CINTA YANG BERDURI
Kisah ini bermula semenjak Susan duduk di bangku kelas 3 SD.Waktu itu jam menunjukkan pukul 15.00.Susan lantas bergegas untuk segera berangkat ke masjid.Di situlah Susan memulai belajar mengaji bersama teman-temannya.Rumah Susan menuju masjid tidaklah memakan waktu yang cukup lama.Oleh karena itu,Susan memutuskan untuk jalan kaki bersama Wati,sahabat karibnya.
Tak berapa lama Susan telah sampai di masjid.Sesampai di sana, Susan hendak mengambil air wudlu.Tapi belum sempat Susan menuju kamar mandi,tiba-tiba ada seorang cowok yang menabraknya.
“Bruuuuuuuuuukkk……….!!!!!” Susan pun duduk tersungkal.
“Eh ……..maaf ya aku nggak sengaja” ujar cowok yang menabraknya tadi.
“Oh….nggak apa-apa kok” Sahut Susan.
Cowok itu langsung menolong Susan untuk berdiri seraya bertanya “Namamu siapa?”
Susan pun dengan spontan menjawab”aku Susan,lha nama kamu siapa?”. “Namaku Tiar” tegasnya. Dari situlah timbul cinta monyet antara Susan dan Tiar.
Selang tiga tahun kemudian,Susan beranjak memasuki SMP.Susan pun langsung mendaftarkaan diri ke SMPN 3 SAMBIT.Alasan utamanya karena di tempat itu Tiar juga bersekolah.Susan senang bukan kepalang setelah mengetahui bahwa dia diterima di sekolah tersebut.Tiar juga memberi ucapan selamat kepadanya.Hari-hari Susan lalui dengan riang gembira.Tiap kali pulang sekolah,Tiar selalu menemaninya.Bahkan Tiar dan Susan berboncengan sepeda bersama.Betapa senangnya hati Susan waktu itu.Sejak saat itu,Susan mengira seolah Tiar juga memiliki perasaan sama terhadapnya.Tapi kenyataan yang sebenarnya,Tiar hanya menganggap Susan sebagai kekasih gelapnya.Susan nggak berani kalau harus menyatakan cinta pada Tiar.Dia takut kalau dia mengutarakan perasaannya,justru ia akan kehilangan Tiar untuk slama-lamanya.Sebenarnya Susan tahu kalau memendam rasa tersebut secara terus-menerus akan menyakiti dirinya sendiri.Tapi apa boleh buat,Tiar sudah punya gebetan baru.Lagipula toh Tiar hanya menganggap dirinya hanya kekasih gelapnya saja.Dan tak lebih dari itu.
Kebeulan hari itu Susan dan Tiar jalan bareng.Kemudian datang Niki(pacarnya Tiar),dengan wajah geramnya berkata “dasar cewek tidak tahu diri,ngapain kamu di sini ma cowokku?”.Susan tidak menjawab dan lantas diam saja mendengar perkataan Niki tadi.Susan sendiri juga tak mengira jika Niki segitu marahnya ma dia.
Awan saat itu sedang tak memunculkan wajah cerianya.Tampak Susan berada di depan teras rumahnya. Dia sedang merenungi kata-kata Niki kemarin,seraya berucap “apa salahku sebagai kekasih gelapnya? Apa aku ini salah telah mencintai Tiar?”Beberapa minggu berselang,Susan pun tak mendapati Tiar berada di mana. Tiba-tiba datang Wati dengan kabar yang menggemparkan hati Susan. Sungguh ironis memang. Bagaimana tidak, Wati( sahabat karib Susan) bilang kalau Tiar menghamili Niki. Dan yang tak habis Susan pikir,Tiar tidak mau tanggung jawab. Ia malah lari meghindari kenyataan itu.
Semalaman Susan meneteskan bulir air dari matanya tiada henti.Bahkan paginya,mata Susan masih tampak lebam karena bekas tangisan semalam.Susan tak habis pikir,kenapa Tiar tega melukai perasaanya.”Tiar,,,aku benci kamu(sambil mengobrak-abrik benda yang ada di sekitarnya)” teriak Susan.
‘Sabarlah,semua itu pasti sudah kehendak Alloh” kata Wati. “Ngapain kamu masih nangisin dia,dia nggak pantas buat kamu tangisi”,lanjut Wati.”Tapi aku nggak bisa terima begitu saja kenyataan ini Wat,”kata Susan.”Ya sudah menangislah,jika kamu masih merasa sedih,aku hanya bisa bilang ke kamu kalau Tiar bukanlah jodohmu” Ujar Wati.
Hari-hari pun Susan lalui dengan sedih.Di satu sisi,muncul seorang cowok berparas ganteng and cool mulai mendekati hati Susan. Namanya Harry.Susan terasa terhibur hatinya semenjak kedatangan Harry. Tak butuh waktu lama buat Harry untuk menyatakan cinta pada Susan. Waktu itu tepat di taman,Harry menembak Susan. ”Susan,maukah kau jadi pacarku?” pinta Harry. Susan pun lantas menjawab”aku nggak bisa”. “Kenapa apa aku ini kurang baik,lantas kamu nggak mau jadi pacarku?” Ujar Harry.Susan pun menjawab”bukannya begitu,tapi aku masih belum bisa melupakan Tiar. Kini Harry pergi meninggalkan Susan
Hingga suatu ketika,Wati mengajak Susan agar Susan bisa mengetahui fakta yang di lihatnya.Bahwa Tiar nggak akan pernah mungkin jadi miliknya.Ternyata benar apa yang dikatakan Wati.Susan melihat dengan mata kepalanya sendiri,Tiar sedang berpelukan dengan dua orang cewek sekaligus.
