berfikir sambil mengira – ngira kemana aku akan melanjutkan sekolahku. Akupun bertanya kepada keluargaku untuk mendapatkan masukan dan saran yang terbaik buatku, ibukupun “kini semua sekolahan itupun sama saja nak”. Setelah itu aku merenung sambil aku juga melaksanakan sholat istikoroh agar aku bisa berfikir lebih tenang lagi serta aku bisa mendapapatkan petunjuk dari tuhan yang maha esa untuk mendapatkan sekolah yang mungkin itu terbaik buatku dan esok bisa menghantarkanku melangkah lebih jauh dan tinggi untuk mempermudah aku mencari perguruan tinggi lagi maupun cita – citaku.
Pada esok harinya aku meminta kepada ibuku untuk mengantarkanku melihat serta mencari sekolahan – sekolahan yang ada di wilayah Ponorogo. Sebenarnya aku begitu kasihan dan tidak tega kepada ibuku untuk mengantarkanku mencarikanku sekolahan itu.
Karena ini maslah juga menambah pikiranku. Akupun berkata – kata “bagaimana tidak karena pada saat itu ibuku juga saat hamil” aku tambah bingungdan iba kepada ibuku. Aku juga tidak mungkin jika akupergi melihat sekolahan bersama ayahku karena tuntutan pekerjaan yang padat untuk beliau. Kini aku harus bagaimana lagi kataku dalam hati. Sesungguhnya aku sempat menangis dalam hati karena begitu teganya aku kepada ibuku. Kini yang seharusnya ibuku istirahat, namun aku malah membuat kecapekan, sungguh aku anak yang kurang tau diri, kataku dalam hati sambil menangis.
Kini pikiranku pun terbayang – bayang oleh masalaluku. Masalaluku yang kurang begitu baik untuk aku beserta keluargaku. Sehingga membuat perasaan cemas itu terus bertambah , bagaimana tidak takut. Aku ini telah membuat ibuku kecapekan karena sebenarnya dulu ibuku juga pernah mengandung serta melahirkan anaknya yang kedua setelah aku, kedunia ini. Namin tak dik berkata tidak karena apa? Bayi yang di lahirkan ibuku itu prematur, dia lahir belum pada waktunya. Sehingga berat badannya pun tidak wajar seperti bayi – bayi biasanya dia hanya berbobot kurang dari 1 kilogram. Namun sebenarnya bayi tersebut mempunyai semangat hidup yang tinggi, sebab walaupun dia sangat mungil tetapi dia sempat menghirup udara segar dunia ini selama dua hari di dunia ini. Ini membuat hati keluargaku tercabik – cabik namun ya sudahlah, kita harus mengikhlaskannya dia pergi meskipun bayang – bayang wajahnya terus melekat pada benak keluargaku karena wajah cantik nan mungilnya itu.
“ya sudahlah” kataku. Itu masalalu ,masalalu pada keluargaku, toh kini ibuku juga sudah hamil lagi namun dikehamilannya ini aku malah membuatnya kecapekan tapi mudah – mudahan janin yang sekarang ini dikandung ibuku bisa hidup dan dapat menghirup udara segar dunia ini dan dapat merasakan kehidupan dunia yang lebih lama lagi.
Kini pikiranku harus mantab intuk mencari sekolahhanku terlebih dahulu. Tetapi harus dengan hati – hati karena mengingatkan kondisi ibuku seperti tadi. Kini satu – persatu sekolahan yang ada di ponorogo aku datangi bersama ibuku. Kemudian sesapainya dirmah aku bersama keluarga membahas sekolahan mana yang akan saya pilih. Kemudian setelah aku bahas bersama keluargaku dan mungkin juga mendapat petunjuk dari tuhan yang maha esa. Kini aku aku menemukan sekolahan yang itu mungkin terbaik buat aku. Dan beberapa hari kemudian aku mencoba mendahtarkan diriku kesekolahan tersebut. Kemudian setelah melewati tahap uji yang begitu rumit dan panjang aku bisa di terima disekolahan itu. Kini rasa syukurku pun aku panjatkan kepada tuhan yang maha esa yang telah bertubi – tubi memberikan rizqi yang besar buat aku beserta keluargaku.
Kemudian beberapa minggu kemidian aku masuk kesekolah. Semangat belajarpun terus aku jalankan untuk meraih cita – citaku yang lebih tinggi lagi. Kini masalalukupun satu demi satu mulai berkurang. Tinggal kondisi ibuku untuk melahirkan anaknya tersebut. Dan beberapa bulan kemudian akhirnya ibuku akan melahirkan anaknya kedunia. Namun pada saat itu ayahnya tidak ada dirmah karena dia masih bekerja. Kemudian aku sesegera menelpon ayahku untuk segera pulang kerumah, karena ibuku akan melahirkan anaknya. Kemudian mereka pergi kerumah sakit. Aku yang hanya di rumah sendirian, alunan doa pun terus aku panjatkan kepada tuhan yang maha esa akupun juga tidak lupa untuk melaksanakan sholat hajat agar ibuku diberikan kemudahan dan kelancaran di dalm melahirkan anaknya, tersebut.
Dan beberapa jam kemudian akhirnya ibuku melahirkan putrinya yang cantik itu kedunia dengan lancar dan tidak halangan satupun. Lagi – lagi rasa syukurpun juga tak pernah kami lupakan. Akhirnya bayi itu lahir juga di dunia dengan keadaan selamat dan sehat. Meskipun aku dulu pernah membuat ibuku kecapekaan. Dan bayi tersebut telah bertumbuh besar dan kini dia sudah berusia sekitar dua bulan. Dia sangat cantik dan lucu akupun juga juga bertambah senang.
Akhirnya pikiran serta masalaluku sudah mulai berkurang. Ya, aku sudah kendapatkan sekolahan yang tepat. Dan baik serta itu menurutku sesuai dengan harapanku. Serta akhirnya akupun juga bisa masuk sekolahan dan kini akhirnya ibuku bisa melahirkan putrinya ini dengan selamat dan tidak ada suatu ahalang apapun serta bayinyapun bisa tumbuh besar dan sehat di dunia ini, kini keluarga keclku ini bisa hidup dengan tenang,nyaman dan harmonis lagi. Itujuga tak menghilankan dari kebesaran tuhan yang maha esa.






