Senin, 21 Februari 2011

Rpp Bahasa Indonesia

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Mendengarkan
1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung.
Kompetensi Dasar : 1.1. Menanggapi siaran atau informasi dari media elektronok (berita dan nonberita)

1. Indikator
1.1.1. Menuliskan isi berita dalam beberapa kalimat.
1.1.2. Menyampaikan secara lisan isi berita yang ditulis.
1.1.3. Menanggapi berita yang disampaikan.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menuliskan isi berita dalam beberapa kalimat.
2. Siswa dapat menyampaikan secara lisan isi berita yang ditulis.
3. Siswa menanggapi berita yang disampaikan teman.

3. Materi Pembelajaran
Mendengarkan
Menanggapi Isi Berita
Sebenarnya dibalik berita dapat kita peroleh berbagai macam informasi dan pengetahuan yang dapat membawa wawasan. Oleh karena itu, kita perlu memahami prinsip-prinsip isi suatu berita. Pokok-pokok isi suatu berita menyankut hal-hal berikut ini.
1. Tema dan nama peristiwa yang terdapat dalam berita tersebut. Kata bantu yang tepat untuk menanyakan adalah apa.
2. Orang atau pelaku yang mengalami atau berperan dalam berita tersebut. Kata bantu biasanya menggunakan kata Tanya siapa.
3. Waktu yang berkaitan dengan saat terjadinya peristiwa dalam berita tersebut dan biasanya menggunakan kata Tanya siapa.
4. Tempat terjadinya peristiwa dalam berita tersebut. Kata tanya yang tepat untuk mengetahuinya yaitu di mana.
5. Penyebab terjadinya peristiwa dalam berita tersebut. Kata tanya yang tepat yaitu mengapa.
6. Urutan terjadinya persitiwa dalam berita tersebut. Kata tanya yang tepat yaitu bagaimana.
Setelah menentukan pokok-pokok isi berita Anda dapat memberikan tanggapan terhadap isi berita yang Anda dengarkan. Tanggapan adalah sambutan terhadap hal, peristiwa masalah, ucapan pendapat atau gagasan yang berupa kritik, komentar, atau yang lain. Tanggapan dapat berupa pernyataan setuju, tidak setuju, suka, tidak suka, atau menambahkan pendapat. Tanggapan yang dikeluarkan harus bersifat objektif dan disertai alasan yang logis. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengemukakan tanggapan. Cara mengemukakan tanggapan sebagai berikut.
1. Tanggapan yang dikemukakan berhubungan dengan masalah yang sedang dibicarakan.
2. Tanggapan dapat mempercepat pemahaman masalah, penemuan sebab dan pemecahan masalah.
3. Tanggapan tidak mengulangi pendapat yang pernah disampaiakan peserta yang lain.
4. Tanggapan disampaikan dengan kata dam kalimat yang tepat.
5. Tanggapan disampaikan dengan sikap terbuka dan sopan.

4. Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC))

5. Media LKS
6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran.
Lakukan kegiatan berikut.
1. Dengarkan pembacaan berita oleh guru anda berikut !
Tas Buatan Indonesia Diminati David Jones, Australia
Konsul Bidang Ekonomi KJRI Sydney, Siuaji Raja mengatakan bahwa “David Jones”, salah satu perusahaan pusat pembelanjaan terbesar Australia, melakukan transaksi bisnis dengan perusahaan Indonesia, “Taqilla Amani” di ajang Pameran Indonesia (Indonesia Expo) 2008. Transaksi bisnis antara Taqilla Amani dan David Jones, yang tertarik dengan produk tas multi fungsi perusahaan Indonesia dan berbasis di Jakarta itu, merupaka salah satu dari banyak transaksi yang terjadi selama pameran yang berlangsung pada 26-28 Agustus 2008 di Sydney.
Selain Taqilla Amani, pengusaha produk batik perca “Miar Collection” dan “The Beuteque” termasuk diantara 64 perusahaan peserta pameran yang juga mendapat mitra usaha Australia. “Miar Collection” mendapat empat buyeri (pembeli), sedangkan “The Bouteque” setidaknya dua buyer. Raja mengatakan, ‘Rumah kayu Bali” produksi “Pasupati” yang menjadi mitra pengusaha Australia, Ernest Gubler (Gublerand Associates Pty Ltd) juga dipesan beberapa warga Australia setelah mengunjungi Indonesia Expo yang diselenggarakan KJRI Sydney bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Ekspor Nasional (BAPEN) ini.
Banyak pula pengusaha Australia yang berkomitmen menindak lanjuti pertemuan awal mereka dengan para pengusaha Indonesia peserta pameran dengan mengunjungi langsung Indonesia. Pameran yang didukung promosi luas KJRI Sydney melalui pemasangan sepanduk di jalan George itu dimaksudkan untuk menjadi tempat pertemuan para pengusaha Indonesia dengan calon mitra bisnis Australia mereka.
Direktur CV Insia Enterprise, Suprapti, kepada Antara yang menemuinya di gerai dagangannya, mengatakan, keikutsertaan pertamanya di pameran dagang Indonesia merupakan bagian dari upayanya menembus pasar Australia setelah aneka produk kerajinan tangan, pakaian, tas, dompet, dan mainan anak-anak berbahan batik buatannya sangat diminati pasar Jepang, Swedia, Nurwegia, dan Prancis. Pengusaha wanita asal Surabaya ini mengatakan, ankea dompet, tas, mainan anak-anak, dan kerajinan tangan berbahan batik cetak produk industri rumah tangganya sudah mendapat pasar tetap di Tokyo, Jepang, sejak sekitar 11 tahun terakhir.
Harapan yang sama juga disampaikan peneliti Badan Teh Indonesia (BTI), Dr. Rohayati Suprihatin, yang mempromosikan aneka produk minuman teh kemasan Indonesia. Rohayati mengatakan produk minuman teh Indonesia berpotensi besar meramaikan pasar Australia terlebih lagi setelah produk teh China tersandung kasus “MRL” (residu pestisida) di Negara itu. Selain produk garmen dan kerajinan tangan, pameran tiga hari itu juga menghadirkan aneka furnitur khas Jepara dan Bali, barang-barang interior, dan rumah tangga, perhiasan asesoris. Tekstil, produk kulit dan makanan, tas serta pproduk sepatu. Beberpa pengusaha Indonesia yang ikut dalam Indonesia Expo ini adalah Almintas Yogyakarta, Amanda Bali, Amasazelu Mandiri Jakarta, ANTARA Silver (Bali), Ankea Prama (Jakarta), Datie Hansiocraft (Jakarta), Dinamika Nusa Perkasa (Bali), Djawa (Jakarta), dan Borobudur Silver (Yogyakarta).
Sumber dari: Artikel

a. Kegiatan awal 10 menit. ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
Pemberian persepsi : Apakah itu berita?
Berita adalah :
1. Cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat; kabar.
2. Laporan
3. Pemberitahuan, pengumuman. (Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga)
- Pemberian motivasi :
1. Dapatkah kamu prinsip-prinsip isi suatu berita?
2. Pokok-pokok isi berita menyangkut hal-hal seperti di atas?
b. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Inti Waktu Sumber/ Bahan/alat
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 siswa yang secara heterogen untuk membaca dan menanggapi isi berita, mencatat pokok-pokok berita. 15 menit - Radio/tape Recorder/televise/kaset rekaman
- Berita dari media cetak
- Buku PR Bahasa Indonesia Kelas X semester 1, Intan Pariwara, hlm. 2-3.
- Kamus induk isilah ilmiah seri intelktual, Tergetr Pres.
- Kompeten Bahasa dan Sastra IdonesiaSMA kelas X, Widya Duta.
2. Guru memberikan wacana atau kliping berita dari media cetak yang sesuai dengantopik pelajaran. 15 menit
3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide poko dan member tanggapan terhadap berita dan ditulis pada lembaran kertas. 20 menit
4. Mempresentasikan isi berita hasil diskusi kelompok 20 menit
c. Kegiatan Akhir (10 Menit)
- Guru membuat kesimpulan diskusi bersama siswa.
- Guru memberikan tugas PR kepada siswa dari buku pegangan halaman 3.
1. Sebelum menuliskan isi berita yang berjudul “Tas Buatan Indonesia Diminati David Jones, Australia” catatlah pokok-pokok berita tersebut!
2. Sekarang tulislah isi berita yang Anda dengarkan dalam beberapa kalimat!
3. Anda dapat menyampaikan berita yang telah ditulis kepada guru dan teman-teman, gunakan bahasa yang baik, pemgucapan yang jelas, dan intonasi yang tepat!
4. Berika tanggapan Anda beserta alasannya terhadap berita yang disampaikan teman! Anda dapat memberikan tanggapandari segi kesesuaian berita dan ketepatan penggunaan penggunaan kalimat. Anda dapat menyutujui, menolak, atau menambahkan pendapat.
7. Sumber Belajar.
Buku Paket Bahasa dan Sastra Indonesia PT. Intan Pariwara.
8. Kunci jawaban Tugas (Penilaian)
1. Sebelum Menuliskan isi berita yang berjudul “Tas Buatan Indonesia Diminati David Jones, Australia”, catatlah pokok-pokok berita tersebut!
Jawaban:
Pokok-pokok berita yang berjudul “Tas Buatan Indonesia Diminati David Jones, Australia” sebagai berikut.
a. Perusahaan “David Jones” melakukan transaksi bisnis dengan “Taqilla Amani” pada pameran Indonesia (Indonsia Expo) di Sydney.
b. Pameran Indonesia berlangsung pada 26-28 Agustus 2008 di Sydney.
c. Sekitar 64 perusahaan Peserta pameran mendapat mitra usaha dari Australia.
d. Bebapara perusahaan mengikuti pameran sebagai upaya menembus pasar Sydney Australia
2. Sekarang tuliskan isi berita yang Anda dengarkan dalam kalimat tersebut!
Contoh Jawaban
Pameran Indonesia (Indonesia Expo) 2008 diselenggarakan pada tanggal 26-28 Agustus 2008 di Sydney. Pameran tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan Indonesia yang memproduksi tas, sepatu, pakaian, kerajinan tangan, dompet, aneka furniture, interior rumah tangga, tekstil, serta makanan. Dalam pameran tersebut sebayak 64 perusahaan peserta pameran mendapat mitra usaha dari Australia. Salah satu contoh yaitu perusahaan “David Jones” yang melakukan kerja sama bisnis dengan “Taqilla Amani” dari Indonesia. Pameran tersebut diikuti oleh perusahaan-perusahaan dari Indonesia sebagai upaya menembus pasar Australia.
3. Adna dapat menyampaikan berita yang telah ditulis kepada guru dan teman-teman. Gunakan bahasa yang baik, pengucapan yang jelas, dan intinasi yang tepat!
Jawaban diserahakan kepada siswa.
4. Berikan tanggapan Anda beserta alasannya terhadap berita yang disampaikan teman! Anda dapat memberikan tanggapan dari kesesuaian berita dan ketepatan penggunaan kalimat. Anda dapat menyetujui, menolak, atau menambahkan pendapat.
Contoh jawaban:
Saya setuju dengan isi berita yang telah disampaikan karena sesuai dengan berita yang kami simak.
Saya tidak setuju dengan isi berita yang telah disampaikan karena isis berita yang telah disampaikan tidak sesuai atau berbeda dengan yang kami dengarkan.


Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 12 Juli 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Berbicara
2. Mengungkapkan pikiran, pesan, dan informasi melalui kegiatan perkenalan, berdiskusi, dan bercerita.
Kompetensi Dasar : 2.1. Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat.

1. Indikator
2.1.1. Mengucapkan kalimat perkenalan dengan lancar.
2.1.2. Mengucapkan kalimat perkenalan dengan lancar.
2.1.3. Mengucapkan perkenalan orang lain dengan intonasi dengan komunikatif.
2.1.4. Mengucapkan kalimat perkenalan dengan jeda yang benar.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengucapkan kalimat perkenalan dengan lancar.
2. Siswa dapat Mengucapkan kalimat perkenalan dengan lancar.
2.1.1. Siswa dapat Mengucapkan perkenalan orang lain dengan intonasi dengan komunikatif.
3. Siswa dapat mengucapkan kalimat perkenalan dengan jeda yang benar.

3. Materi Pembelajaran
Berbicara
Memperkenalkan Diri dan Orang Lain
Berikut ini tata urutan memperkenalkan diri dan orang lain.
1. Menampilkan profil pribadi secara jujur, objektif (tidak dibuat-buat), dan ringkas, seperti nama, tempat dan tanggal lahir, serta alamat tempat tinggal.
2. Riwayat pendidikan.
3. Riwayat pengalaman.
4. Riwayat lain, seperti hobi/kesenangan atau prestasi yang pernah diraih.
Untuk memahami cara memeprkenalkan diri atau orang lain dalam situasi formal atau resmi, coba perhatikan contoh perkenalan diri dalam acara seminar berikut ini.
1. Memperkenalkan Diri
“Selamat siang, Bapak dan Ibu guru SMA Pembina, serta rekan-rekan siswa SMA Pembina peserta seminar ‘Tips Menyiasatai Mahalnya Buku Pelajaran’ siang hari ini. Sebelum memapakan makalah, izinkan terlebih dahulu saya memperkenalkan diri. Nama saya I Made Ketut Artiyasa. Saya dilahirkan di Kota Singaraja pada tanggal 20 Januari 1992. Saya anak kedua dari tiga bersaudara, dan bertempat tinggal di Jalan Diponegoro 121, Denpasar. Saat ini saya duduk di kelas X SMA PembinaDenpasar. Saya memiliki hobi atau kesenangan membaca, menulis artikel, dan bersepeda.
……..
Bapak dan Ibu guru, sertarekan-rekan siswa SMA Pembina, demikianlah perkenalan singkat dari saya…..”
2. Memperkenalkan Orang Lain
“Bapak, Ibu, an para peserta ‘Diskusi Tips Mendapatkan Bahan Ajar Murah’ yang kami hormati. Sebelum membahas permasalah tersebut, terlebih dahulu akan saya perkenalkan pembicara pertama dalam diskusi ini.
Bapak, Ibu, dan peserta diskusi yang saya hormati. Pembicara pertama diskusi ini bernama Drs. Ben Woda, M.Pd. beliau dilahirkan di kota Maumere, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 21 Mei 1960. Beliau bertempat tinggal di jalan Diponegoro 21, Mataram, NTB dengan satu istri dan dua orang putera.
Setelah menamatkan pemdidikan SMA, Bapak Ben Woda melanjutkan pensisikan di fakultas Sosial Politik Jurusan Komunikasi Universitas Udayana Bali. Setelah lulus, beliau bekerja di Kantor Pemerintah Daerah Kota Mataram. Selanjutnya beliau mendapatkan beasiswa dari Pemkot Kota Mataramuntuk melanjutkan Pendidikan S2 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan lulus pada tahun 2001. Saat ini beliau dipercaya menjadi Kepala SMAN 5 Mataram.
Bapak, Ibu, dan peserta diskusi ‘Tips Mendapatkan Bahan Ajar Murah’, demikianlah perkenalan dengan pemakalah pertama kita. Selanjutnya, kami persilakan kepada Bapak Ben Woda untuk menyampaikan makalahnya selama 30 menit…”

4. Model
Time Taken Atend

5. Media
6. LKS Bahasa dan Sastra Indonesia

7. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit) ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
a.1. Guru memberikan persepsi tata cara penggunaan jeda yang tepat dalam perkenalan.
Permasalahan
Dalam forum resmi, baik dalam seminar, sinposium, rapat, maupun forum-forum yang lain, diperlukan seorang pemandu atau moderator. Diantar tugas pemandu atau moderator adalah memperkenalkan diri dan memperkenalkan orang lain yang terlibat dalam acara tersebut.
Untuk memperkenalkan diri, seorang pemandu atau moderator perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Penggunaan jeda yang tepat
Jeda atau perhentian sesaat pada bagian kalimat amat penting. Kesalah jeda dapat menimbulkan kesalahan penafsiran makna suatu kalimat, sebab dalam bahasa lisan tidak tampak pada penggunaan tanda baca seperti dalam bahasa tulis. Sebagai contoh kalimat “ibu saya akan pergi nanti malam.” Dengan penempatan jeda yang berbeda, pengucapan kalimat tersebut bisa menimbulkan dua makna, yaitu:
1) Ibu//saya akan pergi nanti malam. (yang pergi adalah saya)
2) Ibu saya//akan pergi nanti malam. (yang pergi adalah ibu saya).
2. Penggunaan intonasi yang tepat
Intonasi dapat diartikan dengan nada. Seorang pembawa acara harus dapat mengungkapkan berbagai nada kalimat dengan benar, misalnya,
1) Mengungkapkan kalimat tanya, kalimat seru, kalimat informative;
2) Mengucapkan dengan klimak dan anti klimak untuk pernyataan yang pararel;
3) Penekanan bagian bagian kalimat yang diutamakan.
3. Kelancaran
Pembawa acara harus lancar dalam berbicara. Oleh karena itu, diperlukan konsentrasi yang baik agar tidak gagap, demam panggung, atau mengalami gangguan mental yang lain.
4. Suara
Suara yang diucapkan pembawa acara harus dapat menjangkau seluruh peserta atau audien yang hadir dalam acara tersebut. Begitu juga ketepatan pengucapan fonim. Hindari dialek tertentu dalam memandu membawakan acara.
a.2. Pemberian Motivasi
- Dapatkah Anda mengungkapkan kalimat perkenalan dengan lancer dan intonasi yang tidak monoton.
- Dapatkah menempatkan jeda yang tepat dalam mengungkapkan kalimat?
- Dapatkah mencatat kekurangan yang terdapat pada pengucapn kalimat perkenalan oleh teman.
- Dapatkah memperbaiki kalimat pengucapan yang kurang tepat?
b. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Inti Waktu Sumber/ Bahan/alat
1. Kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi (comperative Learning/LC). 10 menit - Buku PR Bahasa Indonesia Kelas X Semester 1, Intan Pariwara hlm.2-3.
- Kamus induk isilah ilmiah seri intelktual, Target Pres.
- Kompeten Bahasa dan Sastra IndonesiaSMA kelas X, Widya Duta.
- Media massa/Koran/ majalah/ internet.
2. Tiap siswa diberikan kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 5 menit untuk memperkenalkan diri di depan temannya 20 menit
3. Tiap siswa diberikan sejumlah nilai sesuai dengan waktu yang digunakan 30 menit
4. Bila setelah selesai berbicara kupon yang dipegang siswa diserahkan. Setiap pembicara satu kupon berisikan kalimat pengenalan diri kepada guru dan teman-teman. 5 menit
5. Siswa yang telah menyerahkan kupon tidak boleh berbicara lagi. 5 menit
6. Dan seterusnya sampai selesai.
c. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan Guru, siswa dapat membuat kesimpulan.
- Guru memberikan tugas untuk memahami contoh teks pemandu diskusi dengan baik dan benar.
C.1. Pelatihan
1. Bacalah contoh pemandu diskusi di bawah in dengan cermat!
Assalamu’alaikum wr.wb.

Yang kami hormati Bapak Dr. Fatkhurroman selaku pembicara 1
Yang kami hormati Bapak Profesor Muhammad Alim, M.Si. selaku pembicara 2
Hadirin peserta seminar tentang Pembinaan Remaja di sekolah yang saya hormati.

Sebagaimana telah tercantum dalam undangan, seminar sehari tentang Pembinaan Remaja di sekolah ini mengambil tema sentral “Perlukah Pembinaan Remaja di Sekolah?”

Berbagai konsep tentang pembinaan remaja di sekolah yang ditinjau dari beberapa sudut pandang akan kita dapatkan hari ini. Termasuk di dalamnya berbagai permasalahan dan pemecahan yang dihadapi para remaja dewasa dewasa ini. Untuk itulah dihadapan kita dua orang pakar yang akan mengupas tuntas masalah tersebut.

Sebelum menyampaikan makalah, saya perkenalkan dulu pembicara di sebelah kanan saya. Beliau adalah Bapak Dr. Fatkhurroman alumnus Fakultas Psikologi UGM dan saat ini beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Darma Mulia. Selain sebagai dekan, beliau juga aktif sebagai pengasuh tetap ruprik konsuktasiremaja pada salah satu tabloit remaja ibu kota.
Selamat pagi Bapak Dr. Fatkhurroman!

Selanjutnya yang kedua, duduk di sebelah kiri saya adalah seorang Bapak yang juga alumnus Fakultas Psikologi UGM, yaitu Bapak Profesor M. Alim, M.Si. Beliau juga pengasuh salah satu rubric konsultasi remaja khusus bidang pendidikan pada salah satu majalah tabloid wanita di Surabaya.
Selamat pagi Bapak Profesor M. Alim, M.Si.

Sebagai pemandu, saya perkenalkan diri saya, nama saya Adam Syahrani kelas X-1 SMA Kita. Sehari-hari saya menjabat sebagai ketua kelas. Dan sebagai notulis saya perkenalkan teman saya Arianti, siswa kelas X-1 yang sehari-hari menjabat sebegai sekretaris kelas di SMA kita.

Hadirin, peserta seminar yang saya hormati, saatnya kita lanjutkan dengan menyampaikan makalah yang pertama.
Yth. Bapak Dr. Fatkhurroman saya persilakan.

2. Dengan memperhaikan pedoman di atas ucapkan contoh di atas di depan kelas.
C.2. Tagihan
Ketika teman kalian mengucapkan isilah tabel pengamatan di bawah ini!
No Nama Hasil Pengamatan Ketarangan
Jeda Intonasi Kelancaran Suara








Kriteria Penilaian :
- Tepat : 10
- Kurang tepat : 6
- Tidak tepat : 4

8. Sumber Belajar
a. Buku Paket Bahasa dan Sastra Indonesia
b. Internet
c. Kompeten Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kelas X Widya Duta

9. Penilaian
1. Penilaian afektif saat berlangsung KBM.
2. Penilaian psikomotor, mengungkapkan kalimat perkenalan dengan lancar, intonasi yang tepat sesuai tabel pengamatan di atas.


Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 12 Juli 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


Lampiran contoh soal dan kunci jawaban uji kompetensi 2

Lakukan kegiatan berikut!
A. Buatlah kalimat perkenalan di hadapan banyak orang berdasarkan ilustrasi berikut ini. Kemudian, becakan hasil pekerjaan Anda di hadapan guru dan teman-teman!
1. Anda mewakili sekolah mengikuti lomba baca puisi tingkat kabupaten. Sebelum membacakan puisi, Anda diwajibkan memperkenalkan di depan dewan juri.
Contoh jaaban:
“Bapak, Ibu guru, seta dewan juri yang saya hormati. Sebelum saya membacakan puisi karya Emha Ainun Najib, saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Erni Fitria Rahmawati. Saya dilahrikan di Madura pada tanggal 5 Juli 1993. Saya bertempat tinggal di Jalan Brigjen Katamso 23, Yogyakarta. Saat ini saya duduk di kelas X SMA Pembangunan, Yogyakarta. Saya memiliki hobi menulis puisi dan cerpen. Saya pernah mendapat juara harapan I lomba menulis cerpen yang diadakan Fakultas Sastra Universitas Negeri Yoyakarta. Bapak dan Ibu guru, dewan juri, serta Saudara-saudara sekalian, demikianlan perkenalan saya.
2. Anda memandu acara diskusi. Anda sebagai moderator akan memperkenalkan diri, memperkenalakan pembicara, serta notulis.
Contoh jawaban:
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memandu acara diskusi pada pagi hari ini. Sebelumnya, perkenankan saya untuk memprkenalkan diri. Nama saya Fajar Prasetya. Saya siswa kelas X SMA Taman Siswa, Surakarta. Selanjutnya saya akan memperkenalkan pembicara dalam acara diskusi ini. Pembicara dalam acara diskusi ini adalah seorang pengajar, penulis di berbagai media cetak, dan aktivis pada organisasi Granat atau Gerakan Antinarkoba. Beliau Bapak Drs. Ahmad Subkan. Bapak Ahman Subkan dilahirkan di Kota Pemalang pada tanggal 13 Oktober 1961. Beliau memiliki seorang istri yang bernama Dwi Purwanti dan seorang putra yang bernama Fuad Putra Perdana. Bapak Ahmad Subkan merupakan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Depdiknas, sebagai guru di SMA 1 Semarang. Notulis dalam acara diskusi ini Saudara Safira Eka Wardani. Saudara Safira merupakan siswa kelas X di SMA Taman Siswa, Surakarta.”
3. Anda mewakili sekolah dalam acara diskusi yang diselenggarakan gabungan OSIS se-kota Anda. Didkusi tersebut membahas bahaya penggunaan zat psikotropika. Sebelum mengemukakan pendapat Anda, sebaiknya perkenalkan diri Anda.

Contoh jawaban:
“Terima kasih kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Sebelum saya berkomentar, saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Wahyu Setyorini. Saya mewakili SMA teladan Surabaya. Saat ini saya duduk di kelas XI C SMA teladan. Saya tinggal di dekat SMA Teladan, tepatnya di Jalan Patimura 63, Surabaya.”

B. Sampaikan kalimat perkenalan diri yang telah Anda buat kepada guru dan teman-teman Anda!
Jawaban diserahkan kepada siswa.
C. Berikan tanggapan beserta alasan tehadap hasil pekerjaan yang dibacakan teman-teman Anda!
Jawaban diserahkan kepada siswa.
Petunjuk Guru:
Dalam memberikan kegiatan dan penilaian tugas ini, hendaknya guru mengacu hal-hal berikut.
1. Keruntutan isi dan kalimat perkenalan diri secara tertulis.
2. Keruntutan isi, penggunaan bahasa, serta mimik atau bahasa tubuh siswa dalam menyampaikan perkenalan diri secara lisan di depan kelas.
3. Ketepatan dan kelogisan siswa dalam memberikan tanggapan terhadap hasil pekerjaan siswa.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Membaca
3. Memahami berbagai teks bacaan non sastra dengan berbagai teknik membaca ekstensif.
Kompetensi Dasar : 3.1. Memngungkapkan ide pokok bwrbagai teks non sastra dengan teknik membaca cepat (250 kata/menit).

1. Indikator
3.1.1. Memebaca cepat bacaan dengan kecepatan 250 kata/menit
3.1.2. Menentukan ide pokok bacaan
3.1.3. Membuat ringkasan dalam beberapa kalimat

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat memebaca cepat dengan kecepatan 250 kata/menit.
2. Siswa dapat menemukan ide pokok bacaan.
3. Siswa dapat membuat ringkasan dalam beberapa kalimat.

3. Materi pembelajaran
Membaca
Membaca Cepat dan Menemukan Ide Pokok Bacaan
Ide pokok bacaan disebut gagasan pokok. Ide pokok bacaan dapat Anda temukan dengan teknik membaca cepat bacaan. Anda harus mampu membaca cepat jika ingin mendapatkan ide pokok tersebut. Anda dapat meningkatkan kemampuan membaca cepat dengan cara seperti berikut.
1. Membaca teks dalam hati.
2. Berkonsentrasi hanya dengan satu bacaan.
3. Tidak menggerakkan bibir untuk mengucapkan kata yang dibaca.
4. Tidak menggunakan jari atau benda lain untuk menunjuk kata demi kata.
5. Tidak menggerakkan kepala ke kiri dan ke kanan.
6. Tidak mengulangi kata atau kalimat yang sudah dibaca.
7. Tidak mengeja huruf pada kata-kata yang dibaca dalam hati.
8. Tidak selalu berhenti di awal baris.
9. Tidak membaca dengan suara.

Anda dapat menemukan ide pokok bacaan dengan langkah-langkah berikut ini.
1. Bacalah setiap paragrap yang hendak dicari ide pokoknya dengan teknik membaca cepat.
2. Cermati kalimat pertama hingga akhir! Ingat, ide pokok sebagai isi atau inti paragrap dapat terletak di awal, akhir, awal dan akhir, atau seluruh paragrap.

4. Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

5. Media
- Koran, media massa, internet
- LKS, Intan Pariwara. Kelas X

6. Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Kegiatan Awal (10 Menit) ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
a.1 Permasalahan
Tulisan dalam hal ini karangan atau bacaan tak lepas dari ide pokok/kalimat utama. Ide pokok dan kalimat utama boleh kita kata kata sama boleh juga tidak.
Karena hal ini tergantung pada sudut pandang (dari mana kita melihatnya). Kita katakan sama karena keduanya merupakan landasan pengembangan tulisan (karangan yang se paragrap panjangnya). Kalau lebih 1 paragraf (beberapa paragraf bahkan berbab-bab) ide pokok itu kita sebut tema. Ide pokok dan kalimat utama kita katakana berbeda kalau kita melihat dari perwujudan dalam paragraf. Bila berupa kalimat landasan pengembengan karangan itu kita sebut kalimat utama. Jelasnya kalimat utama itu kalimat yang berisi ide pokok. Kalimat ini bias ditemukan di awal, di akhir, dan di awal sekaligus akhir paragraf.
Paragraph yang tidak memepunyai kalimat utama tetap mempunyai ide pokok. Ide pokok ini tersirat, untuk mengungkapkannya perlu kita buat kalimat sendiri. Kalimat itu memuat satu pengertian yang berbentuk kalimat tunggal.
Untuk lebih jelasnya bacalah dan bandingkan dua penggalan wacana berikut dengan cermat! (Wacana terlampir)


a.2 Pemberian Motivasi
- Dapatkah Anda mengidentifikasi ide pokok teks?
- Dapatkah menentukan tema/topic bacaa dari berbagai sumber?
- Dapatkah menyimpulkan tema/topik bacaan?

b. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1 Membentuk kelompok yang anggotanya 2-4 siswa secara heterogen. 10 menit Iternet
2. Guru memberikan bacaan dari media cetak atau elektronik yang sesuai dengan topik pelajaran. 15 menit LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X
3. Siswa bekerja sama untuk dapat membaca cepat dan menemukan ide dengan cara 1 anak memebaca, dan satu anak melihat waktu yang diperlukan secara bergantia. 25 menit
4. Menulisken ide pokok setiap paragraf bacaan “oemerintah Siap Amankan Industri Kecil Menengah”. 10 menit
5. Guru membuat kesimpulan 10 menit
6. Penutup.

c. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat membuat, menemukan kalimat utama.
- Guru memberkan tugas lepada siswa untuk melakukan kegiatan membaca.