Karya:
Nama ; Reni Wulandari
No.absen ; 17
Kelas ; Xf
NAMA :Dini Tia Karisma
NOMER : 6
KELAS : 10 F
FACEBOOK
Suatu pagi yang cerah seorang gadis remaja yang bernama chevy terbangun dari tidurnya,dia adalah salah satu seorang penggila facebook.Setelah dia terbangun dari tidurnya dia langsung bersemangat membuka facebooknya,dia berharap ada seseorang yang mengomentari statusnya,ternyata ada seseorang yang mengomentari statusnya itu,”akhirnya ada juga orang yang mau memberi coment di fb gue”,setelah dia buka ternyata seorang cowok yang berwajah tampan.Chevy pun segera membalas coment’nya tersebut,saking asyiknya chattingan chevy sampai lupa kalau dia belum siap-siap buat sekolah,”oh.,.,,.iya gue kan harus sekolah,duh..mana baju seragam gue belum kering gie”,chevy pun bergegas untuk segera mandi dan segera memakai baju seragam yang masih belum kering itu,tak lupa juga dia membawa laptop kesayangan’nya itu.Setelah sampai di sekolahan chevy di lihatin dan jadi pusat perhatian karna baju dia masih belum kering,tapi dia bersikap cuek,”ah.,.,bodo amat mau di katain apa,gue gak peduli”.
Teng,..,teng.,.teng.,.,bel masuk pun berbunyi chevy pun mengikuti kegiatan bimbingan belajar,setelah beberapa jam bel istirahat pun berbunyi dia pun tak sabar ingin segera melihat coment si cowok tampan di fb’nya itu,ternyata si cowok itu membalas coment’nya,”oh,,iya gue kan belum nanyain siapa nama cowok tampan tadi”,chevy pun segera menanyakan ke cowok itu,ternyata si cowok tampan itu bernama haidar,dan dia ternyata tinggal di jakarta,chevy pun menghabiskan waktu istirahat dengan chattingan dengan haidar si cowok tampan itu,tak terasa waktu sudah mulai berlalu,bel masuk pun berbunyi,chevy pun segera mengakhiri chattingan’nya dengan haidar itu,chevy pun mengikuti kegiatan belajar mengajar.Beberapa waktu kemudian bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,dengan senang hati chevy pun segera pulang ke rumah dengan wajah yang ceria.Sesampai di rumah dia pun segera membuka laptop’nya itu dan segera membuka fb’nya itu,tanpa melepas baju seragam’nya itu,dia menanti-nanti coment dari haidar si cowok tampan tadi ”asik dia lagi online nich,.,” chevy senang karna haidar si cowok tampan tadi lagi online,chevy pun langsung chattingan dengan haidar tadi
Hari pun mulai larut chevy pun masih saja chattingan dengan haidar si cowok tampan tadi.Hari mulai malam chevy pun segera mengakhiri chsttingannya itu.Tiap-tiap hari chevy menghabiskan waktunya dengan facebook’an dengan haidar si cowok tampan itu.Tepat pada hari valentin haidar tiba-tiba menembak chevy,namun si chevy belum begitu yakin dengan dia karna dia belum sama sekali ketemu dengan haidar itu,kemudian haidar tersebut mengajak chevy untuk ketemuan chevy pun juga menyetujui,”tapi,tunggu dulu kita mau ketemuan dimana??”,haidar pun berkata “gue aja yang ke rumah loe,sekalian aku bukti’in kalau aku benar-benar suka sama kamu”,chevy pun menyetujui perkata’an haidar tersebut,tapi chevy belum begitu yakin dengan perkata’an haidar tersebut chevy berpikiran kalau perkata’an haidar tersebut bohong,” aku gak percaya kalau haidar itu bakalan kesini paling-paling dia juga bo’ong sama aku,mana mungkin coba’ dia datang dari jauh bela-bela’in kesini hanya untuk ketumu aku “.Ke esokan harinya si chevy menceritakan hal tersebut kepada teman’nya,dia meminta pendapat dari teman’nya yang bernama vera, “ver, aku mau cerita sama kamu,aku kan punya kenalan anak cowok tapi dari fb,terus dia nembak aku,tapi aku belum yakin ver sama dia,dia juga bela-bela’in kesini hanya untuk aku,kalau menurut kamu gimana ver ? ? “, vera pun menjawabnya dengan kaget, “ apa ? ? ?,,ada cowok di fb yang nembak kamu,aduh..chev kalau menurut aku dia Cuma’ main-main doang chev,gak mungkin kalau dia mau kesini,pokoknya kamu jangan mau dech sama dia,tapi kalau dia kesini beneran tuk bukti’in cinta’nya sama kamu,tuch terserah kamu chev ?? “,,”oh,,gito iya ver,iya udah deh,makasih ya atas saran’nya,mereka berdua segera bergegas tuk segera pulang.Sesampai di rumah chevy pun berfikir tentang kata-kata si vera tadi, “kalau di pikir-pikir betul juga ya kata-kata vera tadi “.