KIAN . . . .
BY





CINTA BIRU
By, Sugiman Rustan, 1991
Titihan Warna menghubung jadi satu
Di sekian jumlahmu tak Menentu
Hingga AKU Terayu Olehmu
Dan Berharap atas Sesuatu……………
Bermula pada Hatiku……..
Yang Terkecoh Olehmu,…….
Bayang-bayang yang Tergerakkan
Nampak Jelas Cahya Biru Muda
Terbentang Luas Tanoa NODA.
Hanya Jejaknya Yang Selalu Kukenang
Di antara ceceran yang berserakan……………….
Kupilih Biru dari pada Kelabu
NAMUN apa DAYAKU…..
CINTA ITU TELAH BERLALU……………….
DAN TAK MAU TERBURU NAFSU
KAU TINGGALKAN DAKU……………
SEORANG DIRI TERMANGU-MANGU
DAN TERKAPAR DI PANGKUANMU
MESKI CINTA BERUBAH BIRU
MEMANG KITA BELUM MENDAPAT RESTU
ATAS SEGALA SESUATU

Siasat Cantik Pengguna Jilbab



Memilih untuk berbusana muslim bukan berarti tak bisa ikut tampil modis dan menarik.
Kami berikan panduannya:

WAJAH
Kerudung membuat frame wajah menyempit karena rambut yang tadinya jadi penyeimbang wajah kini tak ada lagi. Siasati dengan pemilihan warna kerudung berwarna polos, seperti hitam, coklat, atau putih. Untuk gaya riasan, hindari membentuk alis dengan garis yang tegas dan tebal karena cara ini justru bisa 'mempersempit' wajah.

RAMBUT
Rambut yang terus-menerus ditutupi kerudung biasanya jadi mudah rontok dan gampang berminyak akibat sirkulasi udara di kulit kepala kurang lancar. Untuk mengatasinya, Anda perlu memberi perhatian lebih pada mahkota tersebut.

Cucilah rambut setiap hari dengan sampo yang ringan lalu berikan conditioner di bagian ujung rambut serta tonik rambut untuk mencegah kerontokan. Setiap ada kesempatan, bukalah jilbab lalu angin-anginkan kulit kepala. Lakukan perawatan rambut di salon minimal seminggu sekali.