7. Sumber Belajar
- Internet.
- Buku Pakrt Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X.

8. Lampiran Materi dan Alat Penilaian
1. Tandailah kata terakhir yang berhasil And abaca!
2. Hitunglah bersama teman Anda, berapa kata yang berhasi Anda baca!
3. Lakuakan kegiatan ini secara bergantian!
Pemerintah Siap Amankan Industri Kecil Menengah

Departemen Perindustrian menyiapkan tiga skema untuk mengamankan industri kecil dan menengah dari imbas krisis keuangan global. Kedua, dengan mengamankan produk domestic, serta ketiga, memudahkan akses pemasaran ke luar Negeri.
Direktur Jenderal Industri Mikro kecil dan Menengah, Fauzi Aziz mengatakan langkah-langkah ini bertujuan agar kegiatan ekonomi industri kecil dan menengah tetap berjalan. Fausi menambahakan pemberian program kredit berupa pinjaman dengan suku bunga yang relatif redah. Hal tersbeut dikatakan Fauzu di Departemen Perindustrian, Jakarta, 9 Oktober 2008.
Fauzu menjelaskan, suku bunga Bank Indonesia sebesar 9,5 persen bias membuat industri skala kecil dan menengah kesulitan mencari pendanaan, bahkan terancam bangrut. Industri skala kecil yang memerlukan pinjaman modal Rp 5-10 juta akan terkena suku bunga sebesar 24 persen. Suku bunga ini lebih besar bila dibandingkan pengusaha industri kecil yang mencari pinjaman modal lebih besar daripada Rp 25 juta. Mereka hanya dikenai suku bunga 16 persen. Yang penting aliran pinjaman tetap jalan, sebab kalau diturunkan justru mengganggu likuiditas, produksi menurun sehingga industri kecil dan menengah kolaps. Fauzi juga mengusulkan, suku bunga pinjaman untuk Kredit Usaha Rakyat tetap sebesar 24 persen untuk pinjaman kurang dari Rp 5 juta dan 16 persen untuk pinjaman lebih dari Rp 5 juta.
Dana program kredit berada do sejumlah departemen seperti Departemen Pertanian, Departemen Keuangan, Departemen Industri, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Departemen Unit Kecil Menengah dan Koperasi, dan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan.
Sementara itu, langkah kedua yaitu pengamanan produk dalam Negeri dangan cara menekan impor dan pengawasan impor produk illegal. Langkah ketiga, memperluas akses pemasaran melalui momen Trade Expoi Indonesia 2008. Itulah tiga langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan industry kecil dan menengah dari krisis keuangan global.

Sumber: http://www.tempoiteraktif.com/hg/akbis/2008/

Setelah membaca bacaan yang berjudul “Pemerintah Siap Amankan Industri Kecil Menengah”, temukanlah ide pokok setiap paragraf pada bacaan tersebut!

Ringkaslah bacaan “Pemerintah Siap Amankan Industri Kecil Menengah” dalam beberapa kalimat dengan bahasa Anda sendiri!
Ikutilah langkah-langkah berikut.
1. Cermati kembali ide pokok paragraf yang telah Anda temukan!
2. Rangkaikan ide pokok tersebut dalam beberapa kalimat!
3. Anda dapat menambahkan kata penghubung agar menjadi paragraf yang runtut dan padu.

Contoh soal dan kunci jawaban uji kompetensi
membaca dan menemukan ide pokok paragrapf

1. Setelah membaca bacaan yang berjudul “Pemerintah Siap Amankan Industri Kecil Menengah”, temukanlah ide pokok setiap paragraf pada bacaan tersebut!
Jawaban:
Ide pokok setiap paragraf bacaan tersebut sebagai berikut.
1. Paragraf ke-1 : Departemen Perindustrian menyiapkan tiga skema untuk mengamankan industri kecil dan menengah dari krisis keuangan global.
2. Paragraf ke-2 : Langkah-langkah diambil agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.
3. Paragraf ke-3 : Kenaikan suku bunga Bank Indonesia membuat industri kecil dan menengah kesulitan mencari pendanaan.
4. Paragraf ke-4 : dana program kredit berada di sejumlah departemen.
5. Paragraf ke-5 : Itulah tiga langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk menyelamtkan industry kecil dan menengah dari krisis keuangan global.
2. Ringkaslah bacaan “Pemerintah Siap Amankan Industri Kecil Menengah”dalam beberapa kalimat dengan bahasa Anda sendiri!
Ikutilah langkah-langkah berikut ini:
1. Cermati kembali ide pokok paragraf yang telah Anda temukan!
2. Rangkaikan ide pokok tersebut dalam beberapa kalimat!
3. Anda dapat menambahkan kata penghubung agar menjadi paragraf yang runtut dan padu.
Contoh jawaban:
Departemen Perindusyrian menyiapkan tiga skema untuk mengamankan industry kecil dan menengah dari krisis keuangan global. Tiga skema/langkah diambil agar kegiatan ekonomi tetap berjalan.
Kenaikan suku bunga Bank Indonesia akan membuat industri kecil dan menengah kesulitan mencari pendanaan. Oleh sebab itu, pemerintah akan melakukan program kredit bagi usaha kecil dan menengah. Dana untuk program kredit tersebut masih berada di sejumlah departemen. Selain itu, pemerintah juga akan menekan impor dan memperluas akses pemasaran. Itulah tiga langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan industri kecil dan menegah.



Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 26 Juli 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Menulis (Sastra)
8. Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi.
Kompetensi Dasar : 8.1. Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.

1. Indikator
8.1.1. Mengidentifikasi puisis lama.
8.1.2. Menulis pantun, syair dengan memperhatikan bait, iarama, dan rima.
8.1.3. Menyunting puisi lama yang ditlis teman.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi puisi lama.
2. Siswa dapat menulis pantun, syair dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
3. Siswa dapat menyunting puisi lama yang ditulis teman

3. Materi Pembelajar
Menulis Puisi Lama
Ciri-ciri puisi lama
1. Bersifat anonim, yaitu nama pengarang tidak dicantumkan dalam karya sastra.
2. Merupakan milik bersama masyarakat.
3. Muncul karena adat dan kepercayaan masyarakat.
4. Bersifat istana sentries, maksudnya ceritanya berkisar pada lingkungan istana.
5. Dipublikasikan atau disebarkan secara lisan.
6. Menggunakan bahasa klise, yaitu bahasa yang bentuknya tetap.

Berdasarkan jenisnya, puisi lama dibedakan sebagai berikut.
1. Pantun
Pantun adalah puisi lama yang terikat oleh syarat-syarat tertentu, seperti banyak baris, banyak suku kata, kata, persajakan, dan isi.
Secara tegas, cirri-ciri pantun sebagai berikut.
a. Terdiri atas empat baris (selalu genap) dan merupakan satu kesatuan yang disebut bait/kumplet.
b. Setiap baris terdiri atas empat kata yang dibentuk dari 8-12 suku kata (umumnya 10 suku kata).
c. Baris ke-1 dan ke-2 merupakan sampiran dan baris ke-3 dan ke-4 merupakan isi.
d. Persajakan sampiran dan isi selalau pararel (ab-ab,abc-abc, abcd-abcd, atau aa-aa).
Contoh:
Berlayar perahu dari Berandan,
menuju arah Selat Malaka.
Lebar kepala dari badan,
apakah itu cobalah terka .

2. Syair
Syair berasal dari bahasa Arab syu’ur yang artinya “perasaan”. Syair merupakan puisi lama yang terdiri atas empat baris, berisi nasihat, dongeng atau berisi cerita. Syair mengutamakan isi.
Adapaun ciri-ciri syair sebagai berikut.
a. Setiap bait terdiri atas empat baris.
b. Setiap baris terdiri atas 4-5 kata (8-12 suku kata).
c. Terdapat persamaan bunyi atau sajak akhir sama dan sempurna.
d. Tidak ada sampiran sehingga keempatnya merupaka isi.
e. Terdiri atas beberapa bait dan setiap bait saling berhubungan.
f. Biasanya berisi cerita atau berita.
Contoh:
Syair Perahu
Inilah gerangan suatu madah,
merangkan syair terlalu indah,
membeluti jalan tempat berpindah,
di sanalah I’tikat diperbetuli sudah.

Wahai muda, kenali dirimu,
ialah perahu tasmil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.
….

Dikutip dari :Puisi Lama, Sutan Takdir Alisjahbana, 2006

3. Gurindam
Gurindam berasal dari bahasa Tamil yang berarti “perhiasan atau bunga”. Gurindam merupakan puisi lama, yaitu satu bait terdiri atas dua baris, memiliki irama yang sama, merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama merupakan syarat, sedangkan baris kedua merupakan jawabannya. Gurindam berisi petuah atau
Contoh Fasal 2
barang siapa mengenal yang tersebut
tahulah ia makna takut

barang siapa meninggalkan sembahyang
seperti rumah tidak bertiang

barang siapa meninggalkan zakat
tiada hartanya beroleh berkat.

4. Model Pembelajaran
Student Facilitator and Explaning

5. Media
- Kumpulan puisi lama, Sutan Tajdir Alisjahbana, 2006.
- Gurindam dua belas, Fasal 2
- Internet
- Buku LKS Intan Pariwara, Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X.
6. Langkah-langkah Pembelajaran
a.1 Kegiatan awal (10 menit) ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
Uji Kompetensi 4
Kerjakan kegiatan berikut!
Cermati puisi lama berikut!
Puisi 1
Dengarlah kisah suatu riwayat,
raja di desa Negeri Kembayat,
dikarang fakir dijadikan hikayat,
dibuat syair serta berniat.

Adalah raja sebuah Negeri,
Sultan Agus bijak bestari,
asalkan baginda raja yang bahari,
melimpahkan pada dagang biaperi.
….
Puisi 2
Buah ara, batang dibantun,
mari dibantun dengan parang.
Hai saudara dengarlah pantun,
pantun tidak mengata pantun.

Mari dibantun dengan parang,
berangan besar di dalam padi.
Pantun tidak mengata orang,
janganlah syak di dalam hati.

A. Identifikasilah banyak bait, irama, rima, dan jenis puisi pada dua puisi tersebut!
B. Setelah mengetahui ciri-ciri syair dan pantun, lakukan kegiatan berikut!
1. Buatlah dua bait pantun yang mengacu pada syarat-syarat pantun. Kenudian jelaskan isi pantun yang Anda buat!
2. Buatlah syair yang mengacu syarat-syarat syair. Kemudian, jelaskan isi syair tersebut!
a.2 Pemberian motivasi
- Dapatkah Anda mengidentifikasi puisi lama dengan cepat dan tepat, pahami materi pembelajaran di depan?
b. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1 Guru menyampaikan kompetensi dasar yang ingin dicapai, yaitu memahami ciri-ciri puisi lama. 20 menit - Kumpulan puisi lama
- Gurindam
- Buku LKS X
- Internet
- Teks Puisi
2. Guru mendemonstrasikan atau membacakan puisi lama sebagai materi. 20 menit
3. Memberikan kesempatan pada siswa untuk menjelaskan identifikasi bait, irama, rima, dan jenis puisi kepada siswa lainnya. 50 menit
4. Guru menyimpulkan ide atau pendapat dari siswa. 10 menit
5. Siswa memperbaiki pekerjaan berdasarkan hasil koreksi teman. 50 menit
6. Guru menerangkan semua materi yang disajikan. 10 menit
7. Penutup.

c. Kegiatan akhir (10 menit)
- Dengan penjelasan guru, siswa dapat menulis pantun, syair dengan memperhatikan bait, irama, dan rima?
- Guru member tugas siswa untuk mengerjakan ulangan harian halaman 9 LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X.

7. Sumber Belajar
- Kumpulan puisi lama
- Internet
- LKS dan Sastrawan Bicara Siswa Bertanya SBSB.2006.Horison, Kakilangit

8. Alat Penilaian
(Soal dan kunci jawaban dan penjelasan soal ulangan harian Bab I).

Ulangan Harian
A. Pilihlah jawaban yang tepat!
Presiden: Subsidi Harus Tepat Sasaran.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan agar pemberian subsidi harus tepat sasaran. Pemerintah harus mensubsidi mereka yang hidupnya sulit. Presiden mengatakan bahwa subsidi pemerintah besar sekali, yaitu Rp. 1.000 triliun. Besarnya masih dihitung kembali dan mudah-mudahan tetap Rp 1.000 triliun. Hal tersebut dikatakan presiden saat meresmikan Rusunami Tower A dan Tower B di Cluster City Park Perumnas Cengkareng, Kamis, 4 Desember 2008. Presiden memahami bahwa rumah merupakan kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu, pemerintah tentu memiliki kewajiban untuk membantu masyarakat mendapatkan rumah meskipun kadang-kadang terjadi tarik ulur mengenai alokasi anggaran.
Dalam mengembangkan rusun sederhana ada hal yang harus dijalankan. Pertama, harus dalam batas keterjangkauan masyarakat. Artinya, kalau rusunami atau rusunawa itu diperuntukkan bagi golongan menengah ke bawah, skema pembayaran atau kreditnya termasuk subsidi yang diberikan oleh pemerintah harus benar-benar dalam jangkauan mereka yang membelinya. Kedua, jangan hanya mengejar keterjangkauannya saja, tetapi harus juga layak huni. Dalam arti ada fasilitas minimal, lingkungan keluasan, dan sarana-sarana lain. Ketiga, memilih atau membangun di tempat-tempat yang lingkungannya baik. Presiden meminta, jangan membangun sebuah komplek perumahan sederhana yang jauh dari mana-mana, yang tidak bias diakses, tidak ada satupun kemudahan, tidak ada sarana listrik, sir, dan hal-hal yang berkaitan dengan itu.
Sumber: http://www/sinarharapan.co.id/ekonomi/index.html

1. Tema berita tersebut …
a. Pemberian subsidi bagi masyarakat miskin.
b. Dana subsidi berjumlah Rp 1.000 triliun.
c. Subsidi dari pemerintah harus tepat sasaran.
d. Kebutuhan masyarakat yang paling utama adalah rumah.
e. Pembangunan rusun di berbagai wilayah di Indonesia.
Jawaban: c
Tema merupakan topic yang dibahas dalam bacaan. Tema dapat digali dari berbagai sumber, antara lain: pengalaman, perasaan, cita-cita, pengamatan, pendapat, ataupun khayalan. Tema yang terdapat pada berita tersebut yaitu subsidi dari pemerintah harus tepat sasaran.
2. Pernyataan berikut yang terdapat dalam berita “Presiden: Subsidi Harus Tepat Sasaran” yaitu …
a. Prsiden mengutamakan rakyat miskin untuk mendapat jaminana kesehatan.
b. Subsidi pemerintah sebesar Rp 1.000 triliun.
c. Pemerintah meresmikan resunami di Banten pada tanggal 1 Desember 2008.
d. Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia.
e. Pemerintah memeiliki kewajiban memberikan bantuan kepasa masyarakat.
Jawaban: d
Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan yaitu pilihan d. Pernyataan tersebut terdapat pada paragraf ke-1.
3. Kalimat yang tepat untuk menanggapi isi bacaan “Presiden: Subsidi Harus Tepat Sasaran” adalah …
a. Pemberian subsidi tepat sasaran jika data msyarakat miskin benar-benar akurat.
b. Subsidi dari pemerintah pusat sebaiknya diserahkan langsung oleh pejabat terkait.
c. Pemerintah harus memilih daerah mana yang jumlah masyarakat miskin terbanyak.
d. Banyak masyarakat mengaharapkan subsidi dari pemerintah untuk mencakup kebutuhan hidup.
e. Jumlah subsidi pemerintah sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya.
Jawaban: a
Kalimat tanggapan merupakan kalimat yang menyatakan pendapat terhadap hal, peristiwa, masalah, atau yang lain. Kalimat tanggapan yang sesuai dengan bacaan yaitu pilihan a.
4. Betahun-tahun dikenal sebagai kawasan wisata yang menyuplai kentang, Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, perlu didukung bagi upaya rehabilitas lahan. Saat ini ribuan hectare kawasan, termasuk Daerah Aliran Sungai Seyaru, dalam kondisi kritis. Ribuan jiwa tergantung pada pertanian kentang di lereng berkemiringan lebih dari 60 derajat itu. Selain kesuburan tanah turun, bencana banjir dan longsor terjadi setiap musim hujan seperti saat ini.
Dikutip dari: Kompas, 2 Desember 2008
Isi berita di atas yaitu …
a. Dieng dikenal sebagai tempat wisata dan penghasi kentang.
b. Kawasan Dieng dalam kondisi kritis dan perlu rehabilitas lahan.
c. Ribuan jiwa bergantung pada pertanian di Dieng.
d. Dieng memiliki kesuburan tanah yang tinggi.
e. Kawasan dieng berada di lereng kemiringan 60 derajat.
Jawaban: b
Berita tersebut berisi tentang lahan di kawasan Dieng yang perlu direhabilitasi.
5. Kalimat yang digunakan untuk memperkenalkan diri dalam acara diskusi adalah …
a. Bapak, Ibu, dan hadirin yang kami hormati.
Sudah penatasnya jika seseorang berbicara dihadapan banyak orang memperkenalkan diri terlebih dahulu. Hal itu bertujuan agar terjadi saling komunikasi yang baik dan saling mengenal.
b. Bapak Ibu peserta diskusi yang berbahagia.
Sangat tidak pantas jika terlebih dahulu daya tidak memperkenalkan diri. Perkenalan diri dalam forum perlu saya sampaiakn terlebih dahulu karena diantara kita banyak yang tidak mengenal. Untuk itu, sudah sangat tepat jika saya harus memperkenalkan diri.
c. Bapak, Ibu, dan Saudara-Saudara yang saya hormati.
Sebelum acara diskusi ini dimulai, pertama kali saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Dana Pailaya. Saya dilahirkan di Manado, 3 April 1992. Saat ini saya bersekolah di SMA Patimura 2, Manado …
d. Para peserta diskusi yang saya hormati.
Sudah sepantasnya saya selaku pembawa acara diskusi harus memperkenalkan diri di depan peserta diskusi. Perkenalan saya ini tentu akan mempermudah saya dalam membawakan acara diskusi.
e. Bapak dan Ibu guru yang saya hormati, rekan-rekan diskusi yang berbahagia.
Sebelum membawakan acara diskusi ini, terlebih dahulu saya akan memperkenalkan diri. Kami yakin di antara Bapak, Ibu guru, dan rekan-rekan peserta diskusi ada yang belum mengenal saya karena ada beberapa Bapak, Ibu guru, dan rekan peserta diskusi yang berasal dari sekolah lain …
Jawaban: c
Kalimat yang baik untuk memperkenalkan diri di hadapan forum resmi seperti diskusi adalah jawaban c karena runtut, jelas, objektif, dan jujur.
6. Kalimat berikut yang merupakan pernyataan memperkenalkan diri adalah …
a. Bapak, Ibu, dan hadirin yang saya hormati.
Sebelum diskusi yang membahas “Trategi Mengatur Anggaran Pendidikan Mengahadapi Kenaikan Harga Senbako” ini kita mulai, terlebih dahulu akan saya perkenalkan pembicara dalam diskusi ini.
….
b. Para hadirin yang berbahagia.
Pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang memang ada benarnya. Agar terjadi komunikasi yang lancer antara pemakalah dan dengan peserta seminar ini, maka perlu hadirin ketahui bahwa pembicara seminar ini bernama Bapak Subroto dan Ibu Lengki Lumena ….
c. Bapak, Ibu, dan Tamu Undangan yang berbahagia.
Pertama-tama perlu saya perkenalkan kepada hadirin bahwa pembicara dalam diskusi ini ada dua pakar, yaitu Bapak Lamingkun Samosir dan Ibu Vony Sumlang.
d. Bapak, Ibu, dan peserta diskusi yang berbahagia.
Sebelum membawa materi pada acara diskusi ini, terlebih dahulu saya akan meperkenalkan diri. Nama saya Hasibuan ….
e. Bapak, Ibu dan peserta diskusi yang terhormat.
Sangatlah tidak tepat jika sebelum diskusi ini dimulai saya tidak perkenalkan pembicara diskusi dalam fotum ini. Untuk itu, kami perkenalkan kepada Bapak dan Ibu bahwa pembicara diskusi ini adalah Ibu Dr. Sri Pangestu Utami dan Bapak Drs. Dede Istijab, M.Pd. Beliau berdua adalah ….
Jawaban: d
Kalimat yang tepat untuk memperkenalkan diri dalam forum resmi adalah d, sedangkan kalimat a, b, c, dan e adalah kalimat untuk memperkenalkan orang lain.
7. Perhatikan penggalan wacana berbentuk berita berikut ini!
Kehadiran perusahaan ritel raksasa, baik asing maupun lokal, ternyata sangat meresahkan sebagain pedagang pasar tradisional. Seperti para pedagang pasar tradisional Kramat Jati, Jakarta Timur merasakan keadaan tersebut. Upaya perusahaan ritel bermodal besar untuk menguasasi pasar membuat para pedagang pasar trasdisional semakin terjepit. Barang dagangan yang dijual pun memiliki Janis yang relatif sama dengan dagangan di pasar tradisioanal.
Sumber: www.liputan6.com
Tanggapan yang tepat terhada isi pokok penggalan berita tersebut adalah ….
a. Agar tidak terjadi persaingan tidak sehat, seharusnya dilakukan pengaturan kesepakatan tentang tempat berjualan harga dan harga antara perusahaan ritel dan pedagang pasar tradisional.
b. Saat ini muncul hypermarket-hrpermarket di kota-kota provinsi yang mendesak keberadaan pasar tardisional.
c. Sebenarnya barang dagangan, khususnya sayuran, yang dijual di pasar tardisional masih baru dan segar sehingga tidak kalah dengan barang dagangan hepermarket.
d. Segarusnya hypermarket diubah menjadi pasar tradisional sehingga bersaing dengan hypermarket dari asing.
e. Pedagang pasar tradisional seharusnya diberi modal besar agar mampu bersaing dengan hyepermarket.
Jawaban: a
Tanggapan atau pendapat yang berkaitan dan memberikan solusi tentang keberadaan hypermarket yang mendesak pasar treadisional adalah a, yaitu melalui kesepakatan penentuan aturan tempat berjualan dan harga barang dagangan antara hypermarket dan pasar tradisional.
8. Seorang penyaji menyampaiakn makalahnya dengan topik Dampak Globalisasi Terhadap Pertubuhan Ekonomi Negara-negara Berkembang”. Selain pengaruh negatif, disampaiakn pula pengaruh-pengaruh positifnya. Seorang peserta menolak tentang pengaruh-pengaruh positif yang dikemukakan penyaji.
Kalimat penolakan yangtepat dan sesuai dengan sopan santun berdiskusi yaitu …
a. Saudara moderator, saya menolak pendapat tersbut karena tidak didukung data yang cukup.
b. Saudara moderator, saya tidak bisa menerima pendapat karena masih perlu dilengkapi dengan data yang lain.
c. Saudara moderator, saya tidak sependapat karena pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan.
d. Saudara moderator, saya tidak menyutujui pendapat tersebut karena sulit dimengerti.
e. Saudara moderator, pendapat tersebut perlu ditinjau kembali karena dalam kenyataannya pengaruh positif globalisasi sukar dibuktikan.
Jawaban: e
Kalimat penolakan merupakan kalimat yang menyatakan penolakan/tidak setuju terhadap sesuatu hal, masalah, pendapat, atau yang lain. Kalimat penolakan tetap menggunakan sopan santun berbahasa. Pilihan e menggunakan kalimat dengan dahasa yang sopan.
9. Dalam suatu diskusi seorang peserta menaggapi pendapat seorang pembicara,”Jika memperhatikan status OSIS dan Kopsis, saya berkesimpulan bahwa tampaknya Kopsis mempunytai dasar hukum yang lebih kuat daripada OSIS. Baagaimana menurut Anda?”
Kelimat jawaban yang tepat untuk tanggapan pesera tersebut …
a. Maaf, Saudara kurang memperhatikan penjelasan saya.
b. Rupanya Saudara kurang bisa memahami penjelasan saya.
c. Pertanyaan Saudara tidak perlu saya jawab sebab semuanya sudah jelas.
d. Analisa Saudara tentang status OSIS dan Kopsis memang benar. Ternyata pandangan Saudara sejalan dengan saya.
e. Pernyataan Saudara saya tampung dulu apabila ada waktu akan saya jawab.
Jawaban: d
Kalimat untuk menanggapi pendapat/gagasab orang lain harus logis atau masuk akal.
10. Kalau kita menilik sejarah zamannya Bandung pada masa perang kemerdekaan dahulu tentunya akan banyak cerita tentang kota ini. Salah satu contoh peristiwa Bandung Lautan Api. Tapi, tentunya ada peristiwa-peristiwa lainnya yang membuat Bandung penuh kenangan, yaitu semenjak era kolonialisme Belanda, Bandung sempat memiliki banyak lapangan terbang.
Tanggapan yang cocok dan sesuai dengan bacaan yaitu …
a. Kota Bandung merupakan kota bersejarah.
b. Peristiwa Bansung Lautan api hanya salah satu kejadian pada masa lalu.
c. Sebagai salah satu kota bersejarah, sebaiknya Bandung diketahui da diHargai oleh warga Bandung.
d. Mengenang peristiwa bersejarah sebearnya kurang bermafaat karena hany membuang waktu.
e. Seluruh warga Bandung harus melaksanakan K3, yaitu kebersihan, ketertiban, dan keindahan.
Jawaban: c
Perhatikan kata sebaiknya pada jawaban c. kata sebaiknya menunjukkan syarat tanggapan yang sopan dan beralasan.
11. Perhatikan penggalan berit berikut ini!
Harga berbagai kebutuhan pokok semua daerah hingga Jumat tanggal 25 Jnuari 2008 masih tinggi. Boleh dikatakan kondisi ini tidak ada yang paling merepotkan seperti sekarang. Berbagai kebututhan pokok mahal, bahkan terus naik. Keadaan serba sukit jelas memukul kehidupan masyarakat golongan ekonomi rendah. Misalnya, Sarni, seorang ibu rumah tangga ini dapat mewakili jutaan orang Indonesia yang berpenghasilan pas-pasan dan semakin dipusingkan dengan mahalnya bahan pokok.
Sumber: www.liputan6.com.
Ide pokok pada penggalan berita tersebut terletak pada kalimat ….
a. ke-1
b. ke-2
c. ke-3
d. ke-4
e. ke-5
Jawaban: a
Ide pokok penggalan berita tersebut terletak pada kalimat ke-1, yaitu berbagai kebutuhan pokok di semua daerah hingga jumat tanggal 25 Januari 2008 masih tinggi.
12. Tanggapan yang tepat berdasarkan isi penggalan berita nomor 11 adalah ….
a. Kenaikan harga BBM memang berkaitan erta dengan kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari.
b. Dengan naiknya harga kebutuhan pokok, sebaiknya kita hidup secara hemat, pandai-pandai menyiasati, dan mengolah keuangan rumah tangga.
c. Naiknya harga kebutuhan pokok sehari-hari memang tidak bisa dihindari karena kebutuhan manusia setiap hari semakin meningkat.
d. Seghrusnya kita mengantisipasi terlebih dahulu terhadapa kenaikan harga kebutuhan pokok sehari-hari.
e. Langkah paling tepat untuk mengantisipasi nainya harga kebutuhan pokok adalah menabung secara rutin agar tidak merasa kesulitan.
Jaaban: b
Tanggapan atau pendapat yang tepat berkaitan dengan isi berita tersebut adalah kita harus mulai hidup dengan hemat serta mengolah keuangan rumah tangga dengan baik. Dengan demikian, jawaban yang sesuai dan mendukung adalah b.
13. Petir atau halilintar merupakan gejala alam yang muncul pada musim hujan. Petir terjadi ketika di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan beberapa saat, kemudian disusul suara menggelegar. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.
Sumber: http://id.wikipedia.org
Infromasi pokok yang terdapat dalam penggalan wacana tersebut adalah ….
a. kilatan cahaya di langit
b. petir merupakan gejala alam
c. petir menyebabkan suara menggelegar
d. perbedaan waktu antara kilatan petir dengan suara menggelegar
e. muncul kilatan petir sesaat yang menyilaukan mata
Jawaban: b
Inti pokok dalam informasi tersebut adalah petir atau halilintar sebagai gejala alam berbentuk kilatan cahaya di langit yang menyilaukan, kemudian memunculkan suara menggelegar.
14. Krisis finansial telah mendorong banyak orang mengunjungi laman internet untuk mencari berita finansial terbaru. Mereka juga mencari tip mengenai bagaimana menyelamatkan investasi dan menghemat biaya hodup rutin. Kunjungan ke laman internet memfokuskan diri pada berita bisnis.
Dikutip dari: www.tvone.co.id
Pokok pikiran pada kutipan berita tersebut …
a. Laman internet dikunjungi banyak orang untuk mencari info terbaru.
b. Laman internet menyediakan berita bisnis.
c. Adanya krisis finansial mendorong orang untuk mengunjungi laman internet.
d. Pengunjung laman mencari informasi bisnis.
e. Berita bisnis menjadi acara favorit masyarakat saat ini.
Jawaban: c
Pokok pikiran merupakan masalah utama yang dibahas dalam bacaan. Pokok pikiran kutipan berita tersebut terdapat pada kalimat pertama.
15. Dinas Agrobisnis kota Bogor mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsuksi produk makanan dari kulit sapi. Hal ini dilakuakn menyusul beredarnya kulit sapi limbah bahan baku sepatu dan tas diolah kembali menjadi makanan. Guna mengantisipasi isu tersebut, Dinas Agrobsinis melakukan razia ke lokasi penglahan kulit sapi. Dinas Agrobisnis juga merazia lokasi penjualan makanan dari kulit sapi. Dan razia tersebut diperoleh sampel kulit sapi basah maupun produk makanan dari kulit sapi.
Gagasan pokok wacana di atas terdapat pada kalimat ….
a. kesatu
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
Jawaban: a
Gagasan pokok berisi inti masalah yang dibahas dalam bacaan. Gagasan pokok paragraf tersebut terdapat pada kalimat kesatu.
16. Perhatikan puisi lama berikut ini!
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal diammu
Puisi lama tersebut berisi tentang ….
a. kenakalan generai muda saat ini
b. masa depan generasi muda yang serba susah
c. nasehat agar muda-mudi tidak hanya mementingkan kehidupan duniawi saja
d. masa depan generasi muda yang tidak menentu
e. nasehat yang berisi agar generasi muda selalu waspada terhadap bahaya dunia dan akhirat
Jawaban: c
Puisi lama berbentuk syair tersebut berisi tentang nasehat agar generasi muda jangan hanya mementingkan kehidupan duniawi saja, tetapi berbuat baik untuk bekal kehidupan di akhirat nanti.
17. Perhatikan syair berikut ini!
Jika anakanda menjadi besar
Tutur kata, janganlah kasar
Janganlah seperti orang sasar
Banyaklah orang menaruh gusar
Syair tersebut berisi tentang …
a. cara memberikan nasehat kepada anak
b. berkata dan bersikaplah jujur sehingga tidak membuat orang marah
c. cara membesarkan anak dengan baik
d. tutur kata yang baik akan disenangi banyak orang
e. cara mendidik anak berperilaku baik agar dewasa tidak dimarahi atau dibenci orang
jawaban: e
Penggalan syair tersebut mengisahkan cara mendidik anak berperilaku (berkata sopan) agar kelak dewasa tidak berperilaku jelek dan dibenci orang.
18. bukan bijak pada diri hamba
hanya kepentingan dunia yang beta puja
tiada bekal di akhirat nantinya
….
Baris yang tepat untuk melengkapi syair tersebut adalah ….
a. beta pun tak persiapkan sejak dini
b. tanpa sadari beta pun sesali diri
c. sesal pun tiada gunanya
d. hamba tiada tahu harus berguru
e. secuil doa pun beta tak persiapkan
Jawaban: c
Alah satu syarat sastra berbentuk syair adalah bersajak lama dan keseluruhan merupakan cerita. Baris yang tepat untuk melengkapi syair tersebut adalah c.
19. Elok rupanya kumbang jati,
dibawa itik pulang kandang.
Tidak terkata besar hati,
melihat ibu sudah datang.
Puisi tersebut termasuk jenis…
a. sonata
b. syair
c. pantun
d. Taliban
e. Gurindam
Jawaban: c
Puisi lama tersbut termasuk pantun. Puisi tersebut memiliki syarat-syarat pantun seperti bersajak a-b-a-b. Dua baris pertama merupaka sampiran, dua baris kedua berupa isi, dan setiap baris memiliki 8-12 suku kata.
20. Berikut ini yang merupakan syarat sebuah syair adalah ….
a. setiap baris dalam satu bait bersajak tidak sama
b. Jumlah baris dalam setiap bait tidak sama
c. Setiap bait terdiri atas sampiran dan isi
d. Terdapat persamaan bunyi atau sajak akhir sama dan sempurna
e. Setiap baris memiliki jumlah kata yang sama
Jawaban: d
Pada dasarnya ciri-ciri sastra lama berbentuk syair sebagai berikut.
a. Setiap bait terdiri atas empat baris.
b. Setiap baris terdiri atas 4-5 kata (8-12 suku kata).
c. Terdapat persamaan bunyi atau sajak akhir sama dan sempurna.
d. Tidak ada sampiran sehingga keempatnya merupaka isi.
e. Terdiri atas beberapa bait dan setiap bait saling berhubungan.
f. Biasanya berisi berita atau cerita.