Hari ini adalah hari dimana si chevy akan ketemuan sama haidar,chevy pun menunggu haidar di sebuah taman,chevy pun terus menunggu tetapi haidar belum juga datang,chevy berfikiran kalau haidar gak bakalan kesini, “ lama banget sih haidar,paling-paling dia juga kaga’ bakalan datang,mungkin dia Cuma’ iseng aja sama aku,huft.,.,”.Chevy pun mulai meninggalkan taman tersebut tetapi ketika chevy menoleh ke belakang dia melihat cowok yang sangat tampan sekali dan mirip banget sama foto yang ada di facebook’nya haidar,chevy pun berfikiran apa itu haidar???.Tiba-tiba si cowok tampan itu menghampiri si chevy dan bertanya “ maaf,apa kamu chevy temen chattingan ku di facebook “,chevy pun kaget “ iya, aku chevy,kamu haidar ya ??“ dengan muka kagum,chevy tak menyangka kalau haidar setampan ini, “ iya aku haidar,.salam kenal ya “,chevy grogi sekali saat di hadapan haidar,” emmmtt,,,iya salam kenal juga,emmtt aku gak nyangka lhooo kalau kamu kesini beneran “, haidar pun menjawabnya sambil tersenyum, “ oh,,ya ? ? kirain kamu gue bo’ong,gito ya???,gue kan kesini juga demi kamu aku mau bukti’in cinta aku ke kamu,eemtt terus gimana jawabannya ? ? ? “.Chevy pun berfikir dan dia mau tuk jadi cewek’nya si haidar itu,mereka berdua menhabiskan waktu dengan jalan-jalan mengelilingi taman kota.Hari sudah malam haidar mengantarkan chevy cewek’nya tadi pulang ke rumah.stelah sampai rumah chevy senang sekali karena dia telah menjadi cewek’nya haidar.Selama satu minggu chevy selalu menghabiskan waktu’nya dengan haidar kekasih’nya itu,tetapi tepat’nya pada hari minggu haidar harus balik lagi ke jakarta untuk meneruskan kuliah,dengan persa’an sedih chevy pun mau tak mau harus berpisah lagi sama haidar kekasih’nya itu,sebelum haidar kembali ke jakarta chevy pun berpesan kepada haidar,” sayank kalau kamu ada di jakarta kamu jangan selingkuhin aku ya ? ? “,haidar pun menjawab “ pasti sayank,aku gak akan selingkuhin kamu,aku akan setia sama kamu sampai mati “,chevy pun senang sekali telah mendengar perkata’an itu dari haidar,setelah haidar pergi dari rumah chevy tiba-tiba air mata chevy menetes,dia bahagia sekali telah mempunyai kekasih seperti haidar.Besok’nya,walaupun haidar tidak bersama chevy,haidar sering sekali chattingan lewat facebook.
Selama bertahun-tahun haidar sudah lama tak mengunjungi chevy kekasih’nya tersebut karena dia sibuk dengan kuliah’nya,chevy pun tak sanggup untuk jalanin hubungan jarak jauh sperti ini,chevy ingin dia selalu bersama haidar kekasih’nya tersebut,chevy pun chattingan dengan haidar dia membicarakan tentang hubungannya selama in,chevy pun tak percaya akan kata-kata haidar yang telah di katakan dahulu,chevy pun melontarkan kata-kata putus,tetapi haidar menolaknya haidar tak mau putus dengan chevy,akhirnya malam itu haidar nekad untuk pergi ke rumah chevy tersebut dan tinggal dengan chevy selamanya,tetepi chevy melarang haidar tuk ke rumah’nya karna chevy tak tega melihat cowok’nya tadi pergi malam-malam.Tetapi haidar tetap memaksakan diri dia ingin membuktikan kepada chevy kalau dia benar-benar cinta dengan chevy,haidar pun nekad pergi ke rumah chevy tanpa membawa uang sedikit pun,ketika sesampai di solo dia selama sehari tidak makan sampai-sampai dia kedinginan dan demam,dia berencana untuk menjual motor’nya untuk makan,tetapi sebelum motor’nya di jual,tiba-tiba bruukk,,, terdengar suara benturan yang sangat keras,ternyata itu suara tabrakan keras truk dengan haidar,dia tergelempang begitu saja dan tak sadar kan diri,dia langsung d bawa ke rumah sakit.Selama dua hari chevy tak mendengar kabar dari cowoknya itu dia takut terjadi apa-apa dengan kekasihnya itu,tiba-tiba di hp’nya ada seseorang yang telfun yang memberi tahu bahwa haidar kekasihnya itu sedang kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit,dan chevy pun kaget saat mendengar seseorang itu bilang kalau haidar saat ini sedang kritis,chevy pun segera menemui cowok’nya di rumah sakit solo,saat di temui haidar juga belum sadarkan diri,chevy pun menunggu haidar sampai dia sadar.Tiba-tiba air mata chevy pun jatuh dan menetes ke tangan haidar, “ maafkan aku sayank aku telah membuat mu begini,aku selalu tak percaya sama kamu,tapi tolong jangan tinggalin aku “,tiba-tiba tangan haidar pun bergerak dia telah sadar,dia mengatakan “ sayank kamu gak salah kok,aku yang salah,aku tak bisa selau nemani mu “,setelah chevy mendengar suara haidar tadi dia bahagia bahwa haidar sudah sadar,tapi,,” sayank kamu jaga diri baik-baik ya,bila nanti aku pergi maafin aku,aku tak bisa temani mu “ setelah haidar mengatakan itu dia meninggalkan chevy untuk selamanya,chevy pun menangis tak henti, “ sayank kamu jangan pergi,temani aku sayank kumohon !!!! “,chevy pun seakan tak percaya kalau kekasihnya pergi untuk selamanya dan tak akan kembali lagi.