BUSANA
Seiring banyaknya pengguna busana muslim, kini tak sulit lagi mencari busana yang modern dan chic, bahkan mengikuti tren. Untuk pakaian kerja, sebenarnya pakaian formal yang biasa dipakai untuk ke kantor bisa dikenakan sebagai busana muslim. Tinggal pilih yang sesuai kaidah saja, misalnya rok panjang, kerah menutup leher, dan sebagainya. Pilih warna kerudung yang senada. Jangan ragu untuk bereksperimen dengan beragam vest, cropped jacket, serta aksesori.




BUAH RINDU 121193
Biarlah hariku di makan waktu
Biarlah setumpuk rinduku
terhempas angin lalu
Asal Kau dan Aku tetap bersatu
Biarlah rentangan jarak diantara Kita……
Namun Kita tahu…..
Awal kita Mencipta Rindu
Dan Rinduku-rindumu turun
bersama mentari Pagi
Yang menggantikan kesejukan
dan kenyamanan
Pada Bara Asmara yang melanda.
23 Ramadhan 1413..
Bermula dari ketulusan Hati yang membara,
Tuk mengucap segala rasa yang
teranyam dalam Lubuk hati…
Rinduku-rindumu turun
bersama Embun,
dan mentari yang menggantikan
Kesejukan, dan kehangatan pada bara Asmara.


Arti Cinta Sejati”
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa
p”RsahaBata N Q_ta sperty tGn & mata
aPaBiLa tangan t”rluka maka mata mEnAngIZ
DN aPabiLa maTa menaNgiZ makA tanGan mEnghapus ny
Pagi yang cerah ketika bersamamu
malam yang indah ketika mendengarkan suara mu
hati yang bahagia ketika memiliki mu selamanyarya
Dengan senyuman, kau luluhkan hatiku…
dengan senyuman, kau perlihatkan dunia padaku….
hanya dengan sebuah senyuman….
kau berikan aku kesadaran…
begitu indah cerita hidupku oleh senyummu…..
i love u,
Cinta dapat membuat qta melayang tinggi di langit biru yang dipenuhi oleh awan penyejuk hati…….,namun terkadang cinta jua yang membuat qta menjadi insan yang terbelenggu….
cinta itu sumber kebahagiaan, sekaligus sumber kesedihan! karena pada saat kita mendapati cinta itu, maka saat itu lah kebahagiaan muncul..tapi pada saat cinta itu hilang maka saat itulah cinta berubah menjadi kepedihan
ciNta itu….ketiKa qu sLh..
dia sLaLU maafkN qu..
ketIka qu mrH…
dia sLaLu trsenYum untukKu,,keTika qu sAkiti,,
dia sLaLu beriKn yg trbAik untuKKU…ketiKa aq perGi,,
dia msH ‘n akn sLaLu menunGGuku,,dan ketika cinta itu trgantikan yg Lain…..
CintanYa msH ‘n sLaLU untukku…krn….
diaLh cinta itu…….!!!
By: Amin Hidayati XF

BUMI PERTIWI”


Ibu pertiwi kembali bersedih, 
Para manusia seperti sudah tak berdaya,
Melihat bumi ini hancur tak karuan,
Air matapun tak hentinya mengalir. . . .

Bencana kini dimana-mana,
Air di laut bag meluapkan amarahnya,
Gunung-gunung mengeluarkan isi perutnya,
Hutan-hutan mulai tak terurus keindahannya,

Tuhan mungkin kau kami abaikan,
Tak kami dengarkan semua peringatan-Mu
Kau boleh murka. . . . kau boleh marah pada kami,
Kami tlah lalai menjaga semua tititpan-Mu,

Tapi. . . . .
Berikanlah kembali kami kesempatan,
Biarkanlah kami menyongsong matahari,,
Ijinkanlah kami menyalakan harapan yang padam. .

Haii kawan semua !!!!!!!!!!
Marilah kita bangkit dari semua keterpurukan ini,
Kita rangkai kembali kehidupan ini,,
Tetap semangat dan jangan bersedih. . . . . 

uLfayatuL hidayah

BAYANG HARAPAN



Usai sudah harapan yang aku ingin
Langit mendung seakan mengerti perasaanku
Sabg Fajar menyembunyikan sinarnya
Angin berhenti melihat kesedihanku

Yang aku inginkan hanyalah dirimu
Andai aku bias terbang bersamamu
Tak pernah lelah ku petik bintang untukmu
Untuk ku jadikan penerang hidupmu

Langkah langkah sepi kulewati
Hari demi hari ku hadapi
Indahnya dunia membuatku tersenyum’
Detik demi detik ku mulai lupakan sedihku