B. Kerjakan soal-soal berikit ini!
Induk Koperasi Tani mendapat lapoan bahwa perdagangan beras antarpulau mencapai 150.000 ton per bulan sejak kenaikan harga beras dunia. Hal ini ditunjang juga bahwa produksi beras di Indonesia mengalami kenaikan sebanyak 4,8%. Apabila dibandingkan produk beras China hanya naik 1,3%, di Thailand hanya satu sekian persen, bahkan produksi beras India dan Banglasesh mengalami penurunan. Meskipun produksi beras naik, harga beras Indonesia juga naik karena terkena imbas kenaikan harga beras di Negara-negara lain. Kan tetapi, Indonesia tidak perlu kawatir terken imbas krisis pangan yang melanda Negara-negara lain karena stok pangan cukup.
Sumber: web.bisnis.com
1. Tentukan pokok informasi dalam paragraf tersebut!
Jawaban:
Pokok-pokok informasi dalam paragraf sebagai berikut.
a. Harga beras dunia naik.
b. Produksi beras Indonesia mengalami kenaikan.
c. Indonesia tidak perlu kawatir terkena imbas krisis pangan karena stok pangan cukup.
2. Buatlah kalimat untuk menanggapi isi bacaan tersebut!
Contoh jawaban:
Sebaiknya Indonesia tetap harus waspada menjaga stok beras agar terhindar dari krisis pangan seperti Negara lain.

Perhatikan bacaan berikut!
Tahun 2008 menandai berakhirnya bulan madu antara Departemen Kesehatan dan PT Akses dalam pengolahan program Asuransi Kesehatan untuk keluarga miskin. Peran PT Akses yang semula mengola program itu secara keseluruhan kini dibatasi hanya mengurus manajemen kepesertaan.
Dalam program Asuransi Kesehatan untuk Keluarga Miskin (Akseskin) yang dimulai tahun 2005, pengolahan program dilakukan Akses. Pengolahan ini termasuk manajemen kepesertaan dan verifikasi tagihan klaim pelayanan kesehatan bagi peserta. Untuk memperluas cakupan layanan, jumlah warga miskin yang ditanggung meningkat terus pada tahun 2007.
Niat mulia pemerintah ini justru membebani rumah sakit yang melayani Akseskin. Hal tersebut diebabkan karena penyaluran dana tak lancer akibat klaim yang terlalu besar dan kendala bisrokrasi. Hampir semua punya pitang-ada yang mencapai belasan miliar rupiah-sehingga mengganggu operassional mereka.
3. Tentukan pokok pikiran paragraf di atas!
Jawaban:
Pokok pikiran bacaan tersebut sebagai berikut.
a. Paragraf ke-1: Tahun 2008 hubungan antara Departemen Kesehatan dan PT Akses dibatasi.
b. Paragraf ke-2: Sejak tahun 2005 pemgolahan program Akseskin dilakukan oleh PT Akses.
c. Paragraf ke-3: Program pemerintah Akseskin membebani ruamah sakit yang melayani Akseskin.
4. Hari ini Anda pertama kali masuk kelas di sekolah baru. Anda terpilih menjadi ketua kelas. Anda akan memberikan sambutan yang berisi perkenalan diri Anda. Buatlah kalimat memperkenalkan diri berdasarkan ilustrasi tersebut!
Contoh jawaban:
Teman-teman sekalian, hari ini kita memasuki suasana baru, sekolah baru, dan teman-teman baru. Kita telah meninggalkan masa-masa indah do SMP. Pada kesempatan ini saya akan memperkenalkan diri. Nama saya sepeti yang sudah teman-teman ketahui, Janu, lengkapnya Janu Prasetya Wibowo. Saya lahir dair ayah bernama Heru Susanto dan ibu bernama Siti Syamsiah. Saya asli Jawa dan dibesarkan di Yogayakarta. Saya anak kedua dari dua saudara. Kata ibu saya, saya anak paling genteng di dunia ini. Saya percaya itu! Akan tetapi, saya tidak memaksa teman-teman untuk berpendapat sama dengan ibu saya. Saya berasal dari SMPN 1 Bantul.




5. Buatlah sebait syair, kemudian jelaskan isinya!
Contoh jawaban:
Dengarlah adik, abang berpesan
Jangan adik menuruti perasaan
Pilih pasangan hendak pikirkan
Baik buruk harap bezakan
Syair tersebut menceritakan pesan seorang kakak terhadap adiknya dalam mencari pasangan hidup.



Mengetahui,
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 28 Juli 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Mendengarkan
1. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung.
Kompetensi Dasar : 1.2. Menidentifikasi unsure sastra instrinsik suatu cerita yang disampaikan secara langsung/memalui rekaman.

1. Indikator
1.2.1. Menemukan unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik dari cerita.
1.2.2. Memberikan tanggapan (setuju atau tidak setuju) terhadap unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik yang ditemukan.
1.2.3. Menyampaikan saran alisan pengalaman pribadi (yang lucu, menyenangkan, mengharukan, dsb) dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menemukan unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik dari cerita.
2. Siswa dapat memberikan tanggapan (setuju atau tidak setuju) terhadap unsur-unsur instrinsik dan ekstrindik yang dikemukakan teman.
3. Siswa dapat menyampaiakan secara lisan pengalaman pribadi (yang lucu, menyenangkan, menghiraukan) dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat.

3. Materi Pembelajaran
Mendengarkan
Pada Bab I Anda telah menyimak dan menanggapi isi berita. Pada pelajaran kali ini, Anda akan menyimak cerita daerah “Reog Ponorogo”. Sebagai karya sastra, tentu cerita reog memiliki unsure instrinsik dan ekstrinsik yang membangun. Artinya, asal-usul cerita reog memiliki unsur tema, alur, setting (latar), amanat, tokoh, dan penokohan. Selain itu, cerita reog memiliki unsur nilai social, adat istiadat, budaya, sopan santun, dan sebagainya.
Cerita dibentuk oleh beberapa unsur. Unsur tersbut meliputi instrinsik dan ekstrinsik. Unsur instrinsik sebuah cerita seperti berikut.
1. Tema adalah gagasan pokok yang mendasari sebuah karya. Tema sebuah cerita disajikan secara tersirat atau implicit. Pembaca harus merumuskan sendiri. Dalam cerita, tema didukung oleh penggambaran latar, tingkah laku, dan sifat tokoh.
2. Latar adalah segala keterangan, petunjuk, dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang atau tempat, dan keadaan social atau suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
3. Alur adalah jalan cerita yang dibuat pengarang dalam menjalin kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hubungan sebab-akibat sehingga menjad satu kebulatan cerita yang utuh. Alur disebut juga plot.
4. Konflik adalah benturan kepentingan atau masalah antartokoh cerita.
5. Tokoh adalah individu rekaan atau tokoh-tokoh dalam cerita. Ada tokoh utama da tokoh pembantu. Tokokoh utama meliputi protagonist (pembawa ide) dan antagonis (penentang ide).
6. Penokohan atau karakter adalah watak, sikap, atau perilaku tokoh yang digambarkan secara fisik atu batin.
7. Amanat adalah kesan atau pesan moral dalam cerita.
8. Sudut pandang (point of vew) merupakan cara pengarang menceritakan tokokh-tokohnya; bisa dengan gaya akuan, diaan, atau pengarang serbatahu.
9. Gaya bahasa yaitu cara pengarang mengolah bahasa cerita (komunikatif, mudah dipahami, ataukah berbelit-belit).

4. Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC).

5. Media
- LKS, Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X
- Buku cerita
- Kaset rekaman

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit) ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
a.1 Guru bertanya kepada siswa, siapakah pelaku-pelaku dalam cerita kesenian Reog Ponorogo?
Jawab:
1. Pelaku Kelono Sewandono
2. Dewi Ragil Kuning
3. Raja Singobarong
4. Patih Bujangganong
a.2 Menggambarkan apakah terjadinya Reog Ponorogo?
Jawab:
Menggambarkan peperangan antara Prabu Kelono Sewandono dengan Raja Singobarong.

a. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 anak, yang secara heterogen. 5 menit - Cerita Reog Ponorogo
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia
- CD Reog Ponorogo.
2. Guru memebrikan cerita daerah sesuai dengan topik pembelajaran. 10 menit
3. Siswa bekerja sama saling membacakan cerita daerah dan menemukan unsur instrinsik dan ekstrinsik dalam cerita serta menuliskan pada lembar kertas. 30 menit
4. Mempresentasikan hasil temuan bacaan “Kesenian Reog Ponorogo” sesuai dengan temuan pokok. 20 menit
5. Guru memberkan tanggapan terhadap unsur cerita yang dibahas bersama. 3 menit
6. Kasimpulan 2 menit

b. Kegiatan akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat memberikan tanggapan unsur-unsur yang terdapat dalam cerita.
- Guru memberikan tugas dari LKS Hal. 16-17.



c.1 Uji kompetensi I dan kunci jawaban untuk penyelesaian soal

A. Kerjakan kegiatan berikut ini!

Kesenian Reog Ponorogo

Salah satu hasil kesenian nenek moyang adalah Reog Ponorogo. Kesnian ini merupakan kesenian asli kota Ponorogo, Jawa Timur. Pementasan kesenian Reog Ponorogo berawal dari pemberontakan Ki Ageng Kutu. Seorang abdi Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Bantarangin Kertabumi yang berkuasa pada abad ke-15.
Sebenarnya asala mula kesenian Reog Ponorogo dari cerita panji tentang Raja Bantarangin, yaitu Prabu Kelono Sewandono. Beliau seorang raja yang sakti, bijaksana, dan sangat meperhatikan kehidupan rakyat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kehidupan rakyat Kerajaan Bantarangin aman, tenteram, dam serba kecukupan.
Ketika itu beliau berniat melamar putri Kerajaan Jenggala, Kediri, yaitu Dewi Ragil Kuning. Akan tetapi, Dewi Ragil Kuning mau diperisitri Raja Bantarangin jika beliau samggup memenuhi persyaratan. Syarat yang diajukan Dewi Ragil Kuning adalah Raja Bantarangin harus bisa menyajikan seekor singa berkepala burung merak. Ketika dibawa ke Kediri, harus diiringi gemlan atau musik yang belum pernah ada di dunia.
Prabu Kelono Sewandono pun menyanggupinya. Kemudian, beliau mengutus Patih Bujangganong berangkat ke Jenggala, Kediri dengan diikuti oleh para warok (laki-laki berpakaian hitam-hitam) dan pasuikan kuda. Akan tetapi, di tengah perjalanan, mereka dihadang oleh Raja Singobarong dan di atasnya bertengger seekor burung merak.
Peperangan pun tidak dapat dielakkan. Mereka megeluarkan kekuatandan kesaktian untuk saling mengalahkan. Ternyata, Raja Singobarong, sangat sakti sehingga pasukan Patih Bujangganong banyak yang tewas. Sang Patih pun merasa kewalahan menghadapi Raja Singobarong.
Melihat Prabu Bujangganong dapat dipukul mundur, dan pasukannya yang gugur, Raja Kelono Sewandono pun turun mengahadapi Raja Singobarong. Karena merasa kesulitan menghadapi musuhnya, Prabu Kelono Sewandono mengeluarkan senjata ampuhnya, yaitu cemeti yang bernama Pecut Samandiman. Berkat keampuhan senjatanya tersebut, Raja Singobarong pun akhirnya dapat dikalahkan.
Setelah takluk, raja Singobarong beserta pengikutnya setia mengikuti perintah Prabu Kelono Sewandono. Selanjutnya, Raja Singobarong beserta pengikutnya diajak meminang Dewi Ragil Kuning ke Kediri dengan diiringi pasukan berkuda. Dalam perjalanan tersebut rombongan tersebut menari-nari dengan diikuti musik gamelan jawa, seperti satu kendang, dua angklung, satu kenong, satu gong, dan satu selompret. Jadilah tarian tersebut seperti permintaan Dewi Ragil Kuning dengan musik yang belum pernah ada di dunia.
Sebenarnya tarian tersebut menggambarkan peperangan antara Prabu Kelono Sewandono dengan Raja Singobarong. Akhirnya, tarian ini disebut Reog Ponorogo hingga sekarang.
Sumber: http://id.wikipedia.org

1. Guru anda akan membacakan cerita yang berjudul “Kesenian Reog Ponorogo”. Sambil mendegarkan cerita, catatlah hal-hal yang penting dari cerita tersebut!
Jawaban:
Hal-hal penting dari cerita Reog Ponorogo sebagai berikut.
a. Kesenian Reog Ponorogo merupakan kesenian asli Ponorogo, Jawa Timur.
b. Kesenian Reog Ponorogo berasal dari cerita panji.
c. Putri Kerajaan Jenggala mengajukan beberpa syarat untuk Raja Bantarangin.
d. Syarat dipenuhi oleh Raja Bantarangin dengan mengirim pasukan kuda dan para warok.
e. Di tengah perjalanan rombongan warok dihadang oleh Raja Singobarong dan pertempuran terjadi.
f. Pertempuran dimenngkan oleh para warok dan rombongan Raja Singobarong ikut melamar putri Kerajaan Jenggala.
g. Di perjalanan rombongan menari-nari dengan diikuti musik. Tarian itulah yang kini disebut tarian Reog Ponorogo.
2. Selajutnya, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Apakah tema cerita yang dibaca guru Anda tersebut?
Jawaban:
Tema cerita Reog Ponorogo yaitu raja yang ingin melamar putri Kerajaan Jenggala, Kediri.
b. Bagaimana alur terjadinya Reog Ponorogo?
Jawaban:
Reog Ponorogo muncul pada saat Prabu Kelono Sewandono berniat melamar Putri Kerajaan Jenggala, Kediri., yaitu Dewi Ragil Kuning. Dewi Ragil Kuning mau menjadi istri Prabu Kelono Sewandono dengan syarat membawa seekor singa berkepala burung merak. Ketika dibawa, singa tersbut harus diiringi gamelan atau musik yang pernah ada di dunia. Prabu Kelono Sewandono berangkat ke Kediri, di tengah perjalanan dihadang rombongan Raja Singobarong. Peperangan berlangsung sengit. Masing-masing mengeluarkan kekuatan dan kesaktian untuk saling mengalahkan. Pasukan Raja Kelono Sewandono ikut tarung menghadapi Raja Singobarong. Karena kesulitan mengahadapi musuhnya, Prabu Kelono Seandono mengeluarkan senjata ampuhnya, yaitu cemeti. Cemeti itu bernama Pecut Samandiman. Raja Singobarong pun akhirnya dapat dikalahkan. Setelah dapat dikalahkan, Raja Singobarong beserta pengikutnya diajak meminang Dewi Ragil Kuning dengan diiringi pasukan berkuda. Dalam perjalanan tersebut rombongan Prabu Kelono Sewandono menari-nari dengan diikuti musik gamelan jawa. Begitulah alur terjadinya Reog Ponorogo.
c. Siapa pelaku-pelaku dalam cerita kesenian Reog ponorogo?
Jawaban:
Pelaku-pelaku dalam cerita kesenian Reog Ponorogo sebagai berikut:
1) Prabu Kelono Sewandono
2) Dewi Ragil Kuning
3) Raja Singobarong
4) Patih Bujangganong
d. Siapakah tokoh protagonis dan antagonis dalam cerita tersebut?
Jawaban:
Tokoh protagonis yaitu Prabu Kelono Sewandono, Dewi Ragil Kuning, dan Patih Bujangganong. Tokoh antagonis yaitu Raja Singobarong.
e. Bagaimana alur dalam cerita tersebut?
Jawaban:
Alur dalam cerita Reog Ponorogo yaitu alur maju. Alur maju yaitu alur yang dimulai dari tahap perkenalan-pergolakan masalah/konflik-penyelesaian.
f. Di manakah latar tempat dan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita tersebut?
Jawaban:
Latar tempat dalam cerita tersebut yaitu Kediri dan Ponorogo. Latar waktu dalam cerita tersebut yaitu sekitar abad ke-15.
g. Mennggambarkan apakah terjadinya Reog Ponorogo?
Jawaban:
Reog Ponorogo menggambarkan peperangan antara Prabu Kelono Sewandono dengan Raja Singobarong.
h. Nilai-nilai apa sajakah yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut?
Jawaban:
Nilai-nilai social yang terdapat dalam cerita rakyat sebagai berikut.
1) Seorang pemimpin dapat memimpin dengan bijaksana.
2) Seorang pemimpin harus optimis dalam menghadapi sebuah persoalan.
3) Seorang pemimpin dapat melingdungi anak buahnya.
i. Nilai-nilai budaya apakah yang terdapat dalam kesenian rakyat tersebut?
Jawaban:
Nilai-nilai sosial budaya yang terdapat dalam cerita rakyat sebagai berikut.
1) Musik gamelan merupakan musik tardisional masyarakat Jawa.
2) Seorang raja memiliki senjata ampuh, seperti Raja Kelono Sewandoo memiliki senjata cemeti yang bernama Cemeti Samandiman.
3) Tarian dalam Reog Ponorogo dapat menjadi simbol peperangan.
j. Peralatan apa sajakah yang digunakan untuk menampilkan kesenian Reog Ponorogo?
Jawaban:
Alat musik yang digunakan untuk menampilkan kesenian Reog Ponorogo yaitu satu kendang, dua angklung, satu kenong, satu gong, dan satu selompret.
B. Bergabunglah dengan teman sebangku Anda. Kemudian, lakuakn kegiatan berikut!
1. Berdiskusilah dengan teman sebangku mengenai unsur-unsur cerita yang Anda temukan!
2. Berikan tanggapan terhadap unsur-unsur cerita yang ditemukan teman Anda!
3. Anda dapat menanggapi unsur-unsur cerita tersebut dengan pernyataan setuju atau tidak setuju.




7. Sumber Belajar
- Kaset rekaman, Tape Recorder,CD Player,. cerita Reog Ponorogo
- Buku LKS Bahasa Indinesia kelas X. PT. Intan Pariwara.
- Kamus Istilah Sastra. Panuti Sujiman.

8. Alat Penilaian
1. Soal uraian bebas, uji kompetensi di atas.
2. Penilaian efektif saat berlangsung KBM.




Mengetahui,
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 30 Juli 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Berbicara
6. Membahas cerita pendek melalui kegiatan berdiskusi
Kompetensi Dasar : 6.1. Mengemukakan hal-hal yang menrik atau mengesankan dari cerita pendek melalui kegiatan berdiskusi.

1. Indikator
8.2.1. Menceritakan kembali isi cerita pendek yang dibaca dengan kta-kata sendiri.
8.2.2. Mengungkapkan hal-hal yang menarik atau mengesankan.
8.2.3. Mendiskusikan unsur-unsur instrinsik (tema, penokohan, alur, sudut pandang, latar, amanat) cerita yang dibaca.
8.2.4. Menemukan nilai-nilai dalam cerpen.
8.2.5. Membandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen dengan kehidupan.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menceritakan kembali isi cerita pendek yang dibaca dengan kata-kata sendiri.
2. Siswa dapat mengucapkan hal-hal yang menarik atau mengesankan.
3. Siswa dapat mendiskusikan unsur-unsur instrinsik (tema, penokohan, alur, sudut pandang, latar, amanat) cerita yang dibaca.
4. Siswa dapat menemukan nilai-nilai dalam cerpen.
5. Siswa dapat mebandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen dengan kehidupan.

3. Materi Pembelajaran
Berbicara
Mengemukakan Hal Menarik dan Berkesan dari isi Cerita Pendek
Sebelum memahami dan menemukan hal yang berkesan dalam cerita pendek, Anda perlu mengetahui hakekat karya sastra cerita pendek atau cerpen. Pada dasarnya cerpen merupakan hasil karya sastra berbentuk prosa naratif fiktif. Isi cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novel. Cerpen yang baik mengandalkan teknik-tekik sastra, seperti tokoh, penokohan, plot atau alur, tema, setting atau latar, dan bahasa yang lebih luas. Ceeritanya pun bisa berbagai jenis.
Seperti karya sastra yang lain, proses kreatif menyusun cerpen dimulai dengan adanya tema. Tema merupakan gagasan dasar yang mnenjadi landasan tematik penilisan cerpen. Tema menjadi semacam benang merah yang merangkai unsur-unsur cerita mulai alur, plot sampai penokohan dan karakterisasi tokoh-tokohnya. Rangkaian tersebut menjadi cerpen yang utuh.
Alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu. Cerita tersebut dapat dikembangkan menggunakan alur progesif (maju), kilas balik (flashback), dan percampuran antara keduanya.
Penokohan merupakan sarana untuk menciptakan tokoh-tokoh cerita yang diperlukan oleh tema dan plot. Misalnya, tema cinta yang berkahir bahagia memerlukan tokoh sepasang kekasih dan orang tua yang akhirnya merestui hubungan mereka. Akan tetapi, kisah cinta yang tragis perlu diciptakan tokoh antagonis yang merusak hubungan sepasang kekasih itu terhalang, mengalami krisis, dan berakhir getir.
Gambaran tempat dan waktu kejadian peristiwa dalam cerpen merupakan setting atau latar cerita. Hal ini diperlukan seorang pengarang cerpen untuk memberi nuansa hidup dan nyata dalam cerpen. Kapan dan di mana persitiwa dala cerpen tersebut terjadi jelas akan mengajak pembacanya untuk lebih mudah memahami isi cerita.

4. Model Pembelajaran
Mind Mapping

5. Media
- LKS
- Cerpen Senyum Karyamin
- Internet

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
7. Kegiatan Awal (10 menit)
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
a.1 Permasalahan
Karya sastra meliputi prosa, puisi, dan drama. Pada kali ini kita akan membahas dan menganalisis salah satu karya sastra baru, yaitu cerpen.
Cerita pendek merpakan karya fiksi yang mengkisahkan satu sisi kehidupan manusia yang menarik. Untuk mencapai hidup yang dicita-citakan, manusia dituntuk memilki peran-peran tertentu. Dengan mengambil satu peran, manusia dituntut memiliki sikap dan karakter yang jelas dan kuat untuk mendukung perannya tersebut. Sikap dan karakter (tokoh cerita) itu akan menentukan warna berbagai peristiwa yang akan dialaminya, selain itu, karakter manusia (tokoh) yang berbeda-beda akan menimbulkan konflik-konflik dalam kehidupan dan manusia harus mampu mengatasi konflik-konflik tersebut.
Seperti itulah kira-kira kehidupan tokoh cerita dalam cerpen. Proses kehidupan tersebut teruarai dalam penokohan, alur, konflik-konflik dan klimaks. Karena itulah untuk memahami sebuah cerpen, kita harus mampu menganalisis unsur-unsur instrnsiknya.
- Dapatkah Anda menemukan hal-hal yang menarik dari cerita pendek?
- Dapatkah menemukan unsur instrinsik yang terdapat dalam cerpen dengan cepat?

a. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 2 menit - Cerita pendek
- Unsur-unsur instrinsik
- Hal-hal menarik dalam cerpen
2. Guru mengemukakan konsep cerpen “Senyum Karyanim” yang akan ditanggapi siswa 15 menit
3. Membentuk kelompok beranggota 2-3 5 menit
4. Tiap siswa menginfentarisasi alternative jawaban yang terkandung 15 menit
5. Setiap kelompok membacakan hasil diskusi sesuai dengan kebutuhan 30 menit
6. Dari data-data di papan, siswa diminta kesimpulan atau laporan diskusi setelah dipadukan dengan pemikiran guru 3 menit
b. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat menemukan hal-hal yang menarim dari cerita pendek melalui kegiatan berdiskusi.
- Guru memerintahkan siswa untuk memahami cerpen “Senyum Karyamin” dan mencari unsur-unsur instrinsik yang terdapat di dalamnya.
c.1. Soal alat Penilaian dan Pembahasan
Buatlah kelompok diskusi yang terdiri dari 2-3 orang. Kenudian kerjakan kegiatan berikut!
1. Baca dan pahami cerpen yang berjudul “Senyum Karyamin” berikut!

Senyum Karyamin
Oleh Ahmad Tohari
Mereka tertawa bersama-sama. Neraka para pengumpul batu itu, memang pandai bergembira denga cara menertawakan diri mereka sendiri. Dan Karyamin tidak ikut tertawa, melainkan cukup senyum. Bagi mereka, tawa atau senyum sama-sama sah sebagai perlindungan terakhir. Tawa dan senyum bagi mereka dalah simbol licinnya tanjakan. Pagi itu senyum Karyamin pun menjadi tanda kemenangan atas perutnya yang sudah mulai melilit dan matanya yang berkunang-kunang.
Memang Karyamin telah berhasil membangun fatamorgana kemenangan dengan senyum dan tawanya. Anehnya, Karyamin terasa terhina oleh burung paruh udang yang bolak-balik melintas di atas kepalanya. Suatu kali, Karyamin ingin membabat burung itu dengan pikulannya. Akan tetapi, niatnya itu diurungkan karena Karyamin sadar, dengan mata yang berkunang-kunang dia tak akan berhasil melaksanakan maksudnya.
Jadi, Karyamin hanya tersenyum, lalu bangkit meski kepalanya pening dan langit seakan berputar. Diambilnya keranjang dan pikulan, kemudia Karyamin berjalan menaiki tanah licin yang berparut bekas perosotan tubuhnya tadi. Di punggung tanjakan, Karyamin terpaku sejenak melihat timpukan batu yang belum lagi mencapai seperempat kubik, tetapi harus ditinggalkannya. Di bawah pohon waru, Saidah sedang mengelar dagangannya nasi pecel. Jakun Karyamin turun naik, ususnya terasa terpilin.
Asih pagi kok pulang, Min?” tanya Saidah,”Sakit?”
Kayamin menggeleng dan tersenyum. Saidah memperhatikan bibirnya yang membiru dan kedua telapak tangannya yang pucat. Setelah dekat, Siadah mendengar suara keruyuk dari perut Karyamin.
“Makan, Min?”
“Tidak. Beri aku minum saja. Lenganmu sudah ciut seperti itu. Aku tak ingin menambah utang.”
“Iya, Min, iya. Tetapi kamu lapar, kan?”
Karyamin hanya tersenyum sambil menerima segelas air yang disodorkan oleh Saidah. Ada kehangatan meyapu kerongkongan Karyamin terus ke lambungnya.
“Makan, ya, Min? Aku tak tahan melihat orang lapar. Tak usah bayar dulu. Aku sabar menunggu tengkulak datang. Batumu juga belum dibayarnya, kan?”
Si paruh udang kembali melintas cepat dengan suara mencecet. Karyamin tak lagi membencinya karena sadar, burung yang demikian sibuk pasti sedang mencari makan buat anak-anaknya dalam sarang entah di mana. Karyamin membayangkan anak-anak si paruh udang sedang meringkuk lemah dalam sarang yang dibangun dalam tanah di sebuah tebing yang terlindung. Angin kembali bertiup. Daun-daun itu selalu saja bergerak menentang arus karena dorongan angin.
“Jadi, kamu sungguh tak mau makan, Min?” tanya Saidah ketika melihat Karyamin bangkit.
“Tidak. Kalau kamu tak tahan melihat aku lapar, aku tak tega melihat tanganmu habis karena utang-utangku dan kawan-kawan.”
“Iya, Min, iya, tetapi ….”
Saidah memutus kata-katanya sendiri karena Karyamin sudah berjalan menjauh. Tetapi, Saidah masih sempat melihat Karyamin menolehkan kepalanya sambil tersenyum, sambil menelan ludah berulang-ulang. Ada yang mengganjal di tenggorokan yang tak berhasil didorongnya ke dalam. Diperhatikannya Karyamin yang berjalan melalui lorong air sepanjang tepi sungai. Kawan-kawan Karyamin mnyeru-nyeri dengan segala macam seloroh cabul. Tetapi, Karyamin hanya sekali berhenti dan menoleh sambil melempar senyum.
Sebelum naik meninggalkan pelataran sungai, mata Karyamin mengkapm sesuatu yang bergerak pada sebuah ranting yang menggantung di atas air. Oh, si paruh udang. Punggung biru mengkilap, dadanya putih bersih, dan paruhnya merah saja. Tiba-tiba burung itu menukik menyambar ikan kepala timah sehingga air berkecipak. Dengan mangsa di paruhnya, burung itu melesat melintas para pencari baru, naik menghindari rumpun gelangan dan lenyap di balik gerumbul pandan. Ada rasa iri di pahit Karyamin terhadap si paruh udang. Tetapi, dia hanya bisa tersenyum sambil melihat dua keranjangnya yang kosong.
Sesungguhnnya Karyamin tidak tahu betul mengapa dia harus pulang. Di rumahnya tak ada sesuatu buat mengusir suara keruyuk dari lambungnya. Istrinya juga tak perlu dikawatirkan. Oh ya, Karyamin ingat bahwa istrinya memang layak dijadikan alasan buat pulang. Semalam tadi istrinya tak bis tidur lantaran bisul dipuncak pantatnya. “Oleh Karen itu, apa salah bila aku pulang buat menemani istriku yang meriang.”
Karyamin mencoba berjalan lebih cepat meskipun kadang secara tiba-tiba banyak kunang-kunang menyerbu ke dalam rongga matanya. Setalah melintas titian, Karyamin melihat sebutir buah jambu yang masak. Dia ingin memungutnya, tetapi urung karena pada buah itu terlihat bekas gigitan kampret. Dilihatnya juga buah salak berceceran di tanah di sekita pohonnya. Karyamin memungut sebuah, digigit, lalu dilemparkannya jauh-jauh. Lidahnya seakan terkena air tuba oleh rasa buah salak yang masih mentah. Dan Karyamin terus berjalan. Telinganya mendenging ketika Karyamin harus menempuh sebuah tanjankan. Tetapi tak mengapa, Karena di balik tanjakan itulah rumahnya.
….
Sumber: Snyum Karyamin, Kumpulan Cerpen, Ahmad Tohari, Gramedia
2. Bersama kelompok Anda, catatlah pokok-pokok cerita “Senyum Karyamin”!
Jawaban:
Pokok-pokok cerita “Senyum Karyamin” sebagai berikut.
a. Karyamin adalah seorang pengumpul batu.
b. Ia seorang pengumpul batu yang sabar dan tabah.
c. Ia memiliki jiwa yang penuh kesederhanaan.
d. Ia rela menahan lapar walaupun dalam keadaan lemah.
e. Ia ikhlas menerima nasib yang berpihak kepadanya.
f. Ia selalu tersenyum dengan apa yang ia lihat dan rasakan
g. Ia juga memiliki kesetiakawanan sosial yang tinggi, terutama pada Saidah, si penjual pecel.
3. Tunjuklan seorang teman Anda untuk mewakili kelompok Anda dalam menyampaikan cerita tersebut!
4. Sampaikan ringkasan cerita “Senyum Karyamin” berdasarkan catatan kelompok Anda. Usahakan anda menyampaikan cerita tidak membawa catatan!
Contoh jawaban:
Karyamin adalah seorang pengumpul batu. Ia selalu menyambut hari dengan senyuman. Karyamin adalah pengumpul batu yang sabar dan tabah. Ia rela berpanas-panasan mengumpulkan batu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
Suatu hari, tubuh karyamin sudah pucat, gemetar, dan lemas. Perutnya juga keroncongan. Namun, ia tidak mau makan karena tidak ingin menambah utangnya pada Saidah, si penjual pecel. Dengan tubuh gemetar, ia tetap melanjutkan pekerjaannya. Ia rela menahan lapar walaupun keadaan tubuhnya lemah. Ia ikhlas menerima nasib yang menimpanya. Dan dia selalu tersenyum dengan apa yang ia rasakan dan ia lihat.