ALAM SADARKU DI WARUNG
JAGUNG BAKAR
Disebuah rumah yang sangat mewah, penuh dengan keindahan, tinggalah sebuah keluarga yang sangat bahagia. Mereka dikaruniai seorang anak amat cantik. Yang bernama VITALYNA ENJEL PARAMYTA. Keduaorang tuanya sangat memanjakan ia. Hari demi hari gadis itu tumbuh menjadi anak yang pandai nan cantik. Sampai-sampai orang tuanya menuruti apa saja yang ia mau. Saat itu Vita sudah bersekolah di jenjang SMA. Ia sangat dikagumi teman-temannya terutama kaum cowok, namun ia tak peduli karena meraih cita-citalah yang nomor 1. Memang ia sangatlah pandai sampai-sampai dikala ada lomba MAPEL apa pun Bapak dan Ibu gurunya selalu mengikutkannya dan ia selalu juara 1 ditingkat Kabupaten maupun Provinsi. Sungguh mengagumkan bukan??. Ada hobi yang sangat ditekuninya, yaitu hobi dalam bernyanyi nan tari. Ia sangat menyukai itu, karena bagi dia hidup terasa hampa tanpa bernyanyi dan menari.
Pada suatu hari ketika Vita pulang dari sekolah, ia melihat kedua orang tuanya menangis di depan pintu. Lalu tanpa salam ia bertanya pada bundanya”Ada apa bun??kenapa bunda menangis??”bundanya tetap saja diam tak menjawab pertanyaan putrinya itu. Kemudian Vita semakin penasaran dan panic, ia pun bertanya kepada ayahandanya”Kenapa yah?jawab donx!!!”. Ayahnya pun diam seketika dan menjawab”Ayah bangkrut nak??semua perusahaan, perkebunan, bahkan rumah dan mobil kita akan hilang ludes semua”. Tanpa di duga Vita pun pingsan dan orang tuanya pun langsung membawanya ke kamar. Setelah beberapa jam ia pun sadar dan menangis dengan memeluk kedua orang tuanya”Ayah bunda kenapa semua ini terjadi pada keluarga kita.Kenapa??”. Orang tuanya pun menjawab”Sabar ya sayanx insyaallah besuk kita pindah kerumah kita yang baru”. Vita menjawab”Iya ayah!”.
Ke esokan harinya Vita dan keluarganya membereskan barang-barang untuk mereka pindah kerumah yang baru. Vita terasa berat banget meninggalkan rumah itu, karena rumah itu yang mengisi hari-harinya semenjak ia masih bayi. Detik demi detik perjalananpun kerumah yang baru tercapai juga, tapi tiba-tiba Vita bengong dan heran, ia sangat kaget karena rumahnya itu kecil dan sederhana banget. Vita jengkel dan bilang pada orang tuanya kalau dia g’mau tinggal di rumah itu, seiringan dengan itu orang tuanya menenangkan dia.Vita pun tetap saja g’rela, dan kamar yang ditujunya serta bernyanyilah yang menjadi teman curhatnya, sekaligus membuat Vita bisa tidur.
Ke esokan harinya ia bangun dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dalam hatinya kesal karena tak ada mobil yang mengantarkannya melainkan cuma sebuah angkutan umum yang bisa ia dapatkan, bahkan berangkatpun Vita tidak berpamitan kepada orang tuanya. Sesampai di sekolah malu dan ejekanpun ia trima dari teman-temannya. Vita pun semakin kesal dan seakan akan semua ini gara-gara ayah dan bundanya. Semenjak itu hari demi hari semua kegiatan ia lakukan dengan tidak ada niat. Vita pun benci denga kedua orang tuanya. Ia menjadi nakal dan tak menerima semua dengan ikhlas. Bundanya pun bingung kenapa anaknya menjadi gadis yang tak berbakti dan patah semangat dalam meraih cita-citanya. Setiap malam orang tua Vita berdoa dan berdoa untuk putri mereka tersayang. Sementara Vita tiap malam diem dan bernyanyi itu yang bisa ia lakukan di kehidupannya yang baru ini. Pagi itu ia dipanggil kepala sekolah , tak diduga uang bulanannya tertunda 3 bulan sementara semester minggu depan sudah berjalan. Vita pun pulang dan meminta uang dengan kasar kepada bundanya”Bunda uang bulanan aku nunda 3 bulan!masa bunda g’punya uang terus sih, biasanya kan uang bulanan aku g’sampek nunda bunda?aku malu bun ma temen-temen!!!”. Bundanya menjawab”Ya nak, tapi bunda belum punya uang, entar bunda ngomong sama ayah kamu”. Vita langsung lari ke kamar yang selalu ia jadikan tempat istimewa, bahkan ia kadang lupa makan karena selalu bersedih dan bersedih memikirkan nasibnya. Menjelang malam ayahandanya pulang bekerja, bunda Vita langsung membicarakan soal uang bulanan Vita diruang tamu”Yah, uang bulanan putri kita belum kita bayar, sedangkan sekolahannya sudah mau ujian sekolah yah???”. Suaminya pun menjawab”Bu, ayah juga g’tau harus gimana lagi, pekerjaan ayah cuma kuli bangunan, lagi pula ayah juga belum waktunya gajian bu??apa sebelum ujian di mulai kita cari sekolahan yang baru untuk Vita ya??”Istrinya menjawab”Kalau itu keputusan ayah ibu ngikut saja sama ayah”suaminya menjawab lagi”Ya sudah kita istirahat, sudah malam ayah capek bu??, besok kita bicarakan lagi dengan Vita. Mereka langsung menuju ke kamar dan istirahat.