Andai kita tak dapat bertemu kembali, tapi. . .
Yakinlah kau slalu di hatiku selamanya
Aku percaya kita bias bersatu
Hanyalah kau SAHABAT TERBAIKK

MUSIM CINTA 1991
Cintaku hanya Satu.
Meski musim terhitung Empat Waktu
Cintaku Hanya Satu…………….
Meski Bintang Tercecer di Langit Biru
Dan Pasti Tak Terhitung Olehku………….
Meski Angin Menjadi Salju…………..
Hidupku Hanya UNTUKMU..!!!
Meski Badai Menerjang Dadaku
Hingga Aku Terbujur Kaku…
Namun Kenangan Tetap Kuingat Selalu
Bahwa Aku Pernah Mencintaimu
Walaupun itu Sudah Berlalu.
Bila kau izinkan Kutunggu Cumbu dan Rayumu
Meski Kita sama-sama Terbujur Kaku….
Mekti tak Brdaya Penuh Harap………………….
Karena Cinta Melayang di atas Cakrawala
Tuk menempuh Kepastian Belaka.


Cak Man
Memory In Campus Malang
1991.


Mengatasi Stress di Tempat Kerja


Stres. Tekanan. Takut dan cemas seringkali muncul mewarnai suasana kerja di kantor. Ini akan mempengaruhi efektivitas kerja. Bisakah kita menghindari munculnya stres pada lingkungan kerja?..Jawabnya tidak. Stres adalah tantangan untuk kita, agar kita mampu melakukan yang terbaik sesuai dengan yang kita mampu. Berikut adalah tips dari Bill Delano, pengasuh konsultasi di Internet untuk mengatasi stres di tempat kerja.
Tenang
Ambil nafas panjang dan cobalah untuk sedikit santai dan. Tenangkan diri Anda.
Kenali Permasalahan
Cobalah untuk mengenali akar permasalahan , apa yang membuat Anda resah. Dengan begitu Anda akan dapat mencari cara penyelesaiannya.
Terapi
Ikutlah kelompok sosial sehingga Anda dapat melupakan sejenak tekanan yang menghimpit Anda. Ini akan menjadi terapi yang murah untuk Anda.
Hadapilah
Daripada Anda menghindar dari permasalahan yang ada, sebaiknya hadapi dan selesaikan agar tidak mengganggu lagi.
Atur jadwal
Buatlah jadwal mana yang harus diprioritaskan lebih dulu dan mana yang dapat ditunda. Perkecil peluang untuk mengalami stres dengan mempersibuk diri sendiri.


Diskusi
Diskusikan masalah yang menyebabkan stres dengan atasan, teman atau psikolog
Curhat
Ceritakan masalah yang Anda hadapi peda keluarga atau pasangan. Mereka pasti akan membantu mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah Anda.
Buat keseimbangan
Stres muncul karena Anda terlalu fokus pada pekerjaan, bagilah waktu antara pekerjaaan dan keluarga. Melakukan hal-hal bersama keluarga akan membuat Anda segar kembali.
Pahami tugas dan kewajiban Anda
Mungkin inilah yang jelas-jelas akan mengurangi stres yang Anda alami ditempat kerja. Dengan mengetahui kewajiban, Anda akan mampu mengatur waktu dan rutinitas sehingga peluang stres akan makin kecil.
Artikel Jurnalistik, 13 Nopember 2010
6 Langkah Menentukan Tujuan Dalam Hidup

Semua orang di dunia ini pasti mengimpikan sukses
dalam hidupnya. Tak peduli apa pun yang dikerjakan oleh seseorang,
sukses adalah tujuan utama. Bisa jadi itu soal mengurangi berat badan
atau dalam karier. Dan langkah pertama meraih sukses adalah menetapkan
tujuan yang jelas. Banyak orang mengerjakan sesuatu tapi tak mendapat
kesuksesan hanya karena tujuan yang kurang jelas. Banyak orang tak
merancang tujuan karena mereka bahkan tak punya gagasan dari mana
harus memulainya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, berikut
beberapa tips yang akan dapat membantu Anda untuk menemukan dari mana
harus memulai merancang tujuan.