B. Setelah menyampaikan isi cerita “Senyum Karyamin”, lakukan kegiatan berikut!
1. Temukan hal-hal menarik atau mengesankan dalm cerita “Senyum Karyamin”!
Contoh Jawaban:
Cerita “Senyum Karyamin” merupakan cerita yang menarik. Hal menarik tersebut dapat ditemukan pada jalan cerita yang tidak membosankan, gaya bahasa yang ringan namun penuh makna, serta penokohan tokoh Karyamin yang sesuai realitas masyarakat Indonesia.
2. Temukan pula unsur-insur instrinsik dalam cerita “Senyum Karyamin”!
Jawaban:
Unsur-unsur instrinsik dalam cerita “Senyum KAryamin” sebagai berikut.
Tema : Karyamin seorang pengumpul batu yang hidup dalam keterbatasan.
Penokohan : Tokoh Karyamin berwatak sabar dan murah senyum dan tokoh Saidah berwatak baik hati.
Alur : Jalan cerita pada “Senyum Karyamin” beralur maju. Maju berarti jalan cerita/alur dimulai dari tahap pengenalan, kemudian pemunculan konflik, konflik memuncak, dan tahap penyelesaian masalah.
Latar : latar waktu pada cerita tersebut yaitu di pagi hari. Hal tersebut dibuktikan dengan kutipan: Pagi itu senyum Karyamin pun menjadi tanda kemenangan atas peutnya uang sudah melilit dan matanya yang berkunang-kunang. Latar tempat cerita tersebut antara lain di punggung tanjakan, di bawah pohon waru, pelataran sungai, dan di rumah.
Amanat : Cerita“Senyum Karyamin” mengandung amanat sebagai berikut.
a. Orang hidup harus memperhatikan kesetiakawanan dengan orang lain.
b. Orang hidup dapat menerima nasib yang telah digariskan Tuhan kepadanya.
c. Orang hidup harus tetap berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tidak sekedar menerima bantuan dari orang lain.
C. Setelah memahami cerita “Senyum Karyamin”, dapatkah Anda menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita tersebut? Coba, jelaskan nilai-nilai yang Anda temukan tersebut!
Contoh jawaban:
Nilai-nilai yang ditemukan pda cerita “Senyum Karyamin” sebagai berikut.
1. Nilai sosial
- Kesulitan hidup seorang pengumpul batu yang harus mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.
- Kepedulian kepada orang lain. Tokoh Karyamin tidak tega menambah utangnya karena takut Saidah akan bangkrut.
2. Nilai moral
- Tokoh Karyamin memiliki sopan santun yang baik kepada semua orang.
- Walaupun diejek dengan berbagai cacian, tokoh Karyamin tetap sabar dan tersenyum.
D. Selanjutnya, bersama kelompok Anda lakukan kegiatan berikut!
1. Bandingkan nilai-nilai yang terdapat dalam cerita dengan kehidupan sehari-hari. Anda dan kelompok Anda dapat mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari melalui pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Pernahkan anda mengalami kejadian seperti dalam cerita “Senyum Karyamin”?
b. Adakah watak teman atau orang yang pernah Anda kenal dengan tokoh dalam cerita?
c. Adakah teman atau orang lain yang Anda kenal mengalami sebagian atau seluruh peristiwa dalam cerita?
2. Diskusikan jawaban-jawaban Anda yang ada pada kelompok Anda!
3. Buatlah kesimpulan dari diskusi mengenai cerita “Senyum Karyamin” tersebut!
4. Kumpulkan kepada guru Bahasa Indonesia Anda!
8. Sumber LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X
9. Alat penilaian cerpen “Senyum Karyamin” di atas.
Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 02 Agustus 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041




























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Membaca
3. Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbegai teknik membaca.
Kompetensi Dasar : 3.1. Mengidentifikasi ide teks nonsastra dari berbagai sumber melalui teknik membaca ekstensif.

1. Indikator
3.1.1. Mengidentifikasi ide pokok setiap paragrap.
3.1.2. Menuliskan kembali si bacaan secara ringkas.
3.1.3. Mengidentifiaksi fakta dan pendapat pada bacaan.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi ide pokok setiap paragrap.
2. Siswa dapat menuliskan kembali isi bacaan secara ringkas.
3. Siswa dapat mengidentifikasi fakta dan pendapat pada bacaan.

3. Materi Pembelajaran
Membaca
Membaca Ekstensif dan Mengidentifikasi Ide Bacaan
Pada pembelajaran sebelumnya Anda telah belajar memahami cara membaca cepat scanning dan skimming. Pada pelajaran ini, Anda akan memeplajari cara dan teknik membaca ekstensif.
Membaca ialah kegiatan menyerap informasi yang diperoleh dari bahan visual atau tertulis. Kegiatan ini melibatkan informasi visual (mata, tulisan, cahaya) dan informasi nonvisual (pengetahuan tentang bahasa, pengalaman membaca, dan wawasan tentang materi bacaaan).
Informasi visual diserpa melalui mata untuk diteruskna ke otak. Otaklah yang menafsirkan dan mengolah hal atau objek yang ditangkap oleh mata. Membaca bukanlah kegiatan serta merta atau spontan. Otak memiliki keterbatasan untuk mengolah semua informasi visual. Oleh karena itu, membaca disimpulkan sebagai suatu proses yang melibatkan penglihatan dan tanggapan untuk memahami bahan bacaan. Hal itu bertujuan untuk memperoleh informasi atau mendapatkan kesenganan.
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Membaca ekstensif dilakukan dalam waktu singkat dengan tujuan memahami pokok-pokok pikiran bacaan dengan cepat.
4. Model Pembelajaran
Problem Based Introduction (PBI)

5. Media
LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X, Intan Pariwara.

6. Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Awal (10 menit)
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
Lakukan kegiatan berikut!
A. Bacalah bacaan berikut dengan sekasama!
Teks bacaan 1

Menjaga Seni Tradisi
Fenomena gunung es seni tradisi Jawa Barat atau daerah lainnya sepertinya masih akan berlangsung lama. Bukan sekadar basa-basi jika selama ini para pecinta seni tradisi mengeluh dan setengah putus asa akan masa depan kesenian yang mereka cintai. Dalam berbagai dialog seni maupun diskusi nonformal, persoalan terus menggelinding. Ibarat bola salju, semakin menggelinding jauh, persoalan yang ditimbulkan kian besar dan berat.
Kondisi kesenian, khususnya seni tradisi Sunda demikian menggugah sejumlah penikmat seni untuk bersama-sama membangun serpihan demi serpihan seni yang tercecer. Orang yang berbicara tentang seni sudah terlalu banyak, apalagi mereka yang memberikan komentar dan menyatakan kekhawatiran akan punahnya seni tradisi. Yang mungkin dibutuhkan saat ini adalah bukan sekadar komentar, tetapi perbuatan dan tindakan.
Nah, berkaitan dengan pesoalan seni tradisi inilah komunitas Kemprung Bandung hadir dan berkiprah. Anggotanya terus berkembang, bahkan sampai ke luar negeri. Menurut Wahyu Roche, Kemprung Bandung dibangun atas dasar kesadaran para anggotanya yang khawatir akan kondisi seni tradisi Sunda. Permodalan keinginan dan sedikit kemampuan, para anggotanya sejak lima tahun ini terus membangun serpihan yang selalu menjadi bahan pembicaraan. Kesenian yang selama ini dianggap akan punah kembali dihadirkan dan sikemas dalam balutan kekinian. Tujuannya, agar mereka merasakan bahwa seni tradisi bukan lagi barang antik yang harus dipuji-puji seperti halnya benda keramat, sehingga tidak ada yang tahu dan pada akhirnya menghilang tidak ada penerusnya.
Memang bukan hal mudah mengahdirkan seni tradisi di tengah-tengah arena dinamika anak muda. Konsep dan sentuhan kekinian, baik dari sisi gerak maupun musik, merupakan salah satu cara yang mungkin bukan hal baru, maupun masih patut untuk terus dijalankan. Cara tersebut memang tidak menjamin mampu menggugah semangat menggebu anak muda untuk menyentuh seni tradisi sebagai pilihan aktivitas. Namun, setidaknya ini membantu meningkatkan kualitas persentuhan generasi muda dengan seni tradisi yang sulit terjadi dalam pergaulan mesa kini mereka.
Inilah sedikit upaya yang dilakukan para anggota komunitas. Bukan bermimpi tentang merajanya kembali seni tradisi di tengah derasnya seni-seni modern dan urban, tetapi berupaya kembali menghadirkan dan mengenalkan seni tradisi pada anak-anak sekarang. Seperti yang dilakukan Ega, seorang penari, dalam setiap garapannya ia selalu menitikberatkan pada sentuhan etnis pagelaran yang sarat dengan pukulan gendang dan tarian erotis.
b. Kegiatan inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat yang dibutuhkan yaitu bacaan “Menjaga Seni Tradisi” 15 menit - Teks dari internet
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia
2. Siswa diberikan motivasi untuk aktif membaca pemecahan masalah 15 menit
3. Guru membantu siswa mendefinisikandan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah seni tradisi 30 menit
4. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan infromasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, data, dan hipotesis 10 menit

c. Kegatan Akhir (10 menit)

7. Sumber Belajar
LKS

8. Alat Penilaian
- Bacaan di atas tentang “Menjaga Seni Tradisi”

Kunci jawaban lat Penilaian Bacaan.
B. Setelah Anda membaca kedua bacaan yang berjudul “Menjaga Seni Tradis” dan “Gelar Budaya Melayu Upaya MengenalkanKembali Seni Tradisi”, tetntukan ide pokok tiap-tiap paragrapf pada kedua bacaan tersebut!
Jawaban:
Ide pokok disebut juga gagasan pokok. Ide pokok merupakan hal yang dibahas atau diungkapkan dalam bacaan. Ide pokok dapat teletak pada awal, akhir, atau awal dan akhir paragraf.
1. Teks bacaan 1.
Ide pokok paragraf ke-1 : Fenomena gunung es seni tradisi di Jawa Barat masih akan berlangsung lama.
Ide pokok paragraf ke-2 : Penikmat seni bersama-sama membangun seni tradisi Sunda yang tercecer.
Ide pokok paragraf ke-3 : Komunitas Kemprung Bandung dibangun atas dasar kesadaran para anggotanya yang khawatir akan kondisi seni tradisi Sunda
Ide pokok paragraf ke-4 : Bukan hal mudah menghadirkan seni tradisi di tengah-tengah arena dinamika anak muda.
Ide pokok paragraf ke-5 : Upaya yang dilakukan anggota komunitas Kemprung Bandung untuk mengenalkan kembali seni tradisi.
C. Tuliskan kembali isi jawaban 1 secara ringkas dalam beberapa kalimat!
Contoh jawaban:
Teks bacaan 1
Seni tradisi Jawa Barat masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Kondisi kesenian seperti itulah yang mendorong seniman Jawa Barat untuk mendirikan sebuah komunitas. Komunitas tersebut bernama Kemprung Bandung. Para seniman merasa khawatir jika suatu saat seni tradisi Jawa Barat akan punah. Melalui komunitas Kemprung Bandung, para seniman melakukan upaya untuk mengenalkan seni tradisi tersebut pada generasi muda. Bukan hal yang mudah mengajak anak muda zaman sekarang untuk melestarikan seni tradisi. Salah satu cara menarik generasi muda untuk mencintai seni tradisi yaitu mengenalkan seni tradisi melalui konsep yang modern.






Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 20 September 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi :
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, diskriptif, dan eksposisi).
Kompetensi Dasar : 4.1. Menulis gagasan dengan menggunakan pola ukuran waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif.

1. Indikator
4.1.1. Mendaftar topik yang dapat dikembangakan menjadi paragraf naratif.
4.1.2. Membuat kerangka paragraf.
4.1.3. Mengembangkan kerangka karangan menjadi paragraf yang padu.
4.1.4. Menyunting paragraf naratif.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mendaftar topik yang dapat dikembangakan menjadi paragraf naratif.
2. Siswa dapat membuat kerangka paragraf.
3. Siswa dapat mengembangkan kerangka karangan menjadi paragraf yang padu.
4. Siswa dapat menyunting paragraf naratif

3. Materi Pembelajaran
Menulis Paragraf Narasi

Kegiatan menulis atau mencipta karya tulis dimulai adanya ide, tema, atau pokok permasalahan. Ide adalah gagasan dasar yang menjadi landasan tematik bagi penulisan karya tulis. Tema menjadi semacam benang merah yang merangkai urutan materi yang akan diungkapkan dalam karya tulis.
Agar tulisan runtut, mudah dipahami, dan objektif, Anda harus menganut aturan atau langkah-langkah membuat tulisan. Langkah-langkah menulis dapat dilakukan sebagai berikut.
1. Mentapkan ide dasar atau tema tulisan.
2. Mengembangkan ide terebut dalam suatu kerangka pemikiran atau kerangka tulisan, yaitu skema atau bagan alur mengenai tulisan yang hendak disusun.
3. Selanjutnya, melakukan pengamatan atau mendata pengalaman (bisa berawal dari tulisan di buku-buku, berita di televisi, artikel yang menunjang baik di surat kabar maupun internet).
4. Menngambangkan kerangka tulisan.
5. Menggunakan alur atau rankaian cerita yang tepat dalam mengembangkan tulisan.
Pada kesempatan ini Anda akan mempelajari cara mengembangkan ide atau gagasan ke dalam suatu paragraf menurut pola urutan waktu dan tempat. Paragraf merupakan inti penuangan gagasan atau buah pikiran ke dalam karangan. Paragraf yang dikembangkan menurut pola urutan waktu dan tempat adalah paragraf narasi. Paragraf narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. Dalam karangan atau paragraf narasi terdapat alur cerita, tokoh, setting, dan konflik. Paragraf ini tidak memiliki kalimat utama. Paragraf ini disusun dengan merangkaikan peristiwa-peristiwa yang berurutan.

1. Pengenbangan Gagasan Pola Urutan Waktu
Pengembangan idea tau gagasan menggunakan pola urutan waktu, penulis mengungkapkan gagasan secara kronologis atau runtut berdasarkan waktu. Dalam pola ini yang perlu diperhatikan adalah keruntutan penggunaan gagasan sehingga tidak ada hal yang terlewati dan tidak terjadi pengurangan. Pola urutan waktu yang digambarkan dengan peristiwa 1, peristiwa 2, peristiwa 3, dan seterusnya.
Contoh:
Sejak kecil aku selalu dimanja kedua orang tuaku. Apapun yang aku minta selalu dipenuhi. Namun, keadaan ini telah berubah. Kini aku hidup sendiri. Aku berada diperantauan jauh dari orang tua. Sekarang aku menyadari kelalianku dahulu.
2. Pengembangan Gagasan Pola Urutan Tempat
Pola pengambangan gagasan urutan tempat, penulis mengungkapkan gagasan mulai dari suatu tempat ke tempat lainnya, misalnya dari atas ke bawah, dari dalam ke luar, atau dari kiri ke kanan. Urutan seperti ini dapat dikombinasikan dengan urutan berdasarkan tingkat kepentingan suatu tempat lainnya, misalnya dari tempat terpenting, penting, dan sampai tempat kurang penting. Pola urutan tempat ini sangat ditentukan oleh sudut pandang penulis.
Contoh:
Mula-mula kami berlabuh di pantai yang jauh dari permukiman penduduk. Dari pantai tersebut kami melangkah gontai menuju permukiman penduduk. Kalau sampai di tempat tersbut, segera aku minta air tawar untuk melepas dahaga. Hampir dua hari dua malam kami tidak tersentuh segarnya air tawar. Ternyata, smpai di tempat permukiman penduduk sepi dan pintu-pintu rumah tertutup rapat. Rombongan kami pun merasa kecewa karena sampai di tempat tujuan tidak ada satu orang pun yang kami temui.

4. Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading and Compotision (CIRC)

5. Media
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia
- Buku materi Kompeten Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X, Widya Duta

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit)
a.1 Guru mengawali pertemuannya dengan salam dan pengertian kerangka naratif.
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
a.2 Dapatkah Anda mendaftar topic-topik yang dapat dikembangkan menjadi naratif?
Jawab:
- Cara membuat tahu.
a.3 Pemberian motivasi
Lakukan kegiatan berikut!
1. Dafratlah topik-topik yang dapat Anda kembangkanmenjadi paragraf narasi!
2. Susunlah kerangka paragraf narasi, kemudian kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf yang baik!
3. Tukarkan hasil pekrjaan Anda denga pekerjaan teman sebangku Anda!
4. Suntunglah paragraf narasi yang ditulis teman Anda berdasarkan urutan waktu, peristiwa dan EyD-nya!
5. Kembalikan pekerjaan teman Anda yang telah Anda sunting! Kemudian, perbaikilah paragraf narasi Anda berdasarkan suntingan teman Anda!

b. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 3 siswa secara heterogen 5 menit - Buku LKS kelas X
- Buku yang terkait dengan karangan naratif
- Buku EyD.
2. Guru member tigas membaca toeri dan contoh paragraf naratif. 10 menit
3. Guru member tugas kepada siswa untuk mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif 10 menit
4. Siswa menyusun kerangka paragraf naratif, kemudian

mengembangkan dalam kelompok 15 menit
15 menit
5. Membacakan hasil kerja 10 menit
6. Siswa dan guru dapat mmberikan penilaian atas paragraf yang dibaca 3 menit
7. Penutup 2 menit

c. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru siswa dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangakan menjadi padagraf naratif.
- Guru memberi tugas.

Alat penilaian dan kunci jawaban
Lakukan kegiatan berikut!
1. Daftarlah topik-topik yang dapat Anda kembangkan menjadi paragraf narasi!
Contoh jawaban:
Topik-topik yang dapat ditulis menjadi paragraf narasi sebagai berikut.
a. Kegiatan sehari-hariku sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier.
b. Pengalaman mencetak majalah.
c. Pengalaman melihat orang mengolah tempe.
2. Susunlah kerangka paragraf narsi, kemudia kembangkan kerangka tersebut menjadi paragraf yang baik!
Contoh jawaban:
a. Topik yan dipilih : Pengalaman mencetak majalah.
Kerangka paragraf : 1) Kegiatan permulaan yaitu menyiapkan naskah.
2) Mengolah dan mendiskusikan isi naskah.
3) Mengetik dan menata tampilan grafisnya.
4) Mencetak naskah menjadi majalah.
Kerangak paragraf tersebut dapat dikembangkan sebagai berikut.
Proses membuat majalah sangat cepat. Mula-mula saya menyiapkan naskah majalah sekolah yang akan saya cetak. Naskah tersebut lalu saya bawa ke bagian penerimaan naskah, namanya Pak Broto. Kemudian, saya mendiskusikan dengan Pak Broto mengenai bentuk akhir dari majalah saya dan biayanya. Setelah ok, naskah itu diketik di bagian computer dan ditata tampilan grafisnya. Untuk semua proses itu hanya membutuhkan waktu tiga hari. Kemudian, naskah yang sudah di-setting itu di-layout. Naskah yang sudah di-layout selanjutnya di bawa ke bagian percetakkan. Dalam waktu sepuluh hari, naskah itu sudah selesai dicetak. Akhirnya, tinggal menunggu proses akhir, yaitu penjilidan dan pengepakan. Pengalaman saya mencetak majalah tersebut sederhana, bukan?
b. Topik yang dipilih : kegiatan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan wanita karier.
Kerangka paragraf : 1) Bangun pagi, menyiapkan makan pagi, dan menyuapi anak.
2) Berangkat kerja, naik angkutan, bekerja, istirahat, bekerja, dan berburu angkutan pulang.
3) Memasak, membereskan rumah, dan tidur malam.
Kerangka tersebut dapat diekmbangkan sebagai berikut.
Hari-hariku sebagai pekerja permepuan di perusahaa industri makanan olahan sangat padat dan melelahkan. Bayangkan, pagi-pagi sekali aku harus bangun dan menyiapkan makan pagi anak-anakku. Sebelumnya, aku tentu harus memandikan mereka karena anak-anakku masih kecil.
Setelah beres urusan rumah, segera aku berlari untuk mengejar angkutan yang mengangkutku ke jalan raya yang dilalui bus. Itupun sebuah perjuangan karena hanya ada beberapa mobil angkutan yang lewat rumahku. Sesampainya di jalan raya, aku menunggu bus umum yang akan mengangkutku ke pabrik. Pukul 07.00 aku harus sampai.
Kubuka peralatan kerjaku di bagian sortir dan mulailah aku bekerja hingga istirahat pukul 12.00. Lima jam bekerja membuat pinggangku selalu merasa pegal. Satu jam istirahat aku gunakan untuk makan, shalat, dan berbaring sejenak. Pukul empat aku menyudahi pekerjaanku untuk memburu bus yang akan membawaku pulang. Jangan bayangkan kenyamanan duduk berimpitan di dalam bus yang rata-rata jelek itu.
Sesampai di rumah sudah pukul setengah enam. Pekerjaan rumah sudah menungguku: memasak dan membereskan rumah. Pukul 19 tuntaslah aktivitasku. Selanjutnya, tidur! Tidur dengan mimpi buruk tentang esok hari.
3. Tukarkan hasil pekerjaan Anda dengan pekerjaan teman sebangku Anda!
4. Suntiglah paragraf narasi yang ditulis teman Anda berdasarkan urutan waktu, peristiwa, dam EyD-nya!
5. Kembalikan pekerjaan teman Anda yang telah Anda sunting! Kemudian, perbaikilah paragraf narasi Anda berdasarkan suntingan teman Anda.

7. Sumber Belajar
- Buku LKS Bahasa dan Sastra Indinesia kelas X
- Buku yang terkait dengan karangan naratif
- Buku EyD

8. Alat Penilaian
1. Soal dan alternatif jawaban tertera di atas.
2. Penilaian psikomotor saat siswa membacakan hasil karangan kelompok.


Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 21 September 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041















RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Mendengarkan
5. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung.
Kompetensi Dasar : 5.1.Mengidentifikasi unsur sastra instrinsik dan ekstrinsik suatu cerita yang disampaikan secara langsung melalui rekaman.

1. Indikator
5.1.1. Mengidentifikasi puisi.
5.1.2. Mendiskuisikan unsur-unsur puisi yang telah ditemukan.
5.1.3. Menyebutkan tema puisi yang didengar.
5.1.4. Menyebutkan jenis puisi yang didengar (balada, elegi, romance, ode, himne, satire).
5.1.5. Menjelaskan maksud puisi.
5.1.6. Menungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi puisi.
2. Siswa dapat menafsirkan unsur-unsur puisi yang telah ditemukan.
3. Siswa dapat menyebutkan tema puisi yang didengar.
4. Siswa dapat menyebutkan jenis puisi yang didengar (balada, elegi, romance, ode, himne, satire).
5. Siswa dapat menjelaskan maksud puisi.
6. Siswa dapat menungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri.

3. Materi Pembelajaran
Mendengarkan
Unsur-unsur instrinsik puisi meliputi tema, amanat, setting atau latar, nada dan suasana, point of view (pusat pengisahan), majas, sajak,rima, dan pesan. Unsur ekstrinsik sebuah puisi meliputi unsur-unsur dari luar yang mempengaruhi isi karya sastra, seperti unsur psikologi, sosial, agama, sejarah, filsafat, ideology, maupun politik.
Majas merupakan gaya bahasa yang sering digunakan dalam membangun sebuah puisi. Berikut ini merupakan macam-macam majas yang sering digunakan dalam puisi.
1. Hiperbola merupakan haya bahasa yang mengandung makna berlebih-lebihan atau mebesar-besarkan sesuatu. Hal ini betujuan untuk member penekanan pada suatu pernyataan atau situasi, memperhebat, atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya.
2. Personifikasi atau penginsanan merupakan gaya bahasa yang menggunakan sifat-sifat insani untuk benda atau barang yang tidak bernyawa.
3. Perumpamaan merupakan perbandingan dua hal yang sebenarnya berlainan, tetapi sengaja dianggap sama. Perbandingan ini secara eksplisif menggunakan kata seperti, bagai, ibarat, umpama, bak, dan laksana.
4. Metonimia merupakan gaya bahasa menggunakan nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan segala sesuatu sebagai pengganti.
5. Litotes adalah gaya bahasa yang mengandung pernyataan yang dikecil-kecilkan, dikurangi dari kenyataan yang sebenarnya, dengan tujuan untuk merendahkan diri.
6. Metafora adalah perbandingan yang implisit, tanpa kata pembanding seperti, atau bagai diantara dua hal yang berbeda.
7. Pleonasme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata mubazir.
8. Ironi adalah bahasa yang berupa sindiran halus berupa pernyataan yang maknanya bertentangan dengan makna sebenarnya.

4. Model Pembelajaran
Exaple Non Example

5. Media
- LKS-Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X
- Rekaman puisi/tape recorder

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit)
a.1. Guru mengucapkan salam dan memberikan gambaran sekilas tentang unsur-unsur puisi.
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
a.2. Masalah
Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan yang disusun dalam bait dengan menggunakan bahasa yang indah baik dalam hal rima, maupun irama. Untuk membuat puisi dengan kriteria sperti itu bukanlah hal yang mudah meskipun tidak terlalu sulit kalau mau berlatih.
a.3. Pemberian motivasi
Dapatkah Anda menulis sebuah puisi baru yang terdiri atas tiga bait dengan memperhatikan plihan kata, rima, dan irama?









b. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Guru mempersiapkan puisi 2 menit - LKS
- CD-Player
- Kaset Tape Recorder
2. Guru memperintahkan siswa membaca unsur-unsur puisi 10 menit
3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memahami puisi 5 menit
4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang, dan hasil diskusi ditulis dilembar kertas. 25 menit
5. Tiap kelompok diberi kesempatan memebacakan ahsil 15 menit
6. Mulia dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai dengan tujuan 3 menit
7. Kesimpulan siswa diharapkan dapat membuat laporan diskusi 10 menit

c. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat mengidentifikasi puisi dengan mudah.
- Guru memberi tugas.

Lakukan kegiatan berikut!
1. Dengarkan puisi yang dibacakan oleh guru Anda berikut!
Puisi 1

Kemarau

Sungai-sungai kering
Melatiku layu
Dan rumput pun kecoklatan
Bilakah engkau pergi?
Agar semua berseri kembali
Sejak kehadiranmu
Ternak tak ada yang merumput
Margasatwa enggan berdendang
Dan debu jalanan
Menyesakkan nafas

Suliestiowaty, Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Yayasan Obor Indonesia, 2008

Puisi 2
Kemiskinan

Kemiskinan yang selalu membelenggu
melingkari diri yang tiada kuasa mengelak
dari kenyataan yang menikam

Kemiskinan yang ada dan selalu menjelang
hanya dapat kurenungi
dan kucerca lewat kata-kata sajakku

Kemiskinan yang meraja
adalah segala-gala diriku
hidupku, miskin harta
sajakku, miskin makna
(tapi aku selalu berusaha dan berjuang
menghapus kemiskinan dengan daya yang tersisa)

Iwan Talang Hermawan, Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Yayasan Obor Indonesia, 2008

2. Bentuk kelompok diskusi yang terdiri atas empat sampai lima orang! Tunjuklah ketua dan sekretaris kelompok!

3. Pilihlah satu puisi di atas, kemudian identifikasilah puisi tersebut bersama kelompok Anda!
Jawaban:
Identifikasi puisi 1 yang berjudul “Kemarau” sebagai berikut.
a. Tema puisi 1 yaitu keadaan atau suasana pada musim kemarau.
b. Rima puisi 1 menggunakan rima atau persajakan bebas karena sajak akhir setiap baris tidak sama.
c. Majas puisi 1 menggunakan personifikasi.
Contoh:
Agar semua berseri kembali.
Margasatwa enggan berdendang.
d. Kata konotasi yang terdapat pada puisi 1 sebagai berikut.
1) beseri = bercahaya, bersemarak, tampak indah
2) berdendang = bernyanyi untuk bersenang-senang
3) pergi = meninggalkan
e. Amanat puisi 1 yaitu harapan seseorang agar musim kemarau segera berakhir.
Identifikasi puisi 2 yang berjudul “Kemiskinan”
a. Tema puisi 2 yaitu kemiskinan yang dialami oleh seseorang
b. Rima puisi 2 yaitu bebas. Puisi 2 menggunakan rima bebas, ditandai oleh sajak akhir setiap baris yang tidak sama.
c. Majas puisi 2 sebagai berikut.
Majas hiperbola
1) Kemiskinan yang selalu membelenggu.
2) Kemiskinan yang ada dan selalu menjelang.
3) Kemiskinan yang meraja.
4) Adalah segala-galanya diriku.
Majas personifikasi
1) Melingkari diri yang tiada kuasa mengelak.
2) Dari kenyataan yang menikam.
3) Dan kucerca lewat kata-kata sajakku.
d. Kata konotasi yang terdapat pada puisi 2 sebagai berikut.
1) membelenggu = mengikat
2) melingkari diri = menyebabkan tidak bebas
3) manikam = menusuk, melukai perasaan
4) kucerca = kuumpat, kucaci, kuhina
5) meraja = berbuat sesuka hati, menguasai
6) daya = kekuatan, tenaga
e. Amanat puisi 2 yaitu ketabahan seseorang yang berjuang melawan kemiskinan.
4. Setelah mengidentifikasi puisi yang telah dipilih, bersama kelompok Anda, diskusikan unsur-unsur yang telah ditentukan!
5. Buatlah laporan diskusi kelompok dan kumpulkan kepada guru!

Petunjuk Guru
Dalam melakukan kegiatan berdiskusi, sebaiknya guru memperhatikan hal-hal berikut.
1. Guru mengamati jalannya diskusi setiap kelompok.
2. Guru memberi contoh lapporan diskusi.
3. Setiap kelompok membuat laporan diskusi.
4. Setiap kelompok mengumpulkan laporan diskusi.

7.Sumber Belajar
- rekaman puisi (kaset, CD/Tape Recorder, DVD-Player)
- LKS-Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X

8.ALat Penilaian
1. Soal dan kunci jawaban tertera di atas.






Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 22 September 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Berbicara
2. Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung atau tidak langsung.
Kompetensi Dasar : 2.2.Mendiskusikan masalah yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku.

1. Indikator
2.2.1. Menanggapi masalah dari artikel.
2.2.2. Menanggapi masalah dalam artikel.
2.2.3. Mengajukan saran pemecahan terhadap masalah yang disampaikan.
2.2.4. Memperbaiki pengucapan kalimat yang kurang sesuai.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mencatat masalah dari artikel.
2. Siswa dapat menanggapi masalah dalam artikel.
3. Siswa dapat mengajukan saran pemecahan terhadap masalah yang disampaikan.
4. Siswa dapat memperbaiki pengucapan kalimat yang kurang sesuai.