Kalau ada sumur di ladang.
Boleh anda numpang mandi.
Kalau ALLAH beri umur panjang.
Pasti aku ibadah haji.
Ayam bertelur menetas tiga.
Yang satu mati menjadi dua.
Tingkatkan amal di bulan puasa.
Dunia akhirat kamu bahagia.
Bunga mawar indah warnanya.
Tapi tak sesuci bunga melati.
Marilah kita menjalankan puasa.
Di bulan suci ramadhan ini.
Kisah Perjalanan Hidup Keluargaku
Hari demi hari telah berganti, tahun demi tahun telah kulalui. Ayam berkokok (kukuruyukkk……) menandakan suasana pagi telah tiba. Kubangun dari kasur empukku dan kubuka jendela kamarku. Kudengar suara kicauan burung (cuitt cuitt cuitt……) yang suaranya merdu sekali bagaikan orang menyanyi (Hee…he..he…). Kulihat dari jendela kamarku terlihat pohon dan tanaman yang tumbuh menghijau, langit yang membiru seperti lautan, angin yang berselir-selir di sana-sini menjadikan suasana sejuk di pagi hari. Tetesan embun yang suci, sesuci air wudlu dan sang surya telah muncul dari ufuk timur menyinarkan cahayanya di pagi hari. Menerangkan kehidupan alam semesta ini menjadi lebih bersinar dan melengkapi suasana semarak di pagi hari. Dan kusambut pagi ini dengan penuh senyuman, impian, dan gapaian.
Dulu waktu aku masih duduk di kelas 5 SD, aku mempunyai pengalaman hidup yang penuh kesusahan dan penuh kesulitan dan cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa. Bapakku mempunyai penyakit yang menyiksa dirinya. Sehingga setiap malam bapakku tak bisa tidur. Bapakku meringih kesakitan (Aduuu…..hh) karena tak tahan dengan penyakit yang dideritanya. Suatu hari bapakku periksa ke dokter. Setelah diperiksa dokter, dokter mengatakan bahwa”Bapakku terkena penyakit usus buntu”. Dokter menyarankan bapakku untuk opname dan segera mengoperasi penyakitnya. Setelah periksa ke dokter bapakku pulang dan setiba di rumah, bapakku menceritakan tentang penyakit yang dideritanya. Dan juga menceritakan saran dokter untuk opname dan segera untuk mengoperasi penyakitnya.
Mendengar cerita itu keluarga kaget (Apa operasi,,,???). Demi kesembuhan penyakit bapakku, keluargaku sepakat untuk membawa bapakku untuk opname di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, bapakku tidak langsung diperiksa oleh dokter. Karena pada saat itu, dokternya tidak ada di tempat. Bapakku hanya dipasang infus dan mencari kamar dulu. Keesokan harinya bapakku diperiksa dokter dengan cara dironsen / disinar supaya diketahui jenis penyakit yang diderita. Ternyata hasil periksa dokter tidak sama dengan dokter yang memvonis bapakku menderita penyakit usus buntu dan harus segera mengoperasinya. Dokter mengatakan bahwa”Bapakku tidak mempunyai penyakit usus buntu”. Tetapi, hanya bilang kalau bapakku menderita penyakit maag dan sedikit kelelahan bekerja.
Mendengar perkataan dokter tersebut, hati keluargaku bernafas lega (haaa…..ahh). Karena bapakku tidak mempunyai penyakit usus buntu dan tidak jadi operasi. Dengan kondisi itu, aku terus giat beribadah dan berdo’a kepada Allah SWT (Bismillahirahmaanirrahiim) meminta kesembuhan untuk bapakku. Supaya cepat sembuh dan boleh di bawa pulang. Setelah 4 hari lamanya bapakku dirawat di rumah sakit, akhirnya bapakku sembuh dan dokter mengizinkan bapakku boleh di bawa pulang. Aku bersyukur kepada Allah SWT (Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamin) yang telah mengabulkan do’aku sehingga bapakku sembuh. Setelah sembuh dari penyakitnya, bapakku mulai bekerja lagi dan berhati-hati dengan penyakit yang dideritanya.
Ujian dari Tuhan tidak berhenti kepada keluargaku. Waktu aku masih duduk dikelas 1 SMP, penyakit bapakku kambuh. Dan ini lebih parah dibanding penyakit yang diderita sebelumnya. Sehingga bapakku harus masuk rumah sakit yang kedua kalinya. Sesampainya di rumah sakit, bapakku langsung diperiksa dokter. Dokter bilang kalau penyakit maag yang di derita bapakku kambuh. Dan dokter juga bilang kalau bapakku memikirkan sesuatu hal yang tinggi atau berlebihan (waa…ach mikirkan apa yaa…???). Sehingga tensi darahnya naik. Selain itu, dokter tidak menemukan jenis penyakit yang lain. Dokter manyarankan kepada bapakku supaya istirahat yang cukup, jangan memikirkan sesuatu yang berlebihan, serta harus bisa menentramkan hati dan pikirannya supaya cepat sembuh. Setelah 3 hari lamanya bapakku di rawat di rumah sakit, akhirnya sembuh dan dokter mengizinkan boleh pulang.