Mulai Dengan Bermimpi dan Menuliskan Impian Anda

Yang pertama, jika Anda ingin merancang tujuan, Anda mesti meluangkan
waktu untuk membangun impian. Jika Anda tak punya impian, akan sulit
untuk menentukan tujuan dalam hidup Anda. Sayangnya, kebanyakan orang
jadi kehilangan kemampuan untuk bermimpi tentang apa yang paling
diinginkan dan membangun motivasi untuk pencapaian. Jadi, untuk
memulainya, luangkan waktu untuk bermimpi tentang apa yang paling Anda
inginkan, Anda ingin seperti apa, atau bahkan tentang apa yang ingin
Anda miliki. Begitu Anda menemukan impian Anda, selanjutnya tuliskan
semuanya dalam kertas.

Tanya 'Kenapa?'

Setelah Anda menuliskan semua impian Anda, baca sekali lagi apa yang
telah Anda tulis. Saat membacanya kembali, berhentilah pada tiap-tiap
impian dan tanyakan 'kenapa Anda mengimpikannya?'. Kenapa impian ini
penting buat Anda? Jika Anda tak dapat menjawabnya dalam beberapa
kalimat, kemungkinan itu bukan hal yang benar-benar Anda impikan, dan
akhirnya harus Anda coret dari daftar.

Benarkan Ini Tujuan Anda?

Banyak orang yang sebenarnya punya impian yang dibentuk oleh orang
lain. Jadi penting untuk menemukan apa benar apa yang ingin Anda capai
adalah tujuan Anda atau tujuan orang lain. Saat merancang tujuan, jika
ternyata impian dan tujuan itu bukan yang Anda inginkan, coret saja
dari daftar.

Temukan Bagaimana Tujuan Ini Akan Mempengaruhi Kehidupan Anda

Setelah Anda membuat daftar yang benar tentang impian Anda, lihat
kembali apa yang tertinggal. Masukkan impian yang tertinggal ini ke
dalam daftar dan pikirkan bagaimana ini akan membawa pengaruh dalam
hidup Anda. Apakah mencapai tujuan ini akan membuat Anda lebih bahagia
daripada sekarang? Akankah memperbaiki rasa aman dan hubungan Anda
dengan orang lain? Apa akan berpengaruh pada keuangan Anda secara
positif? Jika ternyata impian ini tak membawa pengaruh positif dalam
kehidupan Anda, mungkin seharusnya dikesampingkan. Jika Anda menemukan
pencapaian Anda akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan Anda,
sebaiknya memiliki motivasi untuk mengejar dan mencapai semua tujuan ini.

Kategorikan Impian Anda

Sekarang persempit lagi daftar untuk menemukan tujuan sejati, bukan
hanya keinginan atau angan-angan Anda. Pada titik ini Anda perlu
mengkategorikan tujuan ke dalam berbagai golongan, tergantung dari
seberapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mencapainya. Anda akan
memiliki tujuan jangka panjang yang membutuhkan waktu lebih dari dua
tahun untuk mencapainya, tujuan jangka pendek yang butuh waktu sebulan
atau lebih untuk meraihnya, dan tujuan yang bisa tercapai
sewaktu-waktu dari jangka waktu sebulan hingga setahun. Tapi ingat,
Anda harus punya tujuan besar, dan pastikan memiliki tujuan dalam
setiap kategori sehingga bisa secara terus-menerus berupaya meraih
tujuan itu dalam kehidupan Anda.

Rencanakan Bagaimana Cara Meraihnya

Setelah Anda membangun tujuan Anda, kini Anda perlu membuat rencana
bagaimana akan mencapainya. Anda harus selalu berusaha mewujudkan
tujuan Anda, bahkan jika itu hanya butuh sebuah langkah kecil untuk
mencapainya. Pastikan tidak berlebihan dalam mengupayakan
mewujudkannya. Sesekali dibutuhkan manajemen dan motivasi sebagai
bagian rencana Anda dan untuk melengkapi tugas ini, tapi itu pasti
akan jadi usaha yang berharga. Buat grafik pencapaian untuk membantu
Anda mencapai tujuan, dan saat Anda sudah mencapainya beri tanda dalam
grafik tersebut.

Kelihatannya begitu mudah untuk melaksanakan semua tips di atas, tapi
yang terpenting dari segalanya hanya tindakan yang akan membawa hasil
buat kita. Selamat Mencoba!

1 komentar:

Virginia_Alexander_EC mengatakan...

Thanks for added my story, I wish the 'buletin jurnalistik' can succes,,,
warm regards,
V. Alexander

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3