3. Materi Pembelajaran
Berbicara
Mendiskusikan Masalah dalam Artikel

Diskusi merupakan suatu bentuk kegiatan bertukarpikiran yang teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Diskusi bertujuan untuk mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai suatu masalah.
Berikut ini merupakan aturan berdiskusi yang perlu diperhatikan agar diskusi berjalan lancar.
1. Dalam mengemukakan perndapat sebaiknya menggunakan bahasa yang baik dan disertai alasan atau argumen yang masuk akal.
Contoh:
Dalam menghadapi pencurian di sekolah kita yang akhir-akhir ini sering terjadi, sebaiknya kita tetap berkepala dingin dan tidak menuduh siapa pun.
2. Dalam diskusi sebenarnya yang ditolak adalah pendapatnya, bukan orang yang mengemukakan pendapat.
Contoh:
Sebenarnya, pendapat Anda memang masuk akal. Akan tetapi, pelaksanaanya memerlukan biaya cukup banyak. Oleh karena itu, sebaiknya perlu dipikirkan solusi yang lebih efektif dan biaya murah.
3. Sebaiknya Anda membuang jauh rasa sentimen, kurang senang, dan jengkel terhadap orang yang mengemukakan pendapat, apalagi jika tidak sependapat dengan Anda.
4. Jangan sekali-kali Anda mencemooh, menghina, atau menyinggung perasaan peserta diskusi lain.
5. Anda pun harus bersikap objektif, yaitu menunjukkan bagian yang terdapat kelemahan, kesalahan, dan juga bagian yang baik sehingga peserta diskusi puas.

Contoh:
Kami melihat bahwa Program Kerja yang Anda ajukan kurang fokus. Kami melihat bahwa rencana tersebut kurang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai.
6. Anda pun dapat mengemukakan penolakan terhadap pendapat peserta diskusi melalui moderator.
Contoh:
Saudara moderator, saya kurang spendapat dengan tanggapan Saudara penanngap karena hal itu sudah masuk wilayah teknis pelaksanaan proyek. Padahal, program yang saya ajukan memang belum sampai pada pembahasan program pelaksanaannya.

4. Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

5. Media
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X
- Artikel

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ

a. Kegiatan Awal (10 menit)
a.1. Setelah mengucapkan salam, guru memberikan motivasi
Berikut ini merupakan tips memberikan persetujuan pendapat peserta diskusi lain
1. Sebaiknya persetujuan dikemukakan dengan bahasa yang baik dan sopan.
2. Persetujuan harus didukung bukti atau keterangan yang logis dan jelas.
3. Komentar untuk melengkapi persetujuan sebaiknya tidak berlebihan.
4. Persetujuan tersebut diungkapkan secara objektif, disertai dengan fakta atau bukti konkret.
5. Kalimat harus mudah diterima dan tidak berbelit-belit.








b. Kegiatan Inti
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Membentuk kelompok diskusi yang anggotanya 3-4 siswa. 3 menit - Artikel dari media cetak
- LKS
2. Guru memerintahkan siswa membaca teori tentang mengemukakan pendapat dalam diskusi dari artikrl “Masyarakat Kawasan Pesisir Semarang Disarankan Waspada Bajnir Rob.” 15 menit
3. Siswa bekerjasama dalam mencatat masalah, menanggapi dan mengajukan saran kepada kelompok lain. 20 menit
4. Mempresentasikan hasil. 25 menit
5. Kesimpulan dan penutup. 7 menit

c. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat menanggapi artikel dalam diskusi kemudian membuat kesimpulan.
- Guru memberikan tugas.

Lakukan kegiatan berikut!
1. Tetaplah bergabung dengan kelompok diskusi Anda!
2. Baca dan pahami artikel berikut!
3.
Masyarakat Kawasan Pesisir Semarang Disarankan Waspada Banjir “Rob”

Banjir pasang rob) merupakan salah satu fenomena bencana alam yang sering terjadi di kawasan pesisir Semarang. Dampak banjir rob semakin besar seiring dengan perubahan penggunaan lahan di wilayah pantai dan penurunan tanah di kawasan pantai tersebut. Pada masa mendatang, dampak banjir rob ini dipredisikan semakin besar dengan adanya skenario kenaikan muka air laut sebagai efek pemanasan global.
Menurut hasil penelitian Emi Suryati dan Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM, terjadinya banjir rob menimbulkan pengaruh yang besar terhadap masyarakat Semarang, terutama yang bertempat tinggal di kawasan pesisir. Bahkan, bajir rob di kawasan pesisir semakin parah dengan adanya genangan air hujan atau banjir kiriman dan banjir lokal. Banjir lokal tersebut akibat saluran drainase yang kurang terawat. Pada kondisi ini masyarakat tetap melakukan adaptasi untuk bertahan dalam lingkungan yang ada. Tidak mengherankan apabila masyarakat pesisir utara kota Semarang tetap memilih tinggal di daerah tersebut. Meskipun daera tersebut tidak nyaman untuk hunian.
Ada beberapa hal yang memotivasi masyarakat teta tinggal di daerah tersebut. Menurut hasil penelitian, hal tersebut disebabkan oleh sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai buruh industri dan nelayan. Alasan tersebut membuat masyarakat enggan untuk pindah karena merasa aksesnya lebih dekat dan mudah jika tinggal di daerah tersebut. Masyarakat pesisir di daerah semarang telah melakukan beberapa adaptasi terhadap banjir rob. Mereka membuat talut dan tanggul permanen menambah ketinggian jalan seputar rumah. Bahkan terdapat beberapa warga telah berinisiatif membuat rumah panggung.
Menurut Emi, untuk mengurangi dampak dari banjir rob, komunitas kawasan pesisir perlu melakukan program penanggulangan secara komprehensif yang melibatkan pemerintah dan masyarakat. Hal senada juga diakui dosen Geografi UGM, Aris Marfai. Fenomena banjir rob di kawasan pesisir Semarang merupakan akibat dari berbagai proses perubahan penggunaan lahan di wilayah pantai. Perubahan lahan tersebut ditandai dengan dibangunnya lahan tambak, rawa, dan sawah. Lahan tersebut lalu secara alami dapat menampung pasang air laut. Kini telah berubah menjadi lahan permukiman, kawasan industri, dan pemanfaatan lainnya. Perubahan penggunaan lahan inidilakukan dengan cara menimbun dan meninggikan daerah. Tambak, rawa, dan sawah. Pada saat pasang air laut tidak tertampung lagi dan akan menggenangi kawasan yang lebih rendah.

4. Catatlah masalah-masalah yang terdapat pada bacaan Masyarakat Kawasan Pesisir Semarang Disarankan Waspada Banjir “Rob”!
Jawaban:
Permasalahan yang terdapat pada artikel Masyarakat Kawasan Pesisir Semarang Disarankan Waspada Banjir “Rob” sebagai berikut.
a. Penyebab terjadi banjir rob di kawasan pesisir Semarang.
b. Pengaruh kenaikan air laut sebagai efek pemanasan global.
c. Masalah-masalah yang memperparah banjir rob.
d. Alasan masyarakat tetap bertahan di kawasan pesisir laut.
e. Langkah-langkah untuk mengurangi dampak adanya banjir rob.
f. Melakukan sosialisasi untuk mengurangi banjir rob.
g. Memetakan daerah-daerah yang rawan rob dan mengimbau masyarakatnya untuk pindah dari daerah tersebut.
5. Ketua kelompok membacakan masalah yang dicatat di depan kelas.
6. Kelompok lain menanggapi masalah yang terkait disampaikan beserta alasannya terhadap hasil kerja kelompok lain. Tanggapan dapat berupa unsur berikut.
a. Ketepatan penentuan permasalahan dalam artikel.
b. Hasil pembahasan dan penyelesaian masalah dalam kelompok tersebut.
c. Penggunaan bahasa untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok tersebut.
Contoh Jawaban:
a. Masalah yang kelompok Anda temukan sangat menarik. Bagaimana pendapat kelompok Anda tentang masalah tersebut?
b. Kelompok Anda sangat tepat memilih maslaah tersebut. Lalu, langkah terbaik apa yang akan kelompok Anda lakukan jika menghadapi masalah tersebut?
7. Kelompok lain dapat mengajukan saran pemecahan terhadap masalah yang disampaikan!
Contoh Jawaban:
a. Banjir rob di kawasan Pesisir Semarang disebabkan oleh semakin banyaknya lahan di pesisir yang digunakan untuk pemukiman dan industri. Sebaiknya penggunaan lahan tersebut dapat dikurangi agar banjir rob tidak semakin parah.
b. Banjir rob merupakan salah satu dampak dari efek rumah kaca atau pemanasan global. Kita dapat menjaga lingkungan dengan megurangi penggunaan fasilitas yang menyebabkan pemanasan global. Dengan mengurangi pemanasan global kenaikan permukaan air laut dapat ditekan. Banjir rob pun dapat dikurangi.




8. Daftarlah kata-kata sulit yang Anda temui dalam artikel!
Contoh jawaban:
a. fenomena
b. prediksi
c. skenario
d. akses
e. komprehensif
f. drainase
9. Tentukan pengertian dari kata-kata yang telah Anda temukan. Diskusikan dengan kelompok Anda!

Contoh Jawaban:
Fenomena : hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diternagkan serta dinilai secara ilmiah (seperti fenomena alam)
Prediksi : ramalan, pikiran
Skenario : rencana yang telah terencana
Akses : jalan masuk melalui lokasi
Komprehensif : luas dan lengkap
Drainase : saluran air

Petunjuk Guru
Dalam memberikan kegiatan diskusi ini, sebaiknya guru berpedoman pada langkah-langkah berikut ii.
1. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok beranggotakan 10 siswa.
2. Setiap kelompok menentukan ketua dan sekretaris.
3. Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan permasalahan yang terdapat dalam artikel beserta alasan pemecahannya.
4. Guru dapat mengacu permasalahan dalam artikel seperti yang tertera dalam kunci jawaban.
5. Setiap kelompok mebacakan hasilnya di depan kelas secara bergiliran.
6. Kelompok lain memberikan tanggapan beserta alasan hasil kelompok lain dari segi ketepatan penentuan permasalahan, hasil pembahasan dan penyelesaian masalah serta penggunaan bahasa hasil diskusi kelompok tersebut.
7. Guru dapat memberikan penilaian dari kegiatan ini dari unsur berikut.
a. Ketepatan dalam menentukan permasalahan dan penyelesaian masalah dalam artikel.
b. Tata cara dan bahasa berdiksusi siswa dalam mengungkapkan pendapat, menyanggah pendapat, dan memberikan persetujuan pendapat temannya.

7. Sumber Belajar
- Buku Paket bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X
- Artikel

8. Alat Penilaian
1. Penilaian efektif saat berlangsungnya diskusi.
2. Penilaian kognitif berupa pemberian tugas individu (di atas)


Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 23 September 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Membaca
3. Memahami berbagai teks bacaan non sastra denganberbagai teknik membaca.
Kompetensi Dasar : 3.2. Menemukan ide pokok berbagai teks non sastra dengan teknik membaca cepat (250 kata/menit)

1. Indikator
3.2.1. Menemukan ide pokok paragraf pada bacaan.
3.2.2. Membuat ringkasan dalam berbagai kalimat.
3.2.3. Membaca cepat teks dengan kecepatan 250 kata/menit.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menemukan ide pokok paragraf pada bacaan.
2. Siswa dapat membuat ringkasan dalam berbagai kalimat.
3. Siswa dapat membaca cepat teks dengan kecepatan 250 kata/menit.

3. Materi Pembelajara
Membaca
Menemukan Ide Pokok Bacaan
Pada pembelajaran sebelumnya Anda telah belajar membaca cepat. Tanpa memahami dan terampil membaca cepat, Anda pasti akan tertinggal informasi, khususnya di bidang ilmu dan pengetahuan.
Setelah membaca cepat bacaan, Anda akan belajara menentukan ide pokok bacaan dan meringkas bacaan. Ide pokok merupakan masalah pokok yang dibahas dalam suatu bacaan. Adapun meringkas adalah menyajikan tulisan dari seorang pengarang ke dalam sebuah tulisan yang ringkas. Sebelum meringkas langkah awal yang tepat adalah menangkap gagasan atau ide dari pengarang. Langkah meringkas dapat digunakan untuk mengetahui maksud pengarang dalam menyajikan tulisan ke dalam bentuk yang ringkas, padat, dan tepat berpatokan pad aide asli pengarang. Dengan demikian, meringkas merupakan cara efektif menyajikan karangan panjang dalam bentuk singkat.

4. Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading anda Composition (CIRC)

5. Media
- Artikel dari media cetak
- Ide pokok paragraf
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran.
a. Kegiatan awal (10 menit)
- Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan
- ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
Lakukan kegiatan berikut!
1. Bacalah bacaan berikut!

Fenomena Banjir Air Laut Pasang dan Gelombang Tinggi

Fenomena banjir yang disebabkan oleh air laut atau rob di Teluk Jakarta telah mengakibatkan banyak kerugian. Banjir di Jakarta juga menimbulkan beberapa pertanyaan tentang fenomena tersebut untuk dijawab segera oleh para pakar. Penataan ulang kawasan pantai Jakarta dapat memeberikan keamanan dan kenyamanan bagi penduduknya.
Gelombang pasang di perairan Indonesia akibat kenaikan muka air laut yang disebabkan oleh pasang surut air laut. Di samping itu, juga diakibatkan oleh faktor-faktor lain atau eksternal force seperti dorongan air, swell (gelombang yang ditimbulkan dari jarak jauh), badai, dan badai tropis. Gabungan atau interaksi dari fenomena di atas menimbulkan anomaly muka air laut. Hal inilah yang menyebabkab banjir rob.
Kenaikan muka air laut akibat pasang surut merupakan fenomena alam biasa dan dapat diprediksi. Fenomena ini sebagai akibat pergerakan matahari, bumi, bilan, dan benda langit lainnya. Pasang tinggi dan surut terendah mempunyai periode panjang 18,6 tahun. Di samping itu, juga ada periode-periode pendek misalnya 12 jam, 24 jam, 6 bulan, dan 1 tahun. Semua itu juga akibat pergerakan benda-benda langit. Dalam memprediksi tingginya gelombang pasang harus memperhitungkan priode-periode tersebut. Jika periode 6 bulan berinteraksi dengan periode harian, tinggi gelombang akan bertambah. Tetapi tinggi sebenarnya tidak signifikan sebesar kurang dari 10 cm. Karena itu pada bulan Nopember-Desember terjadi gelombang maksimum dan nanti akan terjadi lagi pada bulan Mei-Juni.
Di Jakarta, pada bulan Mei pernah terjadi gelombang pasang akibat adanya additional force karena Swell yang digerakkan dari Afrika. Pada bulan Nopember rob terjadi karena gelombang maksimum dan ditambah additional force berupa badai di Selat Karimata.badai tersebut mendorong masa air dari utara ke selatan tegak lurus ke Jakarta.
Pada tahun 1924, bangunan yang ada di Teluk Jakarta terletak di atas air pasang maksimum. Sekitar 83 tahun kemudian yaitu yahun 2007, akibat global warming, muka air laut naik sebesar 40-50 cm. Perubahan ini cukup signifikan, ditambah faktor-faktor lain yang menyebabkan banjir rob terjadi. Batas aman tertinggi ditambah beberapa sentimeter untuk faktor safety. Pendirian bangunan juga memperhitungkan tinggi kenaikan muka air laut dan penurunan muka tanah beberapa tahun kedepan. Untuk kasus Muara Baru sudah berada di bawah muka air pasang teringgi dan permukaan tanah juga sudah turun.
Solusi pembangunan tanggul tidak efektif. Memang benar tanggul dapat meghadang banjir dan air laut pasang. Tetapi saat turun hujan, air hujan akan menggenangi daerah tersebut. Solusi yang dapat dilakukan yaitu meninggikan daerah permukiman dengan memperhatikan kenaikan muka air laut tertinggi serta memprediksikan kenaikan beberpa tahun ke depan dan penurunan muka tanah. Jadi, perlu penataan ulang kawasan permukiman pantai Jakarta.
Sumber: www.ristek.go.id
2. Setelah waktu membaca mencapai 2 menit, segera tutup buku Anda. Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Peristiwa apakah yang terjadi dalam wacana tersebut?
b. Di manakah peristiwa tersebut terjadi?
c. Bagaiman gelombang pasang di perairan Indonesia dapat terjadi?
d. Bagaimana banji rob bisa terjadi?
e. Mengapa air laut dapat pasang dan surut?
f. Kapan perairan Indonesia akan mengalami gelombang maksimum?
g. Berapakah kenaikan muka air di Teluk Jakarta akibat global warming?

b. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-4 untuk membaca artikel. 5 menit - Artikel
- Buku cara menentukan ide pokok paragraf
- LKS
2. Guru memerintahkan siswa untuk membaca LKS dengan topic “Fenomena Banjir Air Laut Pasang dan Gelombang Tinggi.” 15 menit
3. Siswa bekerja sama, saling membacakan dan mengemukakan ide pokok, meringkas dalam bebrapa kalimat. 25 menit
4. Siswa membacakan hasil ringkasan. 20 menit
5. Membuat kesimpulan. 3 menit
6. Penutup. 2 menit

c. Kegiatan akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat menentukan kesimpulan.
- Guru memberikan tugas (materi di atas)

7. Sumber Belajar
- Buku LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X
- Artikel

8. Alat Penilaian
1. Penilaian efektif saat berlangsung KBM.
2. Penilaian kognitif berupa tes individual soal di atas.
3. Kunci jawaban soal tes individu.

1. Bacalah bacaan di atas!
2. Setelah waktu membaca mencapai 2 menit, segera tutup buku Anda. Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Peristiwa apakah yang terjadi dalam wacana tersebut?
Jawaban:
Peristiwa banjir air laut pasang dan gelombang tinggi.
b. Di manakah peristiwa tersebut terjadi?
Jawaban:
Peristiwa terjadi di Teluk Jakarta dan perairan Indonesia (Selat Karimata, kawasan pantai Jakarta).
c. Bagaiman gelombang pasang di perairan Indonesia dapat terjadi?
Jawaban:
Gelombang pasang di perairan Indonesia terjadi akibat kenaikan air laut. Di sampping itu, gelombang pasang juga diakibatkan faktor-faktor eksternal force seperti dorongan air, swell (gelombang yang ditimbulkan dari jarak jauh) badai, dan badai tropis.
d. Bagaimana banjir rob bisa terjadi?
Jawaban:
Banjir rob dapat terjadi karena gabungan atau interaksi dari fenomena-fenomena kenaikan air laut, dorongan air, swell, badai, dan badai tropis.
e. Mengapa air laut dapat pasang dan surut?
Jawaban:
Air laut dapat pasang dan surut karena pergerakan matahari, bumi, bulan, dan benda-beda langit lainnya.
f. Kapan perairan Indonesia akan mengamali gelombang maksimum?
Jawaban:
Perairan Indonesia akan mengalami gelombang maksimum pada bulan Nopember-Desember dan bulan Mei-Juni.
g. Berapakah kenaikan muka air di Teluk Jakarta akibat global warming?
Jawaban:
Kenaiakn muka air laut di Teluk Jakarta sebesar 40-50 cm.
3. Tentukan ide pokok setiap paragraf pada bacaan “Fenomena Banjir Air Laut Pasang dan Gelombang Tinggi”!
Jawaban:
Ide pokok setiap paragraf bacaan sebagai berikut.
a. Ide pokok paragraf ke-1 : Banjir rob di Teluk Jakarta mengakibatkan banyak kerugian.
b. Ide pokok paragraf ke-2 : Kenaikan air laut disebabkan oleh pasang surut air laut.
c. Ide pokok paragraf ke-3 : Fenomena pasang surut disebabkan pergerakan matahari, bumi, bulan, dan benda-benda lanit lainnya.
d. Ide pokok paragraf ke-4 : Gelombang pasang di Jakarta pada bulan Mei akibat adanya additional force dan swell yang digerakkan dari Afrika.
e. Ide pokok paragraf ke-5 : Kenaikan muka air laut di Teluk Jakarta akibat global warming sekitar 40-50 cm.
f. Ide pokok paragraf ke-6 : Pembangunan tanggul di sekitar Teluk Jakarta tidak efektif.
4. Buatlah ringkasan isi bacaan tersebut dalam beberapa kalimat!
Jawaban:
Bacaan “Fenomene Banjir Air Laut Pasang dan Gelombang Tinggi” bertema banjir air laut (rob) di Teluk Jakarta dan perairan Indonesia merupakan fenomena alam.
Banjir rob di Teluk Jakarta mengakibatkan banyak kerugian baik bagi penghuni di kawasan Teluk Jakarta mupun masyarakat yang bermata pencaharian di Teluk Jakarta. Pada dasarnya, gelombang pasang di perairan Indonesia, khususnya di Teluk Jakarta disebabkan oleh pasang surut air laut. Pasang surut merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh pergerakan matahari, bumi, bulan, dan benda-benda langit lainnya.
Pasang surut di Teluk Jakarta pernah terjadi pada bulan Mei. Hal ini akibat adanya additional force karena swell yang digerakkan dari Afrika. Tahun 2007 muka air laut di Teluk Jakarta naik sekitar 40-50 cm. Kenaikan ini menyebabkan sering terjadi banjir rob di kawasan permukaan Teluk Jakarta. Pemerintah sudah berupaya mencegah terjadinya banjir rob dengan membangun tanggul. Namun, pembangunan tanggul ini sudah tidak efektif lagi.

Petunjuk Guru
Dalam memberikan kegiatan menentukan ide pokok dan meringkas isi bacaan, sebaiknya guru mengacu langkah-langkah berikuy ini.
1. Setiap siswa disuruh menentukan ide pokok atau pokok pikiran setiap paragraf.
2. Berdasarkan penentuan pokok pikiran dan tema, siswa disuruh membuat ringkasan isi bacaan.
3. Setelah selesai, beberapa siswa disuruh membacakan hasilnya di depan kelas secara bergiliran.
4. Siswa yang lain disuruh memberikan tanggapan beserta alasan atas hasil kerja temannya dari segi: keaslian isi ringkasan dengan isi bacaan, keruntutan isi ringkasan, dan bahasa yang digunakan untuk meringkas.
5. Ketika memberi ulasan tentang hasil kerja siswa, guru menyuruh siswa memperbaiki hasil pekerjaanya berdasarkan masukan temannya.


Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 27 September 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, eksposisi)
Kompetensi Dasar : 4.2. Menulis hasil observasi dalam bentuk paragraf deskripftif

1. Indikator
4.2.1. Mendaftar topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskriptif.
4.2.2. Menyusun kerangka paragraf deskriptif.
4.2.3. Mengembangkan kerangka karangan menjadi paragraf yang baik.
4.2.4. Menyunting paragraf deskriptif yang ditulis teman.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mendaftar topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskriptif.
2. Siswa dapat menyusun kerangka paragraf deskriptif.
3. Siswa dapat mengembangkan kerangka karangan menjadi paragraf yang baik.
4. Siswa dapat menyunting paragraf deskriptif yang ditulis teman.

3. Materi Pembelajaran
Menulis
Menulis Paragraf Deskriptif
Pada pembelajaran ini Anda akan memperlajari cara menyusun ide pokok atau gagasan utama ke dalam paragraf deskriptif. Oleh karena itu, dalam menyusun paragraf pola deskriptif Anda harus memperhatikan ciri-ciri pola pengembangan paragraf deskriptif sebagai berikut.
1. Dalam mengembangkan paragraf deskripsi, hal-hal yang menyentuh pancaindra (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, atau perabaan) harus dijelaskan secara terperinci.
Contoh:
Terjadinya tsunami biasanya setelah peristiwa gempa. Gejala tsunami biasanya diawali dengan terdengarnya suara gemuruh tengah di tengah lautan. Air laut surut hingga 200-2.000 meter. Angina atau bau udara sekitar pantai beraroma amis, seperti bau terasi campur garam. Hal itu terjadi karena endapan di dasar laut terangkat. Selanjutnya, muncul ombak besar berwarna gelap atau hitam.
Sumber: Gempa Tak Bisa Diramal, Tsunami Bisa Dideteksi,
Universitas Gadjah Mada, http://www.ugm.ac.id
2. Pengembangan paragraf deskripsi mengacu pada penyajian urutan ruang. Penggambaran berbentuk perincian disusun secara berurutan, seperti dari kanan ke kiri, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang, dan sebagainya. Ciri diskripsi dalam menggambarkan benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna, dan keadaan objek secara rinci menurut penangkapan si penulis. Oleh karena itu, dalam paragraf deskripsi, unsur perasaan lebih tajam dibandingkan pikiran.
Contoh:
Lempeng samudra dengan rapat massa lebih besar ketika bertumbukan dengan lempeng benua di zona tumbukan (subduksi) akan menyusup ke bawah. Gerakan lempeng itu akan mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi. Perlambatan gerak itu menyebabkan penumpukan energy di zona subduksi dan zona patahan. Akibatnya, di zona-zona tersebut terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Pada saat batas elastisitas lempeng terlampui, terjadilah patahan batuan yang diikuti lepasnya energi secara tiba-tiba.
Sumber:Mengenai Gempa Bumi, Program Teknik Geodesi
Universitas Diponegoro Semarang, http://www.geodesi.
ft.undip.ac.id

4. Model Pembelajaran
Cooperation Integrated Reading and Compositon (CIRC)

5. Media
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X
- Contoh Deskripsi

6.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
a.1 Kegiatan awal (10 menit)
- Guru membuka dengan salam
- Memberikan gambaran
a.2 Lakukan kegiatan berikut!
1. Amatilah peristiwa yang terjadi di sekitar Anda!
2. Daftarlah topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf deskripsi!
a. Pesawat garuda terbakar.
b. Warga Nganjuk tertimpa rumah roboh.
c. Tsunami terjadi karena letusan gunung berapi dai bawah laut.
3. Berdasarkan topik yang Anda tentukan, susunlah kerangka paragraf deskriptif!
a. Judul : Garuda Terbakar Kembali
Tema : Peristiwa (kecelakaan)
Pokok pkiran
1) Pesawat Garuda jenis Boeing 737-400 terbakar di Yogyakarta.
2) Penyebab kebakaran pesawat Garuda terbakar.
3) Keadaan penumpang pesawat.
b. Judul : Warga Tertimpa Rumah roboh akibat Angin Kencang.
Tema : Peristiwa alam (angina kencang)
Pokok pikiran
1) Beberapa warga Nganjuk tertimpa reruntuhan rumah.
2) Akibat peristiwa angina kencang bagi warga Nganjuk.
3) Sebab-sebab rumah roboh.
c. Judul : Gempa Tektonik
Tema : Peristiwa alam (gempa)
Pokok pikiran
1) Terjadinya gempa tektonik
2) Terdapat tiga pergerakan lempengan.
3) Lokasi gempa akibat pertemuan lempengan.
4. Kembangkan kerangka yang telah Anda susun dalam sebuah paragraf deskripsi!
Contoh jawaban:


Garuda terbakar Kembali

Musibah kecelakaan transportasi seperti tiada habisnya. Datang secara beruntun baik di darat, laut, maupun udara. Sekarang giliran pesawat Boeing 737-400 milik Garuda terbakar di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Pesawat dengan nomor penerbangan GA 200 terbang dari Jakarta itu terbakar di Bandara setelah mendarat. Diperkirakan pesawat mengalami overshoot ketika mendarat. Namun, beberapa saksi mata menyebutkan percikan api dan asap sudah Nampak sebelumnya. Penumpang yang selamat pun mengaku sejak terbang dari Jakarta terjadi beberapa kali guncangan.
a.
Warga Tertimpa Rumah Roboh Akibat Angin Kencang
Bencana angin kencang menimpa desa Genjeng, Nganjuk. Beberapa warga tertimpa reruntuhan rumah yang roboh akibat anging kencang. Warga yang menjadi korban angin kencang mendapat pertolongan dari tim medis daerah setempat. Akibat peristiwa tersebut, banyak warga yang mengaku sangat sedih dan terpukul. Ini disebabkan karena rumah mereka ambruk. Mereka masih bingung akan menginap di rumah siapa. Diperkirakan banyak rumah yang roboh karena kayu-kayu penyangga sudah lapuk. Kayu-kayu tersebut tidak mampu menahan beban atap rumah.
b.
Gempa Tektonik
Gempa tektonik terjadi akibat tumbukan lempeng tektonik. Di Indonesia terdapat tiga lempeng, yaitu Indonesia-Australia dengan Eurasia, Indonesia-Australia dengan Pasifik, serta Pasifik dengan Indo-Australia. Gempa tektonik diawali dengan adanya ombak besar. Ombak besar tersebut sangat tinggi. Ombak itu dating dengan tiba-tiba dan langsung menerpa apa saja yang di sekitar laut atau pantai. Banyak orang yang tidak dapat menyelamatkan diri dan barang berharganya. Di Indonesia gempa tektonik sering terjadi di daerah-daerah yang berjarak 100-150 dari pantai. Misalnya pantai Sumatera, selatan Jawa, selatan Nusa Tenggara, Maluku, dan pantai utara Papua.
5. Tukarkan pekerjaan Anda dengan pekerjaan teman Anda. Kemudian, suntingkah paragraf yang dituliskan teman Anda!
6. Berdasarkan suntingan teman Anda, perbaikilah paragraf deskripsi yang telah Anda tulis!

Petunjuk Guru
Dalam memberikan kegiatan ini, sebaiknya guru mengacu pada langkah-langkah berikut ini
1. Siswa disuruh melakukan pengamatan berkaitan dengan peristiwa yang terjadi sekitar lingkungan rumah atau sekolah.
2. Siswa disuruh mencatat hal-hal penting dari peristiwa yang diamati.
3. Berdasarkan catatan tersebut, siswa disuruh menyusun kerangka paragraf deskripsi.
4. Siswa disuruh menyusun paragraf deskripsi berdasarkan kerangka paragraf tersebut.
5. Siswa menyunting paragraf deskripsi hasilkarya teman Anda.
6. Siswa memperbaiki paragraf deskripsi berdasarkan suntingan teman Anda.


c. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 3-4 siswa yang masing-masing membahas paragraf deskripsi. 5 menit -Buku Paket Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X
2. Guru memberikan tugas kepada siswa
- Mengamati peristiwa
- Mendaftar topik
- Menyusun kerangka
- Mengembangkan
- Menyunting 30 menit
3. Siswa bekerja sama 10 menit
4. Mempresentasikan 20 menit
5. Guru menyimpulkan bersama siswa 4 menit
6. Penutup 1 menit

d. Kegiatan akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat menyelesaikan karangan deskripsi dengan baik.







7. Sumber Belajar
- Buku paket

8. Alat Penilaian
- Penilaian tes produk/membuat karangan deskripsi




Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 28 September 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Mendengarkan (Sastra)
5. Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/tidak langsung.
Kompetensi Dasar : 5.2. Mengungakpkan isi yang disampaikan secara langsung melalui rekaman.

1. Indikator
4.3.1. Menyebutkan puisi yang didengar.
4.3.1. Menyebutkan jenis puisi yang didengar (balada, elegi, romance, ode, himne, satire, dan lain-lain).
4.3.1. Menjelaskan maksud puisi.
4.3.1. Mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyebutkan puisi yang didengar.
2. Siswa dapat menyebutkan jenis puisi yang didengar (balada, elegi, romance, ode, himne, satire, dan lain-lain).
3. Siswa dapat menjelaskan maksud puisi.
4. Siswa dapat mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri.