Ujian atau cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa tidak datang hanya itu saja. Kini datang bertubi-tubi menimpa keluargaku. Seakan-akan keluargaku tak sanggup menerima cobaan ini. Tetapi, manusia tak dapat menolaknya, karena Allah sudah berkehendak. Manusia hanya bisa menerima dengan sabar dan tabah dalam menghadapinya. Pada saat aku duduk di kelas 2 SMP, ibuku mengalami kecelakaan. Waktu itu ibuku pulang belanja dari pasar dan pulang dibonceng tetanggaku. Kebetulan waktu itu, tetanggaku juga habis belanja dari pasar dan juga mau pulang. Tetanggaku pulang naik motor sendiri. Dan daripada naik motor sendiri tetanggaku mengajak ibuku supaya mau diboncengnya. Sebetulnya ibuku tidak mau karena ibuku takut kalau dibonceng tetanggaku. Sebab, tetanggaku belum lama bisa naik motor. Tetapi, ibuku tak bisa menolaknya karena menghargai orang lain. Akhirnya hati ibuku luluh untuk jadi dibonceng tetanggaku.
Pada saat mau belok kekanan, motor yang dikendarai tetanggaku dan ibuku dari belakang ditabrak oleh motor yang dikendarai oleh orang Tulung Agung. Ibuku terluka cukup parah. Ibuku terluka di tangan, wajah, dan kulit telapak kakinya bagian kiri terkelupas. Sehingga kaki ibuku sakit untuk berjalan. Aku sangat ngeri melihat luka yang di derita ibuku. Mataku seakan-akan tak sanggup meneteskan air mata karena aku tak bisa menahan kesedihanku. Aku harus bersabar dan tabah dalam menerima cobaan ini. Tetapi, aku bersyukur (Alhamdu lillahi Rabbil ‘aalamiin) karena nyawa ibuku masih selamat. Aku hanya bisa berdo’a kepada Allah SWT (Bismillaahirrahmaanirrahiim) supaya keluargaku diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang diberikan Tuhan. Dan tak lupa juga aku memohon kepada Tuhan meminta keselamatan dan perlindungan agar dijauhkan dari mara bahaya. 2 bulan lamanya ibuku sembuh dari luka kecelakaan itu. Aku sangat senang ibuku sudah sembuh.
Cobaan tak henti-hentinya datang menimpa keluargaku. Rasanya hatiku sudah tak sanggup untuk menerima cobaan ini. Terasa berat bagiku untuk menjalani kehidupan keluargaku. Hatiku seakan-akan menjerit (Aduuuuu….hhh) karena aku tak kuasa menahan kesedihanku. Tapi aku dan keluargaku tak bisa putus asa. Pasti semua cobaan yang telah diberikan Allah SWT kepada keluargaku suatu saat pasti ada hikmahnya. Amiiiii….n.
Desember 2009, waktu paman akan mempunyai hajatan menikahkan putri pertamanya. 3 hari sebelum hari H, bapakku mengantarkan barang ke rumah Paman. Yang akan mempunyai hajatan tersebut. Barang yang dibawa cukup banyak dan hanya dibawa dengan mengendarai motor. Belum sampai rumah paman, bapakku mengalami kecelakaan. Karena ditabrak oleh orang yang tak dikenalnya. Bapakku terluka di tangan, dan di lutut. Aku sangat ngeri dan tak tega melihat luka yang di derita bapakku. Dan aku tak kuasa meneteskan air mataku. Luka di tangan bapakku sama persis dengan luka yang di derita ibuku waktu kecelakaan dulu. Tangan kiri bapakku kulitnya terkelupas sehingga dagingnya kelihatan. Aku berdo’a kepda Allah (Bismillahirrahmaanirrahiim) semoga luka yang di derita bapakku cepat sembuh. Dan tak lupa aku juga berdo’a (Bismillahirrahmaanirrahiim) semoga cobaan yang telah diberikan Allah kepada keluargaku suatu saat ada mukjizatnya. Amiiii…..n.
5 Juni 2010, keluargaku diberi mukjizat yang sangat besar dan sangat berharga bagi keluargaku. Ternyata Allah telah mendengar do’aku selama ini. Ibuku melahirkan seorang anak laki-laki. Sungguh bahagia dan senangnya hati keluargaku. Betapa tidak…???. Orang tuaku belum mempunyai anak laki-laki dan sekarang Allah telah memberi wahyu kepada keluargaku. Walaupun dulu Allah memberi cobaan yang bertubi-tubi menimpa keluargaku, tapi kini ada hikmahnya. Dengan lahirnya adik laki-lakiku tersebut, menambah dan melengkapi kebahagiaan hidup keluargaku yang sangat istimewa. Inilah perjalanan hidup keluargaku. Kita harus bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada kita dan sayangilah keluargamu serta Bersabarlah dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Allah SWT, karena semua cobaan itu pasti suatu saat ada hikmahnya.
Nama : IKA AYU ANGGRAINI
Kelas : Xc
No. Absen : 07
Nama : Ima sari S.
Kelas : XI A
Kasih Di Penjara Suci
Pagi ini cuaca terlihat cerah, tapi tak seperti suasana hati ku. Hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah. Aku teleh mendaftar di salah satu pondok pesantren di Ponorogo. Sebenarya aku belum tau bagaimana keadaan di sana, tapi hati kecilku selalu mendorong ku agar mondok. Sebenarnya nenek dan kakekku menyuruhku sekolah yang dekat saja , namun seperti ada yang mendorong ku agar mondok . Tadi malam aku sudah membereskan barang-barang yang akan ku bawa ke pondok. Pagi ini aku akan berpamitan kepada keluarga dan tetenggaku. Isak tangis tak bisaku bendung, aku seperti tak mau meninggalkan keluargaku, tapi itu sudah pilihanku, aku harus menjalankan ini semua.
Sampai disana aku sangat gembira, tapi aku disini belum kenal siapa-siapa , aku jadi sedih lagi. Aku langsung diantarkan ke kamarku. Aku sangat kaget melihat suasana kamar. Ternyata disatu kamar berisi 30 anak , aku mulai berfikir apa ini cukup buat tidur 30 anak , tapi itu bukan masalah . Suasana disana sudah ramai , sudah banyak anak yang datang. Ibuku segera merapikan almari baruku . Saat ibu sudah selesai menata ibu bergegas pulang karena adikku di rumah sendiri. Saat aku duduk didepan almariku aku melihat teman-teman satu kamarku. Saat itu aku melihat salah satu anak yang menangis ditinggalkan ibunya pulang, saat itu juga mataku berkaca-kaca rasanya aku tak mau ditinggal ibu dan bapakku . Tiba-tiba ada yang mengejutkanku
“Hai mbak namanya siapa ?” kata anak itu
“Namaku Ima , mbak sendiri namanya siapa ??? jawabku dengan riang
“Nama saya Diah ,mbak rumahnya mana ???” tanyanya
“Rumah saya Sambit , kamu ?”
“Rumahku dekatnya Jorsan”
“Oh ....!!!Salam kenal ya!!!”
“Ya....salam kenal juga “
“Ya...!!!”
Saat itu juga aku dapat teman pertamaku di sana dan sejak itu aku kemana-mana dengan dia . Begitu riang hatiku bisa berkenalan dengan teman-teman. Tak lama aku disana, aku sudah mengenal banyak teman dari berbagai kota.
Hari ke delapan dari awal aku masuk aku baru dijengung ibu dan bapak . Hatiku sangat senang , aku sangat kangen dengan ibu dan bapak . Sampai tak terasa air mataku mengalir , mulutku sudah tak bisa bicara karena sangat senang bertumu dengan ibu dan bapak.
Satu bulan sudah aku di pondok , aku belum terlalu terbiasa dengan situasi dan kondisi disana . Disana serba antri , dari mandi sampai makan , tapi itu mulai jadi masalah bagiku karna aku belum terlalu akrab dengan teman sekamarku . Dan aku sekarang sudah jadi Santri , katanya sih santri itu harus sabar antri . Tapi tiba-tiba temanku Diah , dia boyong(pindah) air mataku tak bisa ku bendung lagi , teman pertama yang aku kenal meninggalkan ku tanpa pamit dan tak memberiku kabar dia melanjutkan kemana . Aku tak akan melupakan Diah meski dia sudah pindah . Tak lama Diah pindah , Ada beberapa anak yang juga pindah. Sedikit demi sedikit hatiku menjadi rapuh , aku jadi ingin pindah seperti yang lain.
Sudah enam bulan aku disana aku merasakan tidak nyaman . Ternyata salah satu temanku membicarakanku dibelakangku . Dia juga pinjam jamku tapi dirusakan , aku masih memaafkannya . Tapi lama - lama aku jadi gak betah . saat bapak menjengukku , aku mengatakan ke bapak kalau aku sudah tidak betah . Tapi kata bapak pindahnya kalau sudah lulus Mts dan aku disuruh sabar dan ikhlas . Sejak itu kata-kata bapak aku ingat dan aku mencoba sabar dan ikhlas.
Bulan demi bulan telah terlampaui , tak terasa dengan nilai pas-pasan Alhamdulilah aku bisa naik kelas sekolah pagi (Mts) maupun sekolah sore (madrasah diniah) . Aku sekarang naik kelas dua aku harus bisa memperbaiki sifatku yang buruk . Aku merasa mengalami peningkatan , aku sekarang lebih mandiri dan percaya diri dan lebih akrab dengan teman meski kadang masih ada pertengkaran . Aku sekarang lebih sabar menjalankan aktivitas di sini seperti antri mandi , cuci baju , dan lainnya. Dan aku mulai melakukan aktivitas bersama teman –teman mulai dari makan sampai tidur , aku selalu bersama mereka sampai mau mandi pun aku bersama mereka. Aku merasa sangat sayang kepada mereka , mereka semua sudah ku anggap sepeti keluargaku sendiri , ku harab mereka menyayangiku dan menganggabku seperti keluarga mereka . Kasih sayang mereka terungkapkan , mereka selalu membantuku jika aku ada masalah , begitu sebaliknya aku juga akan membantu mereka jika mereka ada masalah .
Waktu tak terasa berlalu begitu cepat jika dilakukan bersama dengan teman-teman yang menyangiku . Waktu telah mempersatukanku dengan teman-teman. Kita selalu saling memberi dan menolong . Jika salah satu teman dijenguk kita pasti kebagian jajan yang dibawakan oleh orang tuanya . Begitupun aku jika aku dijenguk aku juga akan membagikan sebagian jajanku untuk teman-teman . Mereka sudah seperti soulmetku yang kemana-mana selalu bersama . Tak terasa waktu bergulir begitu cepat , sekarang sudah pengambilan rapot . Aku sangat dek-dekan saat aku maju mengambil raporku . Alhamdulilah...!! aku bisa naik kelas IX , tapi aku dekdekan di kelas XI , aku takut kalau aku tidak lulus . Aku juga naik kelas diniah aku sangat senang , tapi dikelas III Diniah harus menghafalkan Imriti . Tapi aku harus tetap berjuang .