3. Materi Pembelajaran
Mengungkapkan Isi atau Makna Puisi

Memahami puisi tentu sangat berbeda dengan memahami prosa. Dalam mengapresiasi isi puisi Anda perlu memahami beberapa unsur. Unsur-unsur yang perlu Anda pahami yaitu makna, tema, dan pesan dalam puisi. Unsur-unsur ini dapat Anda pahami seperti uaraian berikut.
1. Arti atau Makna Puisi
Makna atau isi puisi dapat dipahami dengan baik jika Anda mengerti akta-kata yang terkandung dalam puisi. Anda harus menafsirkan arti setiap kata dalam puisi. Kata-kata dalam puisi sering bermakna konotasi. Berikut ini beberapa langkah untuk memahami makna puisi.
a. Menemukan kata kunci dalam setiap baris atau larik karena kata-kata tersebut merupakan inti baris tersebut.


Contoh:


















Kata-kata atau pernyataan kunci dalam setiap sebagai berikut.
1) Bait ke-1:
menatapi huma yang sudah runtuh = memandang lading yang gersang
suasana tambah sukar kiranya kini = hidup semakin susah
2) Bait ke-2:
suling nelayan dari muara sana = para nelayan mencari ikan di laut
makin asing membangkit kenangan lama = mengingat kenangan lama
3) Bait ke-3:
pasar dan kesibukan telah berpindah ke muara laut = kesibukan pasar ikan telah berubah sepi
kini dan hari silam nasibmulah itu, desaku = suasana masa lalu tinggal kenangan
hidup tak henti sengketa, selalu perang saudara = hidup penuh persaingan dan perselisihan
b. Menguraikan bait puisi ke dalam bentuk prosa atau paraprase.
Contoh:
Di Bukit
(Aku) Berdiri di puncak karang tinggi.
(Aku) menatap huma yang sudah runtuh (gersang)
(Saat itu) suasana (kehidupan) (ber)tambah sukar kiranya kini
(Ke)hidup(an) manusia telah (di)pasrah(kan) pada haluan (perjalanan) waktu.

(Tiba-tiba terdengar) Suling nelayan dari muara sana
(Suara itu se)makin asing (sehingga) membangkitkan kenangan lama

Jaring, pukat, dan gudang (sekarang) tinggal berbeda
(Suasana) pasar (ikan) dan kesibukan (pedangang) telah berpindah ke muara utara
kini dan hari silam nasibmulah (keadaannnya telah berubah) itu, (itulah keadaan) desaku (saat ini)
(Ke)hidup(an desa) tak henti (dari per)sengketa(an), selalu (terjadi) perang saudara.

c. Menafsirkan makna kata
Contoh:
Kata sulit dalam puisi tersebut sebagai berikut.
1) Bait ke-1 adalah huma yang sudah runtuh = padang yang telah gersang (tidak ada tumbuhan lagi). Kata haluan waktu = menunggu waktu.
2) Bait ke-2 makin asing = biasa terdengar.
3) Bait ke-3 hari silam =waktu yang lalu, perang saudara =saling berselisih.
d. Mengaitkan isi puisi dengan kehidupan nyata.
Contoh:
Puisi tersebut menceritakan perubahan kehidupan desa sebagai desa nelayan yang dahulu kehidupannya aman, tenteram, dan kehidupan pasar ikan yang ramai. Karena kesuliatan hidup dan kemajuan zaman, suasana kehidupan desa nelanya tersebut berubah total. Persaingan hidup semakin keras. Bahkan, sering terjadi perselisihan karena mempertahankan hidup.
2. Tema Puisi
Pada dasarnya tema atau topik puisi merupakan pokok permasalahan dalam puisi. Tema merupakan wujud permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Tema puisi ada bermacam-macam. Misalnya, tema keagamaan, kenegaraan,kehidupan alam,
lingkungan hidup, kemanusiaan, kisah kehidupan manusia, perjuangan, atau kritik social.

Tema puisi bersifat khusus, berorientasi pada penyair, objektif atau semua pembaca harus mempunyai penafsiran yang sama, dan lugas atau tidak bermakna kias. Dengan demikian, pembaca puisi pun perlu memahami latar belakang penyair agar tidak salah menafsirkan tema puisi.
Contoh:
Tema puisi “Di Bukit” adalah keadaan dan suasana kehidupan desa yang sudah berubah, yaitu gersang, tidak rukun, dan hidup menjadi sulit.

3. Pesan Puisi
Pesan atau amanat merupakan kesan yang ditangkap pembaca setelah membaca puisi. Cara menyimpulkan amanat puisi berkaitan dengan cara pandang pembaca terhadap suatu hal. Meskipun ditentukan berdasarkan cara pandang pembaca, amanat tidak dapat lepas dari tema da nisi puisi yang di kemukakan penyair. Pembaca akan menemukan pesan atau amanat setelah membaca puisi.
Contoh:
Amanat dalam puisi “Di Bukit” adalah orang desa yang tidak mempedulikan orang lain dan tidak rukun untuk mempertahankan hidup yang semakin sulit.
Anda perlu tahu, ada beberapa jenis puisi baru yang harus diketahui. Menurut isinya, puisi baru dibedakan menjadi tujuh jenis.
a. Balada
Balada merupakan puisi yang berisi kisah atau cerita.
b. Himne
Himne merupakan puisi yang berisi pujian untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
c. Ode
Ode merupakan puisi yang berisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
d. Epigram
Epigram merupakan puisi yang berisi tuntutan atau ajaran hidup.
e. Romance
Romance merupakan puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
f. Elegi
Elegi merupakan puisi yang berisi ratapan tangis atau kesedihan.
g. Satire
Satire merupakan puisi yang berisi sindiran atau kritikan.

Dengarkan pembacaan puisi yang dilakukan teman anda!

Kenangan Masa Kecil

Meskipun kurang jelas
Ia masih ingat bahwa
Tempat ia bermain
Semasa kanak-kanak
Ialah plaza yang kini
Diapit jalan itu
Sehingga sukar baginya
Untuk membayangkan kembali
Bagaimana ia bisa
menggembalakan domba-dombanya
Di tengah-tengah
Jalan raya

Karya : Eka Budianta
Sumbar: Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak, Suyono Suyanto, 2008

Catatan untuk guru:
Amanat yang ditentukan siswa dapat berbeda-beda sesuai dengan analisis siswa. Namun, amanat yang ditentukan siswa harus sesuai dengan isi puisi yang menceritakan adanya perubahan dari masa lalu dengan masa sekarang.

4.Model Pembelajaran
Demonstration
5.Media
6. Rekaman puisi/tape recorder
7. Teoti dan apresiasi puisi, Herman J. Waluyo
8. LKS.
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
6.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a.Kegiatan awal (10 menit)
-Setelah mengucapkan salam guru memberikan pengertian tentang materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran (lihat materi di depan)
b.Kegiatan inti
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai yaitu pendemonstrasian puisi “Kenangan Masa Kecil” 5 menit Rekaman puisi/tape recorder
Teoti dan apresiasi puisi, Herman J. Waluyo
LKS.

2. Guru memberikan gambaran sekilas tentang materi.
3. Menyiapkan bahan 10 menit
4. Merujuk siswa untuk mendemonstrasikan pembacaan puisi 15 menit
5. Siswa menganalisa puisi yang ditampilkan 15 menit
6. Mengemukakan analisa 15 menit
7. Guru membuat kesimpulan pembelajaran puisi (baik bacaan langsung maupun putaran tape recorder) 10 menit

c.Kegiata akhir (10 menit)
• Dengan bimbingan guru, siswa dapat mendemonstrasikan puisi dengan baik.
• Guru memberikan PR dari LKS.

Uji Kompetensi 1
A.Menurtut Anda puisi “Kenangan Masa Kecil” termasuk jenis puisi apa? Berikan penjelasan!
B.Sebelum menentukan tema dan amanat dalam puisi “Kenangan Masa Kecil”, sekarang kerjakan kegiatan berikut!
1.Tentukan kata kunci dalam setiap baris!
2.Tafsirkan kata-kata sulit dalam puisi tersebut!
3.Tentukan peasn yang terdapat dalam puisi tersebut!
4.Buatlah parafrasa puisi “Kenangan Masa Kecil” dengan tepat!
• Dengarkan kembali puisi yang dibacakan oleh teman Anda. Sambil mendengarkan, catatlah unsur puisi terdebut! Unsur puisi yang harus dicatat adalah tema dan amanat puisi.
• Ceritakan kembali isi puisi tersebut! (Lihat puisi di materi depan)

7.Sumber belajar
• LKS Bahasa Indonesia
• Rekaman puisi (kaset)/tape recorder

8.Alat penilaian
• Penilaian efektif saat pendemonstrasian pembacaan puisi di atas.
• Penilaian diambil dari hasil pemberian tugas PR di atas.

• Lampiran: hand out kunci jawaban Uji Kompetensi 1.



Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 29 September 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041



Kunci jawaban uji kompetensi 1.
A. Menurtut Anda puisi “Kenangan Masa Kecil” termasuk jenis puisi apa? Berikan penjelasan!
Jawaban:
Puisi “Kenangan Masa Kecil” merupakan satire karena berisi sendirian pada perubahan yang terjadi akibat modernisasi.

B. Sebelum menentukan tema dan amanat dalam puisi “Kenangan Masa Kecil”, sekarang kerjakan kegiatan berikut!
1. Tentukan kata kunci dalam setiap baris!
Contoh jawaban:
a. Kata kurang dan jelas pada baris pertama dapat diartikan samar-samar.
b. Kata tempat, bermain pada baris ketiga dan menggembalakan dan domba pada baris kesepuluh berarti suatu tempat yang luas dan dapat digunakan untuk bermain serta menggembalakan domba-domba.
c. Kata plaza, kini pada baris kelima, kata di tengah-tengah pada baris kesebelas, dan kata jalan raya pada baris keduabelas berarti tempat yang dahulu luas, dapat digunakan untuk bermain dan menggembalakan domba kini telah berubah menjadi plaza dan jalan sehingg apenulis tidak dapat membayangkan masa kecilnya dahulu.
Catatan untuk guru:
Kata kunci yang ditemukan siswa dapat berbeda-beda sesuai dengan apresiasi siswa terhadap puisi. Jadi, jaaban siswa dapat berbeda-beda, tetapi harus sesuai dengan puisi.
2. Tafsirkan kata-kata sulit dalam puisi tersebut!
Contoh jawaban:
Kata-kata yang dianggap sulit sebagai berikut.
a. Semata berarti sewaktu
b. Plaza berarti pusat pembelanjaan.
Catatan untuk guru:
Kata sulit yang ditemukan siswa dapat berbeda-beda, tetapi harus sesuai dengan isi puisi.
3. Tentukan peasn yang terdapat dalam puisi tersebut!
Contoh jawaban:
Pesan yang terdapat pada dalam puisi “ Kenangan Masa Kecil’ sebagai berikut.
a. Gunakanlah hasil modernisasi sesuai dengan kebutuhan.
b. Janganlah negingat kenangan masa kecil berlarut-larut.
c. Proses modernisasi, janganlah menghilangkan semua yang ada pada masa lalu.
Catatan untuk guru:
Pesan yang ditemukan siswa dapat berbeda-beda, tetapi harus sesuai dengan isi puisi.
4. Buatlah parafrasa puisi “Kenangan Masa Kecil” dengan tepat!
Contoh jawaban:
Meskipun kurang jelas, ia masih ingat benar bahwa tempat ia bermain semasa kanak-kanak dahulu kini telah berubah menjadi plaza. Plaza tersebut diapit oleh jalan besar. Melihat kenyataan itu sukar baginya untuk membayangkan kembali dan bisa menenggebalakan domba-dombanya di tengah-tengah jalan raya.
Catatan untuk guru:
Parafrasa yang dibuat siswa dapat berbeda-beda sesuai dengan apresiasi mereka terhadap puisi. Jadi, jawaban siswa dapat berbeda-beda, tetapi harus sesuai dengan isi puisi.
4.Dengarkan kembali puisi yang dibacakan oleh teman Anda. Sambil mendengarkan, catatlah unsur puisi terdebut! Unsur puisi yang harus dicatat adalah tema dan amanat puisi.
Jawaban:
Tema puisi “Kenangan Masa Kecil” adalah rakyat kecil terdesak laju modernisasi.
Amanat yang dapat ditentukan dari puisi “Kenangan Masa Kecil” sebagai berikut.
• Gunakanlah hasil modernisasi sesuai dengan kebutuhan.
• Janganlah mengingat kenangan masa kecil terlalu berlarut-larut.
5.Ceritakan kembali isi puisi tersebut! (Lihat puisi di materi depan)
Contoh jawaban:
Puisi tersebut menceritakan perubahan kehidupan yang terjadi pada saat ini dengan saat penyair masih kecil. Perbedaan ini membuat penyair membuat tidak dapat membayangkan sesuatu. Perbedaan ini ditemukan pada tempat bermain penyair. Tempat bermain penyair semasa kanak-kanak kini telah berubah menjadi plaza. Plaza tersebut diapit oleh jalan besar. Melihat kenyataan itu sukar bagi penyair untuk membayangkan kembali dan bisa menggembalakan domba-dombanya di tengah-tengah jalan raya.
Catatan untuk guru:
Siswa dapat menceritakan kembali puisi secara berbeda-beda sesuai dengan apresiasi merka terhadap puisi. Jadi, jawaban siswa dapat berbeda-beda, tetapi harus sesuai dengan isi puisi.







RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskripsi, dan eksposisi)
Kompetensi Dasar : 4.3. Menulis gagasan secara logia san sistematis dalam bentuk ragam paragraf eksposisi.

1. Indikator
4.3.1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf eksposisi.
4.3.2. Menyusun kerangka paragraf eksposisi dan mengembangkan menjadi paragraf yang baik.
4.3.3. Menynting paragraf ekposisi yang ditulis teman.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf eksposisi.
2. Siswa dapat menyusun kerangka paragraf eksposisi dan mengembangkan menjadi paragraf yang baik.
3. Siswa dapat menunting paragraf ekposisi yang ditulis teman.

3. Materi Pembelajaran
Menulis Paragraf Eksposisi
Pada pelajaran yang lalu Anda telah belajar menulis paragraf deskripsi. Pada pelajaran ini Anda akan mempelajrai cara menulis paragraf eksposisi. Paragraf eksposisi adalah paragraf yang menyajikan sejumlah pengetahuan atau informasi sejelas-jelasnya.
Dari pengertian tersebut dapat dijabarkan bahwa paragraf eksposisi merupakan paragraf yang berfungsi untuk menerangkan, menjelaskan, atau memaparkan sebua benda, gagasan, atau ide. Dengan demikian, paragraf eksposisilebih mengarah pada tingkat kecerdasan atau akal. Selanjutnya, untuk memperjelas atau mendukung paparan atauuraian objek yang dijelaskan, paragraf ekposisi memerlukan data, seperti grafik, gambar, data statisktik, contoh, denah, organogram, dan peta. Penulisan paragraf eksposisi biasanya didahului dengan penelitian.
Pemaparan objek, benda, atau hal yang mengggunakan paragraf eksposisi memiliki tujuan sebagai berikut.
1. Memberi infromasi atau keterangan yang rinci mengenai objek.
2. Mengupas, menguraiakan. Atau menerangkan sesuatu.
Informasi yang diungkapkan dalam paragraf ekposisi dapat berupa (a) hal, kondisi, atau fakta yang benar-benar terjadi (misalnya fungsi oksigen dan air bagi makhluk hidup, proses kerja mesin) dan (b) analisis atau penafsiran terhadap sesuatu fakta.
Agar terampil menyusun paragraf eksposisi, Anda harus mengacu pada langkah-langkah berikut ini.
1. Mencari topik-topik berkaitan dengan objek yang akan dipaparkan. Misalnya, Anda ingin memaparkan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan social. Anda harus mendapatkan topik yang menarik dan aktual. Oleh karena itu, Anda harus membaca berita atau artikel dari berbagai media masa, atau menyimak siaran radio dan televisi.
2. Langkah selanjutnya mengembangkan topik menjadi sebuah karangan. Agar karangan runtut dan sistematis, sebaiknya Anda membuat pola pengembangan terlebih dahulu. Pola karangan eksposisi bisa dimulai dari hal yang bersifat umum ke khusus atau dari khusus ke umum.
a. Pola dari umum ke khusus

b. Pola dari khusus ke umum.

3. Agar karangan lebih terarah dan sistematis, perlu disajikan rincian atau gagasan pendukung.
Contoh:
a. Sampah
1) Sampah dapat mencemari kualitas air.
2) Sampah dapat menyumbat aliran air.
b. Limbah peternakan dan pertanian.
1) Sisa pupuk yang larut dalam aliran air dapat menurunkan kualitas air.
2) Kotoran hewan dapat menurunkan kualitas air.
4. Langkah terakhir mengembangkan topik dan gagasan pendukung menjadi karangan yang utuh dan padu.
Contoh:
Kualitas air sungai di Indonesia menurun. Penurunan ini disebebkan adanya sampah yang mencemari air sungai. Sampah yang ada di dalam sungai anak menyumbat aliran sungai. Tidak hanya sampah yang menyebabkan turunnya kualitas air. Limbah peternakan dan pertanian juga ikut mempengaruhi penurunan kualitas air sungai. Sisa pupuk dan kotoran hewan yang larut dalam aliran dapat menurunkan kualitas air.
4. Model Pembelajaran
Consept Sentence

5. Media
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
7. Kegiatan awal (10 menit)
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
a.Guru membuka pelajaran dengan salam.
- Guru memberikan gambaran secara global tentang pengertian apragraf ekposisi yang baik. (Lihat meteri pembelajaran di atas).
a.1. Susunlah sebuah paragraf eksposisi tentang polusi air.
a.2. Suntinglah paragraf eksposisi yang dibuat teman teman Anda.
a.3. Contoh jawaban soal di atas.
A. Susunlah sebuah paragraf ekposisi tentang polusi air!
Contoh jawaban:
Hampir semua sumber air di kota-kota besar di Indonesia tidak dapat lagi dimanfaatkan sebagai sumber air baku (air minum) Karena tingginya kandungan pencemaran organik dan anorganik. Pencemaran ini dapat berasal dari sampah maupun limbah. Limbah yang mencemari air berasal dari limbah rumah tangga, industri, peternakan, atau pertanian.
B. Suntinglah paragraf ekposisi yang dibuat teman Anda!
Jawaban: Diserahkan kepada siswa.
Catatan untuk guru:
Paragraf yang dibuat siswa dapat berbeda-beda. Namun, isi paragraf harus sesuai dengan pokok pikiran yang ditentukan dan harus berupa paragraf eksposisi. Hasil suntingan yang dibuat siswa juga berbeda-beda tergantung paragraf yang disunting.

a. Kegiatan Inti (115 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 10 menit - Paragraf eksposisi
- Buku EyD
- LKS
2. Guru menyampaikan materi secukupnya tentang paragraf ekposisi dengan tepat 5 menit
3. Guru membentuk kelompok yang anggotanga kurang lebih 4 orang secara heterogen 3 menit
4. Guru menyajikan beberpa kata kunci sesuai dengan cara penulisan paragraf eksposisi. 2 menit
5. Tiap kelompok disusun membuat beberapa kalimta untuk menyusun paragraf eksposisi 30 menit
6. Hasil diskusi kelompok didiskusikan secara pleno yang dipandu oleh guru 30 menit
7. Kesimpulan 5 menit
8. Mengerjakan ulangan harian 30 menit
a. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat membuat paragraf eksposisi dengan baik dan benar.
- Ulangan harian yang telah dikerjakan nilainya dimasukkan ke daftar nilai.

8. Sumber Belajar
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia, kelas X
- Buku EyD

9. Alat Penilaian
- Penilaian efektif saat siswa melakaukan diskusi.
- Penilaian dari ulangan harian.

10. Lampiran
- Hand Out soal ulangan harian dan kunci jawaban.





Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 30 September 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041

Ulangan Harian
A. Pilihlah jawaban yang tepat!
Kutipan puisi di bawah ini untuk soal nomor 1 dan 2. Bacalah dengan sermat!
Ballada Terbunuhnya Atmo Karpo

Pada langkah pertama keduanya sama baja.
pada langkah ketiga rubuhlah Atmo Karpo.
panas luka-luka, terbuka daging kelopak-kelopak angsoka.

Malam bagai kedok hutan bopeng oleh luka.
pesta bulan, sorak sorai, anggur darah.
Joko Pandan menegak, menjilat darah di pedangnya
Ia telah membunuh bapaknya.
W.S. Rendra

1. Kata baja pada kutipan puisi tersebut melambangkan …. (Ujian Nasional 2007/2008)
a. kekuatan seseorang
b. ketajaman seseorang
c. kekerasan seseorang
d. keberanian seseorang
e. keangkuhan seseorang
Jawaban: a
Kata baja mengungkapkan makna kekuatan Joko Pandaan dan Atmo Karpo.
2. maksud puisi tersebut adalah …. (Ujian nasional 2007/2008)
a. Si bapak yang tidak tega memberikan perlawanan kepada anaknya saat bertarung habis-habisan.
b. Pertarungan antara anak dan bapak yang berakhir kemenangan di pihak si anak tanpa perlawanan dari seorang bapak.
c. Ketidakberdayaan si bapak melawan anaknya atau sebaliknya, anak tidak berdaya pula melawan bapaknya.
d. Pertarungan anak dan bapak sama-sama kuat, tetapi akhirnya kemenangan di pihak si anakdengan menewaskan si bapak
e. Kekuatan si anak dan bapak ternyata sama karena mempunyai pertalian darah.
Jawaban: d
Puisi “Ballada Terbunuhnya Atmo Korpo” menceritakan antara bapak (Atmo Karpo) dan anak (Joko Pandaan) yang sama-sama kuat dan berakhir dengan kemenangan sang anak. Sang Bapak telah terbunuh di tangan anaknya sendiri, yaitu Jiko Pandaan.
3. Cermati puisi berikut ini!
Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya
Tadi siang ada yang mati
Dan yang mengantar banyak sekali
Ya, mahasiswa-mahasiswa itu, anank-anak sekolah.
yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus!
Sampai besin turun harganya
Sampai kita bisa naik bis pasar murah pula
Mereka kehausan dalam kepanasan bukan main
Terbakar mukanya di atas truk terbuka
Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, Bu
Biarlah sepuluh ikat juga
Memang sudah rezeki mereka
Mereka berteriak kegirangan dan berebutan
Seperti anak kecil
Dan menyoraki saya. Betul Bu, menyoraki saya
“Hidup tukang rambutan, hidup tukang rambutan!”
….
Taufik Ismail
Tema puisi tersebut adalah ….
a. demonstrasi mahasiswa
b. tukang rambutan pemurah
c. protes sosial dan politik
d. kematian seeorang yang tak dikenal
e. cerita tukang rambutan
Jawaban: c
Tema merupakan gagasan pokok atau ide pokok yang mendasari suatu puisi. Tema cerita dapat disimpulkan dari isi puisi. Puisi “Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya” menceritakan protes sosial yang dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa. Jadi, tema puisi yang tepat adalah c.
4. Cermati puisi berikut ini !
Salju
….
Dalam kenangan cinta tiada hati buat mengaduh
Pucat, putih, dan semakin putih
Lenyap segala kenangan
Lenyap duka dan sedih
Putih rinduku putih cintaku
Adalah cinta dalam kenangan dan rindu.
Anhar
Kata putih dalam penggalan puisi di atas melambangkan ….
a. kesedihan
b. kesepian
c. kesucian
d. kerinduan
e. kecintaan
Jawaban: b
Puisi menggambarkan kesepiat seseorang. Kata putih dalam puisi tersebut melembangkan kesepian dan kesunyian.
5. Cermati puisi berikut ini !
Doa

Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Caya-Mu panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
Aku hilang bentuk
Remuk
Tuhanku
Aku mengembara di Negeri asing
Di pintu-Mu aku mngetuk
Aku tidak bisa berpaling Chiril Anwar

Suasana yang digambarkan dalam kutipan puisidi atas adalah ….
a. sedih
b. gembira
c. resah
d. kacau
e. khusyuk
Jawaban: e
Puisi menceritakan hubungan penyair dengan Tuhan dalam doa. Suasana yang digambarkan dalam puisi adalah suasana khusyuk.
6. Cermati puisi berikut ini !
Buah Rindu