Aku mulai memikirkan aku jadi keluar atua tidak . aku ingin keluar tapi teman-temanku banyak yang masih bertahan disana , aku jadi bingung . Tapi aku harus lebih konsentrasi memikirkan Ujian . Aku sudah mulai mencicil hafalan Tahlil dan Imrit agar nanti tidak ribet , tapi itu malah jadi pikiran bagiku . Tapi ada teman yang menasihatiku agar santai saja gak usah dipaksa . Setelah itu aku mulai agak santai dan tenang .
Saat ujian mulai dekat teman-teman semua mulai kompak . Aku juga merasa semakin dekat dengan teman satu pondok . Tapi mungkin ini suatu awal dari perpisahan . Tapi itu tidak menyurutkan semangat belajarku . Aku dan teman-teman berusaha untuk belajar dan belajar , karena waktu Ujian semakin dekat . Saat ujian semakin dekat aku dan teman-teman semakin khusuk beribadah , kita juga tidak lupa akan sholat malam . Hampir setiap hari kita semua sholat tahujud dan membaca Dzikrul Gofilin di makam bapak pendiri Ponpes . Aku juga minta doa kepada semua keluargaku agar ujianku berjalan dengan lancar . Hari ujianpun datang . Sebentar lagi Ujian dimulai , masih ada anak yang belum datang kekelas . Bel sudah terdengar itu tandanya ujian dimulai tapi aku sangat dekdekan karena ini ujian yang pertama . Aku berusaha mengerjakan soal ujian dengan santai , tapi tetap saja tanganku tak berhenti berkeringat . Aku mengerjakan semampu pikiranku . Bel berbunyi lagi itu tandanya waktu habis , segera ku kumpulkan kertasku . Hari ujian selanjutnya ku jalani lebih santai tak seperti hari pertama.
UNAS sudah selesai , ujian madrasah juga sudah ku jalani . Tapi aku belum ujian sekolah sore . Aku jadi bingung karna aku harus menghafalkan Imriti dan Tahlil jika tidak hafal Ijazah tidak bisa diambil . Aku terus menghafalkan sampai hari ujian hafalan datang . Alhamdulallah aku hafal meski tidak terlalu lancar . Ujian sudah dilaksanakan semua termasuk hafalan imrithi . Berarti sebentar lagi akan diumumkan hasil ujian lulus atua tidak . Aku hanya pasrah menunggu pengumuman dari kepala sekolah . Dengan hati cemas dan bimbang aku duduk disalah satu bangku yang telah disediakan oleh guru . Dengan lantang kepala sekolahku mengumumkan bahwa siwa dan siswi Mts lulus semua . Aku langsung memeluk salah satu kawanku , air mata pun tak bisa ditahan dan jatuh begitu saja . Alhamdulilah akhirnya semua lulus juga .
Sekarang sudah bebas dari ujian sekarang tinggal perpisahan dengan teman teman . Dan sekarang keputusanku sudah bulat aku akan pindah dari sini dan akan meneruskan di SMAN 1 Sambit . Itu keputusan yang sangat sulit meski harus mengorbankan sayangku kepada teman-teman . Mungkin tidak aku saja yang boyong banyak temanku yang boyong juga . Tapi rasa untuk meninggalkan teman-teman yang masih disini sangat berat rasanya aku tak mau berpisah dengan mereka ,tapi itu sudah keputusanku yang mungkin menyakitkan .
Hari perpisahan tiba , Panitia pelaksana perpisahan sudah mempersiapkan salah satu band . Ya bandnya belum terlalu terkenal sih tapi lagunya bagus banget namanya the mumy band . hatiku sangat senang karena ada konser gratis , tapi aku juga sedih karena aku akan berpisah dengan teman-teman . Hari perpisahan sudah tiba dengan sendiri aku merasakan tak mau berpisah dengan teman-teman . Malam puncak perpisahan band the mumy mulai manggung . Aku sudah siap untuk mendengarkan lagu mereka . Aku sudah duduk disamping kawan-kawn terdekatku . Saat band the mumy melantunkan lagu perpisahan termanis semua badanku merinding dan aku telah meneteskan air mata . Tak terasa ternyata teman yang duduk disamping , depan , dan belakangku juga menangis terisak-isak . Tapi itu adalah hari yang takkanku lupakan . Esok aku akan pulang dan takkan kembali kesini . Dan malam ini adalah malam terakhirku n di sini , aku mulai membereskan barang-barangku . Tapi malam ini aku tidak bisa tidur dengan pulas , aku memikirkan bagaimana kalau aku kangen sama teman-teman semua . Tiba-tiba ayam sudah berkokok dan aku akan segera pergi dari sini
Saat matahari mulai memancarkan panasnya aku mulai berpamitan dengan teman-teman . Air mata bercucuran lagi . Tapi aku mencoba tabah . Saat bapakku datang aku segera membawa barang bawaanku kemobil pamanku . Ternyata teman-teman sudah menungguku di taman untuk berpamitan . Aku segera berpamitan dan segera pulang . Saat sampai dirumah aku jadi ingat mereka . Tapi itu adalah kisah kasihku di Penjara Suci .
Nama : IMA SARI . S
Kelas : XI A
17.02
CAK MAN JURNALIS

0 komentar:
Posting Komentar