Datanglah engkau wahai maut
Lepaskan aku dari nestapa
Engkau lagi tempatku berpaut
Di waktu ini gelap gulita
Kicau murai tiada merdu
Pada beta pujangga Melayu
Himbau pungguk tiada merindu
Dalam telingaku seperti dahulu
….
Amir Hamzah
Berdasarkan isinya, puisi di atas termasuk ….
a. romans
b. elegi
c. ode
d. epigram
e. himne
Jawaban: b
Puisi buah rindu menceritakan kesedihan penyair. Oleh karena itu, puisi termasuk jenis elegi.
7. Pagi ini Rio terlambat bangun. Biasanya ia bangun pukul 05.00, gara-gara ia nonton siaran langsung final Piala Dunia antara Prancis melawan Italia. Kebiasaan rutinnya seperti membersihkan kandang dan memberi makan ayam pun tidak dikerjakan.
Kalimat yang tepat untuk menceritakan pengalaman Rio berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ….
a. Aku bangun kesiangan, ibu marah-marah karena pekerjaan rutinku tidak aku kerjakan.
b. Hari ini aku bangun kesiangan gara-gara menonton siaran langsung final piala dunia. Terpaksa aku tidak membersihkan kandang dan memberi makan ayam.
c. Hari ini aku bangun kesiangan gara-gara nonton final piala dunia. Ibuku marah-marah tidak karuan.
d. Gara-gara nonton oiala dunia aku bangun kesiangan pukul 07.00. Ibu juga lupa membangunkan aku. Terpaksa aku tidak membersihkan kandang dan memberi makan ayam.
e. Gara-gara nonton siaran langsung final piala dunia aku jadi tidak membersihkan kandang dan memberi makan ayam.
Jawaban: b
Jawaban yang berisi cerita pengalaman pribadi sesuai dengan ilustrasi adalah jawaban b. Jawaban a dan c salah karena dalam ilustrasi tidak menyebutkan ibu marah-marah. Jawaban d salah karena dalam ilustrasi tersebut tidak mengungkapkan ibu membangunkan pukul 07.00. Jawaban e salah karena Rio tidak membersihkan kandang dan memberi makan ayam karena bangun kesiangan bukan karena menonton final piala dunia.
8. Ayah dan aku sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk berlari bersama. Asyik juga berlari bersama ayah selain sehat aku bisa menemani ayahku. Biasanya sambil berlari, ayah menceritakan semua pekerjaannya. Aku jadi lebih mengerti mengapa ayhku sering pulang larut malam. Ternyata pekerjaan ayah berat juga ya …….
Pengalaman itu menceritakan ….
a. kebiasaan berlari-lari
b. aku senang mendengar cerita ayah
c. kebiasaan ayah dan aku berlari
d. pekerjaan yang dilakukan ayah
e. kebiasaan ayah pulang kerja
Jawaban: c
Pengalaman merupakan peristiwa atau kejadian yang pernah dialami atau dilihat. Pengalaman tersebut dapat berupa pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, menggembirakan, memalukan, menyakitkan, atau mengharukan. Pengalaman tersebut menceritakan kebiasaan ayah dan aku saat berlari bersama.
9. Sampai suatu hari guru fisika aku itu melahirkan. Otomatis beliau cuti mengajar. Guru fisika aku pun duganti. Nah, mulai dari situ, dalam otakku ada secercah harapan tentang fisika. Guru baru itulah yang membuat aku bersemangat belajar fisika. He-he-he.
Cuplikan pengalaman di atas sifatnya….
a. menyedihkan
b. mengahrukan
c. menyenangkan
d. memalukan
e. menentramkan
Jawaban: c
Peristiwa yang diceritakan dalam pengalaman adalah yang menyenangkan. Pengalaman tersebut terjadi saat guru fisika yang lama mengambil cuti hamil dan digantikan dengan guru fisika yang baru. Guru fisika yang baru dapat membuat pelaku pengalaman senang fisika.
10. Warga Kenalirang, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, disarankan untuk memperbaiki sanitasi lingkungan agar terhindar dari serangan penyakit kulit. Jenis penyakit kulit yang sering diderita warga adalah koreng dan kudis. Penyakit tersebut disebabkan oleh sanitasi yang kurang sehat. Kepala Puskesmas Kenalirang mengatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan ke Dinas Kesehatan kabupaten Alor agar memberikan perhatian khusus atas penyakit kulit yang menyerang warga. Selama ini Puskesmas Kenalirang sering melayani pasien yang menderita koreng dan kudis. Penyakit ini bisa menyebar secara cepat sehingga perlu diantisipasi secepat mungkin.
Sumber: http://spritentente.blogspot.com
Ide pokok penggalan wacana tersebut adalah ….
a. Puskesmas Kenalirang sering menangani pemduduk yang terjangkit penyakit kulit.
b. Warga Kenalirang Kabupaten Alor dihimbau untuk membersihkan sanitasi lingkungan karena sering terjangkit penyakit kulit.
c. Penyakit kulit di Kecamatan Kenalirang Alor menyebar dengan cepat.
d. Dinas Kesehatan Kabupaten Alor memberikan perhatian khusus pada Kecamatan Kenalirang karena sering terserang penyakit kulit.
e. Jenis penyakit kulit yang sering menyerang warga Kenalirang adalah kudis dan koreng.
Jawaban: b
Ide pokok wacana tersebut terletak pada kalimat ke-1, yaitu Warga Kenalirang , Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, disarankan memperbaiki sanitasi lingkungan agar terhindar dari penyakit kulit,
11. Sulawesi utara merupakan bagian dari bumi yang memerlukan pengelolaan baik terhadap alamnya atau sumber daya alam, serta sumber daya buatan maupun tata sosial manusia. Banyak kegiatan berorientasi pada kepentingan ekonomi manusia semata yang terus bertumbuh di Sulewesi Utara. Kegiatan ini menajdi baik jika kepentingan ekonomi dan kepentingan kehidupan alam berimbang untuk diperhatikan. Namun, apa yang terjadi? Kegiatan-kegiatan ekonomi yang merusak tatanan lingkungan hidup semakin menonjol di wilayah ini. Sebetulnya kegiatan-kegiatan ekonomi akan menjadi baik jika pengelolaan baik pula.
Sumber : Refleksi Kondisi Lingkungan Hidup Sulawesi Utara 2004, oleh Veronica A. Kumurur, http://veronicakumurur.blogspot.com
Ide pokok paragraf tersebut adalah ….
a. Sulawesi Utara merupakan bagian dari Bumi yang memerlukan pengelolaan lingkungan hidup yang baik
b. Banyak kegiatan di Sulawesi Utara berorientasi pada kepentingan ekonomi seemata.
c. Kepentingan ekonomi di Sulawesi Utara harus juga diimbangi dengan keseimbangan kehidupan alam.
d. Kegiatan ekonomi yang merusak lingkungan alam di Sulawesi Utara sangat menonjol.
e. Kegiatan ekonomi di Sulawesi Utara akan menjadi baik jika siikuti pengelolaan lingkungan alam dengan baik.
12. (1) Peserta Perkebunan Inti Rakyat (PIR) kelapa sawit, di Desa Suka Makmur bukan hanya memerlukan rumah yang layak huni. (2) Mereka tahu betul arti rumah yang sehat dan indah. (3) Untuk bisa memilih rumah, mereka sebaiknya melakukan arisan di antara kelompok tani. (4) sekarang di desa tang ditempati tahun 1986 itu telah berdiri 200 rumah permanen dengan umuran rata-rata 12 X 14 meter. (5) Dua puluh anggota kelompok tani Bunga kantil memiliki rumah baru dan permanen.
Kalimat yang berisi fakta terdapat pad anomor ….
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 3 dan 4
d. 3 dan 5
e. 4 dan 5
Jawaban: e
Fakta merupakakan sesuatu atau hal yang benar-benar terjadi. Semua orang akan mengatakan pernyataan yang samaterhadap sebuah fakta. Lawan dari fakta adalah pendapat. Pendapat merupakan gagasan, ide, atau pemikiran seseorang terhadap suatu peristiwa, hal, atau masalah. Pendapat seseorang terhadap suatu masalah, hal, atau peristiwa dapat berbeda dari pendapat orang lain. Pendapat tersebut juga oponi. Kalimat (1) dalam paragraf berisi pendapat peserta Perkebunan Inti Rakyat (PIR) kelapa sawit, di Desa Suka Mkmur bukan hanya memerlukan rumah yang layak huni. Kalimat (1) disebut pendapat karena tidak semua orang akan menyatakan peserta Perkebunan Inti Rakyat (PIR) Kelapa sawit, di Desa Suka Makmur bukan hanya memerlukan rumah yang layak huni.
Kalimat (2) dalam paragraf di atas berisi pendapat peserta PIR kelapa sawit tahu betul arti rumah yang sehat dan indah. Kalimat (2) disebut pendapat karena tidak semua orang menyatakan peserta PIR kelapa sawit tahu betul arti rumah yang sehat dan indah.
Kalimat (3) dalam paragraf di atas berisi pendapat untuk bisa memilih rumah, peserta PIR sebaiknya melakukan arisan di antara kelompok tani. Kalimat (3) disebut pendapat karena tidak semua orang menyatakan untuk bisa memilih rumah, peserta PIR sebaiknya melakukan arisan di antara kelompok tani.
Kalimat (4) dalam paragraf di atas berisi fakta saat ini di desa yang ditempati tahun 1986 itu telah berdiri 200 rumah permanen dengan ukuran rata-rata 12 X 14 meter.
Kalimat (5) dalam paragraf di atas berisi fakta dua puluh anggota kelompok tani Bunga Kantil memiliki rumah baru dan permanen.
Jadi, kalimat yang berisi fakta terdapat dalam jawaban (4) dan (5).
13. (1) Setelah karangan anak-anak kelas tiga diperiksa, ternyata Ali, Toko, Aleks, dan Burhan mendapat nilai delapan. (2) Anak-anak yang lain mendapat nilai tujuh. (3) Hanya Mamam yang enam. (4) Selain itu tidak seorang pun mendapat nilai kurang. (5) oleh karena itu, boleh dikatakan anak-anak kelas tiga cukup pandai mengarang.
Kalimat yang merupakan pendapat adalah ….
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Jawaban: e
Kalimat (1), (2), (3), dan (4) mengungkapkan fakta perolehan nilai. Kalimat (5) merupakan pendapat bahwa anak-anak kelas tiga pandai mengarang.
14. Sampah sampah yang mengapung di atas laut masih mudah dibersihkan. Namun, apabila tenggelam ke dalam dasar laut, sampah tersebut akan mengotori dasar laut. Sampah itu juga akan merusak biota laut seperti terumbu karang. Apabila terumbu karang rusak, dasar laut akan berkurang keindahannya. Padahal, snorkeling dan diving merupakan aktivitas yang ditawarkan resor Pulau Sepa.
Fakta dinyatakan dengan kalimat ….
a. pertama
b. kedua
c. ketiga
d. keempat
e. kelima
Jawaban: e
Kalimat yang berisi fakta terdapat terdapat dalam kalimat terakhir atau kelima. Kalimat pertama mengungkapkan pendapat tentang sampah-sampah di atas alut yang masih dapat dibersihkan. Kalimat kedua mengungkapkan sampah yang tenggelam di dasar laut susah untuk dibersihkan. Kalimat ketiga merupakan pendapat tentang sampah yang tengglam di dasar laut dapat merusak biota laut seperti terumbu karang dan biota laut lainnya rusak, keindahan dasar laut akan berkurang. Kalimat kelima berisi Pantai Sepa menawarkan aktivitas snorkeling dan diving.
15. (1) Orang Jepang kuno menyembah matahai karena menurut merka matahari itu bertenaga besar dan sangat agung. (2) Matahari merupakan sebuah bintang yang besar dan terbuat dari gas panas yang berputar-putar di angkasa. (3) Matahari merupakan pusat tata surya. (4) Jarak matahari dan bumi sekitar 150 juta km. (5) Ukuran matahari satu juta kali lebih besar daripada bumi.
Kalimat yang merupakan pendapat dapat ditemukan dalam kalimat nomor ….
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
16. Ada dua amcam sarana pendidikan, yaitu pendidikan formal dan pendidikan nonformal. Pendidikan fomal memiliki standar kurikulum yang sudah ditentukan oleh pemerintah, seperti SD, SLTP, SMA, atau SMK. Pendidikan nonformal lebih dikenal dengan pendidikan luar sekolah dan kebijakan lembaga yang bersangkutan.
Paragraf tersebut menggunakan pola pengembangan ….
a. eksposisi
b. narasi
c. diskripsi
d. argumentasi
e. persuasi
Jawaban: a
Paragraf di atas merupakan paragraf ekposisi yang menjelaskan pendidikan formal dan nonformal.
Paragraf digynakan untuk soal nomor 17 dan 18.
(1) Langkah-langkah pendisiplinan perlu dilakukan. (2) Ketidakdisplinan terjadi melalui proses erosi yang berlangsung cukup lama. (3) Penanggulangannya pun perlu dilakukan secara sedikit demi sedikit. (4) Itu berarti bahwa erosi disiplin perlu diatasi dengan proses sedimentasi disiplin. (5) Melalui proses sedimentasi disiplim, sedikit demi sedikit nilai-nilai kedisiplinan diendapkan ke dalam masyarakat.
17. Ide pokok paragraf di atas ditandai dengan nomor ….
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
Jawaban: a
Ide pokok atau pokok permasalahan dalam penggalan wacana tersebut terletak pada kalimat ke-1 yaitu hal yang perlu dilakukan untuk pendisiplinan.
18. Paragraf pada soal tersebut tergolomg jenis ….
a. narasi
b. deskripsi
c. argumentasi
d. persuai
e. eksposisi
Jawaban: e
Paragraf tersebut termasuk paragraf eksposisi karena menjelaskan langkah-langkah pendisiplinan.
Paragraf digynakan untuk soal nomor 17 dan 18.
Minat baca adalah suatu rasa lebih suka atau rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan dunia luar. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat orang itu. Semakin besar minat seseorang terhadap suatu bidang ilmu, semakin banyak waktu yang ia gunakan untuk mengkajinya dan semakin banyak pula buku yang i abaca.
19. Paragraf di atas merupakan bagian dari jenis karangan ….
a. persuasi
b. argumentasi
c. eksposisi
d. narasi
e. deskripsi
Jawaban: c
Paragraf tersebut merupakan paragraf eksposisi yang menjelaskan minat baca.
20. Ide pokok paragraf di atas adalah ….
a. pengertian minat baca
b. membaca merupakan kegiatan kreatif
c. minat baca yang dimiliki seseorang
d. manfaat minat baca pada seseorang
e. ilmu yang didapat saat membaca
Jawaban: a
Paragraf menjelaskan pengertian minat baca. Ide pokok paragraf tersebut terdapat dalam jawaban a.

B. Kerjakan soal-soal di bawah ini!
1. Tentukan kata kunci, tema, dan amanat puisi berikut ini!
Wayang

telah berkali-kali kulihat
beragam wayang seluruh tanah air
semua di kotak tergelat
jika yak dimainkan dalang di kelir
kita pun wayang berpijak di bumi
dari kotak gaib beranjak ke layar
sekali waktu kembali ke kotak gaib
menrutu sang dalang mahabesar
Sumber :Biarkan Angin Itu, Piek Ardijanto Soepriaji, Grasindo, 1996
Cobtoh jawaban:
Kata kunci puisi “Wayang” sebagai berikut.
a. Kata di kotak dan tergeletak baris ketiga dapat diartikan di suatu tempat dan diam saja. Suatu tempat di sini mengacu di dunia.
b. Kata kita, wayang, di bumi pada baris keempat dan kata kotak gaib dan layar pada bait keenam berarti kita, amnesia di ibaratkan seperti wayang ada berada di bumi yang dahulu berasal dari kandungan (kotak gaib) yang lahir ke dunia (ke layar).
c. Kata sekali, waktu, kembali, kotak gaib, pada baris ketujuh dan kata menurut, dalang mahabesar berarti suatu saat manusia akan kembali ke asalnya (liang kubur) menurut waktu yang ditentukan Tuhan.
Catatan untuk guru:
Kata kunci yang ditemukan siswa dapat berbeda-beda sesuai dengan apresiasi mereka terhadap puisi. Jadi, jawaban siswa dapat berbeda-beda, tetapi harus sesuai dengan isi puisi.
Tema puisi “Wayang” adalah kekuasaan Tuhan kepada umat-Nya yang ada di bumi.
Pesan yang terdapat dalam puisi “Wayang” sebagai berikut.
a. Hidup manusia ada di tangan Tuhan.
b. Gunakanlah hidup di dunia dengan sebaik mungkin karena suatu saat akan kembali kepada yang Mahakuasa.
Pesan yang ditemukan siswa dapat berbeda-beda, tetapi harus sesuai dengan isi puisi.
2. Tentukan jenis puisi “Wayang!
Jawaban:
Puisi ”Wayang” termasuk epigram karena berisi tuntunan atau ajaran hidup kepada manusia.
3. Bacalah bacaan berikut. Kemudian, tentukan kesamaan kedua bacaan, ide pokok setiap paragraf, fakta, dan pendapat!
Bacaan 1
Longsornya TPA Bantar Gebang
Hari Jumat dini hari 8 Maret 2006 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantar Gebang, Bekasi, memakan korban jiwa akibat longsor sampah yang melebihi kapasitas. Sedikitnya tiga orang meninggal, satu orang di antaranya ibu hamil, dan empat orang dirawat di rumah sakit. Peristiwa ini membuktikan bahwa kita memang tidak pernah mau belajar dari epristiwa longsor sampah TPA Leuwigajah, Jawa Barat. Tragedi longsor di tempat pembuangan sampah ini merupakan poterti buruk dari pengelolaan sampah di Jakarta yang selalu saja mengorbankan keselamatan rakyat.
Peristiwa longsor TPA Bantar Gebang adalah murni kesalahan dari pengelolaan sampah yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Longsor ini terjadi di zona III yang memang dikelola secara open dumping sehingga tumpukannya sudah mencapai 20 meter. Padahal, dalam kesepakatan kerja sama antara PT PBB dengan Pemerintah Provinsi Jakarta bahwa sampah di TPA Bantar Gebang akan dikelola dengan menggunakan teknologi sanitary landfill. Akan teapi, yang terjadi dalam operasional di lapangan menggunakan sistem open dumping. Dampaknya sangat buruk terhadap rakyat. Selain penyakit yang akan ditimbulkan, juga mengancam keselamatan jiwa akibat longsoran sampah dan timbunan sampah yang menggunung.
Sumber: http://www.walhi.or.id

Bacaan 2
Meneg LH Akui Longsor Leuwigajah Kesalahannya
Menteri Negara Lingkungan Hidup mengakui bahwa longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah ada;ah kesalahannya. Namun, kesahan itu harus ditimpakan tidak hanya kepada dirinya, tetapi juga kepada pihak lain yang terkait.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa TPA Leuwigajah sudah tidak layak karena sistem penglolaannya menggunakan open dumping atau pembuangan terbuka. Padahal, menurut rencana TPA tersebut seharusnya menggunakan sanitary landfill atau ditutup tanah. Oleh karena itu, wajar jika longsor terjadi karena gas metan mengadakan reaksi terhadap air hujan sehingga memecah tanah. Apabila TPA Leuwigajah itu tidak jalan, kita harus memperbarui. Tempat lain yang belum rusak juga akan ditinjau.
Sumber: Kompas, 21 Maret 2005
a. Kesamaan kedua bacaan
Jawaban:
Kesamaan bacaan adalah sama-sama membahas peristiwa longsornya TPA. Bacaan 1 membahasa longsor TPA Bantar Gebang, sedangkan bacaan 2 membahas longsornya TPA Leuwigajah, Jawa Barat.
b. Ide pokok setiap paragraf dalam kedua bacaan
Bacaan 1
Ide pokok paragraf ke-1 hari Jumat dini hari 8 Maret 2006 Tempat Pembuangan AKhir (TPA) sampah Bantar Gebang, Bekasi, memakan korban jiwa akibat longsor sampah yang melebihi kapasitas.
Ide pokok paragraf ke-2 peristiwa longsor TPA Bantar Gebang adalah murni kesalahan dari pengelola sampah yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
Bacaan 2
Ide poko paragraf ke-1 Menteri Negara Lingkungan hidup mengatakan bahwa bencana longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah adalah kesalannya.
Ide pokok paragraf ke-2 Menteri Negara Lingkungan Hidup mengatakan bahwa TPA Leuwigajah sudah tidak layak karena sistem pengelolaannya menggunakan open dumping atau pembuangan terbuka.
c. Fakta dalam bacaan 1 sebagai berikut
1) Hari Jumat dini hari 8 Maret 2006 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantar Gebang, Bekasi, memakan korban jiwa akibat longsor sampah yang melebihi kapasitas.
2) Sedikit tiga orang meninggal, satu di antaranya ibu hamil, dan empat orang dirawat di rumah sakit.
3) Longsor ini terjadi di zona III yang memeang dikelola secara open dumping sehingga tumpukannya sudah mencapai 20 meter.
4) Dalam kesepakatan kerja sama antar PT PBB dengan Pemerintah Provinsi Jakarta bahwa sampah di TPA Bantar Gebang akan dikelola menggunakan teknologi sanitary landfill.
5) Dalam operasional di lapangan menggunakan system open dumping.
Fakta dalam bacaan 2 sebagai berikut.
Kalimat-kalimat dalam bacaan kedua merupakan pendapat yang dikeluarkan Menteri Negara Lingkunan Hidup. Fakta yang terdapat dalam bacaan tersebut adalah isi bacaan tersebut dikeluarkan oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup.
d. Pendapat yang terdapat dalam bacaan 1.
Jawaban:
Pendapat dalam bacaan 1 sebagai berikut.
1) Peristiwa ini membuktikan bahwa kita memang tidak pernah mau belajar dari peristiwa longsoran sampah TPA Leuwigajah, Jawa Barat.
2) Tragedi longsor di tempat pembuangan sampah ini merupakan poterti buruk dari pengelolaan sampah di Jakarta yang selalu saja mengorbankan keselamatan rawayat.
3) Peristiwa longsor TPA Bantar Gebang adalah murni kesalahan dari pengelolaan sampah yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.
4) Dampaknya sangat buruk terhadap yakyat.
5) Selain penyakit yang akan ditimbulakn, juga mengancam keselamatan jiwa akibat longsoran sampah dan timbunan sampah yang menggunung.
Pendapat dalam bacaan 2 sebagai berikut.
Bacan ke-2 berisi pendapat yang dikeluarkan Menteri Negara Lingkungan Hidup. Oleh karena itu, semua kalimat dalam bacaan merupakan pendapat karena tidak semua orang akan mengatakan hal yang sama dengan apa yang dikatakan oleh Menteri Negara Lingukngan Hidup.
4. Tulislah cerita pengalamanmu yang paling mengesankan!
Jawaban:
Diserahkan kepada siswa.
Catatan untuk guru:
Jawaban diserahkan kepada siswa. Siswa dapat menceritakan pengalaman yang berbeda-beda.
5. Buatlah sebuah paragraf sekposisi!
Contoh jawaban:
Peristiwa longsor TPA Bantar Gebang adalah murni kesalahan dari pengelola sampah yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Longsor ini terjadi di zona III yang memang dikelola secara open dumping sehingga tumpukannya sudah mencapai 20 meter. Padahal, dalam kesepakatan kerja sama antara PT PBB dengan Pemerintah Provinsi Jakarta bahwa sampah di TPA Bantar Gebang akan dikelola dengan menggunakan teknologi sanitary landfill. Akan teapi, yang terjadi dalam operasional di lapangan menggunakan sistem open dumping. Dampaknya sangat buruk terhadap rakyat. Selain penyakit yang akan ditimbulkan, juga mengancam keselamatan jiwa akibat longsoran sampah dan timbunan sampah yang menggunung.
Catatan untuk guru:
Paragraf yang dibuat siswa dapat berbeda-beda, tetapi harus sesuai dengan pokok pikiran yang ditentukan dan harus berupa paragraf ekposisi.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Berbicara
5. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melaui kegitan berkenalan, berdiskusi, dan berbicara.
Kompetensi Dasar : 5.3 Memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi dengan intonasi yang tepat.

1. Indikator
7.1.1 Mengucapkan kalimat perkenalan (misalnya sebagai moderator, atau pembawa acara) dengan lancar dan intinasi yang tidak monoton.
7.1.2 Menggunakan diksi yang tepat.
7.1.3 Menaggapi diksi (pilihan kata) yang tepat.
7.1.4 Memperbaiki pengucapan kalimat yang kurang sesuai.

2. Tujua Pembelajaran
1. Siswa dapat mengucapkan kalimat perkenalan (misalnya sebagai moderator, atau pembawa acara) dengan lancar dan intonasi yang tidak monoton.
2. Siswa dapat menggunakan diksi yang tepat.
3. Siswa dapat menanggapi diksi (pilihan kata) yang tepat.
4. Siswa dapat memperbaiki pengucapan kalimat yang kurang sesuai.

3. Materi Pembelajaran
Berbicara
Memperkenalkan Diri dan Orang Lain dalam Situaai Resmi
Ingatlah, pada Bab I Anda telah mempelajari strategi memperkenalkan diri sendiri atau orang lain dalam situasi resmi. Agar leboh terampil, pada pembelajaran ini pun Anda akan mempelajari tata cara memperkenalkan diri atau orang lain dalam situasi resmi. Oleh karena itu, perhatikan contoh berikut ini.
Contoh 1: Memperkenalkan Diri
Pembawa acara : “Bapak, Ibu, dan tamu undangan peserta seminar yang kami hormati, sebelum seminar hari ini dengan tema “Langkah Strategis Mengembangkan Kesenian Tradisional” kita mulai, selaku pembawa acara, terlebih dahulu saya akan memperkenalkan diri.
Nama saya Abdul Zaenal, siswa kelas X SMA Pattimura, Mataram.
Contoh 2: Memperkenalkan Orang Lain
Moderator : “ Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memandu diskusi ini. Saya persilahkan para pembicara menempati tempat yang telah disediakan panitia. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu saya memperkenalkan narasumber pada acara dislusi kali ini. Narasumber pertama, di sebelah kanan saya yaitu Bapak Dr. Hasibuan Harahap. Beliau guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sementara di sebelah kiri saya Bapak I Ketut Ardika. Beliau praktisi kesenian dan mengelola sebuah biro perrjalanan di Bali. Setiap hari beliau melakukan promosi untuk memperkenalkan kesenian Indonesia kepada wisatawan mancanegara. Selanjutnya saya perkenalkan pula Saudari Lidya, Sebagai notul. Dia mahasiswa Kesenian semester VII.”

4. Model pembelajaran
Demonstrasi

5. Media Pembelajaran
LKS

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit)
- Guru mengawali pelajaran dengan mengucapkan salam
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ

- Guru memberikan tata cara memperkenalkan diri di depan umum/resmi yang baik (lihat contoh di atas)
b. Kegiatan Inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 5 menit - Buku contoh pidato masa kini, Helmi Abdul Mugin, LCC. Darul Ulum Pres masa kini
2. Guru menyampaikan gambaran sekilas cara memperkenalkan diri dan orang lain dalam situasi resmi. 5 menit
3. Menyiapkan bahan bacaan, mental yang diperlukan. 10 menit
4. Menunjuk seorang siswa untuk tampil memperkenalkan diri/moderator, pembawa acara. 45 menit
5. Seluruh siswa memperhatikan.
6. Siswa menganalisis teman yang terampil.
7. Guru membuat kesimpulan. 5 menit

c. Kegiatan Akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan Guru, siswa dapat mengungkapkan kalimat perkenalan (moderator/pembawa acara) dengan baik

7. Sumber Bahan
- Buku contoh pidato masa kini, Helmi Abdul Mugin, LCC. Darul Ulum Pres

8. Alat Penilaian
9.
1. Penilaian efektif saat berlangsung KBM
2. Penilaian diambil dari hasil pemberian PR di bawah ini.




A. Lakukan kegiatan berikut dengan teman sebangku Anda!
1. Perkenalkan diri Anda sebagai moderator!
2. Seteha itu, perkenalkan teman Anda sebagai narasumber!



B. Anda yang tidak mendapat giliran, menyimaklah dengan baik dan lakukan kegiatan berikut!
1. Apakah teman Anda sudah memperkenalkan diri dengan lengkap?
2. Apakah cara teman Anda memperkenalkan orang lain sudah benar?
3. Apakah diksi yang digunakan dalam memperkenalkan diri dan orang lain sudah benar?
4. Berilah tanggapan terhadap kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat perkenalan teman Anda! Hal-hal yang harus ditanggapi sebagai berikut.
a. Kelengkapan dan kejujuran dalam menyampaikan data diri ketika memperkenalkan diri.
b. Kebenaran kalimat yang digunakan siswa dalam memperkenalkan orang lain.
c. Penggunaan kalimat dan pilihan kata siswa dalam memperkenalka diri dan orang lain.
d. Lafal dan intonasi pengucapan kalimat siswa ketika memperkenalkan diri dan orang lain.
e. Sikap dan mimik siswa ketika memperkenalkan diri dan orang lain.
5. Kemudian, berilah saran perbaikan pengucapan kalimat perkenalan yang kurang sesuai!





C. Secara berkelompok, lakukan kegiatan berikut!
1. Buatlah kelompok yang beranggotakan empat orang!
2. Buatlah kalimat untuk memperkenalkan diri dan orang lain, misalnya acara workshop, lokakarya, seminar, atau diskusi!
3. Bacakan hasilnya di depan kelas oleh salah satu wakil kelompok!







4. Catatlah kekurangan atau kelemahan perkenalan diri atau orang lain yang dibacakan kelompok lain dari unsur-unsur berikut.
a. Penggunaan kalimat dan piliha kata dalam kalimat perkenalan.
b. Kelancaran pengucapan kalimat.
c. Intonasi ketika mengucapkan kalimat.
d. Sikap dan mimik (raut muka) ketika membaca kalikat perkenalan diri atau orang lain.
5. Perbaikilah hasil pekerjaan kelompok Anda berdasarkan masukan dari kelompok lain!






Lampiran.
- Instrumen penilaian lengkap dengan soal dan kunci jawaban. (Hand Out Soal dan Kunci Jawaban).






Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 04 Oktober 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


A. Lakukan kegiatan berikut dengan teman sebangku Anda!
1. Perkenalkan diri Anda sebagai moderator!
Contoh jawaban:
Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti diskusi. Sebelum diskusi dimulai, saya selaku moderator dalam diskusi akan memperkenalkan diri. Nama saya Faizal Bahri siswa kelas X SMA Pamardi Yogyakarta.
2. Setelah itu, perkenalkan teman Anda sebagai narasumber!
Contoh jawaban:
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memandu diskusi ini. Saya persilahkan para pembicara menempati tempat yang telah disediakan panitia. Sebelum acara dimulai, terlebuh dahulu saya akan memperkenalkan narasumber pada acara diskusi kali ini. Narasumber pertama, di sebelah kanan saya yaitu Bapak Surya Atmaja. Beliau seorang dalang terkemuka. Sementara di sebelah kiri saya Bapak hardika, Dosen Kebudayaan di Universitas terkemuka. Selanjutnya saya perkenalkan pula Saudari Nadia, sebagao notulis. Dia mahasiswa Sastra semester VII.
Catatan untuk guru:
Jawaban siswa untuk soal nomor 1 dan 2 dapat berbeda-beda. Namun, siswa harus memperkenalkan diri dan orang lain dengan menggunakan bahasa yang sopan!
B. Anda yang tidak mendapat giliran, menyimaklah dengan baik dan lakukan kegiatan berikut!
1. Apakah teman Anda sudah memperkenalkan diri dengan lengkap?
2. Apakah cara teman Anda memperkenalkan orang lain sudah benar?
3. Apakah diksi yang digunakan dalam memperkenalkan diri dan orang lain sudah benar?
4. Berilah tanggapan terhadap kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat perkenalan teman Anda! Hal-hal yang harus ditanggapi sebagai berikut.
a. Kelengkapan dan kejujuran dalam menyampaikan data diri ketika memperkenalkan diri.
b. Kebenaran kalimat yang digunakan siswa dalam memperkenalkan orang lain.
c. Penggunaan kalimat dan pilihan kata siswa dalam memperkenalka diri dan orang lain.
d. Lafal dan intonasi pengucapan kalimat siswa ketika memperkenalkan diri dan orang lain.
e. Sikap dan mimik siswa ketika memperkenalkan diri dan orang lain.
5. Kemudian, berilah saran perbaikan pengucapan kalimat perkenalan yang kurang sesuai!
Jawaban:
Diserahkan kepada siswa untuk memperkenalkan diri dan orang lain. Siswa harus memperkenalkan diri dan orang lain dengan lengkap dan menggunakan bahasa yang sopan.
Catatan untuk guru:
Jawaban soal untuk soal nomor 1 dan 2 dapat berbeda-beda. Namun, siswa harus memperkenalkan diri dan orang lain dengan menggunakan bahasa yang sopan.
Petunjuk guru untuk Kegiatan C
Dalam memberikankegiatan ini, guru dapat mengacu pada langkah-langkah berikut ini.
1. Guru membagi kelompok siswa yang beranggotaka 4 orang.
2. Setiap kelompok disuruh membuat kalimat untuk memperkenalkan diri dan memperkenalkan orang lain, misalnya dlaam acara workshop, seminar, atau diskusi.
3. Stelah selesai, salah satu wakil kelompok membacakan hasilnya di depan kelas secara bergiliran dengan kelompok lain.
4. Siswa dari kelompok lain menyimak dan mencatat kelemahan beserta alasannya hasil pekerjaan kelompok lain dari segi berikut.
a. Penggunaan kalimat dan pilihan kata dalam kalimat perkenalan.
b. Kelancaran pengucapan kalimat.
c. Intonasi ketika mengucapkan kalimat.
d. Sikap dan mimik (raut muka) ketika membaca kalimat perkenalan diri atau orang lain.
5. Setiap kelompok disuruh memperbaiki hasil pekerjaannya berdasarkan masukan atau tanggapan dari kelompok lain.
6. Dalam kegiatan ini, guru memberikan penilaian kegiatan siswa dari unsur-unsur berikut.
a. Kebenaran menggunakan kalimat dan diksi perkenalan diri dan memperkenalkan orang lain.
b. Kelancaran dan intonasi pengucapan kalimat perkenalan.
c. Sikap dan mimik ketika siswa mengucapkan kalimat pekenalan.
C. Secara berkelompok, lakukan kegiatan berikut!
1. Buatlah kelompok yang beranggotakan empat orang!
2. Buatlah kalimat untuk memperkenalkan diri dan orang lain, misalnya acara workshop, lokakarya, seminar, atau diskusi!
3. Bacalah hasilnya di depan kelas oleh salah satu wakil kelompok!
4. Catatlah kekurangan atau kelemahan kalimat perkenalan perkenalak diri atau orang lain yang dibacakan kelompok lain dari unsur-unsur berikut.
a. Penggunaan kalimat dan pilihan kata dalam dalam kalimat perkenalan.
b. Kelancaran pengucapan kalimat.
c. Intonasi dan mimik (raut muka) ketika membaca kalimat perkenalan diri atau orang lain.
5. Perbaikilah hasil pekerjaan kelompok Anda berdasarkan masukan dari kelompok lain!
Jawaban:
Diserahkan kepada siswa untuk memperkenalkan diri dan orang lain. Siswa harus memperkenalkan diri dan orang lain dengan lengkap dan menggunakan bahasa yang sopan.
Catatan untuk guru:
Jawaban siswa untuk kegiatan C dapat berbeda-beda. Namun, siswa harsu memperkenalkan diri dan orang lain dengan menggunakan bahasa yang sopan.



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Membaca
7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen
Kompetensi Dasar : 7.1 Membaca puisi dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat.

1. Indikator
2.1.1. Membaca puisi dengan lafal, nada, tekanan, dan intinasi yang sesuai dengan isi puisi.
2.1.2. Membahas pembacaan puisi berdasarkan lafal, tekanan, dan intonasi.
2.1.3. Memberikan saran perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat membaca puisi dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi.
2. Siswa dapat membahas pembacaan puisi berdasarkan lafal, tekanan, dan intonasi.
3. Siswa dapat memberikan saran perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat.

3. Materi Pembelajaran
Membaca
Membaca Puisi dengan Lafal dan Intonasi yang Tepat
Membaca puisi merupakan kegiatan membaca dengan nada nyaring. Artinya, Anda harus berusaha agar orang lain mendengarkan dan menyimak pembacaan puisi tersebut, serta dapat memahami isi puisi yang Anda baca. Untuk itu, Anda harus memahami ketepatan intonasi dan pelafalan dalam mengucapkan setiap kata dan kalimat.
Agar lebih jelas cara membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang baik, Anda dapat mengikuti langkah-lamgkah berikut ini.
1. Memberi penanda jeda dan tekanan dalam teks puisi seperti berikut.
a. Tanda / merupakan jeda pengganti koma.
Contoh: Taman sari / tanah Periangan
b. Tanda // merupakan jeda pengganti tanda titik.
Contoh: Taman sari / tanah Periangan //
c. Tanda untuk tekanan keras.
Contoh: Taman sari / tanah Periangan //

d. Tanda ••• untuk tekanan lembut
Contoh: Taman sari, tanah Periangan
• • •
e. Tanda (tanda panah naik) untuk intonasi naik.
Contoh: Taman sari
f. Tanda (panah datar) untuk intonasi datar
Contoh: Taman sari
g. Tanda (tanda panah turun) untuk intonasi turun
Contoh: Sekarang ini berpisah kita
2. Memahami Isi Puisi
Untuk memahami isi puisi, Anda dapat menentukan unsur-unsur instrinsik sebagai berikut.
a. Tema yang merupakan ide dasar atau pokok permasalahamn dalam puisi
b. Amanat merupakan pesan yang terdapat dalam puisi.
c. Nada merupakan sikap penyair terhadap suatu hal yang diungkapkan dalam puisi.
d. Pada dasarnya pilihan kata dalam puisi mempunyai makna konotatif sehingga memiliki kemungkinan mengandung makna lebih dari satu. Oleh karena itu, Anda harus memahami kata-kata dalam puisi.
e. Irama, (turun naik, keras lemah, dan cepat lambat) yang dapat memebrikan kekuatan ketika membaca puisi).

Perhatiakn puisi di bawah ini!
Puisi 1
Kini Waktu Kita Bertanam

kini gerimis tipis membasahi bumi
kini gerimis tipis membasahi hati
mari menggemburkan tanah garapan
mari menyebar hidup harapan

ketika angin mengawali kembarannya pagi hari
di setebah bumi ini kita tabur benih kasih saying
di setebah bumi ini kita tabur benih kegairahan
di setebah bumi ini kita tabur benih kebenaran

lantaran di musim panen mendatang
kita ingin memetik bunga-bunga kehidupan
lantaran di musim panen mendatang
kita ingin menuai buah-buah amalan

mari melangkah diantar angina semilir
mari melangkah sampai mentari menggelincir
karena kita yakin setiap insan rindu damai
selama irama hari belum usai

sebentar kita isi ruang waktu dalam sunyi
memohon berkah serta rahmat Ilahi.
Sumber: Biarkan Angin itu, Piek Ardijanto, Grasindo, 1996
Puisi 2
Ketika Mancing
pagi bening begini hening
di tepi Rawapening
betapa senang mincing
plung kulempar kail berumpan cacing

cuma sebentar
ikan telah menyambar
tersangkut di ujung pancing menggelepar
di pangkal siang ikan-ikan lapar

siapa tak betah
terlindung gunung sangat indah
ya Ilahi Kauberi juga aku hiburan hari ini
di sebelah lembah begini sepi
Sumber: Biarkan Angin itu, Piek Ardijanto, Grasindo, 1996
Puisi 3
Nyanyian Perahu
Perahu itu harus berlayar sendiri
Nahkodanya tak peduli, terbuai mimpi
Perahu itu hilang di tengah samudera
Maukah engkau memegang kemudinya?

Perahu itu mendambakan juru mudi
Yang tidak tega, yang mau mengerti
Ia hanya perahu tua dan sakit hati
Mencari pelabuhan sepanjang hidupnya

Aku mendengar perahu itu menangis
Di balik kabut, di sayup gelombang
Aduh, engkau yang bermata bening
Dating, cepat-cepatlah datang!
Karya : Eka Budianta
Sumber : Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-anak, Suyono Suyatno dkk., Yayasan Obor Indonesia, 2008
Puisi 4
Abadi Kerinduan
Abadi kerinduan
Kepada yang selalu bukan
Nurani sendiri tak terpegang
Tuhan ngumpet di kebisuan
Badan akan habis
Kucacah-cacah sendiri
Namun suara itu terus menangis
Sampai lewat batas hari
Sampai segala yang ada
Dikikis waktu tanpa sisa
Kekasih tak jua sudah menyatu
Karya : Eka Budianta
Sumber : Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-anak, Suyono Suyatno dkk., Yayasan Obor Indonesia, 2008

4. Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

5. Media
LKS

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit)
- Setelah guru mengawali pelajaran dengan salam
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
- Guru memberikan gambaran tentang membaca puisi denganlafal dan itonasi yang tepat (lihat materi pembelajaran di atas)

b. Kegiatan inti (70 menit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Membuat kelompok yang anggotanya 2-4 siswa secara heterogen untuk membaca teknik, lafal, tekanan, dan intonasi dalam membaca puisi 5 menit - Buku paket
- Buku LKS
- Sastrawan Bicara Siswa Bertanya, SBSB, 2006, Horizon, Kaki Langit.

- Puisi
2. Guru memberikan puisi yang sesuai dengan topik (lihat puisi 1-4) 2 menit
3. Siswa bekerja sama untuk memilih puisi yang dikehendaki sesuai dengan puisi 1-4. 25 menit
4. Mempresentasikan hasil kerja kelompok 25 menit
5. Guru membuat kesimpulan bersama murid 10 menit
6. Penutup 3 menit

c. Kegiatan akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat membaca puisi dengan lafal dan intonasi yang tepat.
- Guru memeri PR dari LKS

7. Sumber Belajar
- Buku paket
- Buku LKS
- Sastrawan Bicara Siswa Bertanya, SBSB, 2006, Horizon, Kaki Langit.

8. Alat Penilaian
A. Sebelum membaca puisi tersebut, lakukan hal-hal di bawah ini!
1. Pilihlah satu puisi dari keempat puisi di atas!
2. Buatlah tanda-tanda jeda dan intonasi yang Anda pilih!
B. Tentukan tema, amanat, dan nada dalam puisi yang Anda pilih!
C. Bacalah puisi yang Anda pilih!
D. Setelah teman Anda membaca, ungkapkan pendapat Anda beserta alasannya tentang hal-hal berikut!
1. Lafal, lagu, dan irama dalam membaca puisi.
2. Kesesuaian mimik atau perubahan raut muka dengan suasana puisi.
3. Gerak anggota badan yang mendukung pengungkapan isi puisi
4. Penampilan dalam membacakan puisi tersebut.
Petunjuk Guru untuk kegiatan A, B, C, dan D
Ketika memberikan kagiatan ini, guru dapat mengacu langkah-langkah berikut ini.
1. Guru menyuruh siswa untuk memilih salah satu puisi.
2. Sebelum membaca, siswa disuruh menentukan isi puisi tersebut, yaitu tema, amanat, nada, dan kata-kata konotasi dalam puisi.
3. Siswa juga disuruh mengungkapkan isi puisi tersebut di depan kelas.
4. Siswa diminta membacakan puisi yang dipilih dengan lafal, lagu kalimat, irama, dan mimik yang sesuai dengan isi puisi.
5. Siswa lain menyampaikan pendapat beserta alasannya terhadap hasil kerja siswa lain dar unsur berikut.
a. Lafal, lagu, dan irama dalam membaca puisi harus tepat.
b. Kesesuaian mimik atau perubahan raut muka dengan suasana puisi.
c. Gerak anggota badan yang mendukung pengungkapan isi puisi.
d. Penampilan dalam membacakan puisi tersebut.
e. Penafsiran isi puisi yang meliputi tema, amanat, dan makna pilihan kata yang dibuat teman.
6. Siswa disuruh memperbaiki hasil pekerjaannya berdasarkan masukan dari teman.
7. Dalam melaksanakan kegiatan ini, guru dapat memberikan penilaian siswa dari unsur-unsur berikut.
a. Ketepatan instinasi, kelancaran, dan mimik siswa dalam membaca puisi tersebut.
b. Ketepatan siswa dalam mengungkapkan isi puisi tersebut.
c. Kelogisan dan ketepatan siswa dalam memberikan masukan kepada hasil pekerjaan siswa lain.

Kunci Soal Penilaian
A. Sebelum membaca puisi tersebut, lakukan kegiatan hal-hal di bawah ini!
1. Pilihlah salah satu dari keempat puisi di atas!
2. Buatlah tanda-tanda jeda dan intonasi puisi yang Anda pilih!
Contoh jawaban:
Puisi yang dipilih adalah “Abadi Kerinduan”
Abadi Kerinduan
Abadi / kerinduan //

Kepada yang / selalu bukan //

Nurani sendiri / tak terpegang

Tuhan / ngumpet / di kebisuan //

Badan akan habis //

Kucacah-cach sendiri //

Namun / suara itu / terus nangis //

Sampai / lewat / batas hari //

Sampai / segala ada //

Dikikis waktu / tanpa sisa //

Kekasih / tak jua / ketemu //

Padahal / jelas sudah menyatu //

Catatan untuk guru:
Puisi yang dipilih siswa dapat berbeda-beda. Siswa juga dapat memebrikan tanda-tanda pembacaan puisi yang berbeda terhadap puisi yang dipilih.
B. Tentukan tema, amanat, dan nada dalam puisi yang Anda pilih!
Contoh jawaban:
Tema puisi “Abadi Kerinduan” adalah kerinduan penyait bertemu Tuhan sampai ia melakukan apa pun namun tidak bertemu Tuhan jua. Padahal Tuhan sudah menyatu dengan dirinya.
Amanat puisi “Abadi Kerinduan” sebagai berikut.
1. Jagalah iman yang kita miliki.
2. Sadarilah Tuhan ada dalam hati kita, kita tidak perlu mencari-carinya.
Nada yang terdapat dalam puisi adalah nada mengiba karena benar-benar ingin bertemu Tuhan.
Catatan untuk guru:
Jawaban siswa dapat berbeda-beda, tergantung pada puisi yang dipilih siswa. Namun, jawaban siswa harus berhubungan dengan isi puisi yang dipilihnya. Guru dapat menilai ketepatan jawaban siswa berdasarkan puisi yang dipilih siswa.
C. Bacalah puisi yang Anda pilih!
Jawaban:
Diserahkan kepada siswa. Siswa dapat membacakan puisi yang dipilih dengan lafal, lagu kalimat, irama, dan mimik yang sesuai dengan isi puisi. Guru dapat menialai keberanian siswa membacakan puisi dan hal-hal berikut.
1. Lafal, lagu, dan irama dalam membaca puisi.
2. Keseuaian mimik atau perubahan raut muka dengan suasana puisi.
3. Gerak anggota badan yang mendukung pengungkapan isi puisi.
4. Penampilan dalam membacakan puisi tersebut.


Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 11 Oktober 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Menulis
4. Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf. (Naratif, deksriptif, ekposisi)
Kompetensi Dasar : 4.1. Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu dan tempat dalam bentuk paragraf naratif.

1. Indikator
4.1.1. Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif.
4.1.2. Menyusun kerangka karangan paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan tempat.
4.1.3. Mengambangkan kerangka yang telah dibuat menjadi sebuah paragraf naratif.
4.1.4. Menyunting paragraf naratif yang dibuat teman.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif.
2. Siswa dapat menyusun kerangka karangan paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan tempat.
3. Siswa dapat mengembangkan kerangka yang telah dibuat menjadi sebuah paragraf naratif.
4. Siswa dapat menyunting paragraf naratif yang dibuat teman.

3. Materi Pembelajaran
Menulis Paragraf Narasi
Anda telah mempelajarai cara menulis paragraf narasi dalam Bab II. Anda dapat membuka kembali Bab II untuk mengingat cara menulis paragraf narasi.
Paragraf narasi atau naratif merupakan paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga dalam paragraf narasi terdapat di alur cerita, tokoh, setting, dan konflik. Paragraf naratif tidak memiliki kalimat utama.
Paragraf naratif disusun dengan menerangkan peristiwa-peristiwa yang berurutan atau secara kronologis baik urutan waktu maupun tempat. Hal ini bertujuan agar pembaca diharapkan seolah-olah mengalami sendiri peristiwa yang diceritakan dalam paragraf tersebut. Paragraf narasi dibentuk melalui dua pola yaitu pola urutan waktu dan pola urutan tempat.



Contoh paragraf narasi pola urutan waktu
Dari tadi pikiranku tidak karuan gara-gara hampir terlambat sekolah. Sampai siang ini pun hatiku masih tidak karuan memikirkan hasil ulangan yang hanya dapat nilai pas-pasan. Rasanya kok sulit juga mengerjakan ulangan. Padahal aku sudah belajar semalam.
Contoh paragraf narasi pola urutan tempat
Aku baru saja keluar dari rumahku. Baru beberapa meter aku meninggalkan rumah tiba-tiba kudengar bunyi klakson yang memekakkan telinga dan deru mobil keras. Ku tengok ke belakang. Ternyata suara klakson itu milik mobil mewah yang sedang melaju kencang ke arahku. Tetapi mobil itu berhenti tepat di depanku. Siapa ya . . . ? Astaga, ternyata Putri yang ada di mobil itu! Wah, kebetulan nih. Aku juga sudah agak terlambat. Akhirnya aku ikut bersama Putri. Nyaman juga duduk di mobil mewah. Sampai di kantor pun tidak terlambat dan tidak perlu bersusah payah mengejar angkutan kota. Sungguh pagi yang indah.

4. Model Pembelajaran
Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

5. Media Pembelajaran
- LKS

6. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan Awal
- Menucapkan salam, uraian naratif
b. Kegiatan inti (70 Menbit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Membentuk kelompok 3-4 siswa secara heterogen untuk memahami langkah-langkah menulis paragraf naratif 5 menit - LKS
- Paragraf Naratif
2. Guru memberikan contoh 5 menit
3. Siswa bekerja sama membaca dan menemukan topik, mengembangkan. 30 menit
4. Mempresentasikan hasil 20 menit
5. Guru membuat kesimpulan dengan siswa 5 menit
6. Penutup 5 menit
c. Kegiatan akhir (penutup)
- Guru dan murid membuat kesimpulan
- Guru memberika PR

7. Sumber Belajar
- LKS. Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas X

8. Alat Penilaian
- Penilaian efektif saat berlangsung KBM (presentasi).
- Penilaian uji kompetensi/uraian bebas.

Uji komptenasi 4
8.1. Perhatikan paragraf berikut! Menurut Anda, apakah paragraf tersebut termasuk jenis paragraf nasasi? Berikan alasan logis yang mendukung jawaban Anda!
Besok pagi akau pergi ke Bogor. Aku sudah mempersiapkan segala keperluan untuk pergi malam ini. Walaupun sangat letih, aku tetap mempersiapkan dengan baik. Aku tidak ingin ada sesuatu yang tertinggal karena besok adalah perjalanan yang menentukan hidupku.
8.2. Lakukan kegiatan berikut!

1. Pilihlah salah satu topik di bawah ini!
a. Berlibur ke tempat wisata.
b. Pengalaman yang menyenangkan.
c. Asyiknya belajar Matematika.
d. Usaha yang membuahkan.
Contoh jawaban:
Topik yang dipilih adalah usaha yang membuahkan hasil.
Catatan untuk guru:
Siswa dapat memilih topik yang berbeda-beda sesuai dengan keinginan siswa masing-masing.

2. Buatlah paragraf narasi!
Contoh jawaban:
Besok aku ulangan Matematika. Aku harus mempersiapkan senua dengan baik. Malam ini aku harus belajar teori dan mencoba mengerjakan soal-soal Matematika. Tak terasa sudah pukul dua belas malam. Aku perlu istirahat agar besok fit dalam mengerjakan soal. Pagi hari telah datang. Aku sudah siap. Ulangan Matematika pun berlangsung. Aku bisa mengerjakan semua soal. Yea…jawabanku semuanya benar. Usahaku ternyata tidak sia-sia.
Catatan untuk guru:
Paragraf narasi yang ditulis siswa dapat berbeda-beda, tergantung pada topik yang dipilih siswa. Guru dapat menilai ketepatan paragraf yang ditulis siswa sebagai paragraf nasari.

8.3. Tukarkan hasil pekerjaan Anda dengan hasil pekerjaan tenam Anda!
1. Identifikasilah hasil pekerjaan teman Anda. Apakah benar karangan yang dibuat teman Anda merupakan karangan narasi? Menggunakan pola urutan waktu atau tempat?
2. Anda dapat mengidentifikasi dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
a. Siapakan tokoh dalam cerita itu?
b. Peristiwa atau pengalamankah yang diceritakan?
c. Bagaimana persitiwa atau pengalaman itu diceritakan?
3. Suntinglah pekerjaan teman Anda berdasarkan kronologi, waktu, peristiwa, dan EyD!
4. Berilah saran untuk perbaikan terhadap poekerjaan teman Anda!
5. Tukarkan kembali hasil pekerjaan teman Anda dengan pekerjaan Anda!
6. Perbaikilah paragraf narasi Anda sesuai dengan suntingan teman Anda!
Jawaban:
Jawaban siswa dapat berbeda-beda. Jawaban diserahkan kepada siswa untuk mengidentifikasi suntingan paragraf yang dibuat teman.







Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 18 Oktober 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit
Standar Kompetensi : Membaca
7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen.
Kompetensi Dasar : 7.2. Menganalisis keterkaitan unsur instrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari.

1. Indikator
7.2.1. Mengidentifikasi unsur-unsur instrinsik cerita pendek yang telah dibaca.
7.2.2. Mengaitkan unsur instrinsik cerpen dengan kenyataan hidup sehari-hari.

2. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat mengidentifikasi unsur-unsur instrinsik cerita pendek yang telah dibaca.
2. Siswa dapat mengaitkan unsur instrinsik cerpen dengan kenyataan hidup sehari-hari.

3. Materi Pembelajaran
Mendengarkan
Menganalisis Unsur Ekstrinsik Cerita yang Didengar
Pada Bab II Anda sudah mempelajrai unsur instrinsik serita. Pada bab ini Anda akan mempelajari unsur ekstrinsik cerita. Unsur ekstrinsik cerita merupakan unsur yang membangun cerita dari luar. Unsur ekstrinsik meliputi latar belakang, lingkungan sosial budaya, polotik, ekonomi, agama, adat istiadat, pendidikan, dan psikologi pengarangnya. Faktor-faktor ekstrinsik tersebut memberikan andil besar bagi pengarang untuk melahirkan karya. Hal itu mengingat bahwa karya sastra tidak dapat dilepaskan begitu saja dengan realitas kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, faktor-faktor lingkungan, kebudayaan, dan semangat zaman yang terkandung dalam karya sastra tidak dapat diabaikan.

4. Model Pembelajaran
Demonstration

5. Media Pembelajaran
- LKS Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X
- Cerpen

6. Langkah-lagkah Kegiatan Pembelajaran
a. Kegiatan awal (10 menit)
- Guru mengawali kegiatan dengan mengucapkan salam
ﺍﻠﺴﻼﻢﻋﻠﻴﻜﻢ ﻮﺮﺤﻤﺔﺍﷲ ﻮﺑﺮﻜﺎﺗﻪ
- Guru memberikan gambaran tentang unsur instrinsik (lihat pengertian di atas).

Dengarkan pembacaan kutipan cerita berikut ini!

Abo Mamongkuroit

Abo Mamongkuroit dan istrinya, Buwa atau Putri Monondeaga, tinggal di tengah hutan. Mereka sangat berbahagia karena saling menyayangi. Suatu ketika Abo memutuskan untuk merantau, mencari nafkah agar kehidupannya menjadi lebih baik. Abo meminta izin kepada isitrinya dan ternyata istrinya merelakan Abo untuk merantau asalkan tidak terlalu lama.
Abo pun bersiap untuk merantau dan istrinya membekali Abo dengan ketupat dan telur rebus. Walaupun dengan hati terlalu berat, terpaksa Abo harus meninggalkan istrinya yang cantik ini.
Suatu ketika, belum beberapa lama setelah keberangkatan Abo, datanglah Tulap, raksasa rakus pemakan manusia yang tinggal disekitar hutan itu. Monondeaga pun ketakutan melihat Tulap, tetapi Tulap tenang saja dan berkata,”Jangan takut, Monondeaga! Aku tidak memakan engkau.”
Monondeaga pun bingung dan berpikir bagaimana caranya menghindari diri dari si Tulap. Tilap berkata dengan suara menggelegar,”Hai, Deaga, kau akan senang sekali apabila berada di rumahku,” demikian ia membujuk, namun Deaga mendapatkan akal untuk menahan niat Tulap yang jahat itu,”Hari ini jangan dulu kau bawa sebab aku akan mencuci rambut. Sebaiknya besok saja kau jemput aku di sini.” Tanpa berpikir lama si Tulap langsung pergi dengan penuh harap besok dai pasti mendapatkan Deaga. Sementara iru, Deaga terus memikirkan alasan apalagi yang akan disampaikannya besok kepada si Tulap.
Kalau saja suamiku ada tentu hal ini tidak akan terjadi, keluh Deaga dalam hati. Semalam Deaga tidak bisa tidur. Ia hanya memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Akankah Tulap memakannya?
Esok harinya ketika hari sudah petang muncullah si Tulap di rumah Deaga. Dengar, senyum mengerikan Tulap menghampiri Deaga. Deaga tidak kehabisan akal, dia berkata,”Hai, Tulap, bagaiman kalau kau jemput aku besok saja sebab aku belum mabndi.” Tulap semula tidak mau mendengarkan alasan itu, namun Deaga terus membujuknya, akhirnya Tulap mau menerinya dan segera pulang ke rumahnya untuk kembali lagi keesokan harinya.
Alasan demi alasan disampaikan Deaga kepada tulip untuk mengulur-ulur waktu sampai suaminya tiba kembali ke rumah. Namun, dari hari ke hari suaminya belum juga datang dari perantauan. Keesokan harinya ketika Deaga sedang duduk merenung memikirkan nasibnya tiba-tiba datanglah Tulap. Alangkah terkejutnya Deaga melihat Tulap karena tidak ada lagi alasan yang dapat diberikan kepadanya. Ia sangat ketakutan, sementara Tulap sudah tidak sabar lagi. Tulap membentak,”Sekarang apalagi alasanmu? Mari ikut aku!” Deaga gemetaran,”Tamatlah sudah riwayatku ini. Aku akan mati ditelan raksasa rakus ini,” ia berkata dalam hatinya. Sementara Deaga merenungi nasibnya, di dikagetkan lagi oleh suara Tulap yang menggelegar. “Tunggu sebentar, Tulap. Aku mau menyisir rambutku dahulu dan mengganti bajuku ini,” bujuk Deaga untuk menenangkan si Tulap. Setelah selesai mendandani dirinya, Deaga keluar dari rumahnya. Tanpa menunggu lama, Tulap langsung membopong Deaga ke rumahnya di tengah hutan. Setibanya di rumah Tulap, Deaga dimasukkan ke dalam kandang besi yang berada di kolong rumahnya.
Selama dikurung di rumah Tulap, Deaga semakin lam semakin kurus dan kecantikannya semakin hari semakin pudar. Setiap hari ia hanya memikirkan akan nasibnya ia juga memikirkan suaminya yang kelak setelah pulang dari rantau tidak akan menemuinya di rumah. Suaminya pasti akan sedih sekali dan ia akan berusaha mencarinya. Lalu, kalau ia menemui dirinya berada di rumah Tulap, ia pasti akan marah dan akan terjadi sesuatu yang mengerikan.
Kira-kira dua minggu di perantauan Abo pun kembali ke rumah. Dengan membawa oleh-oleh dan uang untuk istrinya yang dikasihinya, Abo tiba si rumah. Ia memanggil-manggil istrinya, tetapi tidak ada jawaban. Betapa sedih hatinya ketika mengetahui rumahnya kosong. Kemana gerangan istrinya? Muncullah bermacam-macam pikiran. Mungkinkah istrinya dimakan binatang buas, atau hanyut terbawa arus di sungai. Ia berusaha mencari jejak-jejak istrinya di sekitar rumah dan sungai yang berada tidak jauh dari rumahnya. Tidak ada sedikit pun tanda-tanda bahwa istrinya hanyut terbawa arus atau dimakan binatang buas. Akhirnya Abo memutuskan untuk mencarinya sampai dapat. Esok harinya ia menyiapkan bekal perjalanan dan bersiap-siap melakukan perjalanan.
Berangkatlah Abo mencari istrinya, berjalan tanpa mengenal lelah menelusuri hutan belantara. Siapa saja yang ditemukannya ditanyakan tentang istrimya, namun jawaban yang diterimanya selalu tidak menyenangkan, yaitu bahwa mereka tidak mengetahuinya. Kemudian Abo melanjutkan lagi perjalanannya, dan tibalah Abo di rumah Tulap yang cukup besar. Kedatangannya disambut dengan gembira oleh Tulap, seolah-olah dia tidak mengetahui akan nasib istri Abo.
Tulap menegur abo agar jangan cepat pulang dan mengajaknya untuk minum kopi dulu. Sesudahnya Abo diajak mengadakan pertarungan adu betis. Ajakan ini disambut dengan gembira oleh Abo dan keduanya segera turun dari rumah dan menuju halaman.
Pertandingan adu betis dimulai. Tulap memulai pertandingan dengan serangan. Serangan demi serangan dapat ditahan oleh Abo. Anehnya, bukan Abo yang terpelanting karena diserang, malah Tulap yang terpelanting jauh. “Hai, Tulap,”seru Abo. “Menyerahlah kau karena ternyata aku lebih kuat darimu. Kekuatanku melebihi kekuatanmu, kau tidak berdaya, terbukti kau tidak dapat merobohkan aku.”
Kali ini Tulap berpikir untuk menahan serangan. Abo memulai serangannya terhadap Tulap, namun kasihan si Tulap si raksasa hutan itu. Ia terpelanting jauh ke atas pohon dan menggelepar-gelepar. Keadaan ini disaksikan pula oleh istri Tulap. Melihat hal ini istri Tulap langsung mengambil pisau yang sudah diasah untuk menyerang Abo. Tetapi, apa yang terjadi? Istri Tulap juga mendapat pukulan yang dahsyat dari Abo dan terlempar jauh.
Selanjutnya Abo melihat bahwa di kolong rumah Tulap terdapat banyak manusia yang akan dijadikan makanan sehari-hari. Tampak pula istrinya yang tercinta berada di dalamnya. Segera dibukakannya kurungan yang penuh dengan manusia itu dan disuruhnya mereka semua pulang untuk menjalankan kehidupan seperti biasanya, berkebun di ladang mereka. Dipeluknya istrinta dan diajaknya pulang. Setelah itu mereka hidup bahagia, tidak ada yang berani mengganggu lagi.
Sumber:Cerita Rakyat dari Sulawesi Utara, Anneka sumarauw, Grasindo, 1992




b. Kegiatan Int Kegiatan inti (70 Menbit)
No. Kegiatan Waktu Sumber
1. Membentuk kelompok 3-4 siswa secara heterogen untuk memahami langkah-langkah menulis paragraf naratif 10 menit - LKS
- Paragraf Naratif
2. Ketika menyiman cerita tersebut, siswa disruruh mencatat unsur-unsur ekstrinsik cerita, seperti latar belakang sosial dan budaya, ekonomi, psikologi, dan sejarah dalam cerita tersebut. 20 menit
3. Siswa bekerja sama membaca dan menemukan topik, mengembangkan. 10 menit
4. Mempresentasikan hasil 20 menit
5. Guru membuat kesimpulan dengan siswa 5 menit
6. Penutup 5 menit

Petunjuk Guru
Dalam melaksanakan kegiatan ini, guru dapat berpedoman pada langkah-langkah berikut ini.
1. Guru membacakan cerita “Abo Mamongkuroit” di deoan kelas. (10 menit)
2. Siswa disuruh mendengarkan dan menyimak cerita yang dibacakan guru.
3. Ketika menyiman cerita tersebut, siswa disruruh mencatat unsur-unsur ekstrinsik cerita, seperti latar belakang sosial dan budaya, ekonomi, psikologi, dan sejarah dalam cerita tersebut. (20 menit)
4. Setelah selesai, siswa disuruh membacakan hasilnya didepan kelas. Sementara itu, siswa lain disuruh mengungkapkan pendapat beserta alasan tentang kebenaran dalam mengungkapkan unsur-unsur ektrinsik cerita daerah “Abo Mamongkuroit.” (20 menit)
5. Guru dapat memberikan panilaian atas kegiatan ini dari unsur ketepatan siswa dalam menentukan unsur ekstrinsik cerita rakyat “Abo Mamongkuroit”, serta kelogisan siswa dalam memberikan tanggapan atau pendapat atas pekerjaan teman. (10 menit)
6. Tiap siswa mengemukakan hasil. (8 menit)
7. Guru dan siswa membuat kesimpulan. (2 menit)

c. Kegiatan akhir (10 menit)
- Dengan bimbingan guru, siswa dapat menemukan unsur-unsur instrinsik dalam cerpen.
- Guru memberi tugas individual.
A. Dengarkan kembali cerita “Abo Mamongkuroit”. Sambil mendengarkan, catatlah unsur-unsur ekstrinsik “Abo Mamongkuroit”!
Contoh jawaban:
1. Latar belakang sosial dan budaya dalam cerita tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat zaman dahulu yang tinggal di hutan dan sering merantau atau meninggalkan keluarga untuk mencari nafkah.
2. Unsur pendidikan yang mendukung cerita rakyat tersenut adalah pengajaran kepada seorang istri untuk tetap setia meskipun ditinggal suaminya merantau, pembelajaran untuk melawan kekuatan dengan kepandaian, kesetiaan suami mencari istrinya yang hilang, dan kepahlawanan melawan kejahatan. Hal ini tercermin dalam sikap Deaga yang menunggu Abo, siaminya pulang, kepintarana Deaga menghadapi Tulap, sikap Abo yang terus berusaha mencari Deaga yang telah ditangkap Tulap, dan keberanian Abo melawan Tulap.
3. Latar belakang ekonomi dalam cerita tersebut adalah keadaan ekonomi masyarakat tertentu yang memilih merantau untuk mencari nafkah walaupun harus meninggalkan keluarganya. Gambaran tersebut dapat dilihat pada Abo yang memilih merantau untuk mencari nafkah walaupun harus meninggalkan Deaga.
4. Unsur psikologi yang melatarbelakangi cerita tersebut adalah pengajaran kepada seorang istri tetap setia meskipun ditinggal suami merantau, pembelajaran untuk melawan kekuatan dengan kepandaian, kesetiaan suami mencari istrinya yang hilang, dan kepahlawanan melawan kejahatan.
5. Latar belakang sejarah dalam cerita tersebut yaitu kehidupan kerajaan pada zaman kuno di daerah Sulawesi. Hal itu seperti tercermin pada nama-nama tokoh dalam cerita seperti Abo Mamongkuroit, Putri Monondeaga, dan Tulap.
Catatan untuk guru:
Jawaban siswa dapat berbeda-beda, tergantung dari analisis siswa terhadap cerita rakyat “Abo Mamongkuroit”. Jawaban siswa tetap sesuai dengan isi cerita rakyat.
A. Sampaikan unsur-unsur ekstrinsik yang telah Anda temukan kepada guru Anda secara bergiliran!
Jawaban: Diserahlan kepada siswa
Catatan untuk guru:
Siswa dapat menyampaikan unsur-unsur ekstrinsik sesuai dengan hasil analisisnya. Siswa harus menyampaikan unsur ekstrinsik dengan jelas. Guru dapat menilai kebenaran siswa dan kejelasan siswa dalam menyampaikan unsur ekstrinsik.
B. Siswa yang belum mendapat giliran, betugas menanggapi unsur-unsur ekstrinsik yang telah disampaikan teman!
Contoh jawaban:
1. Saya setuju dengan unsur-usnsur ekstrinsik yang Anda sampaikan. Unsur pendidikan sangat menonjol. Pendidikan di sini berhubungan dengan penamaan keberanian, kepahlawanan, dan tanggung jawab.
2. Saya kurang setuju dengan unsur-unsur ekstrinsik yang Anda sampaikan. Salah satunya yaitu unsur agama. Dalam cerita “Abo Mamongkuroit” tidak terdapat unsur atau nilai agama.
Catatan untuk guru:
Siswa dapat menyampaikan tanggapan yang berbeda-beda. Tanggapan yang diungkapkan siswa harus disertai dengan alasan yang memperkuat tanggapan siswa. Tanggapan yang dikeluarkan siswa harus menggunakan kalimat yang sopan dan jelas. Guru dapat menilai kalimat yang digunakan siswa dan keberanian siswa menyampaikan tanggapa.


7. Sumber Belajar
- Buku paket Bahasa dan Sastra Indonesia kelas X

8. Alat Penilaian
- Mengerjakan tes individual
- Penilaian efektif saat KMB berlangsung.






Mengetahui
Kepala Sekolah




Drs. DJAMIL EFFENDI
NIP. 19570715 198303 1 023 Ponorogo, 25 Oktober 2010





SUGIMAN RUSTAN, S.Pd.
NIP. 19690505 200701 1 041

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Mrs Veronica khusus pinjaman rumah adalah meyakinkan dan dapat diandalkan pemberi pinjaman pinjaman yang kompeten, berpengalaman dan bersertifikat profesional di keuangan lender, yang fokus pada keberhasilan Anda. Tujuan kami adalah untuk memberikan solusi terbaik dalam bidang layanan pinjaman untuk klien kami. Kami memberikan instan persetujuan, ada jaminan, rendah harga, kami menyediakan semua jenis pinjaman 2%. Jangan biarkan kesempatan ini berlalu. Jika tertarik, hubungi kami melalui email di: specialloanhouse111@gmail.com

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3